• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,140 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kambing Guling di Rumah Petani Arc-sur-Tille

Mengisi liburan akhir minggu awal musim panas yang lalu, aku bersama teman-teman berkesempatan membantu menyiapkan acara salah seorang keluarga Indo-Franco yang tinggal di pinggiran kota dijon (rue de la Rigole, Arc-sur-Tille) sekitar 20 menit melewati rute nasional D70.  Yah,  dari kehidupan mereka ini aku mendapatkan gambaran tentang kehidupan keluarga petani Perancis yang sangat menarik. Kita akan lihat satu per satu ya…

rumah mba Agnes Arc-sur-tille

Pertama, kumulai dari desain  rumahnya.  Pertama kali mobil kami masuk pintu gerbang, ternyata bangunan rumahnya membentuk huruf U,  dimana rumah utama dua lantai yang terletak tepat berhadapan dengan pintu gerbang. Rumah utama ini kulihat setiap ruangannya disekat-sekat. Pada lantai dasar terdapat ruang tamu, ruang keluarga dan dapur. Di bagian dapur ada pintu yang penghubung untuk keluar ke bagian belakang rumah dan ke bangunan yang berada sisi kiri.  Di lantai kedua aku temui pula ruangan yang bersekat2 untuk kamar tidur. Nah, bagian kamar tidur utamanya terdapat pintu keluar yang bisa mengakses bangunan yang berada di sebelah kanan rumah utama. 

Bangunan  sebelah kanan rumah utama terdapat rumah tambahan,  3 lantai, sebuah rumah lengkap dengan dapur, ruang tamu dan kamar tidur yang bisa menampung 4 orang (ini standar perancis ya ; satu tempat tidur satu orang, kalau pakai standar Indonesia, bisa 10 orang kali :)) . Rumah ini biasanya dipakai untuk tinggal para tamu dan sehari2nya dipakai pula sebagai tempat bekerja Mbak Agnes sang istri yg asli Indonesia. Pada segmen bangunan ini di lantai bawah tanahnya terdapat cave untuk menyimpan anggur, khas rumah di perancis. Aku sempat masuk ke dalamnya dan melihat botol2 disusun dalam rak2 dengan rapi disesuaikan dengan usia anggurnya. Masih di sisi kanan, disamping rumah tambahan ini juga terdapat satu ruangan workshop yang berisi peralatan mekanik, ada meja kerja untuk memperbaiki mesin-mesin pertanian lengkap dengan stok peripheral dan alat2 kerjanya. Dari ruangan ini terdapat pintu tembus ke satu ruangan besar lagi yang bisa dimasuki oleh dua alat berat traktor dan sebuah truk. Yah, ini untuk garasi. Terpisah sedikit dari garasi tersebut ada satu gudang lagi yang isinya adalah oli2, bahan2 kimia atau pupuk dan sebagainya.

Sedang di bagian sebelah kiri rumah utama, selain ada ruangan yang di pakai sebagai kantor oleh Jean Louis sang suami, seorang perancis yang sangat ramah dan sangat mencintai Indonesia. Tepat di sampingnya terdapat gudang dua lantai yang dulunya dipergunakan sebagai tempat penyimpanan atau pengolahan gandum, namun sekarang hanya digunakan untuk penyimpanan hasil2 pembibitan.

Di bagian belakang rumah utama, langsung berhadapan dengan sungai yang sengaja di bendung dan air terjunnya dipergunakan sebagai sumber tenaga listrik. Yah, inilah yang sangat menarik perhatianku. Begitu keluar dapur rumah utama, ada ruangan turbin dan tepat diseberang sungai itu terdapat berbagai peralatan untuk pembangkit tenaga listrik. Turbin yang bekerja mengeluarkan suara yang cukup keras.

Menurut penjelasan mereka, tenaga listrik yang didapat dari air terjun buatan ini,  selain dipergunakan untuk keperluan sendiri juga disewakan kepada beberapa tetangga di sana. Kalau aku melihat peralatan elektronik yang ada di rumah mereka ini, rupanya listrik tenaga air yang dihasilkan cukup besar juga, tapi secara detilnya tidak sempat kutanyakan.

Yang kedua tentang aktivitas ekonominya, mereka ini mengembangkan usaha pembibitan tanaman serta melakukan penyewaan alat berat untuk pengolahan hasil panen di pertanian-pertanian di wilayah Bourgogne dan sekitarnya. Selain itu juga, pekarangan yang luas sampai beberapa puluh hektar selain dibiarkan sebagai hutan2 resapan, juga dimanfaatkan perkebunan dan peternakan domba. Hebatnya pekerja2nya adalah seluruh anggota keluarganya itu (sekitar 5-6 orang saja). Sangat berbeda sekali dengan keadaan di negeri kita yang banyak kuli kontrak untuk bekerja di lahan2 pertanian. Mereka di sini menggunakan teknologi seperti traktor2, serta mesin2 pencacah bibit, pemotong kayu listrik, truk2 pengangkut untuk mempermudah pekerjaan mereka.

Yang ketiga aktivitas keluarganya.  Keluarga ini memiliki aktifitas sosial yang cukup padat. Di wilayah kota tempat mereka tinggal saja, mereka sudah dikenal sebagai keluarga yang senang mengkoordinir acara-acara sosial. Sedang acara yang kami bantu saat ini sendiri adalah acara keluarga besar dan sahabat terdekat mereka untuk mendoakan anak gadisnya yang sudah menanjak ke usia dewasa. Kami dan kawan-kawan membantu mendekorasi ruang untuk makan, lalu sedikit beres-beres peralatan kerja serta drum-drum yang tidak dipergunakan di gudang2nya, serta yang paling utama adalah menyiapkan menu kambing guling.

Gaya memasak seperti hari raya Qurban, dengan melumuri daging kambing dengan nanas untuk satu malam, lalu membuat bumbu kecap dengan bawang putih, bawang merah serta beberapa ‘bumbu rahasia Indonesia’  lainnya, alhamdulillah membuat lidah perancis keluarga mereka bergoyang. Ini pun semua kami lakukan sendiri. Penjagalnya om Aris dari Betawi, memotong dan menguliti dibantu Mas Sunny, Musa dan lainnya . Lalu membakarnya bersama di pekarangan belakang rumah sampai menyajikan di piring piring.

Singkatnya acara syukuran itu berlangsung lancar, kami mendapat ‘sorakan penghargaan’ dari para keluarga untuk daging kambing guling ala Indonesia. Kami pun senang karena di negara Perancis ini kami berkesempatan pula ‘mengembangkan bakat memasak’ kami yang terpendam, yang konon utk bisa melakukan bakar-bakaran kayak begini ngga mungkin dilakukan di apartemen2 kami di Dijon atau pun di le creusot.

Akhirnya, bagiku sendiri pengalaman ini membawa pengenalan lagi mengenai kehidupan sahabat2 kita di Perancis, yang tentu saja menambah wawasan kami untuk bisa lebih memahami satu sama lain.  Semoga bermanfaat.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: