• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,422 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Empat hari di Paris ; Souvenir

Hari kedua : Memburu Souvenir murah

Tulisan ini adalah hasil surveyku mencari tempat-tempat penjualan suvenir murah di sekitar Paris. Informasi ini didapat dari mencari informasi di internet serta bertanya dengan para sahabat di Paris dan dibuktikan dalam perjalananku hari ini. Definisi suvenir murah disini adalah suvenir yang dijual dengan harga dibawah harga suvenir yang dijual di sekitar area wisata Paris seperti Tour Eifel (Menara Eifel),tepian sungai Seine di Quai D’Orsay, Katedral Notre Dame, Museum Louvre, rue des champs elysées Arc De Triomphe dan pusat wisata lainnya di Paris. Tak berpanjang kata lagi, inilah liputannya.

1. Anvers, Montmartre

Berangkat dari nanterre universite, RER A membawa kami ke charles de gaulle étiole. Di stasiun ini kami berganti dengan metro nomor 2 arah Nation, lalu berhenti di anvers.Keluar dari stasiun anvers, kami berjalan menuju utara sekitar 300 m menuju Basiliqe Sacre couer. Di kiri dan kanan kami adalah pertokoan yang menjual suvenir dan cafe. Jika mencoba masuk melihat-lihat harganya, akan ditemui harga normal.Cuma satu dua tempat memberikan agak sedikit miring.

Saranku di wilayah ini, pilihlah harga termurah dari toko ke toko. Jangan terpaku di satu toko saja.

Sebelum memasuki area Basiliqe Sacre couer, akan banyak ditemui orang-orang dari afrika yang menawarkan ‘gelang keberuntungan‘. Mereka akan mendatangi kita, menegur lalu menawarkan untuk di ‘magic‘. jika kita setuju mereka segera memintal sejenis tali dengan cepat di pergelangan tangan kita dan setelah itu meminta sejumlah uang. Jika kita suka, tetap membayar untuk gelang tersebut, namun jika kita tidak suka, tetap saja harus membayar untuk bisa melepaskan pintalan gelang itu. Simalakama tapi kreatif juga sih. Saranku, kalau tidak mau ya jangan berikan pergelangan kita untuk di ‘magic‘ oleh mereka.  

2. Sacre Couer

Ada dua jalur akses menuju Basiliqe Sacre couer yang berada di dataran tinggi. Yang pertama adalah melewati tangga (sekitar 5-10 menit mendaki, dijamin membuat nafas ngos-ngosan). Atau bagi yang ingin menghemat tenaga dan bagi yang tidak kuat mendaki disediakan Funiculaire Monmartre (dua set kereta berkapasitas 20 orang). Dari penjelasan sahabatku aku baru mengetahui perbedaan sebutan gereja ternyata berdasarkan bentuk atapnya. Gereja dengan atap kubah dinamakan basilique, sedang yang beratap lancip itu dinamakan catedral. Konon, gereja sacre couer ini dibangun sebagai monumen untuk memperingati kekalahan perang Perancis pada Franco Prussian tahun 1870-an dan juga untuk tempat penebusan dosa.

Pencarian suvenir murah membawaku ke wilayah Salvador Dali galery. Di sekitarnya banyak kedai makan yang dikelilingi para pelukis serta banyak hiburan seperti penyanyi musik box dan pantomim. Nuansa kesenian sangat terasa banget ; hiruk pikuk tapi berkesan. Setelah berputar-putar aku menemui tempat souvenir yang cukup lengkap di satu blok pada sisi oposit dari tempat makan tersebut. Di sana banyak dijual kostum khas pelukis seperti topi pramuka, mini musik box dan lain sebagainya.

Saranku, jika mau beli suvenir rada murah, ya di tempat ini lah…

Selain itu juga, banyak orang yang menawarkan diri untuk melukis wajah kita dalam 10 menit untuk 5-10 euro per pekerjaan. Mereka akan mendatangi dengan ramah dan memuji sedikit bahwa wajah kita ini bagus sekali untuk dijadikan obyek sketsa atau silluet, dan jika kita tertarik maka mereka segera membuat lukisannya.

3. Centre Culturel George Pampidou

Salah satu tempat suvenir murah lainnya adalah kawasan George Pampidou. Tempat ini bisa dicapai dengan naik metro yang melewati chatelet –titik nolnya Paris– pusat percabangan metro dan RER tersibuk di dunia. Lalu keluar melalui pintu forum des Halles agar kita dapat mengakses Centre Culturel George Pampidou, sambil menikmati suasana taman katedral Saint Lustache terlebih dahulu. Atau, jika ingin langsung menuju sentral penjualan souvenir, makanan serta aksi kesenian jalanan khas paris, kita bisa naik metro nomor 11 tujuan Mairie des Lilas dan turun di stasiun Rambouteau. Tempat ini dapat dikenali dengan banyaknya dekorasi taman seperti cerobong asap kapal laut. Di salah satu tokonya dijual baju kaos dengan tema Paris dengan harga sekitar 15 euro untuk 4buah. Coba bandingkan harganya dengan kaos yang dijual di dekat tour eiffel yang cuma dapat 1 biji doang..

Saranku, silahkan buru barang2 di sini untuk kebutuhan oleh-oleh.. harganya reasonable 🙂

3. Art de metiers

Tempat ini terletak sekitar dua stasiun dari chatelet, masih menggunakan metro nomor 11 tujuan Mairie des Lilas seperti di atas. Kami turun di Art de metiers. Begitu keluar akan berhadapan dengan  Conservatoire National Des Arts et Metiers. Dengan menyeberang jalan ke sebelah kiri pintu keluar stasiun, kita sudah mencapai jalan beaubourg, yaitu satu blok toko cina tempat menjual grosir souvenir tour eiffel dengan harga sangat murah. Di sini juga kami menemukan supermarket yang buka hari ahad.

Rue Beaubourg ini adalah tempat yang paling kurekomendasikan untuk membeli suvenir tour eiffel, karena harganya bener2 kebanting bo… dengan hanya dibawah 5 euro sudah bisa dapat 50-an unit. Coba deh.

Kemudian, ada beberapa tempat menjual suvenir murah lain yang tidak sempat kukunjungi pada kesempatan ini. Mungkin pada kesempatan yang akan datang, sahabat-sahabat akan bisa mencapainya.

1. Rue Sufflot

Berada dekat Universitas Sorbonne, Pantheon dan Jardin Du Luxembourg. Dapat dicapai dengan RER B berhenti di Luxembourg. Posisinya tidak jauh dari Restoran Indonesia di Rue Des Vaugirard. Di sini dapat ditemui tas, kemeja, jaket ala Paris seharga antara 5-10 Euro dipajang di butik- butik. Dari sekian banyak butik, sahabat bisa mencoba salah satu toko souvenir tepat di sebelah Café Solomon yang harganya murah banget.

2. Rue Taitbout Paris

Di tempat ini ada toko Paris Look yang terkenal sebagai toko parfum murah. Toko ini juga menjajakan barang lain, seperti kosmetika, pakaian dan jam tangan. Letaknya di Boulevard Haussman, tak jauh dari Galeri Lafayette. Bila naik metro dari chatelet naik nomor 7 ke arah La Courneuvre 8 Mai 1945 dan turun di Stasiun chaussée d’Antin La Fayette. Setelah keluar ambil jalan ke arah kiri stasiun.

3. Rue Temple

Kompleks pertokoan di Rue Temple juga dapat ditemui berbagai suvenir yang benar-benar terjangkau dompet orang Indonesia. Di wilayah ini kita bisa masuk ke satu per satu untuk membandingkan harganya. Di tempat ini pula dapat ditemui parfum-parfum yang tidak mahal.  Rue temple ini berada paralel dengan jalan beaubourg. Dari Chatelet, jika menggunakan metro 11 arah Mairie des Lilas, lebih dekat dijangkau jika turun di stasiun Rambuteau.

4. Berbelanja murah juga dapat dilakukan di sekitar pemukiman warga di pinggiran Paris. Harganya konon dapat mencapai separuh dari harga butik. Tapi sayangnya sampai saat ini aku belum mendapatkan informasi detil tentang ini dari sahabat-sahabatku di Paris.

Sebagai tambahan saja, jika sahabat termasuk orang-orang yang senang berkeliling melihat-lihat parade kemewahan barang-barang bermerk yang harganya sungguh tidak masuk akal atau melihat tempat-tempat perbelanjaan yang unik Silahkan kunjungi pusat-pusat perbelanjaan internasional seperti :

  1. Galaries Lafayette, dengan kubahnya yang megah, dapat ditemui pakaian yang dipajang berdasarkan merknya.
  2. Le Bon Marche, di rue de sévre.
  3. Marchê aux Puces de Saint Quen di Clignancourt, merupakan pasar loak terbesar di dunia yang menjual bermacam-macam barang dengan lebih dari 3000 pedagang. Kita mesti sekitar 15 km jalan kaki untuk mengelilingi semuanya.
  4. La Defense

Nah, begitulah lagi hasil petualanganku di Paris. Mudah-mudahan sahabat dapat mengambil manfaatnya.

——–

Taut bermanfaat :

Tulisan Sejenis :

Iklan

9 Tanggapan

  1. Kapan saya bisa dapet “sample oleh-olehnya”
    Heheheh

  2. P’Iqbal, disekitar George Pampidou, kira² 200 m arah setelah KFC, kalau tidak salah ada toko milik org Cina yg menjual pernak pernik Paris. Kalau membeli oleh² gantungan kunci dsb, disini jg harganya lebih murah dibandingkan tempat lain.

  3. salam kenal,

    pada November 2010 ini saya berencana utk bepergian ke brazil. Di rute perjalanan saya akan transit di paris selama kurang lebih 12 jam sebelum penerbangan berikutnya ke rio. Ini kali pertama sy ke paris, bs di share kemana sy pergi utk cari souvenir murah, dalam kurun waktu yg singkat itu. tks

    • Salam kenal juga mbak/mas Windah? (maaf ya kalo salah).

      Pertama setahu saya, untuk bisa keluar airport di Perancis, harus punya visa perancis. Utk beberapa negara asal memang dibolehkan utk mengurus visa-on-arrival atau visa-on-transit, tp ngga tahu utk org indonesia. Saya blm punya pengalaman utk situasi itu,

      Selama ini sy ngurus visa dulu di kedubes perancis di Indonesia, baru bisa masuk perancis, lalu selama 3 tahun terakhir, krn sy sdh punya titre de sejour (resident card perancis), sy mudah keluar masuk perancis dg kartu tsb.

      Kalau mas/mbak Windah sdh punya visa masuk perancis, berarti tinggal keluar airport, bisa naik metro atau bus (saran saya sih naik metro aja) menuju wilayah George Pampidou utk cari souvenir murah.

      mdh2an bisa membantu.

  4. terima kasih kang iqbal , tulisannya sangat membantu………

  5. […] Empat hari di Paris ; Souvenir | TuanSUFI – Hari kedua : Memburu Souvenir murah Tulisan ini adalah hasil surveyku mencari tempat-tempat penjualan suvenir murah di sekitar Paris. Informasi ini didapat dari mencari …… […]

  6. […] Empat hari di Paris ; Souvenir | TuanSUFI – Hari kedua : Memburu Souvenir murah Tulisan ini adalah hasil surveyku mencari tempat-tempat penjualan suvenir murah di sekitar Paris. Informasi ini didapat dari …… […]

  7. […] Empat hari di Paris ; Souvenir | TuanSUFI – Salam kenal juga mbak/mas Windah? (maaf ya kalo salah). Pertama setahu saya, untuk bisa keluar airport di Perancis, harus punya visa perancis…. […]

  8. Pak, mau tanya, yg di Art de Metiers (Rue Beauborg), apa nama tokonya? Saya cari2 koq ga ketemu, malah saya keterusan jalan sampai George Pompediau.

    Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: