• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 327,924 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Jangan lupa sholat, sahabat…

Banyaknya kegiatan, atau mencoba berdisiplin waktu kala bertransportasi di jalan-jalan perancis, serta cuaca yang ekstrim tentunya bukan alasan untuk lalai dari kewajiban pribadi seorang Muslim untuk Tuhannya.

Sahabat, beginilah rutinitas kehidupan pelajar peneliti seperti kami ini ; setiap jam 9 pagi pergi ke laboraturium untuk bekerja, lalu istirahat sekitar satu setengah jam untuk makan siang, lalu pekerjaan hari itu selesai antara pukul 17 atau 18. Jika perlu beli sesuatu untuk keperluan rumah seperti bahan makanan dan kebutuhan rumah tangga lainnya, maka perjalanan dilanjutkan dulu ke super marche terdekat. Untuk ini kami membutuhkan paling lama satu setengah jam. Berhubung kami pun kadangkala harus menyesuaikan dengan jadwal bus kota, maka tambahlah lagi waktu perjalanan kami paling lama setengah jam lagi, karena seringkali pula kami ketinggalan jadwal bus sehingga harus menunggu sepuluh sampai lima belas menit lagi untuk setiap bis yang harus kami naiki.

Atau kalau cuaca ‘sedang bagus’, jalan kaki juga suatu yang kadangkala kami pilih. Yah, sambil bermandikan cahaya matahari kami menggendong belanjaan di tas kami atau kalau sedang banyak-banyaknya kebutuhan yang perlu dibeli, maka kami tambah pula kantong tas belanja di dua tangan kami. Waktu yang dibutuhkan untuk berjalan kaki biasanya antara 20 sampai 30 menit.

Dari uraian di atas, dalam periode sibuk tersebut terselip 3 waktu sholat, yaitu dzuhur, ashar dan maghrib.

Pada musim dingin, jarak antara dzuhur dan ashar cukup dekat namun tetap saja waktu dzuhur dimulai pada menjelang akhir waktu istirahat makan siang. So, biasanya kami disini selalu makan siang dahulu, lalu cepat-cepat mencari tempat untuk sholat sebelum teman-teman lainnya kembali ke laboraturium. Atau, alternatif skenario yang lebih nyaman bagiku yaitu kembali ke apartemen (sekitar 8 menit jalan kaki menembus dingin… brr!), kemudian masak dan makan, setelah itu sholat, lalu kembali ke lab agak terlambat sekitar 30 menit dari waktu istirahat.

Lalu untuk sholat ashar, biasanya aku melakukan sekitar 1 jam sebelum waktu pulang. Saat kawan-kawan melakukan coffee break sore, nah disitulah kami biasanya mengambil waktu untuk sholat ashar. Untuk ini, aku sudah menemukan tempat tersembunyi, yaitu di salah satu lab kerja Vision Robotics. Namun kalau lab itu sedang banyak orang, ya terpaksa bersama saudara dari Mesir sholat di halaman sambil berdingin-dingin ria :). Skenario terburuk yang kadangkala terpaksa kupilih untuk sholat ashar ini adalah pulang sebelum waktunya untuk mengejar akhir waktu ashar di apartemen.

Namun pada musim-musim yang siangnya agak panjang ; biasanya kami makan siang di apartemen, namun mengakhirkan sholat dzuhur kami saat pulang dari labo sore nanti. Jam 17 pada musim2 ini masih waktu dzuhur, sebab ashar sekitar jam 18, maghribnya sekitar jam 20.

Untuk sholat jumat, alhamdulillah di labo kami, diberikan kesempatan yang lebih longgar lagi. Umumnya di masjid tempat aku berjamaah, jumat dimulai sekitar 40 menit dari waktu sholatnya karena sebelum khotib naik mimbar selalu ada pengajian dahulu. Sedang khutbah dan sholatnya paling lama sekitar 20 menit. Jika waktu dzuhur mulai pukul 12-an, selesai jumatan sekitar 13.10, batas normal dari habisnya waktu istirahat. Namun pada saat waktu dzuhurnya pada pukul 13-an, maka biasanya pukul 14 lebih baru selesai, telat sekali utk kembali bekerja. Parahnya tentu saat waktu dzuhur memasuki pukul 13.30-an, tentu selesainya menjelang pukul 15. Semakin telat aja. Nah, untuk ini biasanya aku meminta izin ke profesorku, untuk memundurkan waktu istirahatku.

Kalau aku harus melakukan perjalanan ke lain kota, atau yang melebihi waktu 1 jam. Aku berijtihad untuk menjama’ qashar sholatku. Untuk berjaga-jaga, aku sering melakukan jama’ taqdim yaitu menggabung dua sholat di waktu sholat yang pertama (biasanya untuk sholat dzuhur dan ashar). Sedang sholat maghrib dan Isya, kulakukan jama taqhir yaitu mengakhirkan gabungan dua sholat tersebut di waktu Isya. Inilah cara yang cukup aman dan tentu saja nyaman, untuk tidak melalaikan sholat tersebut.

Khusus sholat shubuh, masalah yang cukup berat adalah waktu tidur kita sehari sebelumnya. Jika terpaksa harus tidur larut malam, pasang alarm. Sholat shubuh ini biasanya akan membawa mood ku di hari yang bersangkutan. Jika kusempurnakan ritualnya, maka Insya Allah hari akan indah. Lebih-lebih lagi kalau ditambah dengan tilawah quran dan mujahadah setelah sholat sampai matahari terbit.

Begitulah gambarannya, sahabat. Sholat adalah suatu ibadah yang tidak boleh sedikit pun ditinggalkan tanpa alasan apapun yang tidak dibenarkan secara syar’i. Selama kita masih hidup, sebagai muslim kita punya kewajiban untuk menegakkannya.

Sebab bagaimana kita bisa mendapatkan makna sholat, jika hanya untuk sekedar menyempatkan waktu untuk melaksanakannya saja kita lalai.

Pesanku ; Jangan lupa sholat, sahabat..

Iklan

Satu Tanggapan

  1. tetap semangat… Allahu ma’ana…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: