• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,667 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Demonstrasi Anti Israel Dukung Palestina di Le Creusot

Sebelum sholat jumat minggu lalu, ada pengumuman untuk mengadakan aksi mengutuk aksi Israel menyerang Palestina  yang diadakan komunitas muslim di le creusot pada hari sabtu (10/1) pukul 15, sekaligus aksi penggalangan dana untuk Penduduk Palestina. Aku jelas jadi semangat, sebab sudah 2 kali kabar dari istri di Bogor yang meminta izin untuk ikut aksi di Jakarta yang tidak aku perkenankan. Nah, kesempatan aksi inilah aku bisa mewakili keluargaku sebagai kewajiban kifayah muslim untuk membela saudaranya dengan apa yang ada padanya. Begitulah sahabat, walau pun hanya sebuah tulisan ungkapan kesedihan, atau teriakan takbir menyemangati, atau doa dalam kesendirian bagi saudara2 kita yang teraniaya harus kita usahakan.

Dunia Internasional yang sampai kini menjadi penonton kekejaman tidak berperikemanusiaan itu, memang tidak bisa diharapkan. Mestinya Israel kini, sudah ditodong oleh senjata2 dari seluruh negara internasional untuk menghentikan pembunuhan2 itu, sebab kurasa tidak lain untuk menghentikan Israel adalah dengan ‘menggebuk’ rezim zionis yang berkuasa dengan kekuatan dan mengembargo segalanya bagi para penduduknya yang diam saja melihat wakil rakyatnya membunuhi manusia lain.

Namun, harapan itu nampaknya sulit terlaksana, solusi yang paling mungkin tentunya menyeret rezim durjana itu sebagai penjahat perang setelah semuanya usai, seperti ulasannya pak Soeripto bahwa pengadilan penjahat perang ternyata sudah berkali2 efektif berhasil menghentikan pembantaian manusia seperti di Bosnia misalnya.

Astaghfirullah, begitu tega kah manusia di dunia ini hingga hampir seribu nyawa harus hilang dulu dan ribuan lainnya berdarah2 baru berani bertindak ? Ampuni kami, ya Tuhan.

Nah, kesempatan unjuk rasa ini tentunya tidak aku sia-siakan. Tepat pada waktunya aku sudah bergabung dengan saudara2 lain dari komunitas turki, komunitas maghribi (maroko, aljazair) dan orang2 Perancis sendiri. Menurut taksiran kasarku manifestation ini dihadiri oleh sekitar 600 orang. Alhamdulillah cukup banyak yang datang, dalam suhu udara yang cukup ‘hangat’ sekitar 3 derajat karena disinari matahari. Orasi pertama dilakukan di halaman depan Mairie (kantor walikota), berganti-ganti gema takbir dikumandangkan dan Ucapan doa kutukan terhadap kekejaman Israel. Lalu massa bergerak menuju jalan Foch yang merupakan blok pusat perekonomian kota le creusot ini, sekitar 6 km, massa berputar kembali untuk kembali ke centre ville untuk kemudian di tutup dengan doa.

Begitulah sahabat, sebuah aksi Manifestations pour la Palestine. Kini setiap warga didunia sudah menyuarakan keberatannya kepada kelakuan bejad israel tersebut. Isu besarnya sudah disepakati ; sebuah kejahatan kepada kemanusiaan. Pergerakan people power ini sudah menglobal.

Dalam tulisan ini aku juga menghimbau, selain doa yang terus menerus dipanjatkan, gerakan masyarakat ini pun turut berperan besar untuk mengarahkan rezim zionis itu ke pengadilan internasional. Insya Allah akan tiba saatnya, dimana keadilan akan tercapai.

Aku juga mengumpulkan berita-berita sejenis aksi people power ini di sekitar perancis. Silahkan sahabat klik disini.

Lalu aku juga mendapatkan berita video aksi2 Manifestations pour la Palestine di kota2 besar Perancis : http://www.fdesouche.com

Dan ada salah satu situs lembaga yang mendukung Palestina yang dibentuk oleh masyarakat di Perancis : http://www.france-palestine.org/

Serta berita dukungan terhadap Palestina yang terus meningkat dari seluruh penjuru dunia : http://palestinemonitor.org

Ayo maju terus, Palestina.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Mereka itu dari keturunan bani Israel yang sombong, dengki dan serakah mengikuti hawa nafsu iblis. Nabi dan rasul dari kalangan mereka saja juga mau dibunuh padahal itu melanggar perjanjian di Taurat. Jangan heran jika mereka kejam kepada pengikut nabi keturunan Ismail. Rasanya kita perlu do’a qunut nazilah dalam sholat dengan mendo’akan untuk memohonkan Allah untuk muslimin dan muslimat serta mukminin dan mukminat. Semoga musuh musuh Allah dilaknat dan dihancurkan.Do’a qunut ada berbagai macam namun intinya ialah meminta kepada Allah
    > subhaana wa ta’ala kebaikan buat kaum muslimin dan meminta kekalahan atau
    > kecelakaan buat musuh Islam, oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alihi wa
    > sallam tidak menetapkan satu do’a tertentu yang dikerjakan ketika qunut,
    > serta tidak memerintahkannya dikarenakan hajat atau keperluan yang
    > berlain-lainan jadi tidaklah terlarang bagi kita untuk berqunut dengan do’a
    > yang kita atur sendiri menurut keperluan kita. –Wallahu ‘Alam-
    >
    >
    > DOA QUNUT NAZILAH
    >
    >
    >
    >
    > Doa Qunut Nazilah dibaca ketika kaum muslimin terkena bencana, ancaman,
    > penganiayaan, penindasan musuh-musuh Allah dan musuh kaum Muslimin.
    >
    >
    > Seperti dikisahkan dalam Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW
    > pernah melakukan qunut selama satu bulan untuk mendoakan pembunuh-pembunuh
    > para sahabatnya di Bir Al-Maunah.
    >
    >
    > Dari Abu Hurairah RA :
    > “Sesungguhnya bila ingin mendoakan seseorang, Nabi Muhammad SAW membacakan
    > qunut sesudah ruku’ (Hr. Bukhari dan Ahmad bin Hambal).
    >
    >
    > Doa Qunut Nazilah dibaca setiap sholat fardhu jahriyah (mahdzab Hanafi),
    > sedangkan selain madzhab Hanafi, Doa Qunut Nazilah dibaca setiap kali
    > sholat fardhu.
    >
    >
    > Mari kita bacakan doa ini untuk saudara-saudara kita kaum muslimin dimana
    > saja berada, khususnya yang sedang terkena ancaman, penganiayaan, dan
    > penindasan musuh-musuh Allah.
    >
    >
    > Inilah Doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :
    >
    >
    > Alloohummaghfir lilmu’miniina wal mu’minaat
    > Wal muslimiina wal muslimaat
    > Wa allif baina quluubihim
    > Wa ashlih dzaata bainahum
    > Wanshur ‘Alaa ‘Aduwwika wa’aduwwihim
    >
    >
    > Allohummal’in kafarota ahlil kitaabil ladziina
    > Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka
    > Alloohumma khollif baina kalimaatihim
    > Wazalzil Aqdaamahum
    > Wa anzilbihim ba’sakalladzii layuroddu ‘anil
    > qaumil mujrimiin
    >
    >
    > Bismillaahirrahmaanirrahiim
    > Allohumma innaanasta’iinuka
    >
    >
    >
    >
    >
    > Artinya:
    >
    >
    > “Ya Allah ampunilah dosa kaum muslimin dan muslimat, mukminin dan
    > mukminat, Ya Allah jinakkan, satu padukan hati orang-orang muslimin,
    > Perbaikilah keadaan mereka, Tolonglah kaum muslimin utuk melawan
    > musuh-musuh-Mu, dan musuh-musuh mereka
    >
    >
    > Ya Allah, laknatlah orang-orang kafir yang mendustakan para RasulMu dan
    > membunuh para kekasih-Mu, Ya Allah cerai-beraikan kesatuan kata mereka,
    > Hancur leburkan kekuatan mereka, Dan turunkanlah bencana-Mu yang tiada
    > tertolak lagi untuk orang-orang yang penuh dengan dosa
    >
    > Dengan menyebut nama-Mu ya Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang, Ya
    > Allah, sesungguhnya kami memohon perlindungan kepadaMu” n
    >
    > Qunut Nazilah
    >
    > Definisi
    >
    > Qunut diambil dari kata “Qanata-Yaqnutu-Qunuutan” yang artinya lama
    > berdiri
    >
    > di dalam shalat, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam
    >
    > bersabda :
    >
    > “Seutama-utama shalat yaitu panjangnya qunut (lama berdirinya)” (HSR.
    >
    > Muslim, Hakim, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
    >
    >
    >
    > Sedang qunut nazilah menurut istilah adalah mendo’akan kebaikan atau
    >
    > kemenangan bagi kaum muslimin dan mendo’akan kecelakaan atau kebinasaan
    >
    > bagi kaum kafir yang menjadi musuh Islam seperti kaum Yahudi yang
    > memerangi
    >
    > kaum Muslimin di Palestina dan Libanon atau kaum komunis Rusia, yang
    > tengah
    >
    > memerangi kaum muslimin Chechnya dan daerah kaum muslimin yang mengalami
    >
    > penindasan.
    >
    > : Diriwayatkan dari Anas bin Malik
    >
    > “Bahwasanya Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam tidak pernah qunut kecuali
    >
    > apabila beliau mendo’akan kebaikan bagi satu kaum (muslimin) atau
    >
    > mendo’akan kecelakaan bagi kaum (kafir)” (HSR. Ibnu Khuzaimah)
    >
    >
    >
    > Hukum & Waktu Qunut Nazilah
    >
    > Qunut nazilah hukumnya sunnat dan dikerjakan di raka’at terakhir setelah
    >
    > ruku’ dan dikerjakan selama satu bulan penuh disemua shalat wajib, Dzuhur,
    >
    > Ashar, Maghrib, ‘Isya dan Shubuh, sebagaimana yang diriwayatkan dari Ibnu
    >
    > Abbas -radhiaullahu anhuma- :
    >
    > pernah qunut sebulan lamanya berturut-turut “Rasulullah dalam shalat
    >
    > Dzuhur, Ashar, Maghrib, ‘Isya dan Shubuh. Diakhir setiap shalat, apabila
    >
    > beliau sudah mengucapkan “Sami Allahu Liman Hamidah” di raka’at yang
    >
    > terakhir. Beliau mendo’akan kecelakaan atas mereka ….sedangkan ma’mum yang
    >
    > di belakang, mengucapkan amin” (HSR. Abu Daud)
    >
    >
    >
    > Dan disunnahkan juga melakukan qunut pada shalat witir. Telah berkata Ibnu
    >
    > Masud :
    >
    > “Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam tidak pernah qunut dari shalatnya
    >
    > kecuali ketika shalat witir, dan sesungguhnya Rasulullah apabila
    > berperang
    >
    > beliau berqunut di dalam semua shalatnya” (HR. Hakim dan Baihaqi)
    >
    >
    >
    > Doa Qunut
    >
    > Do’a qunut ada berbagai macam namun intinya ialah meminta kepada Allah
    >
    > shubhaana wa ta’ala kebaikan buat kaum muslimin dan meminta kekalahan atau
    >
    > kecelakaan buat musuh Islam, oleh sebab itu Nabi shallallahu ‘alihi wa
    >
    > sallam tidak menetapkan satu do’a tertentu yang dikerjakan ketika qunut,
    >
    > serta tidak memerintahkannya dikarenakan hajat atau keperluan yang
    >
    > berlain-lainan jadi tidaklah terlarang bagi kita untuk berqunut dengan do’a
    >
    > yang kita atur sendiri menurut keperluan kita. –Wallahu ‘Alam-
    >
    >
    >
    > Dan do’a qunut witir yang pernah diajarkan Rasulullah kepada Hasan adalah
    >
    > :
    >
    > “Ya Allah! Pimpinlah akan daku di dalam golongan mereka yang Engkau telah
    >
    > pimpin dan peliharalah akan daku di dan jadikan daku di dalamdalam
    >
    > golongan mereka yang Engkau telah pelihara dan berilah berkah
    >
    > kepadakugolongan mereka yang Engkau telah beri kekuasaan dan selamatkan
    >
    > daku dari pada kejahatandi dalam apa yang telah Engkau beri karena
    >
    > sesungguhnya Engkaulah Penghukum dan tidakyang Engkau telah tentukan dan
    >
    > sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkaudapat Engkau di hukum dan
    >
    > tidak akan mulia orang yang Engkau musuhi Maha Mulia Engkau Wahaitolong
    >
    > Tuhan Kami ! lagi Maha Tinggi” (HR. Abu Daud, Thabrani dan Baihaqi)
    >
    >
    >
    > Qunut yang disyariatkan bagi kaum muslimin bukanlah qunut shubuh yang
    >
    > dilakukan secara terus menerus sebagaimana yang biasa dikerjakan oleh kaum
    >
    > muslimin pada setiap shalat shubuh. Mereka menyandarkan kepada hadits
    > Dhaif
    >
    > (lemah) yang diriwayatkan oleh Ahmad, Baihaqi, Hakim, Abdurrazzaq dan Abu
    >
    > Nu’aim dari Anas ia berkata :
    >
    > “Senantiasa Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam berqunut pada shalat
    >
    > shubuh sehingga beliau berpisah dari dunia (wafat)”
    >
    >
    >
    > Kalau diperhatikan pada tiap-tiap sanad (rangkaian orang yang meriwayatkan
    >
    > hadits) qunut shubuh tersebut selalu ada seorang yang bernama Abu Ja’far
    >
    > Ar-Razi yang nama aslinya Isa bin Isa ia telah dilemahkan oleh ahli-ahli
    >
    > hadits diantaranya Imam Ahmad bin Hanbal, Nasaa’i, Imam Abu Zur’ah, Imam
    >
    > Al-Fallas, Imam Ibnul Madini, Ibnu Hibban, Syekhul Islam Ibnu Taimiyah dan
    >
    > Ibnul Qayyim.
    >
    > Berkata Al-Fallas :”Ar Razi buruk hafalannya”, berkata Imam Ibnul Madini
    >
    > :”Ar Razi kepercayaan tapi sering keliru dan suka salah” (Lihat Mizaanul
    >
    > I’tidal 3:319)
    >
    >
    >
    > Dengan demikian riwayat Ar Razi ini, yaitu tentang qunut shubuh yang
    >
    > dilakukan terus menerus tidak dapat diterima karena haditsnya lemah,
    >
    > kelemahan hadits ini bertambah jelas dengan riwayat dari Anas bin Malik
    >
    > ketika ditanya oleh Ashim bin Sulaiman:
    >
    > ”Sesungguhnya orang-orang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa
    >
    > sallam senantiasa qunut dalam shalat shubuh” Jawab Anas bin Malik :”Mereka
    >
    > dusta!! Beliau hanya qunut sebulan, mendo’akan kecelakaan atas satu
    > qabilah
    >
    > dari qabilah-qabilah kaum musyrikin” (SR. Al-Khatiib)
    >
    >
    >
    > Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhuma mengatakan dusta (yang maksudnya
    > keliru
    >
    > atau salah) kepada mereka yang menyangka bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa
    >
    > sallam senantiasa qunut shubuh terus menerus. Dengan penolakan shahabat
    >
    > Anas diatas jelaslah bagi kita tentang riwayat Ar Razi dari riwayat Anas
    >
    > bin Malik juga yang menyatakan bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam
    >
    > selalu qunut shubuh adalah dhaif, Bahkan shahabat Thariq bin Asyam
    > sewaktu
    >
    > ditanya oleh anaknya tentang masalah ini, menyatakan dengan tegas tentang
    >
    > bid’ahnya melakukan qunut shubuh secara terus menerus, sebagaimana dalam
    >
    > riwayat dari Sa’ad bin Thariq Al-Asyja’i, ia berkata:
    >
    > “Aku pernah bertanya kepada bapakku (Thariq bin Asyam) “Wahai bapak !
    >
    > Sesungguhnya dan di belakang Abu Bakar, Umar, engkau pernah shalat di
    >
    > belakang Rasulullah Utsman dan Ali, Apakah mereka itu semuanya
    > mengerjakan
    >
    > qunut subuh terus menerus ?” Jawab Ayahku :”Hai Anakku ! itu (qunut shubuh
    >
    > terus-menerus) adalah perbuatan Bid’ah ! (SR. Ahmad, Tirmidzi, Nasaa’i dan
    >
    > Ibnu Majah)
    >
    >
    >
    > Dan di riwayatkan oleh Bukhari dari shahabat Abu Hurairah radhiyallahu
    >
    > ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam pernah berqunut mendo’akan
    >
    > kecelakaan atas beberapa orang dan atas kaum arab yang telah membunuh
    >
    > beberapa utusan serta hendak membinasakan menghentikannya ketika turun
    >
    > ayat :Islam, tetapi Rasulullah
    >
    > “Engkau tidak ada haq apa-apa di dalam urusan itu, maupun (Allah) menerima
    >
    > taubat mereka atau mengadzab mereka, karena sesungguhnya mereka itu
    >
    > orang-orang yang dzalim” (QS. Ali Imran : 128)
    >
    >
    >
    > senantiasa Imam Ibnul Qayyim berkata : “Bukan merupakan petunjuk nabi
    >
    > berqunut pada shalat shubuh. Dan merupakan hal yang mustahil bahwa
    >
    > Rasulullah shallallahu ‘alihi wa sallam setiap shubuh berqunut pada saat
    >
    > i’tidal sambil mengangkat suaranya lalu diaminkan oleh para shahabatnya
    >
    > terus menerus hingga wafatnya kemudian hal itu tidak diketahui oleh ummat
    >
    > ini bahkan kebanyakan ummatnya tidak mengerjakan dan demikian pula seluruh
    >
    > shahabat, bahkan sebagian diantara mereka mengatakan itu sebagai sebuah
    >
    > bid’ah ….. Dan adalah petunjuk Beliau berqunut terkhusus saat musibah
    >
    > menimpa kaum muslimin dan beliau meninggalkannya saat tidak adanya musibah
    >
    > dan beliau tidak mengkhususkan qunut pada waktu shalat shubuh.” (Lihat
    >
    > Zaadul ma’ad 1/271-273)
    >
    > Dengan demikian qunut yang biasa dikerjakan oleh banyak kaum muslimin pada
    >
    > shalat shubuh secara terus menerus, tidak pernah dikerjakan oleh Nabi
    >
    > shallallahu ‘alihi wa sallam karena hadits yang menerangkan tentang
    > masalah
    >
    > tersebut sangat lemah sehingga tidak dapat dijadikan sebagai hujjah
    >
    > (pedoman). -Walaahu A’lam- (Buletin Al Fikrah )
    >
    > -Abu Abdirrahman-
    >
    >
    >
    > Maraji’ :
    >
    > -Zaadul Ma’ad, Imam Ibnul Qayyim
    >
    > -Shifatu Shaalati An Nabi, Syekh Al Albani
    >
    >
    >
    > Qunut Nazilah
    >
    >
    > Nu’man bin Bashir ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah Shallallaahu’alayhi
    > wa sallaam bersabda, “Kalian akan melihat orang beriman saling berkasih
    > sayang satu sama lain, mencintai satu sama lain, bersahabat satu sama lain
    > bagaikan satu tubuh, Ketika satu bagian tangan (dari tubuh) merasakan
    > sakit maka menyebabkan keseluruhan tubuh akan menjadi lemah dan merasa
    > sakit”
    > (Misykat : 422)
    >
    >
    > Abu Musa ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang
    > beriman dengan orang yang beriman lainnya seperti sebuah bangunan yang
    > saling menguatkan satu sama lain (dengan tiap batanya)”. (ibid)
    >
    >
    > Ibnu Umar ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Seorang
    > Muslim adalah saudara bagi Muslim yang lain, maka jangan menyusahkannya
    > dan jangan menyerahkannya (kepada musuh-musuh ketika ia di dalam
    > kesusahan)”.
    > (ibid) Amir bin Malik, ketua Bani Sulaym meminta bantuan kepada Rasulullah
    > SAW untuk menghadapi musuh kaumnya. Rasulullah SAW menerima permohonannya
    > dan mengirim 70 orang sahabat ra.hum. yang mereka terdiri dari para Quraa
    > (ahli dalam bacaan Al-Qur’an). Kaum Bani Sulaym kemudian menawan para
    > sahabat ra.hum. di sebuah tempat yang bernama Bir Ma’una dan kemudian
    > membunuh mereka. Jibril AS memberitahukan peristiwa ini kepada Rasulullah
    > SAW dan menyampaikan pesan terakhir dari para Quraaa tersebut, “Kabarkan
    > kepada orang-orang bahwa kami telah berjumpa Rabb kami. Dia (Allah) ridha
    > kepada kami dan kami ridha kepada-Nya”. Kejadian ini telah menyebabkan
    > Rasulullah SAW mengalami kesedihan yang mendalam. Abdullah bin Mas’ud ra.
    > meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW telah membaca Qunut Nazilah selama satu
    > bulan “mengutuk” Bani Sulaym (Bukhari 2:586)
    >
    >
    > Berdasarkan riwaayat-riwayat di atas, para Fuqaha telah menggariskan
    > bahwa apabila Ummat ini dalam krisis mereka harus mengikuti Sunnah untuk
    > mengamalkan Qunut Nazila dan berdo’a untuk Ummat.
    >
    > (Embedded image moved to file: pic28503.jpg)
    >
    >
    >
    >
    > Hadits-Hadits Shahih Tentang Qunut Nazilah
    >
    > Sabtu, 9 Juli 2005 06:37:46 WIB
    >
    > SEMUA HADITS TENTANG QUNUT SHUBUH TERUS-MENERUS ADALAH LEMAH
    >
    >
    > Oleh
    > Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas
    > Bagian Keempat dari Enam Tulisan 4/6
    >
    >
    > HADITS-HADITS SHAHIH TENTANG QUNUT NAZILAH
    >
    > HADITS PERTAMA
    > Dari Ibnu Abbas, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam
    > pernah qunut selama satu bulan secara terus-menerus pada shalat Zhuhur,
    > ‘Ashar, Maghrib, Isya dan Shubuh di akhir setiap shalat, (yaitu) apabila
    > ia mengucap Sami’Allahu liman hamidah di raka’at yang akhir, beliau mendo’akan
    > kebinasaan atas kabilah Ri’lin, Dzakwan dan ‘Ushayyah yang ada pada
    > perkampungan Bani Sulaim, dan orang-orang di belakang beliau mengucapkan
    > amin.
    >
    > Hadits ini telah diriwayatkan oleh Abu Dawud[1], Ibnul Jarud[2], Ahmad[3],
    > al-Hakim dan al-Baihaqi[4]. Dan Imam al-Hakim menambahkan bahwa Ibnu Abbas
    > radhiyallahu ‘anhuma berkata: Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
    > mengutus para da’i agar mereka (kabilah-kabilah itu) masuk Islam, tapi
    > malah mereka membunuh para da’i itu. ‘Ikrimah berkata: Inilah pertama kali
    > qunut diadakan. [Lihat Irwaa-ul Ghalil II/163]
    >
    > HADITS KEDUA
    > Dari Anas, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah
    > qunut selama satu bulan setelah bangkit dari ruku’, yakni mendo’a
    > kebinasaan untuk satu kabilah dari kabilah-kabilah Arab, kemudian beliau
    > meninggalkannya (tidak melakukannya lagi).”
    >
    > Diriwayatkan oleh Ahmad[5], Bukhari[6], Muslim[7], an-Nasaa-i[8],
    > ath-Thahawi[9].
    >
    > Dalam hadits Ibnu Abbas dan hadits Anas dan beberapa hadits yang lainnya
    > menunjukkan bahwa pertama kali qunut dilakukan ialah ketika Bani Sulaim
    > yang terdiri dari Kabilah Ri’lin, Hayyan, Dzakwan dan ‘Ushayyah meminta
    > kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam agar mau mengajarkan mereka
    > tentang Islam.
    >
    > Maka, kemudian Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus kepada mereka
    > tujuh puluh orang qurra’ (para penghafal al-Qur’an), sesampainya mereka di
    > sumur Ma’unah, mereka (para qurra’) itu dibunuh semuanya. Pada saat itu,
    > tidak ada kesedihan yang lebih menyedihkan yang menimpa Nabi Shallallahu
    > ‘alaihi wa sallam selain kejadian itu. Maka kemudian beliau Shallallahu
    > ‘alaihi wa sallam qunut selama satu bulan, yang kemudian beliau
    > tinggalkan.
    >
    >
    > Di antaranya adalah hadits Ibnu ‘Umar dan Abu Hu-rairah di bawah ini:
    >
    > Dari Ibnu Umar, “Sesungguhnya ia pernah mendengar Rasulullah Shallallahu
    > ‘alaihi wa sallam ketika beliau mengangkat kepalanya dari ruku’ di raka’at
    > yang terakhir ketika shalat Shubuh, ia membaca: “Allahummal ‘an fulanan wa
    > fulanan wa fulanan (Ya Allah laknatlah si fulan dan si fulan dan si fulan)
    > sesudah ia membaca Sami’allaahu liman hamidahu. Kemudian Allah menurunkan
    > ayat (yang artinya): ‘Sama sekali soal (mereka) itu bukan menjadi
    > urusanmu, apakah Allah akan menyiksa mereka atau akan mengampuni mereka.
    > Maka sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang zhalim.’” [Ali ‘Imraan:
    > 128]
    >
    > Hadits shahih riwayat Ahmad (II/147)
    >
    > Dari Abu Hurairah, “Sesungguhnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
    > apabila hendak mendo’akan kecelakaan atas seseorang atau mendo’akan
    > kebaikan untuk seseorang, beliau mengerjakan qunut sesudah ruku’, dan
    > kemungkinan apabila ia membaca: Sami’allahu liman hamidah, (lalu) beliau
    > membaca, ‘Allahumma… dan seterusnya (yang artinya: Ya Allah, selamatkanlah
    > Walid bin Walid dan Salamah bin Hisyam dan ‘Ayyasy bin Abi Rabi’ah dan
    > orang-orang yang tertindas dari orang-orang Mukmin. Ya Allah, keraskanlah
    > siksa-Mu atas (kaum) Mudhar, Ya Allah, jadikanlah atas mereka musim
    > kemarau seperti musim kemarau (yang terjadi pada zaman) Yusuf.’”
    >
    > Abu Hurairah berkata, “Nabi keraskan bacaannya itu dan ia membaca dalam
    > akhir shalatnya dalam shalat Shubuh: Allahummal ‘an fulanan… dan
    > seterusnya (Ya Allah, laknatlah si fulan dan si fulan) yaitu (dua orang)
    > dari dua kabilah bangsa Arab, sehingga Allah menurunkan ayat: ‘Sama sekali
    > urusan mereka itu bukan menjadi urusanmu… (dan seterusnya).’”
    >
    > Hadits shahih riwayat Ahmad ii/255 dan al-Bukhari No 4560
    >
    > Di dalam hadits shahih riwayat Imam al-Bukhari dalam kitab Shahih-nya no.
    > 1004 disebutkan bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut pada
    > shalat Shubuh dan Maghrib.
    >
    > Lafazhnya adalah sebagai berikut:
    >
    > Dari Anas, ia berkata, “Qunut itu ada dalam shalat Maghrib dan Shubuh.”
    >
    > Dan dalam hadits yang shahih pula disebutkan bahwa Abu Hurairah pernah
    > qunut pada shalat Zhuhur dan ‘Isya sesudah mengucapkan Sami’allahu liman
    > hamidahu (setelah bangkit dari ruku’ (di saat sedang i’tidal).), ia berdo’a
    > untuk kebaikan/kemenangan kaum Mukminin dan melaknat orang-orang kafir.
    > Kemudian Abu Hurairah berkata: “Shalatku ini menyerupai shalatnya
    > Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.”
    >
    > Lafazh haditsnya secara lengkap adalah sebagai berikut:
    >
    > Dan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Sungguh aku akan mendekatkan kamu
    > dengan shalat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka, Abu Hurairah
    > kemudian qunut dalam raka’at yang akhir dari shalat Zuhur, ‘Isya dan
    > shalat Shubuh, sesudah ia membaca: ‘Sami’allahu liman hamidah.’ Lalu ia
    > mendo’akan kebaikan untuk orang-orang Mukmin dan melaknat orang-orang
    > kafir.”
    >
    > Hadits shahih riwayat Ahmad (II/255), al-Bukhari (no. 797) dan Muslim
    > (no.676 (296), ad-Daraquthni (II/37 atau II/165) cet. Darul Ma’rifah.
    >
    > Memang Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah qunut pada shalat
    > Shubuh, begitu juga Abu Hurairah, akan tetapi ingat, bahwa hal itu bukan
    > semata-mata dilakukan pada shalat Shubuh saja! Sebab apabila dibatasi pada
    > shalat Shubuh saja, maka hal ini akan berten-tangan dengan riwayat yang
    > sangat banyak sekali yang menyebutkan bahwa beliau Shallallahu ‘alaihi wa
    > sallam melakukan qunut pada lima waktu shalat yang wajib. Menurut hadits
    > yang keenam bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak qunut
    > melainkan apabila beliau hendak mendo’akan kebaikan atau mendo’akan
    > kebinasaan atas suatu kaum. Maka apabila beliau qunut itu menunjukkan ada
    > musibah yang menimpa ummat Islam dan dilakukan selama satu bulan[10]
    >
    >
    > [Disalin dari kitab Ar-Rasaail Jilid-1, Penulis Yazid bin Abdul Qadir
    > Jawas, Penerbit Pustaka Abdullah, Cetakan Pertama Ramadhan 1425H/Oktober
    > 2004M]
    >
    >
    > Qunut Nazilah
    >
    >
    >
    >
    >
    >
    >
    > Qunut Nazilah telah dibaca oleh Rasulullah saw selepas peristiwa
    > pembunuhan para sahabat di Bi al-Maunah. Ia dibaca tatkala terjadi
    > sesuatu musibah yang berlaku terhadap umat Islam akibat serangan
    > daripada musuh Islam dan musibah-musibah lain.
    >
    >
    >
    >
    >
    >
    >
    >
    > Inilah Doa Qunut Nazilah (Hadist diriwayatkan oleh Umar Bin Khatab) :
    >
    > Alloohummaghfir lilmu’miniina wal mu’minaat Wal muslimiina wal muslimaat
    > Wa allif baina quluubihim Wa ashlih dzaata bainahum Wanshur ‘Alaa
    > ‘Aduwwika wa’aduwwihim Allohummal’in kafarota ahlil kitaabil ladziina
    > Yukadzibuuna rusulaka wayuqottiluuna auliyaa aka Alloohumma khollif baina
    > kalimaatihim Wazalzil Aqdaamahum Wa anzilbihim ba’sakalladzii layuroddu
    > ‘anil qaumil mujrimiin Bismillaahirrahmaanirrahiim Allohumma
    > innaanasta’iinuka

  2. Zionist israel berlaku zholim dan kejam itu sudah hal biasa. Tapi tatkala kita menunjuk Bangsa Israel sebagai manusia zholim, maka sesuai filosofi menunjuk, ada tiga jari yang menunjuk ke arah kita seraya “menyuruh” kita untuk introspeksi, apakah kita tidak berlaku seperti mereka ? Kezholiman Muslimin di Indonesia cukup banyak, diantaranya……..
    Selengkapnya silahkan kunjungi :
    http://forum-iqro.blogspot.com
    #Abu Rafa Ibnu Nasuki#

  3. sudahkah Anda Peduli PALESTINA? silakan lihat gambar yang lain http://islamarket.net

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: