• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,315 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ikut Assemblée Générale Lab LE2I

Laboratorium LE2I, (Laboratoire d’Electronique, Informatique et Image) di Le Creusot Perancis, tempat aku melakukan riset, merupakan salah satu laboratorium yang terkenal di dunia riset computer vision. Dari Lab ini telah keluar self calibration Catadioptric system dengan Polarization Imaging yang pertama di dunia, serta proyek-proyek 3D reconstruction and optics untuk industri seperti CAVIAR, Plateform 3D dan lain-lain. Lab ini juga berkolaborasi dengan lab robotic di Girona Spanyol serta lab komputer di Eidenburg Inggris dalam program VIBOT (Vision Robotics) menghasilkan lulusan triple master Vibot dan mulai tahun depan (2010) mulai memasuki program doctoral Vibot.

Di lab ini pula aku mendapatkan peralatan2 optik seperti lensa-lensa filter, bridge, serta multi stereo system. Lalu juga tersedia berbagai jenis kamera kecepatan tinggi untuk menangkap intensitas cahaya tampak, cahaya tidak tampak (UV atau IR), kamera 3D dari yang portable sampai yang standar industri serta kamera-kamera berprojector. Kudapati pula berbagai sistem mounting camera dari yang static sampai yang programable (robotics arm), berbagai sistem pencahayaan dari lampu spotlight biasa, dorm, sampai laser range finder. Dijamin lengkap deh, lab ini seperti surga bagiku dalam menyelesaikan risetku yang merupakan kombinasi bidang optik Polarization Imaging menggunakan sistem Stereo untuk membentuk persepsi visi komputer.

Lab LE2I ini berada dalam salah satu departemen di CNRS (Centre national de la recherche scientifique), yaitu departemen STIC (sciences et technologies de l’information et de l’ingénierie). CNRS  sendiri adalah organisasi riset yang didanai oleh pemerintah Perancis di bawah kewenangan administratif Departemen Penelitian yang sudah berdiri sejak 1939.  Inilah departemen implementasi teknologi pada level negara yang sangat kuidam-idamkan ada pula di negara kita tercinta Indonesia. Tugas utamanya  mengevaluasi dan melakukan semua jenis penelitian dari berbagai bidang yang yang membawa manfaat bagi masyarakat. Negara yang punya blue print penerapan teknologi, realisasinya dilakukan oleh CNRS ini.  

Laboratorium2 yang bisa bergabung dalam bendera CNRS, harus memiliki kriteria tertentu yang cukup berat. Jika sudah memenuhi, maka kontrak dilakukan untuk empat tahun, dengan setiap dua tahunan di evaluasi oleh National Center for Scientific Research. LE2I ini merupakan ‘Joint labs‘ atau lab mitra CNRS yang ada di perguruan tinggi atau lembaga penelitian lainnya, atau industri (disebut UMR, atau unités mixtes de recherche, dalam bahasa Perancis). Ini artinya, lab ini cukup bergengsi dan well-known dalam lingkungan akademis dan industri di seluruh Perancis. Ada istilah lain yaitu’CNRS intramural labs‘ untuk lab yang sepenuhnya didanai dan dikelola oleh CNRS (disebut UPR, atau unités propres de recherche, dalam bahasa Perancis).

Nah, pada 3 juli 2009, aku berkesempatan mengikuti Assemble Generale Le2i di Novotel Le Creusot. Ini adalah rapat kerjanya lab LE2I. Rapat terbuka bagi seluruh anggota lab, termasuk kami-kami yang doctorat ini. Sekitar seratusan orang dari Lab LE2I yang tersebar di kota Le Creusot, Dijon, Chalon sur saone serta di Auxerre datang dalam acara ini. Jangan bayangkan seperti rapat kerja di Indonesia yang biasanya berpakaian resmi dan penuh dengan ‘upacara-upacara’. Di musim panas ini, rata2 orang2 berpakaian kaos dan bercelana selutut. Bahkan supervisor tesisku yang merupakan wakil ketua umum LE2I, prof Fabrice MERIAUDEAU dan beberapa kawan peneliti dari LE2I Le Creusot, mendatangi Novotel yang berada sekitar 7 km di wilayah luar kota dengan jogging. Sampai di tempat meeting sekitar 20 menit sebelum acara dimulai, masih basah kuyup dengan keringat, ganti baju lebih santai lalu bergabung dengan dalam rapat.

Secara umum direktur atau ketua umum LE2I yang bernama Jean-Marie BILBAULT memimpin acara dari awal sampai akhir. Selama kurang lebih dua jam beliau menjelaskan sejarah LE2I yang mulai eksis tahun 1997, menjelaskan pembagian tugas riset LE2I yang tersebar di 4 kota yang berbeda dimana bidang2 riset yang dilakukan terdiri dari vision/imagery (Le creusot), informatique (dijon), serta environment (chalon sur saoné, auxerre). Beliau juga menjabarkan jumlah personal yang aktif di tiap lab (berapa profesor, MC – maitre de conferénce – asisten profesor & HDR – Habilitation à la Direction de Recherche -direktur suatu riset, doctorat, post doc dan tecnician) serta publikasi dan prestasi-prestasi atau pengakuan pemerintah dan masyarakat yang didapatkan dalam setahun terakhir.

Dalam bagian akhir presentasi ketua, dijelaskan pula mengenai penggunaan keuangan dan rencana-rencana yang harus dilakukan dalam setahun ke depan. Yang menarik semua pertanyaan dan perdebatan langsung dilakukan dalam presentasi tersebut. Jika ada sesuatu yang tidak dipahami, audiens langsung meminta izin bicara. Tahu kan bagaimana orang perancis kalau berbicara, huh.. tidak habis2. Situasi sempat memanas saat ada pertanyaan soal keuangan. Salah satu Lab pengeluarannya sangat sedikit dari pada pemasukannya. Ini dipermasalahkan, karena berarti lab ini kurang aktif berkegiatan. he he he, ironi sekali kalau ingat dengan keadaan di negara kita ya. justru kita ribut karena kurang dana, di sini mereka ribut karena dananya tidak digunakan.

Perdebatan juga berlangsung saat Profesorku yang menjadi wakil ketua mengajukan mengundurkan diri karena alasan kesibukannya di European Union. Hanya memutuskan untuk vote atau tidak, sangat alot sekali. Akhirnya pembahasan ini diundur untuk rapat terbatas bulan oktober nanti.

Acara-acara selanjutnya adalah presentasi2 tambahan. Setelah salah seorang anggota tim pengembang situs internet LE2I yang sedang melakukan update sistem mempresentasikan perkembangan pekerjaannya, ternyata prof Fabrice juga melakukan presentasi tentang program VIBOT. Beliau menjelaskan kegiatan master VIBOT dari 2007-2011 dan program doktor VIBOT yang sudah dalam persiapan akhir untuk diluncurkan. Dalam presentasinya juga dijabarkan tentang program2 beasiswa – paket2 dari erasmus mundus atau dari sumber2 lain (seperti project eacoviroe, atlantis, visor, cost, ict, dll) yang bisa didapatkan bagi para peserta program Vibot.

Lihat : Ada logo Obor Gunadarma

Selain itu, beliau juga menyebutkan beberapa hubungan program VIBOT dengan institusi pendidikan lain. Inilah yang membanggakanku. Universitas Gunadarma disebut sebagai salah satu universitas overseas yang dipercaya sebagai pintu masuk sandwich program dengan program VIBOT. Ngga tahan juga untuk bilang ke teman2 yang duduk di sekitarku, logo obor yang ada di presentasi Fabrice adalah universitas kami di Indonesia. he he he

Selesai acara rapat sekitar pukul 13. Kami makan siang bersama, lalu setelah itu acara santai, olah raga ping pong, berenang atau mengobrol santai saja. Hari ini juga aku mengenal permainan tradisional Perancis, boules (baca ; bul) atau pétanque (baca ; petong) yaitu permainan menggunakan 6 bola besi. Sungguh hari yang panas, tapi membanggakan… Salah satu pengalamanku lagi. Mudah2an tulisan ini bisa bermanfaat bagi para sahabat.

Satu Tanggapan

  1. walaupun dwi ga ngerti apa tuh program vibot, tp ada nama gunadarma…weiiiiss jadi ikutan bangga ^__^

    sukses selalu buat bapak, semoga ilmu yg ditempa sudi kiranya di-sharing, ditunggu karyanya dan kepulangannya ke kampus ^__^v

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: