• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,422 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Melayani Orang Tua

Orang lanjut usia, adalah kaum yang harus dihormati. Para kakek dan nenek ini adalah orang-orang yang telah melalui berbagai macam kejadian, telah memiliki berbagai pengalaman dalam menjalani kehidupan, serta tentunya adalah orangtua yang telah membesarkan kita sampai saat ini. Negara kita pun punya defenisi sendiri yaitu :

LANJUT USIA (LANSIA) : Adalah seorang yang telah mencapai usia 60 tahun keatas (pasal 1, UU No.13/1998 tentang Kesejahteraan Lanjut Usia).

Islam pun mendefinisikan orang lanjut usia dalam ranah bagaimana kita bersikap kepada mereka, yaitu pada hadist yang diriwayatkan oleh Abdir Rahman Abdillah Ibni Mas’ud ra

“Aku pernah bertanya kepada Nabi SAW amal apa yang paling di cintai disisi Allah?” Rasulullah bersabda “ Shalat tepat pada waktunya”. Kemudian aku tanya lagi “Apa lagi selain itu?” bersabda Rasulullah “Berbakti kepada kedua orang tua” Aku tanya lagi “ Apa lagi ?”. Jawab Rasulullah “ Jihad dijalan Allah”.

Dengan tuntunan ini, pada dasarnya urut-urutan kewajiban melayani orang tua adalah berada dalam pundak keturunannya, atau dalam skala lebih luas adalah kerabatnya dan tentu saja jika tidak ada itu semua adalah tetangga atau masyarakatnya.

Pada tulisan ini, aku mencoba melihat dari hirarki paling bawah perhatian terhadap orangtua kita yaitu perhatian oleh masyarakat atau negara, dengan membandingkan apa yang kulihat di tanah air dengan yang ada di perancis ini.

Perhatian terhadap orang tua  lanjut usia di negara kita sebetulnya sudah disusun rapi,  kita mengenal berbagai program seperti Pos Bindu (Pos Bimbingan Terpadu) Lansia yang menyediakan pelayanan kesehatan gratis meliputi tes kepikunan, tensi darah, jantung, gula darah dan pelayanan kesehatan lainnya seperti senam tera atau senam lansia. Selain itu juga pemerintah mengadakan pula Pos Pemberdayaan Keluarga atau Posdaya sebagai forum informasi, pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, diharapkan bisa meningkatkan partisipasi dan keikutsertaan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan dan pelayanan pembangunan lain dengan baik, yang salah satu kegiatan di dalamnya terdapat kelompok kegiatan untuk membina keluarga lansia. Keluarga lansia adalah keluarga dimana anggota keluarganya ada yang sudah memasuki usia lanjut, mereka harus menyesuaikan di masa depan adanya kemunduran fisik, mental dan juga kemungkinan ekonomi. Di bidang kesehatan, pemerintah juga mengeluarkan KARTU MENUJU SEHAT (KMS) LANSIA. yang menjadi alat untuk mencatat kondisi kesehatan pribadi usia lanjut baik fisik maupun mental emosional. Kegunaan KMS untuk memantau dan menilai kemajuan Kesehatan Usia Lanjut yang dilaksanakan di kelompok Usia Lanjut atau Puskesmas.

Namun sayangnya, program ini belum menyeluruh bisa dinikmati oleh seluruh warga negara.  Pemerintah mestinya bisa lebih keras lagi memperhatikan para lansia di wilayahnya, sebagai bentuk pernghormatan atas mereka.  Memang, banyak juga para lansia yang hari tuanya dipelihara oleh anak2nya, namun ada juga lansia  mengisi hidup di panti-panti wreda. Yang menyedihkan,  aku masih banyak menemui orang-orang lansia masih harus bekerja dengan terseok2 karena keterbatasan tenaganya.  Selain itu aku pun tak bisa lupa saat menyaksikan veteran2 perang yang kesejahteraannya terlupakan,  bahkan banyak sekali  di antara mereka menjadi pengemis tak berumah terbengkalai di jalan-jalan kota.

Di perancis, aku menemukan tidak hanya kebutuhan dasar kesehatan saja yang sudah digratiskan, tapi juga kebutuhan2 tambahan seperti transportasi, hak untuk berlibur dan pelayanan2 tambahan dari pemerintah kota (bukan hanya program nasional, tapi pada level kota mereka berlomba2 mengadakan kegiatan untuk melayani orangtua). Jika mereka sakit, semua orang bekerja untuk para lansia, bahkan dalam suatu peristiwa aku menyaksikan pemadam kebakaran dengan mobil besarnya sampai harus turun tangan untuk mendobrak apartemen seorang lansia yang sakit.

Dalam bidang transportasi, ada kartu untuk lansia. Mereka mendapatkan potongan harga yang cukup besar untuk itu. Hal yang sama bisa kita temukan dalam tempat2 hiburan atau tempat2 pelancongan. Di kota tempat tinggalku, le creusot bahkan ada acara yang secara periodik dilakukan untuk menghibur orang tua di kastil Verrerie, ‘Sehari penuh bergembira sama orang tua.’

Nah, poinnya adalah bahwa tentu saja sebagai anak atau cucu dari seorang yang sudah lansia kita tetap harus merawat mereka sebaik-baiknya, namun sebagai sebuah institusi besar, negara harus tetap berkonsentrasi untuk memelihara para lansia yang mungkin kurang beruntung.  Mereka harus digembirakan dan tentu saja diperhatikan sebagai bentuk penghormatan kita terhadap apa yang telah mereka alami.

Mudah2an jika semua orang telah berusaha menghormati para orangtua2nya dengan sebaik mungkin, Insya Allah akan ada rahmat Allah turun sehingga kita semua bisa bermuamalah dengan baik atas dasar hormat menghormati satu sama lain.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Artikel yang sangat bermanfaat ttg lansia dan program2 untuk lansia (berumur lanjut)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: