• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,538 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Empat hari di Paris ; éntree

Hari pertama : éntree

Setelah TGV le creusot – Paris mengakhiri perjalanannya di gare de lyon, aku mencari pintu kereta bawah tanah metro. Setiap menggunakan kereta bawah tanah, pertama hal yang harus dilakukan adalah membeli tiket. Kita bisa mencarinya di dekat pintu masuk stasiun, baik melalui mesin atau biro tempat jual tiket. Sahabatku memberitahuku untuk menggunakan kereta RER A dari gare de lyon arah ke Saint Germain en Laye turun di stasiun nanterre universite. Setelah beristirahat dan mengobrol sebentar dengan tuan rumah tempat aku menginap, yaitu pak Jaka (yang kebetulan ketemu di stasiun) serta Mas Tribowo saat kami tiba di resident, mulailah penjelajahan Paris kali ini.

1. Château de Malmaison

Perjalanan pertama adalah ke château de Malmaison (http://www.chateau-malmaison.fr/) di wilayah Rueil Malmaison yang hanya berjarak satu stasiun dari Nanterre universite ke arah Saint Germain. Karena sama-sama belum pernah ke sana, tidak kami sangka jaraknya butuh waktu 30 menit jalan kaki. Namun, karena sepanjang jalan disuguhi uniknya arsitektur rumah-rumah di sekitar kami, membuat kelelahan bisa sedikit terlupakan.  Chateau ini adalah istana l’impératrice Joséphine, istrinya Napoleon Bonaparte III. Sebuah bangunan bersejarah yang indah dan memiliki taman yang sangat luas. Untungnya setelah melihat2 sebentar di chateau ini, ada kereta wisata gratis Train touristique de Rueil, sehingga tidak perlu jalan kaki lagi. Ternyata kereta ini tersedia 6 kali sehari mulai jam 10 sampai jam 18.00 dan punya tempat mangkal di museum sejarah lokal yang tidak begitu jauh dari stasiun metro. Sayangnya kami tahunya setelah sampai di Chateau de Malmaison.

Kereta ini kemudian mampir sebentar di taman Parc de Bois Préau. Cuaca yang cerah hari ini membuat banyak orang berjemur di taman ini sambil membawa keluarganya. Mirip-mirip di kebun raya Bogor deh. Di salah satu sisi taman ditemui pameran tanaman serta kebutuhan berkebun dalam menyambut musim panas kali ini. Kemudian perjalanan dengan kereta wisata berakhir di hotel de ville tempat keramaian bazar yang jaraknya sekitar 5 menit jalan kaki ke stasiun metro.

2. Grande Arche le Defence

Setelah itu perjalanan dilanjutkan ke grande arche le defence. Masih menggunakan RER A yang menuju pusat kota paris, turun di stasiun La Defense. Di tempat ini, kita bisa memilih dua pintu keluar stasiun, yang sebelah utara akan keluar langsung tepat di depan arche, sedang yang sisi satunya agak ke selatan bisa dipilih jika punya niat untuk ambil foto arche secara keseluruhan (jaraknya sekitar 600m dari arche). Di tempat inilah, salah satu pusat bisnis kota Paris. Sejauh mata memandang, banyak bangunan pencakar langit yang unik dengan tulisan perusahaan2 Perancis yang terkenal seperti Areva, EDF, SFR, CNIT, FNAC, SCOR serta hotel2 seperti Hilton dan pullman. Kita pun dapat masuk ke Arche lalu naik ke puncaknya dan menikmati pemandangan dari ketinggian 110 m. Sebagai informasi, ide pembangunan grande arche ini didapat melalui kompetisi nasional perancis untuk membuat bangunan arc de triomphe (Monumen kemanusiaan) versi abad 20 . Bangunan yang diarsiteki oleh Johann Otto von Spreckelsen (1929–1987) dibangun mulai tahun 1982 dan selesai 1990. Kini, dua sisi tiangnya dipakai untuk kantor pemerintahan, sedangkan atasnya adalah ruang untuk pameran.

Tautan :

3. Arc De Triomphe

Tujuan selanjutnya adalah menuju Arc de triomphe. Kita menggunakan RER A arah menuju pusat kota paris, lalu berhenti di stasiun charles de gaulle étiole. Walau pun cuma berjarak satu stasiun, Konon, jalur kereta antara la defense dan Charles de gaulle étiole ini adalah jalur RER dengan jarak yang terpanjang. Perjalanan menempuh waktu sekitar 4-5 menit. Di stasiun ini sahabat mesti mencari keluar di des champs elysées, agar langsung tepat berada di pintu akses bawah tanah arc de triomphe. Bangunan Arc de Triomphe ini tingginya sekitar 49,5 m. berbentuk kotak dengan desain yang mengambil ide dari Roman Arch of Titus. Bangunan ini juga merupakan salah satu dari triumphal arch di dunia yang merupakan monumen yang didirikan untuk memperingati saat-saat kemenangan perang. Di bagian atas dalam tertulis nama-nama pemimpin perang yang berjasa dan di bagian halaman bawahnya terdapat kuburan para tentara dari perang dunia I. Monumen ini menjadi legendaris di dunia setelah parade kemenangan Paris (Paris victory parade) pada 1919, yang menandai berakhirnya perang dunia I.

Tautan :

4. Palais De Challiot Trocadéro

wikipedia picture

Pada perjalanan ke paris sebelumnya, aku mengakses menara Eiffel dengan menyusuri area dari sebelah timur yaitu dari Notre dame lalu museum Louvre, place de la concorde, palais Bourbon dan museé du quai branly. Maka kali ini, aku mengaksesnya dari sisi utara. Dengan menggunakan Metro nomor 6 dari Art the triomphe yang menuju Nation, kami turun di stasiun Trocadéro. Begitu keluar, disamping kiri kita terdapat dua gedung besar berhadapan yang bernama Palais de Challiot. Dua gedung ini walaupun namanya sama di desain terpisah oleh sebuah plasa yang cukup luas yang menyajikan pemandangan langsung untuk melihat menara eiffel dari seberang sungai seine. Di dua gedung ini ada museum naval (Musée national de la Marine) dan Musée de l’Homme (ethnology) di sebelah barat  (Passy), serta Cité de l’Architecture et du Patrimoine, dan Musée national des Monuments Français, di sebelah timur (Paris). Dari gedung timur ini ada juga akses masuk ke Théâtre national de Chaillot. Konon sekitar tahun 1940, Adolf Hitler dalam kunjungannya ke Paris sempat berfoto di sini.  Selain itu juga, ternyata deklarasi universal hak asasi manusia (the Universal Declaration of Human Rights) yang dilakukan oleh PBB pada 10 December 1948 juga dilakukan di sini.

Waktu yang sudah menunjukkan pukul 19, adalah waktunya makan malam, membuat kami membeli guavres pakai nutella coklat lalu menikmatinya sambil disuguhi animation tari yang menghibur dari seniman-seniman Paris dan berlatar menara eiffel yang menjulang di kejauhan. Suasana cuaca yang cerah membuat segalanya jadi sempurna. inilah mungkin yang namanya romantisme paris. Jadi inget istri jadinya… 🙂

Tautan :

Akhir dari hari pertama

Sekitar pukul 21 kami kembali ke Nanterre universite. Setelah menyiapkan makan malam, kami tutup hari ini dengan makan malam ala Indonesia ; ada tempe,lalu ayam gulai masakan Pak Letkol dan ada juga pepes ayam. Yang mengejutkan adalah disajikan pula sambel terasi dan sambel petis. Wuahh… hebat. Habis jalan-jalan, ada makanan enak. Alhamdulillah. (Bersambung)

———

Foto-foto ada di Picasa TuanSUFI

Tautan informasi Monumen di Paris

Tulisan Sejenis :

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Bang Iqbal…
    Ada yang terlewat Chateu de Versaille..
    Trus tempat wisata kuliner yang halal + nasinya…..di sekitaran Paris..
    Desperate banget waktu dulu di La Defense…musim dingin koper ilang hari minggu pula ..hahaha unforgetable moment in Paris..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: