• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,667 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Batik di Le Creusot

Tanggal 2 Oktober lalu,  ada kisah kecil di sela kesibukan riset di laboratorium. Bapak lurah Dijon, Aries Muslim melalui email semenjak pagi, sudah mengeluarkan anjuran untuk seluruh personil dijon dan le creusot untuk berbatik dan membuat fotonya di depan kampus Universite de Bourgogne. Aku sendiri sudah sejak tgl 1 Oktober sudah pakai baju warisan budaya negeri kita tercinta itu, dan kami memang sudah punya sesi berbatik sendiri di le creusot Perancis ini.

dari :  Situs UNESCO

dari : Situs UNESCO

Lalu ada apa sesungguhnya di tanggal 2 Oktober tahun ini sampai2 presiden kita pun menganjurkan berbaju batik kepada seluruh rakyat Indonesia ? ternyata karena badan dunia UNESCO mengukuhkan BATIK INDONESIA sebagai Warisan Budaya Dunia (World Heritage) dengan memasukkannya pada Daftar Representatif sebagai Budaya Tak benda Warisan Manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) asli Indonesia dalam Sidang ke-4 Komite Antar-Pemerintah (Fourth Session of the Intergovernmental Committee) tentang Warisan Budaya Tak-Benda di Abu Dhabi, pada tanggal yang sama.

Selain itu, dlm rangkaian pengukuhan ini, UNESCO juga telah menerima 111 nominasi mata budaya dari 35 negara, namun yang diakui dan dimasukkan dalam Daftar Representatif sebanyak 76 mata budaya termasuk batik kita itu. Info ini dapat dilihat di situs UN UNESCO pada bagian  daftar budaya Intangible Cultural Heritage (http://www.unesco.org/culture/ich/index.php?pg=00011#list).

Di situs yang sama, sahabat juga akan menemukan bahwa wayang kulit dan Keris sudah pula diakui sebagai Karya Agung Budaya Lisan dan Tak benda Warisan Manusia (Masterpieces of the Oral and Intangible Cultural Heritage of Humanity) asli Indonesia. Lihat di sini pengakuan UNESCO untuk batik, keris dan wayang kulit.  

Bagaimana bisa diakui

Menurut kriteria UNESCO, budaya tak benda ini adalah meliputi budaya lisan, seperti cerita dan bahasa, seni pentas, adat istiadat, pengetahuan tentang semesta, dan kerajinan tradisional. Batik sendiri dianggap sebagai ikon budaya bangsa yang memiliki keunikan sebagai simbol dan tradisi dalam masyarakat yang memiliki filosofi yang mendalam. Intinya, Batik Indonesia dianggap memiliki teknik dan dapat dikatakan sebagai simbol budaya yang menjadi identitas rakyat Indonesia mulai dari lahir sampai wafatnya, misalnya ada kepercayaan masyarakat bahwa bayi mesti digendong dengan kain batik bercorak simbol yang membawa keberuntungan, dan yang meninggal dunia pun ditutup dengan kain batik. Corak Batik tertentu  juga jadi pakaian sehari-hari dalam berbagai kegiatan masyarakat, bahkan berbagai corak lainnya, dipakai pula dalam upacara pernikahan, kehamilan, juga dalam pertunjukan wayang, kebutuhan bukan pakaian (tas, dompet, dsb) dan juga dipakai dalam berbagai penampilan kesenian. Di wilayah tertentu malah, kain batik menjadi persyaratan dalam dalam kegiatan budaya ritual tertentu.

Selain itu juga, di Indonesia dapat ditemui berbagai corak Batik Indonesia yang berbagai macam, dan memiliki tradisi membatik yang diturunkan dari generasi ke generasi. Oleh karena itulah batik itu terkait dengan identitas budaya rakyat indonesia dan amat mengekspresikan kreatifitas dan spiritual rakyat Indonesia melalui berbagai arti simbolik dari warna dan corak

Singkatnya, UNESCO memasukkan Batik Indonesia ke dalam Representative List karena telah memenuhi kriteria, antara lain kaya dengan simbol-simbol dan filosofi kehidupan rakyat Indonesia.

Batik yang seperti apa?

Ternyata tidak semua yang ada di pasaran itu adalah asli batik, loh. Di sini kita perlu membedakan antara batik dan kain bermotif batik atau biasa disebut batik printing. Sesungguhnya, kata para pakar batik di Indonesia, kita itu dibilang memakai batik itu kalau kita memakai batik tulis, cap, ataupun kombinasi keduanya, bukan batik printing atau kain bermotif batik. Memang, harga menjadi salah satu alasan yang membuat batik printing menjadi lebih diminati dari batik asli. Murahnya harga batik printing mulai 35 ribu rupiah, sementara untuk mendapatkan selembar kain batik tulis atau cap, paling tidak harus mengeluarkan uang di atas 100 ribu rupiah.

Nah, apa yang kita lakukan menyambut pengakuan ini ?

Anjuran memakai batik pada 2 Oktober tahun ini bisa jadi salah satu momentum. Kami yang berada jauh dari Indonesia, tentu amat merasakan keinginan2 untuk menampilkan keunikan bangsa kita. Sering kali aku memakai baju batik atau pola2 bordir tradisional ke labo dan berulangkali pula komentar2 positif sahabat2 di Perancis membuatku bangga. Bahkan saat aku berkeliaran di sekitar apartemen pakai sarung yang bermotif tenun samarinda dan tenun goyor, banyak sahabat2 Eropa atau pun asia (timur tengah) naksir dan minta dibeliin.

arum4

Nah, 2 Oktober kami yang ada di Le creusot berbatik ria mengambil foto dan berjalan2 dengan corak kebanggaan itu. Bahkan tiga orang sahabat dari mexico, spanyol dan US ikut gabung bersama kami. Sesekali terdengar keingintahuan dari mereka, apa sebenarnya batik itu, sampai2 kami harus menyengaja membuat sesi foto2 di hari spesial itu.

Yah, intinya, kita ini adalah duta2 budaya bangsa yang mestinya bisa memahami filosofi2 budaya warisan nenek moyang kita sendiri, yang bisa menyampaikannya kepada bangsa lain. Budaya yang bukan hanya benda tapi juga berwujud tak benda, termasuk tipikal sikap asli kita seperti keramahan, gotong royong dan tepo seliro. Jangan sampai justru saat kita harus merantau ke negara lain, lalu kita hanyut dengan kebudayaan2 asing yang kita sendiri sulit atau tidak memahaminya sama sekali.

Yah, jika setiap orang kita memiliki pengetahuan yang cukup dan menguasai budaya bangsanya masing2, kita tentu tidak akan terlalu kawatir dan meledak saat ada pemerintah dari suatu bangsa tertentu mengklaimnya. Kita cukup kasih senyuman, “ente akan malu sendiri kalo klaim2 kayak begitu, orang2 sudah tau pasti itu adalah kebudayaan asli kami”

pras5

So, apa yang sudah sahabat lakukan untuk melestarikan dan menyebarkan budaya kita kepada bangsa lain?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: