• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,141 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pulang

Pulang adalah sarana untuk bercengkrama dengan keluarga. Pernah kan kita merasakan rindu sekali untuk pulang, terutama bagi para perantau yang tidak setiap saat bisa bertemu dengan elemen2 utama keluarganya.

Pulang juga selalu saja punya ruang yang unik di belantara perasaan kita, banyak saudara2 kita bersedia melakukan apa saja asal bisa pulang, coba lihat saat2 mudik lebaran atau hari-hari besar lainnya, penuh sesaknya alat transportasi, macetnya jalan raya sampai cuaca yang tidak bersahabat pun berani diterabas.

Ada banyak hal yang menjadi perilaku turunan dari kebiasaan pulang ini, yaitu membawa buah tangan untuk keluarga. Aku ingat bapakku yang pulang dari kantor gemar sekali bawa oleh2 makanan seperti martabak, kue pukis atau lain2nya. Seperti juga kini istriku yang sering bawa oleh2 makanan untuk anak2 kami. Untuk orang yang lebih jarang pulang, oleh2nya cenderung lebih besar dan banyak lagi, bahkan melewati batas rumah sampai ke seluruh tetangga2 yang berada di sekitarnya. Nah, pada bagian ini juga kadang2 kita suka melebihi kapasitas diri, koper besar isinya cuma oleh2 aja dan itu pun sudah koper yang kedua. Seperti yang aku lihat saat di dubai saat para TKW yang pulang 2 tahunan membawa berbagai hal yang sebetulnya tidak perlu dibawa sebagai oleh2.

Yah, pulang dengan segala magnetnya adalah bentuk implementasi rasa cinta, rasa rindu dan rasa kangen untuk bisa menebus segala kehilangan waktu untuk keluarga selama kepergian harus dilakukan. jadi yang perlu kugarisbawahi di sini, pulang adalah bukan hanya sekedar melampiaskan kerinduan dari diri-pribadi saja, tapi juga untuk berbuat sesuatu pada keluarga yang menjadi tidak seimbang karena ketidakberadaan kita. Pulang adalah sarana untuk berbuat optimal antara setiap elemen keluarga untuk menarik kembali ketidakseimbangan hidup menuju tempatnya yang sesungguhnya.

Oleh sebab itulah setiap kesempatan pulang tercipta, aku selalu berusaha untuk mempersiapkan sebaik-baiknya daftar yang harus dilakukan sedetil mungkin terutama yang berhubungan dengan pendidikan anak-anak dan menggembirakan istri sekaligus membanggakan hati orang tua2 kami, di samping tugas mengikuti konfrensi atau seminar saat liburan.

Yah, pulang adalah saatnya di mana aku harus menjelmakan diri sebagai seorang ayah, seorang suami, seorang anak sekaligus seorang anggota masyarakat untuk bisa berbuat banyak untuk mereka.  Dengan waktu liburan yang selalu saja tidak banyak itu, maka bagiku mesti melupakan diri sendiri, untuk bisa melayani mereka. Aku transformasikan saja semua kesenanganku dengan melihat senyum dan kegembiraan mereka, dan alhamdulillah, it is work…! aku dan semua senang…

Yah, walaupun detil di notes kecilku ternyata menjadi sangat tidak berarti karena  acaraku menjadi berkali2 lipat lebih banyak. Subhanallah, bagaimana tidak luluh hatiku, melihat kegembiraan di wajah anakku saat aku menjemputnya di sekolah, melihat senyum manis istriku, melihat ayah2 kami mengenalkanku kepada kolega2nya dengan bangga, bertausiyyah bersama dalam jamaah2 sholat dan pengajian, bercengkrama dengan tetangga, dan semuanya… Allahu Akbar.

Jadi, menjelmakan hakikat pulang adalah projek besar yang melebihi jurnal2 ilmu pengetahuan manapun seperti Springer atau IEEE.  Maka bagiku, setiap pertemuan adalah kualitas, berbuat ini itu.

Setiap kepulangan adalah implementasi kerangka pendidikan ringkas namun mendalam.

Setiap kehadiran adalah kerja merangkai contoh-contoh kecil pola-pola optimal membangun spiritual, akal dan fisik bersamaan

Setiap kebersamaan adalah untuk menyambung setiap untai hubungan kasih dan silaturrahim, sambil tak lupa bertukar nasehat dan terus berderap harmoni dalam setiap jamaah.

Subhanallah… semoga Allah meridhoi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: