• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 355,273 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Empat Hari di Paris : Bertualang dengan Metro

Metro atau kereta bawah tanah di Paris adalah salah satu sarana transportasi kelas dunia yang sudah beratus-ratus tahun beroperasi. Di jalur-jalur inilah kesibukan lalu lalang manusia berpindah dari satu tempat ke tempat ke tempat lainnya terjadi dengan cepat. Suasana lorong-lorong panjang dengan lampu remang-remang, serta iklan yang bertebaran, peron-peron tua, penunjuk arah serta tangga berjalan adalah sesuatu yang akan kita temui jika mulai memasuki area ini. Yang menarik adalah dinamika kehidupan manusia di sana. Aku kerap mengamati wajah-wajah yang beraneka ragam, mendengar bahasa-bahasa yang tidak mengerti, menyaksikan bentuk-bentuk gaya berpakaian sampai mencoba memahami berbagai jenis perilaku manusia yang ada di sana. Yah, jaringan metro seperti suatu komunitas sendiri yang khas, yang mungkin saja bisa menjadi tinjauan yang menarik bagi sahabat-sahabat kita di bidang psikologi untuk mendapatkan suatu pola perilaku manusia yang ada di sana. Tulisan ini mencoba merangkum beberapa hal yang menjadi titik perhatianku saat bertualang di bawah tanah kota paris ini. Mudah-mudahan ada yang bisa diambil manfaatnya.

Karcis Transportasi Paris dan sekitarnya

Ini adalah suatu yang terpenting dalam bertualang dengan metro. Setiap kita menuruni tangga menuju metro, yang pertama kali harus dicari adalah tempat jualan tiket. Kita bisa mencarinya di counter-counter tiket serta di mesin tiket otomatis. Jika kita belum terbiasa, ada baiknya mencari tiket di counter tiket karena sekalian kita bisa menanyakan arah atau jenis tiket yang akan kita beli. Yang penting adalah ada beberapa jenis harga tiket yang dijual, dan itu berdasarkan area jangkauannya. Jaringan metro ini terbagi sampai 6 zone. Jika kita hanya ingin berjalan-jalan di pusat kota paris saja, itu berarti kita berada di sekitar zone 1. Jika lebih dari itu, sahabat harus membeli tiket yang menjangkau zone2 tersebut dengan harga yang lebih tinggi. Sebagai contoh, untuk zone 1 kita hanya perlu membayar 1.6 euro, jika mencapai zone 2 dan 3 maka tiketnya berharga 2.2 euro. Apalagi jika kita menjangkau zone 5 seperti parc Disneyland (stasiun Marne-la-Vallée — Chessy), kita harus membayar sekitar 6,45 euro. So, berhati-hatilah dalam memilih jangkauan tiket, perhatikan kemana tujuan yang akan dicapai dengan kereta sub way ini, kerena jika ada kontrol dari petugas kita akan membayar cukup mahal untuk kesalahan ini, disamping di setiap pintu keluar kita akan kesulitan sebab tiket digunakan juga sebagai alat akses masuk dan keluar stasiun.

dari : disneyparis.org.uk

Nah, tiket yang seperti aku jabarkan di atas ini adalah sering disebut dengan tiket individual. Tiket jenis ini juga bisa dibeli per 10 buah yang disebut dengan Carnet. Pilihan ini akan lebih murah dibandingkan membeli satuan dan bisa digunakan dalam perjalanan grup.

Jika kita ingin berkeliling sehari penuh, kita bisa beli tiket terusan yang disebut tiket mobilis untuk satu hari metro. Tiket mobilis ini dapat digunakan untuk perjalanan dengan Metro, RER, bus, RATP, ADATRIF, APTR, dan seluruh SNCF jaringan sub-urban.  Ini juga termasuk layanan bus seperti bus airport (Orlybus, Orlyval, Roissybus, Roissyrail dan Orlyrail).  Harganya berdasarkan area yang dijangkaunya, sebagai contoh, untuk tiket seharian di zone 1-3 dapat dibeli seharga 7.7 euro.  

dari : mon-paris.com

Selain itu ada pula tiket yang dikenal dengan nama Paris Visite card. Ini agak sedikit mahal dibandingkan mobilis, namun dapat digunakan untuk berkeliling paris dan sekitarnya. Dengan kartu ini kita bisa menikmati perjalanan dengan seluruh sistem publik tranportasi yang meliputi Metro, RER, bus, tram, Montmartre funiculaire, Montmartobus, Noctambus, kereta sub-urban, dan privat bus dari ADATRIF dan APTR.  Berdasarkan zone yang dipilih (1-3 atau 1-6), sahabat dapat mencapai Disneyland Paris, Versailles, atau airport.  Selain itu, kartu ini juga tersedia pilihan valid 1, 2, 3, atau 5 hari, mulai dari awal hari setiap minggu. Ada potongan harga separuh untuk anak-anak antara 4 dan 11 tahun. Asiknya, kartu ini juga dapat digunakan sebagai diskon untuk masuk ke sekitar 30 museum di Paris, tapi sayangnya tidak untuk masuk Louvre.

dari : parisbytrain.com

Bagi yang berencana sekitar seminggu atau lebih berada di Paris, maka sahabat bisa memilih Kartu Navigo. Ini adalah suatu Smart card yang berlaku mingguan/bulanan yang dapat diisi ulang dan bisa digunakan untuk bus, metro, RER, kereta Ile-de-France (Transilien/antar kota), tetapi bukan TGV. Untuk inisialisasi perlu bayar sekitar 5 euro, setelah itu bisa diisi dengan perjalanan 1 minggu untuk Zone 1+2, zone 1-5 dan zone 1-6. Supaya mendapat manfaat penuh, maka ada aturan mainnya. Kartu ini berlaku mulai senin sampai minggu. Jadi pembeliannya dilakukan bagusnya pada hari minggu untuk minggu selanjutnya. Diantara Senin dan Rabu kita bisa saja membeli untuk minggu berjalan, namun jika sudah hari jumat sampai ahad, maka sahabat hanya bisa membeli untuk minggu selanjutnya. sebagai perkiraan, harga isi ulang kartu navigo untuk zone 1-2 sekitar 16.80 euro.

Lalu bagaimana jika tiketnya bermasalah ?

Menurut apa yang telah aku alami, bisa saja tiket yang kita beli ini tidak berfungsi penuh. Sebagai contoh misalnya, aku membeli tiket mobilis untuk satu hari agar aku bisa naik kemanapun aku mau. Saat berada di la defense ternyata tiketku tidak bisa divalidasi, sehingga setelah aku jalan-jalan  melihat grande arche dan mau melanjutkan dengan metro ke tempat lain tiketku tidak bisa dipakai untuk masuk ke area stasiun. Nah, tidak usah panik, tinggal datangi counter tiket yang ada di stasiun, lalu minta ganti tiket yang baru. Tidak sampai 5 menit aku sudah duduk lagi di dalam metro.

Keadaan kereta

Ini asyiknya berada di jaringan subway. Kita disuguhi berbagai jenis kereta dari yang modern sampai yang klasik. Biarpun sudah terlihat tua, tapi kuperhatikan setiap kereta memiliki format yang sama. Keamanan penumpang jadi prioritas utama, misalnya pintu otomatis yang akan berbunyi keras jika akan menutup dan jika sudah dalam perjalanan pintu ini tidak bisa dibuka apalagi diganjal seperti kereta jabotabek kita di tanah air. Lalu informasi visual di atas pintu pasti tersedia, begitu juga informasi suara yang memberitahukan sudah mencapai stasiun tertentu. Selain itu selain kereta satu tingkat, ada pula kereta yang bertingkat dua (double decker), setiap kita masuk maka ada tangga ke atas dan tangga kebawah untuk menuju tempat duduk. Sangat menarik.

Sebagai informasi, sebetulnya sistem subway ini terbagi atas dua sistem utama yang bekerja dalam satu jaringan. Yang pertama adalah jaringan Metro (kependekan dari Metropolitan) yang memiliki 14 jalur (kodenya M-1 sampai M-14) yang beroperasi di bawah tanah paris. Lalu yang kedua adalah RER (Reseaux Express Regionale) yang memiliki 5 jalur (kodenya ditulis rer A sampai rer E) yang beroperasi di bawah tanah sekaligus di atas tanah (sub-urban). Umumnya RER menjangkah daerah keluar dari zone 1 mencapai kota-kota di sekitar Paris. Selain itu juga ada TRAM, yang terkoneksi dengan jaringan ini, namun lebih banyak beroperasi di atas tanah.

Seni berpindah-pindah Subway

Ada satu tempat yang sangat sibuk setiap harinya, karena menjadi pusat percabangan jalur metro dan rer untuk hampir ke seluruh penjuru Paris. yah, itulah Chàtelet Les Halles. Konon inilah yang menjadi titik poin nol kota paris, stasiun rail yang besar dan menjadi percabangan yang tersibuk di dunia.

Ternyata ada beberapa  prinsip yang kita gunakan dalam berpindah-pindah subway ini.

Prinsip pertama, adalah kita harus mengetahui di stasiun mana tempat kita naik atau turun. Jika kita memilih metro dengan nomor tertentu, pastikan kita berpatokan pada stasiun terakhir yang dituju oleh metro tersebut, supaya posisi kita dapat terukur dengan jelas. Sebab jalur kereta dengan nomor yang sama pasti memiliki dua arah yang berbeda, maka perlu sahabat perhatikan tujuan akhirnya agar tidak salah.

Kemudian, prinsip kedua, jika harus berganti dari metro ke kereta RER, itu artinya kita akan berganti level jalur kereta. Jalur RER berada satu tingkat di bawah jalur metro. Maka kita harus mencari tangga untuk turun untuk mencapainya. Nah begitu sampai di sana, silahkan perhatikan prinsip pertama yang aku jabarkan di atas.

Selanjutnya prinsip ketiga. Di tempat ini, walaupun petunjuk jalan serta peta sudah ada dimana-mana, masih saja dapat ditemui orang yang tersesat. Kadang, papan petunjuk yang terlalu banyak itu bagi sebagian orang malah membingungkan.  Maka dari itulah, perlu sahabat ingat, jika pada dasarnya kita ini berada di bawah tanah. Untuk bisa keluar maka sahabat perlu mencari jalan menuju atas. Nah, jika sudah ditemukan tinggal cari pintu keluar sesuai dengan jalan raya di atas tanah yang ingin dituju. Bagi Parisien (sebutan bagi penduduk paris), sudah menjadi kepatutan jika ditanya dimana posisi apartemen akan menjawab dengan nama stasiun metro terdekat dari apartemennya tersebut. Nah, oleh sebab itulah jika kita mencari suatu tempat tertentu di Paris, ada baiknya kita berpedoman dengan stasiun metro yang terdekat, Insya Allah lebih mudah. Selain itu, jika perlu bantuan ada saja petugas yang selalu berkeliling, membawa peta saku yang akan diberikannya kepada kita jika kita tersesat. Sungguh pusat pelayanan publik yang sangat profesional sekali. So, jangan kawatir nyasar ya… 🙂

Dinamika Perilaku Manusia

Seperti juga di kereta Jabotabek di Indonesia, banyak hal yang menjadi tingkah polah manusia di sekitar sub way ini. Ada banyak tipe pengamen dengan berbagai macam alat musik (kecuali musik tutup botol 🙂 ), yang menarik bagiku adalah para pengamen yang bernyanyi sambil main acordion. Ada juga peminta-minta ‘keren’ (karena bisa bahasa perancis… he he he) yang berusaha bercerita kemalangan apa saja agar menarik simpati kita, misalnya seorang wanita yang mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga atau ada yang kehabisan ongkos dan lain sebagainya. Ada juga orang mabuk yang resek atau ada juga yang tidur nyantai ngga peduli. Dan yang paling harus diwaspadai adalah tentu saja para copet.

Aku juga memperhatikan gaya berpakaian orang-orang di Paris ini. Terlihat kebanyakan dari mereka, bahwa untuk penampilan, di sini rata-rata orang memahami keadaan fisiknya, sehingga berdasarkan itulah dia memilih pakaiannya. Jadi bukan hanya dari fungsi dan kenyamanannya sendiri, tapi juga pas mengedepankan kelebihannya. Mungkin itulah salah satu mengapa Paris disebut kota mode di dunia. Para penduduknya sudah amat paham dalam berbusana. Tapi  terus terang aku lebih suka melihat keanekaragaman berbusana mereka ini saat musim dingin berlangsung. Baju dingin mereka sungguh menarik, keserasian warna serta model sangat bagus. Jadi ingat sebagian masyarakat kita yang hanya bisa meniru mode, tapi tidak memahami kondisi fisiknya sehingga jadi lucu kelihatannya. Membawaku ke kesadaran, bahwa mode itu sebetulnya bukan hanya sekedar melihat orang terlihat serasi berbusananya, lalu otomatis cara berbusananya itu cocok pula dengan tubuh kita. Tapi lebih kepada kesadaran terhadap fungsi dan pengetahuan untuk apa kita berbusana.

Terakhir, ada satu yang menarik lagi yang tak lepas dari perhatianku, yaitu reklame iklan di sepanjang lorong atau peron metro. Selain kreatif dan eye catching, ternyata ada juga reklame smart yang konon dilengkapi komputer vision yang bisa men-capture citra untuk menghitung orang yang meliriknya. Aku mengetahui dari TV Perancis yang mendiskusikan aspek legalitas iklan seperti ini. “Big brother billboard” istilahnya. Dalam petualanganku ini, aku berusaha memperhatikan satu per satu iklan yang seperti begini, tetapi sayangnya aku tidak menemukannya.

Nah, begitulah pengalamanku lagi. Mudah2an ada manfaatnya.

Info Transportasi di Paris :

  1. http://parisbytrain.com/
  2. http://www.metro-pole.net/
  3. http://ratp.fr/
Iklan

3 Tanggapan

  1. This article is so much helping. Thanks for sharing 🙂

  2. […] Sampai saat ini ada beberapa tulisan tentang ibukota Perancis ini yang telah kubuat, misalnya bertualang dengan metro , cari souvenir murah dan beberapa tulisan wisata ke situs2 terkenal seperti tour Eiffel, Museum […]

  3. malam mas, aku mau tanya mengenai tiket mobilis. begitu saya sampai di bandara saya ke loket tiket dan langsung membeli tiket mobilis tsb saja tanpa ada peraturan tertentu?

    dan kedua apakah saya bisa menggunakan tiket mobilis tsb untuk langsung naik kereta ke paris atau saya menggunakannya pada bus?

    terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: