• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 335,902 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Naik kereta keliling kota di BOurgogne hanya dengan 5€

Ada satu hari kenegaraan Perancis yang bernama la journees du patrimoine yang jatuh pada tangggal 20 – 21 September  kemarin.  Pada hari ini transportasi kereta RER (Réseau express régional) khususnya di wilayah bourgogne memberi harga 5 euro untuk semua tujuan, semua keberangkatan dan sehari penuh. Suatu kesempatan jalan-jalan yang tidak bisa dilewatkan. Info detil perayaan ini ada di situs journees du patrimoine.

Mas Sunny, monsieur dijoni yang menjadi bapaknya mahasiswa indonesia di dijon, rupanya sudah membuat riset jadwal kereta dari dijon untuk bisa mengunjungi kota-kota besar di wilayah bourgogne dalam waktu dua hari ini. Beliau sampai mengecek waktu-waktu keberangkatan kereta, lalu menandai dimana stasiun-stasiun yang paling efektif untuk disinggahi sehingga mudah untuk melanjutkan ke perjalanan selanjutnya dan bahkan mencatat nomor2 keretanya ! Semua ini disarikan dalam tabel yang sangat informatif dijadikan pedoman perjalanan kami.

Aku sendiri dari le creusot membawa 2 orang mahasiswa Sarmag Gunadarma yg dalam 6 bulan ini belajar di condorzet bersama Master Vibot Second Promotion dan bertemu rombongan dari dijon yang 11 orang ini di stasiun kota Beaune. Di kota pertama ini, kami langsung ke centre ville – nya yang sangat ramai Setelah mampir dulu sebelumnya ke Office de tourisme de Beaune (http://www.ot-beaune.fr/) untuk mengambil peta kota tersebut. Orang2 menyebut kota ini sebagai Capitale des Vins de Bourgogne, yaitu pusat anggur di wilayah Bourgogne, aku melihat sepanjang jalan banyak toko2 yg menjual anggur dengan merek yang bermacam-macam yang ternyata adalah nama dari chateau (kastil) produsen anggur. Katanya sih rasanya juga berbeda2, tapi untukku cukup puas untuk melihat saja deh. Lalu Wisnu, mahasiswa sarmag yang bareng denganku sempat hilang 10 menit di pasar. Setelah bikin kawatir dia muncul dengan gaya nyantainya itu, “sorry, saya nyari buah salak dulu“, katanya. {o la la ??!} Untungnya aku sedang shaum sehingga bisa menahan diriku untuk tidak mencak2, sebab sebagai konsekuensi kelambatannya itu, kami harus kembali ke gare Beaune dengan lari-lari kecil.

Kota yang kedua yang kami tuju adalah kota Macon (http://www.macon.fr/), dari gare beaune kami naik kereta ke Gare Chalon sur Saône, dan berganti kereta menuju Macon. Kota ini adalah ibukota wilayah département Saône-et-Loire, dimana kotaku le creusot ada diwilayahnya. Dari Gare Macon, kami langsung disuguhi dengan taman yang sangat menarik, arsitektur bangunan  yang artistik dan situasi kota besar eropa yang asri. Kami menuju centre ville, berfoto di centre commercial, kantor Marie  dan menuju pinggir sungai la saone. Setelah duduk-duduk di sekitar plasa esplanade lamartine, kami kembali ke gare dan melanjutkan ke kota tournus (http://www.tournugeois.fr/). Kota Tournus ternyata kota kecil yang juga dilewati oleh sungai saone. Di sini rupanya wisata memancing menjadi andalannya. Selain itu juga di sini terdapat gereja tua Abbaye yang dikelilingi bangunan2 ratusan tahun yang sangat artistik. Aku suka sekali melihat dinding2 bata tak beraturan tapi berpola klasik, ditumbuhi pohon yang menjalar dengan bentuk jendela atau pintu bahkan lubang angin dari entah sejak abad berapa. Di salah satu toko souvenirnya bahkan kutemui baju besi dan berbagai tembikar dan pecah belah kuno. Sambil menunggu waktu kereta selanjutnya tiba, kami istirahat dulu di taman dengan Abbaye.

Waktu sudah menunjukkan pukul 17 ketika kami berhenti di kota Chalon sur Saône (http://www.chalon.fr/). Mbak Dian akan melakukan penelitiannya di kota ini mulai oktober ini. Waktu yang sempit membuat kami hanya memilih keliling kota menggunakan navette Le Pouce , Ini adalah kendaraan kecil gratis yang kita bisa dinaiki untuk keliling pusat kota. Uniknya halte navette le pouce ini berbentuk gambar tangan biru dengan jempol terangkat. Kita tinggal menunggu di halte2 tersebut untuk bisa naik ini dan gratis.

Perjalanan terakhir (akhirnya berakhir juga… piuihyw, lutut2 ini sudah gemetar…), wajah2 lelah sudah terhias di rombongan kami. Dari gare Chalon sur saone kami ke gare beaune lagi kemudian pindah kereta untuk menuju le creusot ville.  Perjalanan 40 menit dijalani dengan istirahat. Perjalanan Ramadhan ini cukup berat, karena tanpa makan minum sedikit pun.  Menjelang magrib, kami sampai di Kota Le creusot (http://www.creusot.net/, http://www.le-creusot.fr/71/LE_CREUSOT/). Lalu kami menuju rumah julia dengan sisa-sisa tenaga.

Bener2 pengalaman yang mengasyikkan ; Menjelajah 4 kota dalam 1 hari,  bisa masuk museum rekor MURI nggak ya?  Kisah selanjutnya di malam yang melelahkan itu, sudah julia tulis di blognya. Silahkan para sahabat semua mengeceknya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: