• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,422 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kisah Seorang Muslim di Perancis – Ibadah Sholat

Setelah aku berusaha menyesuaikan urusan makanan dari mulai memilih makanan halal dan melaksanakan beberapa tips dalam melakukan konsumsi, penyesuaian yang harus dilakukan selanjutnya untuk tinggal di Perancis ini adalah mengenai kebutuhan ibadah harian sholat.

Di mulai sejak perjalanan menuju le creusot kulakukan, dalam beberapa urusan ibadah aku ber-ijtihad. Yang pertama adalah ketika pesawat Ettihad menuju paris dari Abu Dabi baru 2 jam melewati kawasan timur tengah, dan mulai memasuki kawasan eropa. Waktu saat itu sudah pukul 6 pagi waktu setempat. ketika kutarik jarak di peta digital di pesawat itu, ternyata masih lebih dekat ke timur tengah. Perjalanan nampaknya masih sekitar 5 jam lagi dan aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana keadaaan di Paris nanti, dan bagaimana sholat shubuhku kelak. Setelah menimbang sekitar 15 menit, aku segera saja berwudhu dan sholat shubuh. Pertimbanganku adalah walaupun aku sampai pukul 7 pagi waktu paris, tentu di paris nanti aku akan sulit cari tempat sholat. maka, mumpung masih dekat wilayah timur tengah, aku sholat saja.

Lalu kemudian, selama 2 minggu aku masih menjama’ terus sholatku. Minggu pertama kedatangan bahkan aku masih terus men-jama’-qashar. Musim dingin ini memang hebat sekali eksesnya. Dinginnya udara rasanya berat sekali untuk sering kontak dengan air dan selalu dibayangi ‘masuk angin’ , dan lagi saat itu kami memang sering bepergian dalam rangka membantuku melengkapi barang-barang kebutuhan apartemen dan lain-lain. Pernah waktu itu pada jumat pertama di le creusot aku, tidak menjama’ dengan sholat ashar, ternyata sore harinya aku hampir tidak sempat menunaikan sholat ashar karena harus masih dalam perjalanan di sekitar le creusot. Nah, akhirnya disini aku berijtihad lagi selama, aku masih tinggal di keluarga Julia, aku akan terus menjama’ sholatku, namun tidak di qashar lagi. Nanti, kalau sudah benar-benar pindah ke apartemen, baru kusempurnakan.

Di le creusot, walau pun masjid ada tiga, tapi jaraknya cukup jauh dari tempat tinggalku. Masjid yang terdekat dapat dijangkau dengan 15-20 menit jalan kaki yaitu mesjid komunitas turki. 2 mesjid lainnya sangat jauh jika dijangkau dengan jalan kaki yaitu sekitar 40 – 60 menit. Naik bus juga bisa namun perlu di ambil ancang-ancang waktu yang cukup untuk bisa disesuaikan dengan jadwal busnya, sebab lewat dari jadwal, aku harus menunggu cukup lama untuk jadwal selanjutnya, karena untuk sholat dzuhur misalnya, bertepatan dengan istirahat siang. Lalu bagaimana jika sholat di labo ? tidak ada tempatnya dan tentunya tidak bisa dilakukan untuk menghindari ‘gejolak’ seperti temanku dahulu yang melakukannya dan menjadi masalah besar, sampai harus diselesaikan oleh profesornya segala. Maka tiap waktu sholat dalam hari2 kerja aku harus pulang ke apartemen.

Kendala selanjutnya adalah situasi cuaca yang tidak menentu. Salah satu hal terberat dalam hidup di eropa ini adalah ekstrimnya cuaca. Di permulaan musim semi saja masih berkali-kali turun salju dan tiba-tiba berkabut gelap. Apalagi tentunya ya pada musim dingin yang seringkali membuat suhu berada belasan derajat di bawah nol. Tiupan angin pun juga berat. Jadi, untuk kebutuhan sholat berjamaah di masjid setiap waktu sholat wajib sulit terpenuhi. Sedih.. Untuk itu beberapa kali aku mencoba mengajak beberapa kawan muslim dari Pakistan dan mesir untuk sholat berjamaah di apartemen, tetapi penyesuaian waktu kami agak sulit juga. yah, jadi hanya bisa dilakukan sekali-kali dan tentu saja akhirnya berangkat ke masjid hanya bisa dilakukan ketika sholat jumat.

Lalu saat melakukan perjalanan di sekitar perancis atau eropa, jika itu melebihi 2 jam, aku berijtihad untuk melakukan jama’ dalam sholat-sholatku. Persiapanku biasanya dimulai dari memastikan lebih dahulu akomodasi di tempat tujuan dan selalu memilih waktu-waktu yang cukup lapang dalam berpergian. Maksudku, kalau memungkinkan dapat menjama taqdim sholatku sebelum berangkat, pasti kulakukan. Atau sebaliknya, aku memilih waktu berangkat yang cukup panjang sehingga begitu sampai di tempat tujuan aku masih sempat melakukan jama’ taqhir.

Nah, sampai saat ini aku masih mencari adakah subsitusi ibadah yang membuat kekurangan-kekurangan ibadahku seperti sholat berjamaah ini bisa ditutupi. Tiga tahun di Perancis ini adalah waktu yang cukup lama untukku untuk tidak melengkapi ibadah harianku dengan berjamaah. Tentu, bagi sahabat yang memahami urusan ini sudilah kiranya membagi pengetahuannya atau bisa menunjukkan buku apa yang bisa jadi referensi.

Iklan

9 Tanggapan

  1. 1. Biasanya kalo pesawat dari penerbangan timur tengah si pilot ngasih tau waktu sholat dan arah kiblat (ada di layar), siap2 aja pasang telinga dan mata.

    2. Untuk di kampus, coba cari keller atau ruang bawah tanah atau tempat yang kosong yang nggak ada orang, terus bisa sholat di sana, jadi ada baiknya kemana2 bawa sajadah yang tipis.

    TuanSUFI : Waktu saya berangkat, di ettihad ngga ada informasi waktu sholat, jadilah saya ber ijtihad. Untuk no. 2 akan saya coba.

  2. assalamualaikum wr.wb
    mas iqbal, saya tertarik dengan blog ini, terutama pengalaman mas sewaktu di prancis. asyik banget..
    kalo boleh, kisah-kisah yang mas tuangkan di blog ini, akan saya olah untuk saya muat di majalah bulanan yang kami kelola. yakni majalah AULA yang terbit di surabaya. majalah ini adalah media keagamaan (islam tentunya) yang di dalamnya ada rubrik muhibbah. rubrik ini menampilkan catatan perjalanan atau kisah menarik seseorang yang sedang atau telah tinggal di luar negeri. dan melalui catatan ringkas ini, saya mohon izin kepada antum agar memperbolehkan catatan-catatan antum untuk kami publikasikan di majalah kami…
    syukron…

    wassalamualaikum.wr.wb

    rijal mumazziq z
    (redaktur majalah AULA)
    email : rizziq_zio84@yahoo.com
    085645311110

    TuanSUFI : Alhamdulillah, saya amat bahagia jika berbagai pengalaman ini layak untuk di sharing. Silahkan saja mas Rijal mengolahnya dalam format majalah yang mas rijal kelola, Jika dimuat, sudilah kiranya bisa mengirimkan majalah tersebut ke istri saya di bogor. terima kasih, salam saya untuk sahabat baru di Surabaya.

  3. terima kasih mas iqbal…insya Allah edisi syawal berbagai pengalaman mas olah di majalah kami. ohya, sekalian minta alamat keluarga di bogor..biar majalahnya bisa buat bingkisan buat istri mas iqbal..semoga sukses selalu, n mbarakahi..matur suwun

    sahabatmu
    rijal

    TuanSUFI : Alhamdulillah, mas rijal. nanti saya berikan via email. jazakallahu…

  4. Assalamu’alaikum wr wb

    Mas Iqbal,
    Menarik sekali infonya tentang kehidupan di Perancis. Kalau boleh tahu, dalam rangka apa ke sana? Sebab saya dan keluarga berencana untuk ke sana karena suami ingin melanjutkan kuliah.

    Inspired by ur story…boleh ya, dijadikan tema tulisan saya?
    Insyaallah selalu akan disebutkan sumbernya.

    Terima kasih.

    TuanSUFI : Wa alaikum salam Wr, Wb,

    Saya ke perancis ini dalam rangka menunaikan amanah untuk riset doktoral, bu. Mohon doanya juga agar Allah bisa memberi kemudahan dalam perjalanan saya ini.

    Dalam blog ini, saya berusaha menuliskan pengalaman saya di perancis ini dengan sedikit detil, dengan harapan bisa membantu sahabat2 lainnya yang mungkin akan memiliki kesempatan untuk datang ke perancis spt saya. Tentu saja, jika ada yang bisa mengambil manfaat, saya amat senang sekali. Silahkan saja diolah lebih lanjut.

    Untuk lebih memudahkan silahkan ke pojok kiri atas blog ini untuk akses cepat index tulisan2 sudah sy buat. Link tersebut (tuansufi, keluarga, renungan, informatika) mengarah ke page yang berisi link tulisan saya tersebut.

  5. sbhnllh..
    saya skrg sdng di Belanda.saya pun mengalami tantangan yang serupa. tidak seberat mas iqbal , mungkin karena des pertengahan saya sudah ke Indonesia. Coba sering-sering konsultasi lewat http://www.syariahonline.com
    Insy, tgl 4-5 des saya mau ke paris..mau jalan2..mgkn mas iqbal bisa memberi tips tempat2 sholat dan cara sholat yang aman..mis.dekat tdk jauh dari menara eifel.
    waktu di jerman karena kondisi sangat mendesak saya sholat di dalam ruang ganti pakaian
    terima kasih…

  6. assalamu’alaikum mas, salam ukhuwah saya annisa..
    insyaAlloh saya ada rencana utk ke paris tahun depan tepatnya di La Rochelle dan Tours, saya mau tny apa di paris dilarang menggunakan jilbab?
    bagaimana keadaan muslim muslimah disana dalam kesehariannya, beribadahnya, dan apakah ada peraturan utk tdk menggunakan jilbab disana?
    ditunggu jawabannya 🙂
    syukron..
    wassalamu’alaikum wr.wb..

  7. assalamualaikum mas,salam kenal dari saya didik…. saya sudah 3 minggu di prancis,tuk waktu ibadah saya agak terganggu oleh tempat dan waktu.apalagi sekarang saya sedang menjalankan ibadah puasa. saya dan teman” mau minta bantuan tuk jadwal sholat,sahur maupun imsak.saya tunggu jawabannya.lokasi saya saat ini di aix la durran. wassalamualaikum…

    • Saya berpedoman pada islamicfinder.com, kalau mas Didik bisa ketemu dengan pengurus masjid di sekitar tempat mas didik, mrk biasanya punya jadwal sholat, shaum dsb. bisa melalui mereka.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: