• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,140 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Visa Untuk Orang Asing dari Negara Bermasalah

Konferensi SITIS 2008 adalah salah satu konferensi internasional yang Insya Allah berlangsung pada 30 Nofember – 3 Desember 2008 di Bali, Indonesia. Ini adalah konfrensi internasional penelitian kelas IEEE dan juga terdokumentasi dalam ACM yang akan didatangi oleh peneliti kaliber dunia di bidang teknologi sinyal dan citra serta sistem berbasiskan internet. Sudah dilaksanakan 3 kali, dan yang istimewa untuk yang ke-4 ini adalah dilaksanakan di Indonesia.

Kalau mau melihat data, dalam beberapa tahun terakhir ini, hanya inilah konferensi di bidang ini, yang benar2 bertaraf internasional yang dilaksanakan di Indonesia tercinta, dalam arti kolaborasi kepanitiaan, reviewer dan berbagai persiapannya. Memang kalau sahabat googling, sahabat juga mendapatkan beberapa konferensi yang mencantumkan kata internasional di dalamnya, tapi sesungguhnya, konferensi2 tersebut tidak seluruhnya internasional karena hanyalah kerja dari universitas atau lembaga pendidikan lokal di Indonesia saja. (Kalau aku ada yg terlewat, bolehlah sahabat menyanggahnya).

Nah, konferensi ini lain dari yg lain, selain komite organisasinya dikepalai oleh Universitas Gunadarma di Indonesia, tapi di dalamnya bekerja bareng dengan berbagai universitas di dunia, seperti New Jersey Insititute of Technology (USA), UQAM (Canada), Malaysian University of Technology (Malaysia), University of Milan (Italy), University of Yaounde (Cameroon), Ericsson and Concordia University (Canada), dan 3 Universitas di Perancis yaitu University of Lyon (France), University of Cergy Pontoise (France) dan Universitas tempatku menimba ilmu yaitu Bourgogne université. Betul2 kollaborasi internasional.(lihat di http://www.u-bourgogne.fr/SITIS/08/Organization.htm).

Besarnya even ini, sangat terasa di laboratoriumku di le creusot, dua org peneliti dari sini bersiap berangkat untuk datang ke Indonesia. Sayangnya aku sendiri belum bisa turut serta karena tulisan penelitianku belum rampung sampai deadline kemarin. (Hiks, padahal enak jg bisa pulang di musim dingin spt ini…)

Namun, aku ingin memberi informasi kepada sahabat yang mungkin akan melaksanakan even internasional seperti ini. Ada satu kejadian dimana local commitee kebingungan karena masalah imigrasi bagi orang2 penting dari luar negeri yg harus datang ke Indonesia.

Pertama aku gambarkan dulu permasalahannya, ya.

Dalam Universitas besar, terutama di Perancis ini, banyak profesor atau ahli2 bidang ilmu tertentu yang berasal dari berbagai negara di luar perancis. Saking pakarnya, mereka ini bisa hidup bertahun2 di perancis, bekerja dan meneliti, serta melakukan berbagai kegiatan akademis lainnya yg sangat banyak, bahkan kadangkala lebih banyak dari dosen2 perancis asli sendiri. Nah, saat melakukan even konferensi internasional seperti ini, profesor dari luar perancis (yang sekarang tinggal di perancis tentunya) ternyata mendapatkan masalah dalam pengurusan visa Indonesia di KBRI. Terutama profesor2 yang berasal dari negara2 yag masuk daftar negara yang harus diwaspadai karena ketidakstabilan politik, alasan keamanan nasional atau aktivitas kriminalitas yang tinggi.

Nah, dalam persiapan SITIS 2008 ini, ternyata ada 2 orang pakar dari kamerun dan Pakistan yang visanya belum keluar menjelang tanggal keberangkatan mereka. Panitia di indonesia khawatir dan menghubungi aku disini. Aku segera bertanya kepada KBRI di Paris dan ternyata, bagi orang2 yang berasal dari negara2 tertentu tersebut harus mendapatkan jaminan dari si pengundang (dalam hal ini panitia lokal di Indonesia) bahwa mereka datang untuk keperluan apa, berapa lama, dsb.

So, Panitia lokal harus mendatangi Imigrasi di Indonesia dengan membawa surat keterangan itu, lalu mengisi beberapa formulir, lalu kemudian di proses imigrasi dan menghasilkan clearence letter atau surat otorisasi yang akan segera di kirim ke KBRI negara tempat pakar tersebut berada. Baru KBRI Paris bisa mengeluarkan VISA untuk mereka. Jadi, hubungan ini hanya perlu dilakukan dengan imigrasi saja dan KBRI yang bersangkutan, tidak perlu ke deplu atau badan2 yg lainnya.

Ternyata aku juga menemui aturan ini di situs Imigrasi Indonesia yang seperti kurang terurus ya? silahkan cek ke link ini. Silahkan baca special procedure untuk mengurus visa.

Begitulah informasi dariku lagi, sahabat. Mudah2an ada manfaatnya.
Selamat berkonferensi deh… mudah2an konferensi yang akan datang, aku akan turut mengirimkan penelitianku.

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Pakai aja visa on arrival yang bisa didapat di bandara International. Kalau dibali ya di Bandara Ngurah Rai begitu keluar dari pesawat. Bilang saja turis.
    Untuk 1 minggu harganya 10€ (kalo kagak salah), utk 1 bulan 25$.

    Tapi kalo takut, pakai saja prosedur dari KBRI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: