• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,539 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Berkendaraan di Perancis

Ini adalah salahsatu pengalamanku lagi. Sebulan yang lalu, aku bersama kawan-kawan berkesempatan berjalan-jalan di jalan raya di Perancis sampai jauh mencapai Amsterdam melewati Luxembourg dan Belgia. Setelah pengalamanku naik kereta, lalu naik bus ke kota2 di Eropa, maka tulisan yang akan sahabat baca ini adalah pengalamanku menjadi supir kendaraan roda empat di Perancis dan sekitarnya.

Penyewaan Mobil

Maklum mahasiswa, walau untuk bisa beli mobil sendiri di Perancis ini mulai 500 euro sudah cukup, tapi resiko perbaikan dan bayar asuransinya bisa mencekik leher. Belum lagi urusan parkir, maka penyewaan mobil adalah alternatif terbaik jika mau jalan-jalan dengan nyaman. Hitung kepala yang mau ikut, lalu biaya bisa gotong royong.

Nah, penyewaan mobil biasanya ada mudah ditemui di dekat stasiun (gare) atau bandara. Kita bisa menggunakan jasa beberapa perusahan penyewaan yang cukup terkenal di perancis yaitu avis dan europcar. Kita bisa langsung datang ke counter mereka atau memesan via situs web jauh-jauh hari sebelumnya. Pada setiap week end, ada potongan harga khusus, apalagi jika itu adalah long week end. Menurut pengalamanku, lebih baik memanfaatkan situs web-situs web agen penyewaan mobil yang menyajikan informasi perbandingan harga termurah diantara perusahaan2 penyewaan mobil tersebut. Salah satunya adalah BSP-Auto (http://www.bsp-auto.com/)

Dalam memilih mobil sewaan, yang pertama harus diperhatikan setelah harga adalah asuransi sudah termasuk dalam harga sewa atau tidak, lalu kilometernya tidak terbatas atau dihitung. Kemudian, barulah penilaian secara teknis seperti ada GPS atau tidak, transmisi manual (Boite Manuelle) atau otomatis, serta tersedia AC atau tidak (Climatisation). Pada beberapa tempat, perlengkapan GPS optional di luar harga sewa. Saranku, carilah mobil yang cukup baru, yang sudah dilengkapi perangkat GPS di dalamnya. Sebab, perangkat ini sangat penting supaya dapat menghemat waktu dan terhindar dari tersesat.

Untuk supir, pada umumnya rental mobil mensyaratkan paling tidak umur 21 tahun dengan izin berkendara minimum 1 tahun. Dalam kontrak akan dicantumkan supir pertama dan kedua, jika ada tambahan supir akan dikenai biaya tambahan.  

Tipe Jalan di Perancis

Ada 4 tipe jalan yang ada di perancis, yaitu :

  • Autoroute (biasanya namanya diawali huruf A), jalan besar (Express highways). Jika menggunakannya kita harus bayar toll, sesuai dengan jarak yang ditempuh.
  • Routes Nationale (biasanya namanya diawali huruf N), banyak jalur tapi tidak bayar toll.
  • Routes Departement (biasanya namanya diawali huruf D),  jalur antar wilayah departemen (propinsi).
  • Peage, yaitu jalan di pedesaan

Dalam Autoroutes ada area istirahat setiap 10km untuk berhenti sebentar, lalu ada bengkel dan restoran untuk kopi, makanan kecil dan toilet setiap 30 atau 40 km, dan umumnya tersedia motel untuk bisa menginap setiap 100km atau lebih.

Jam Sibuk (Rush hour)

Umumnya ini berlaku pada Paris atau kota-kota besar. Lalu lintas akan padat ketika jam masuk atau keluar kerja setiap hari, biasanya antara 7:30-9:00 pagi dan antara 17:30-19:30 sore. Pada hari jumat ini akan lebih cepat. Waktu di antara rush hours, lalu lintas lancar walau pun di kota2 besar.

Prinsip berlalu lintas di Perancis

1. Priorité à Droite

Ini adalah fitur etika berkendara yang amat khas di Perancis yang sering membuat bingung banyak pengendara Eropa, apalagi kita yang dari Asia ini. Bayangkan, jika kita sedang berkendara lurus di jalan yang lebar, jika ada pengendara lain yang ikut masuk ke jalur kita dari sebelah kanan (Droite), maka dia itu memiliki prioritas yang lebih dibanding kita untuk menggunakan jalur tersebut. Orang Perancis memahami ini, sehingga mereka akan masuk begitu saja memotong jalur kita. Sedang kita, ya harus mengalah memberi jalan walau kita sedang dalam kecepatan tinggi !

Nah, untuk itulah perlu kehati-hatian lebih. Terutama jika menghadapi percabangan jalan, bersiap-siaplah untuk mengalah, jangan bawa kebiasaan supir metromini ke sini. Jadi ingat berkendara di jakarta, bisa ngga ya seperti ini. Di mana setiap orang bisa memahami prioritasnya dengan baik.

2. Garis jalan

Kadang ditemui satu jalan itu dibagi oleh garis yang lebih dari satu. Misalnya, pernah kutemui jalan dibagi 4 bagian, tiga bagian garis putus-putus (biasanya ditambah dengan informasi panah lurus atau belok) arah yang sama, dan satu bagian garis sambung untuk kendaraan yang berlawanan arah.

Aku juga menemui dua garis paralel yang satu putus2 dan yang satu lagi garis sambung. Jika garis putus2nya disebelah kiri garis sambung, berarti mobil yang ada disebelah kiri garis tersebut boleh pindah jalur ke kanan, sedang mobil dari sebelah kanan TIDAK BOLEH pindah jalur ke sebelah kiri. Pada autoroute, garis paralel model seperti ini bagiku amat membantu untuk membedakan arah yang mau ditempuh saat ada percabangan jalan tol.

Kemudian, jika ada garis tebal melintang sebelum jalan berbelok atau putaran, itu tandanya kita tidak punya prioritas. Kendaraan harus pindah ke gigi terendah untuk berhenti sejenak melihat situasi dan hanya boleh maju lagi jika memang betul-betul tidak ada kendaraan. (Melihat situasi ini teryata harus menengok ke kiri dan ke kanan, bukan hanya memicing mata saja, seperti juga untuk mundur harus melihat ke belakang  bukan hanya melihat kaca spion saja),  Selama masih banyak kendaraan melintas, maka kita harus terus menunggu. Di Perancis, sering kualami antrian yang seperti ini, namun hebatnya semuanya rela menunggu. Jikalau saja kita berusaha memotong laju mobil di depan kita, kita akan mendapat sumpah serapah dan jika pun mobil itu menabrak kendaraan kita, kita tetap dalam posisi yang salah. Inilah salah satu implementasi Priorité à Droite di atas.

Intinya di sini, selalu patuhi jalur yang dipilih oleh sahabat. Jangan sekali-kali memilih jalur yang bukan hak sahabat, misalnya ingin mengambil jalan lurus tetapi berada di jalur untuk membelok. Penting dicamkan bahwa sekali kita salah mengambil jalur, maka kita harus terus menjalaninya. Tidak perlu takut tersesat, karena  tanda2 untuk bisa kembali ke jalur yang benar biasanya sangat jelas. Terutama jika ada di autoroute, misalnya sahabat keluar tol di jalur yang salah, jangan coba-coba mundur walau di tepi jalan, karena sangat membahayakan
diri dan jika dilihat polisi sahabat akan kena denda yang sangat besar dan bisa dicabut SIM-nya.

3. Parkir

Di Perancis atau di negara Eropa lainnya banyak tersedia tempat parkir di tepi jalan. Garis putih putus-putus atau garis putih berbentuk kotak ditepi jalan biasanya menunjukkan area parkir. Jika ada tulisan ‘payant’ berarti harus bayar, sahabat harus mencari mesin ‘parking meter’ yang akan berada di sekitar tempat tersebut dan bisa membayar mulai 15 menit sampai sekitar dua jam. Namun, jika tidak ada tulisan apa-apa di tengah area tersebut, berarti bebas parkir. Perlu diketahui pula, biasanya ditempat parkir berbayar tadi, hanya berlaku pada jam-jam kerja saja. Malam hari mulai jam 21 sampai pukul 6 atau 7 pagi serta hari libur biasanya parkir gratis. Tiket pembayaran mesti diletakkan di posisi yang mudah dilihat oleh petugas dan cobalah disiplin untuk tidak parkir melebihi waktu yang dipilih waktu pembayaran.

Jika sahabat menemukan area dengan garis berwarna kuning artinya tempat itu hanya boleh diparkiri oleh kendaraan tertentu saja seperti bus kota atau hanya boleh untuk menaikturunkan penumpang saja. Bila ada gambar kursi rodanya (biasanya kotaknya lebih lebar ukurannya) berarti itu hanya untuk orang cacat yang mobilnya memiliki stiker khusus atau kartu penyandang cacat. Jangan coba-coba parkir di sini.

Kalau mau lebih aman dan lebih fleksibel dalam waktu parkir, sahabat bisa mencari parkir bawah tanah di pusat kota. Memang agak mahal, tetapi ketersediaannya terjamin dan tentu saja tidak perlu jalan jauh menuju obyek wisatanya. Memang, salah satu repotnya berkendaraan di kota besar adalah mencari tempat parkir yang kosong. Tips dariku, jika masuk ke suatu kota, pertama tandai dalam peta di GPS atau di peta manual, lebih dari satu tempat parkir yang mudah dicapai. Kalau tidak begini, waktu kita bisa habis hanya untuk berputar-putar mencari tempat parkir saja.

Satu lagi tips dariku, jika kita mencapai suatu obyek wisata tertentu yang terkenal di dunia, tentu biaya parkir akan sangat mahal di sana. Misalnya di Madurodam Denhaag mencapai 6.5 euro serta di sekitar Damrak Amsterdam mencapai 6 euro per jam. Cobalah berputar2 sedikit terlebih dahulu karena ada area tertentu yang disediakan untuk parkir gratis. Aku mengalami di beberapa tempat seperti ini, lokasi parkir gratisnya tidak tercover pada informasi parkir di GPS. Entah diacak atau memang out of service. Sehingga harus dicari atau bertanya kepada penduduk setempat. Lumayan kan bisa hemat biaya parkir… 🙂

4. Batas kecepatan

Di bawah ini, batas kecepatan berkendara di Perancis dan hampir di seluruh wilayah Eropa :

50km/jam dalam kota, bahkan pada tempat2 tertentu bisa lebih rendah misalnya 30km/jam seperti di pasar atau di depan sekolah.

80-90km/jam pada jalan utama propinsi

110 km/jam pada jalan besar dua arah terpisah dan 130 km/jam pada autoroute/jalan tol

Maksimal 100 km/jam jika bawa caravan atau trailer
dan menyalip hanya diperbolehkan  jika kecepatan mobil lebih dari 80 km/jam.

Batas kecepatan ini akan harus lebih rendah jika cuaca buruk, misalnya dalam hujan maksimal 110 km/jam pada autoroutes, dalam kabut dimana penglihatan lebih sedikit dari 50m batas kecepatan hanya boleh 50km/jam.

Aku temui dalam perjalanan antara Luxembourg dan Belgia ada wilayah yang sama sekali tanpa batas kecepatan. Senang juga bisa menyalurkan hasrat yang terpendam dengan mobil canggih yang kami sewa waktu itu. Tapi sekali lagi, supaya selamat dari kecelakaan dan denda, segeralah menurunkan kecepatan jika menemui tanda batas kecepatan. Konon, menurut teman2ku, di wilayah Jerman juga ada autoroute tanpa batas kecepatan.

Namun, di Perancis, aku baca di salah satu website hukum lalu lintas Perancis, ternyata jika kita tertangkap tangan saat berkendara terlalu cepat mencapai 25 km/jam dari batas limit kecepatan, maka mobil akan ditahan polisi, SIM akan ditarik dan dendanya beratus2 Euro. Selain itu juga polisi perancis bisa mengecek kecepatan sahabat berdasarkan tiket tol yang dibayarkan di pintu keluar. Mereka punya kalkulatornya dengan membagi jarak dengan waktu dibutuhkan mencapai pintu keluar tol, maka akan didapat kecepatan rata-rata. So, berhati-hatilah, jangan kebut2an seperti di jagorawi !

5. Sistem Radar

controleradar.org

Nah, ini ‘alat foto’ yang paling dihindari oleh semua supir di dunia. Sistem Radar biasanya dipasang di pinggir jalan dan akan ada pemberitahuan tanda batas kecepatan beberapa ratus meter sebelumnya. Jika kita melampaui batas kecepatan maka foto akan diambil dan siap-siap terima ‘surat cinta’ satu bulan kemudian untuk membayar dendanya. Selain itu juga, jika polisi sedang berpatroli, mereka juga suka membawa sistem radar Portable yang tentu saja tidak bisa kita kira keberadaannya. Maka untuk selamat dari bayar denda ini, selalu patuhi tanda batas kecepatan maksimum yang diizinkan.

Biasanya, bagi para supir perancis yang sudah hapal dimana tempat radar berada mereka suka ngebut-ngebutan dan bikin panas kita saja. Jika sahabat mau meladeni mereka, berhati-hatilah jika tiba2 mobil mereka yang ngebut itu tiba2 melambat, jangan nafsu main salip aja, karena bisa jadi ada radar tidak jauh dari sana.

controleradar.org

Menurut pengalamanku, GPS yang lengkap service-nya, biasanya juga dilengkapi daftar lokasi radar. Ini pun bisa dipakai sebagai pedoman. Selain itu di supermarket kutemui juga peralatan deteksi radar berdasarkan gelombang elektromagnetik yang akan berbunyi sebagai alarm jika ditemukan radar. Tapi dari beberapa website yang kubaca, ternyata alat ini ilegal secara hukum.

Menurutku, keberadaan radar ini justru inti dari pengaturan lalu lintas di sini. Pengaturan kecepatan bagi pengendara agar tetap ada dalam kondisi yang aman pada tempat2 tertentu yang ramai atau menyempit atau memiliki kemiringan tertentu yang sangat berbahaya jika dilalui dengan kecepatan tinggi. Maka saranku, patuhi saja tanda kecepatan maksimum yang diizinkan, toh hakikat berkendara adalah sampai ke tujuan dengan selamat.

6. Keselamatan berkendara

D i Perancis, Penggunaan sabuk pengaman diwajibkan bagi semua yang berada di dalam kendaraan. Sanksi denda selain akan mengena pada supir juga berlaku pada penumpang.  Bagi anak-anak harus disediakan bangku khusus dengan sabuk pengaman yang harus mengikat erat mereka. Bahkan ada aturan larangan untuk anak-anak duduk di bangku samping supir.

Selain itu, di autoroute, garis pembatas pinggir jalan di desain khusus untuk berbunyi keras jika dilindas ban mobil, bunyinya cukup untuk memberitahu supir bahwa mobilnya itu terlalu kepinggir. Ini canggih nih…

Masih di autoroute, jika terjadi atau melihat kecelakaan, kita bisa mencari emergency phone yang ada disetiap 2 km, lalu jika ditemukan segera tekan tombol merah dan otomatis lokasi kita akan diketahui. Atau jika tidak bisa menemukannya, bisa langsung menghubungi 112 via handphone dan berikan info lokasi sedetilnya. Nah, jika mobil kita mogok, supir dan satu penumpangnya WAJIB mengenakan rompi pengaman (safety vest) dan berdiri di luar pembatas jalan tol. Jika memungkinkan nyalakan lampu emergency dan pasang segitiga pengaman.

Begitulah, kisah pengalamanku lagi soal berkendara di Perancis dan di beberapa kota Eropa. Mudah-mudahan bisa diambil manfaatnya. Untuk menambah wawasan, ada kisah menarik perjuangan Julia mendapatkan SIM Perancis  dan juga ada cerita kecerobohan di jalan raya perancis akan membuat rugi besar bagi pelanggarnya.

Informasi penting Berlalu lintas di Perancis

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: