• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,140 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ice Skating di Perancis

Olah raga es bagiku merupakan sesuatu yang memacu adrenalinku. Bagaimana tidak, kombinasi antara keseimbangan, kecepatan bergerak serta situasi cuaca yang ekstrim (dingin..) adalah suatu tantangan besar yang harus dikalahkan.

Maka waktu ada tawaran untuk ski trip ke pegunungan alpen, di salah satu puncaknya yang paling tinggi di perancis yaitu Val Thorens, membuatku bersemangat untuk mengikutinya. Namun karena waktunya bertepatan dengan idul adha, terpaksa keinginan ini kutahan dulu. Alhamdulillah, pucuk dicinta ulam tiba, ternyata sehari sebelum idul adha kesampaian juga niat untuk meluncur di es ini, yaitu berkesempatan berlatih ice skating di Patrinoire Dijon. Agak berbeda dengan ski, tapi prinsipnya sama dan amat bagus untuk pemula seperti aku yang sangat minim pengalaman.

Ice skating ini awalnya adalah teknik meluncur di atas es dengan sepatu khusus yang dibawahnya terpasang sisi tajam. Dan ini sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu di selatan Finlandia dan ada juga di skandinavia mulai 1000 sebelum masehi. Kini, ice skating menjadi olah raga (salah satunya hockey) dan pertunjukan seni tari yang dipadukan dengan meluncur di atas es.

Nah di perancis ini, tempat berlatih ice skating dinamakan patrinoire / patinage, sepatunya disebut patin, dan orangnya disebut patineur. Patinage yang merupakan ruangan indoor biasanya berukuran :  56 x 26 meter, dan biasanya pula, disediakan juga satu area yang lebih kecil untuk anak2 dan latihan awal. Kulihat di patrinoire dijon ini, berukuran kurang lebih sekitar 20 x 5 meter. Kemudian, tempat ini juga memiliki tribun untuk 1000 penonton karena pada periode tertentu juga dipergunakan untuk pertandingan hockey.  Kalau kulihat spesifikasi teknis es padat di area patrinoire ini, ternyata temperaturnya berkisar – 5 °, sedang temperatur ruang dijaga dalam kisaran 10 sampai 14 °C.  Lebih rendah dari itu tidak masalah, cuma bagi para patineur menjadi sangat dingin tentunya.

Begitu masuk, aku mendapat dua tiket, tiket warna kuning untuk menukarkan sepatu kita dengan sepatu ice skating yang dikenal dengan nama patin. lalu tiket warna putih diserahkan saat kita keluar nanti. Soal biaya masuk, umum sekitar 6.7 euro, lalu student 5.25 euro, dibawah 18 tahun plus memiliki kartu khusus 2.8 euro dan ini adalah untuk berlatih sepuasnya.

Perlu aku informasikan tentang Patin, atau sepatu ice skating, pilihlah sepatu yang pas dikaki, dan tidak terlalu kesempitan. Patin ini harus diikat dengan kuat sehingga seakan2 menjadi satu dengan kaki kita, tapi juga tidak menyakitkan. Jika patin kita tidak terikat kuat atau ukurannya terlalu besar sehingga kaki kita masih bisa bergerak bebas di dalamnya, akan beresiko terkilir. Situasi gerakan yang cepat dan resiko jatuh yang tinggi serta adanya blade yang tajam pada bagian bawah patin tentunya harus membuat kita berhati2 untuk urusan ini. Bagi sahabat yang ingin info lebih lanjut mengenai sepatu ice skating silahkan ke pagesperso-orange atau kamus visual merriam webster.

Kini tiba saatnya untuk meluncur. Aku yang pemula ini, pada awalnya agak kurang percaya diri untuk lepas dari pegangan pinggiran area luncur. Namun setelah 3 putaran, aku mulai bisa mengendalikan keseimbangan tubuhku. Jatuh beberapa kali adalah bagian dari pelajaran ice skating, jadi saranku bagi sahabat yang baru memulainya, kusarankan untuk tidak takut jatuh.

Nah, dengan modal mental seperti di atas, maka dalam putaran2 selanjutnya aku sudah merasa enak berjalan dengan patin di atas es yang licin itu. Cuma sampai akhir aku belum bisa mengerem dengan sempurna, sehingga untuk berhenti kutabrakkan saja tubuhku ke pembatas area luncur tersebut. Sebagai informasi, untuk membelok, cukup sejajarkan saja kaki sahabat semua lalu arahkan beloknya ke kiri atau ke kanan. lalu  untuk mengerem bisa menggunakan ujung blade bagian depan atau menggunakan bagian luar kaki dengan memiringkan kaki untuk mengerem +80° berlawanan arah jarum jam dari arah depan kita. Nah yang paling penting, untuk bisa bangun dari jatuh, sahabat bisa melipat kaki kiri ke belakang dengan ujung blade depan menancap di es, lalu bangun dengan kaki kanan yang juga menancap sedikit di es.

Nah, itulah lagi pengalamanku ber ice skating. Sebagai gambaran, sahabat bisa membaca informasi kegiatan di Patrinoire Dijon pada situs officialnya Kota Dijon atau pada situs e-dijon.

Sumber  dan Link Ice Skating :

  1. http://fr.wikipedia.org/wiki/Patin_%C3%A0_glace
  2. http://en.wikipedia.org/wiki/Ice_skating
  3. http://www.skimbacolifestyle.com/2007/12/ice-skates-for-children.html
  4. http://commons.wikimedia.org/wiki/Image:Figure-skates-1.jpg
Iklan

Satu Tanggapan

  1. tarifnya lebih murah dibandingkan disini, mungkin karena disini outdoor dan musim-an, jadinya agak-agak mahal sekitar 9 poundsterling pas weekend.

    disana tempatnya gede ngk? karena disini tidak terlalu luas…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: