• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,015 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Membuat Acara Jamuan Makan di Perancis (1 dari 2)

Dalam bulan April sampai Mei 2009 lalu, aku bersama teman-temanku di wilayah Dijon berkesempatan membuat acara  yang cukup besar dari sekedar kumpul-kumpul biasa diantara kami. Yang pertama adalah acara soireé Indonésienne (Malam ‘Keakraban’ Indonesia) dan yang kedua adalah jamuan makan siang bersama KBRI Perancis.

Tulisan ini mencoba memberikan gambaran persiapan apa saja yang perlu diperhatikan dalam menyiapkan acara-acara seperti ini di Perancis. Dengan harapan dapat membantu kawan-kawan yang kelak ingin membuat acara yang sama.

Pada acara pertama, kami mengundang tamu-tamu istimewa yaitu sahabat-sahabat perancis yang punya ketertarikan kepada Indonesia serta keluarga-keluarga Indo-Franco, untuk bersama-sama makan malam ala Indonesia sambil dihibur dengan tarian, musik, demo kerajinan tradisional serta pameran foto khas Indonesia. Materi kulinernya 100 % ala Indonesia. Maka dari itulah, seluruh anggota ‘pasukan’ di wilayah Bourgogne yang punya keahlian masak masakan Indonesia dikerahkan. Dengan modal inilah, ditambah dengan bahan dasar asiatik yang bisa didapat di toko indociné, lalu dapur yang representatif, maka masakan untuk 120 orang dapat dibuat. Namun, untuk dapur perlu ada catatan khusus, yang penting adalah ketersediaan panci-panci yang cukup besar lalu instalasi kompor yang cukup menampung panci-panci tersebut. Kompor listrik yang permukaannya rata tentu akan sangat mempengaruhi heat transfer pada panci2 berlekuk yang digunakan, umumnya kompor jenis ini tidak terlalu bagus. Kalau memungkinkan, menggunakan kompor gas adalah pilihan yang baik.   

Nah, di bawah ini adalah beberapa hal penting yang aku kumpulkan dari kegiatan persiapan acara tersebut.

1. Menentukan jenis masakan

Umumnya, lidah orang Perancis atau lidah orang Eropa akan ‘kaget’ dengan serbuan cita rasa bumbu masakan dari negara kita. Maka dari itulah perlu dipilih jenis masakan yang tidak menyengat bumbunya. Atau kalau pun tetap memilih masakan yang citarasanya ‘keras’, perlu diperlembut dengan mengurangi bumbunya.

Hati-hati dengan makanan pedas, dari kebanyakan orang2 yang kukenal mereka sangat tidak suka. Selain itu, orang perancis sangat menyukai makanan yang panas. Seenak apa pun makanannya, kalau disajikan secara dingin membuat mereka tidak berselera. Satu lagi yang cukup penting adalah, ketcup atau saus perlu disediakan pula. Kadang mereka membutuhkannya sebagai ‘syarat’ buat makan lauk-lauk tertentu yang digoreng. Saus disini adalah saus tomat, namun kecap yang mereka kenal dengan  de la sauce de soja pun akan diterima.

Namun, secara umum menurut penglihatanku, mereka ini cocok dengan bumbu Indonesia.

2. Menyesuaikan dengan gaya makan prasmanan orang perancis

Dalam perjamuan, tentu tidak langsung ke makanan utama (plat principal), Sebelum itu ada makanan pembuka seperti salad atau makanan yang ringan-ringan di mulut light (Entrée), yang diselingi dengan kue-kue kering, minuman atau goreng2an sebagai teman ngobrol-ngobrol (Aperitif). Setelah satu atau dua jam (tergantung suasananya, biasanya orang perancis yang senang berbicara ini akan menghabiskan banyak waktu untuk ngobrol), barulah makanan utama disajikan. Lalu sebagai penutup (dessert) adalah makanan-makanan yang menyegarkan seperti es krim, kue buah, agar2 dan lainnya.

Dalam acara ini, kami membagi menu seperti di bawah ini :

  • Aperitif : tidak ada, sebab ngga ada yang sempat bikin secara khusus untuk disajikan bersama rangkaian makanan lainnya. Tapi beberapa dari kami membuat makanan kecil (bakwan, tahu isi, lumpia dan ongol-ongol) yang dijual di salah satu stan pameran.
  • Entrée : soto ayam/kalkun
  • Plat Principal : nasi + semur daging, rendang, mie goreng, kerupuk
  • Dessert : kolak pisang
  • Minuman dalam perjamuan (air putih, jus)

Dalam penyajian, kami menyediakan meja prasmanan untuk makanan-makanan tersebut dengan petugas dari teman-teman yang mengambilkannya untuk mereka. Cara ini ditempuh supaya stok makanan bisa lebih terkontrol dan mencegah para tamu untuk mengambil berlebihan. Memang membutuhkan banyak orang, namun sangat efektif .

3. Mempersiapkan logistik makan.

Ini adalah bagian penting dalam jamuan makan selain makanannya sendiri.  Sebuah perjamuan di perancis, umumnya menggunakan berbagai macam peralatan makan yang amat banyak variasinya. Namun, paling tidak peralatan makanan seperti  piring, sendok, garpu, pisau, mangkok, gelas harus tersedia satu setengah kali dari jumlah orang yang diundang. Jika pas-pasan, tentu harus diatur proses cuci dan pengeringannya supaya bisa digunakan berkali-kali. Nah, untuk kami yang mahasiswa ini, tentu hanya punya peralatan makan sekedarnya.  Walaupun kami coba kumpulkan, tentu saja tetap kurang untuk perjamuan skala 50 orang ke atas. Jika tetap nekad menyewa peralatan, tentu saja perlu Euro yang tidak sedikit (dan tentu saja berat..), maka hubungan baik dengan tetangga Perancis atau komunitas Indo-Franco sangatlah membantu. Kita bisa saling bekerja sama, meminjam peralatan perjamuan dan sama-sama menjaganya.

Selain itu juga, kita mesti membagi tugas untuk distribusi peralatan makan yang sudah digunakan dan juga tugas mencuci peralatan makan. Kita perlu orang-orang yang menaruh peralatan makan  bersih ke meja-meja makan, serta beberapa orang yang mengambil peralatan makan yang sudah digunakan untuk dicuci. Ini kadang-kadang perlu dilakukan secara simultan, karena tidak jarang sendok/garpu atau pisau akan dipergunakan lagi untuk sajian berikutnya.

Untuk makanan ringan seperti kerupuk atau aperiti lainnya, perlu juga kita selalu perhatikan untuk mengisinya kembali saat makanannya sudah habis.

Untuk ruangan dan meja, kita perlu juga mempersiapkannya dengan dekorasi2 tertentu. Meja misalnya, bisa ditata 2 meja memanjang dengan kapasitas 8 orang (4-4 berhadapan) , sehingga satu rangkaian meja cukup untuk 16 orang. Paralel 4-5 rangkaian meja, tergantung kapasitas ruangannya. Kita juga bisa membeli taplak kertas sekali pakai untuk setiap meja dan paku payung untuk menempelkannya di meja.

Selain itu juga, saat mereka menikmati makanan, dapat dihibur dengan lagu-lagu daerah Indonesia atau video keindahan indonesia. Tapi untuk tarian atau pertunjukan pentas kesenian Indonesia, baiknya dilakukan sebelum mereka makan untuk menghindari perhatian mereka terbagi antara makan dan menonton. Sebab kulihat, umumnya mereka sangat antusias sekali melihat pertunjukan kesenian. Mereka sampai bertanya detil mengenai suatu tarian sampai kita kalang kabut menjawabnya.

Nah yang penting adalah, setelah menata ruangan sesuai dengan tema acara, saat sudah selesai nanti, kita harus membereskannya seperti semula. Di sini, semua harus dilakukan sendiri. Jika mau menyewa petugas, bayarannya cukup mahal dan hitungan kerjanya per jam. Jika kita membiarkannya berantakan, maka kita akan menerima charge lagi untuk pembersihan, dan tentunya membuat kita di black list oleh pengelola gedung untuk penyewaan berikutnya.

(bersambung)

Iklan

2 Tanggapan

  1. sangat bagus,

  2. untuk teman-teman yg sedang jauh dari kampung halaman indonesia, sebagai pengobat rindu dengerin aja Java FM, internet radio online yg memutar musik hits indonesia sepanjang masa nonstop 24 jam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: