• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 327,924 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Seorang Muslim di Perancis – Makanan dan Minuman

Hidupku di perancis ini adalah di kota kecil dengan penduduk tidak lebih dari 30 ribuan. Namun, alhamdulillah, beberapa saat setelah tiba pertama kali aku mendapatkan informasi mengenai adanya 3 masjid di sekitar tempat tinggalku. Sebuah titik cahaya yang menggembirakan, untuk memenuhi kebutuhan bersujudku kepada Yang Maha Berkehendak. Namun, tentu saja kini ada beberapa hal yang harus disesuaikan dengan kebiasaan beribadahku sehari-hari setelah tinggal di tempat baru ini. Tulisan ini adalah seri pertama dari proses penyesuaian diriku dengan keadaan di tempat tingga baruku dalam kaitannya dengan kewajiban seorang muslim beribadah kepada Robb-nya.

Penyesuaian dimulai dari memilih makanan dan minuman, aku harus memilih dengan hati-hati karena ini kaitannya dengan keyakinan. Memang, jika salah makan atau minum tidak membuat kita mati secara fisik, namun tentu saja mematikan perlahan-lahan keyakinan atau makin menipiskan keimanan yang kukhawatirkan menambah berbagai pembolehan-pembolehan yang semakin tidak terkontrol lagi. Dan pada sisi ini, alhamdulillah, julia mengajarkanku membaca ingredient yang ada di setiap makanan serta menunjukkan tempat-tempat yang menjual makanan-makanan halal di le creusot.

Lalu bagaimana batasan-batasan yang kuambil soal makanan ini? tentu, untuk makanan atau minuman; yang pertama ku screening adalah yang tingkat kehalalannya mencapai 0 persen (alias haram) seperti babi dan alkohol jelas tidak akan kusentuh. So, sebelum makanan (atau minuman) itu mendekati mulutku, aku selalu mencari bacaan komposisi makanan itu pada pembungkusnya, atau bertanya kepada siapa bisa kutanya. Jika dalam suatu situasi aku tidak berhasil mengetahui statusnya, ya aku tinggalkan saja. Memang berat, terutama pada pesta-pesta, melihat berbagai macam cara perancis dalam menyuguhkan makanan, betul2 membuat ngiler. Tapi itulah justru tantangan bagi sebuah keyakinan.

Khusus alkohol di sini banyak sekali variannya. Kalau cuma minuman dalam botol saja, tentu kita mudah mendeteksinya karena di botol sudah ada kadarnya mulai dari 5% dan seterusnya. Di sini, alkohol bisa ditemui pada saos, misalnya saos mcdonald, atau pada vinegrat atau pada berbagai bumbu cair untuk salad. Selain itu perlu juga diwaspadai ketika sakit untuk tidak lupa bilang pada dokter untuk memberi obat-obatan yang tidak mengandung alkohol. Pengalamanku, aku pernah diberi resep dokter gigi obat kumur antiseptik beralkohol. Walau pun tidak utk di telan, tentunya supaya aman mesti pilih yang tanpa alkohol.

Untuk makanan berbentuk daging segar, bagiku, jika lokasinya di supermarket tidak dipisahkan antara daging babi dan daging lainnya, sudah pasti tidak aku sentuh, soalnya mereka memotong menggunakan pisau yang sama. Lebih baik mencari tempat-tempat khusus menjual daging halal. Nah, Untuk sajian babi, kita harus lebih berhati-hati karena biasanya daging ini dicampur pada sayuran-sayuran dalam kaleng atau dalam plastik dalam tema-tema soup, oseng2 jamur atau jenis orak arik lainnya. Disinilah pentingnya membaca ingredient.

Bagaimana dengan makanan olahan daging, baik ayam atau sapi. Ya, Cari yang halal aja deh. Walau pun biasanya harganya sedikit lebih tinggi dari yang tidak ada tulisan halalnya. Prinsipnya, walau pun ini masih sering diperdebatkan, bahwa ada sebagian ulama yang membolehkan hewan2 yang disembelih tanpa menyebut nama Allah, asalkan tidak disebut nama2 lain selain Allah. Jadi proses penyembelihan yang umumnya dilakukan oleh mesin tanpa menyebut nama apa2 diperbolehkan. Namun ada sebagian ulama lainnya, ya lebih tegas menyatakan tidak boleh. Aku mengambil jalan tengah aja, selama masih bisa diusahakan yang memang ada label halalnya, lebih baik kita pilih itu aja deh. Atau, ya pilih ikan.

Paling tidak di sini aku makan poulet Roti (ayam panggang) seminggu sekali. Bagi pelajar kayak aku ini, kalau harus beli ayam utuh atau daging segar lalu mengolahnya sampai menjadi masakan tentu merepotkan. Untungnya di kota le creusot ini ada pasar arab setiap sabtu pagi. Nah, disinilah dijual ayam panggang halal. Tentunya inilah kesempatan makan enak yang tidak dilewatkan. Lalu biasanya sekalian di marche ini aku beli sayuran ketimun, salad, bawang, dan sebagainya, tak lupa juga beli buah-buahan seperti jeruk, melon, plum, apel dan lainnya tergantung mood.

Nah, sampai saat ini aku punya makanan daging favorit yang selalu kusediakan di kulkasku, yaitu burger halal (daging siap goreng yang bisa juga dicacah untuk jadi campuran sop, macaroni atau lainnya), lalu sosis besar halal (ada 3 pilihan rasa piquant – pedas, nature dan ayam – ini juga bisa jadi campuran oseng-oseng dengan sayuran), telur (ini sih makanan favorit dari kecil – bagus untuk sarapan atau kalo lagi buru2, bisa juga dimakan dengan roti tawar) dan merguez halal (bentuknya kayak sosis, biasanya suka di panggang kalo ada acara barbeque – ini juga praktis, tinggal goreng tanpa minyak, makan pake saos). Sekali-kali kalau ingin daging segar, aku membeli daging cincang saja, atau hati atau kalau jenisnya ayam, ya beli kumpulan sayap atau pahanya aja yang cukup praktis diolahnya.

Kesimpulanku, berhati-hati dalam makan itu tidak susah, kok. Makan bisa tetap enak, dan yang jelas harus menyehatkan dan tidak berlebihan. Terutama untuk menghadapi keadaan cuaca yang radikal ini. Makanan yang cukup adalah suatu yang mutlak dilakukan.

Bon appétit, mon ami.

Iklan

4 Tanggapan

  1. Di Indonesia pun kadang kita perlu mencek komposisi makanannya, pak…

    dan yang penting dan selalu saya cek setiap kali membeli barang kemasannya adalah…”tanggal kadaluarsanya” 😀

  2. Salam dari Malaysia.

    Alhamdulillah, walau dimana kita berada, usahakan menjadi hamba Allah yang taat. Makanan yang halal akan membentuk peribadi kita.

  3. mas, rotinya halal gak mas?
    Kan ada e471……….. diglesirides acid…

    • Sebetulnya supaya aman, semua jenis makanan yg kita ingin konsumsi, hrs dibaca dulu ingrediens-nya. Saya sih selalu menginstal program daftar e-code di telp mobile saya. Kalo ketemu e-code tertentu sy konfirmasi ke software tsb. Maka biasanya kalo belanja, saya jadi lama.

      soal e-471 itu statusnya itu tergantung, kalo tdk ada info tambahan, biasanya dibuat dari lemak hewani (babi atau sapi). Sudah pasti ngga akan saya ambil. Tapi beberapa jenis makanan ada penjelasan tambahan dibelakang kode tsb, misalnya : E471 (soya lecithin), nah yg seperti ini terbuat dari lemak nabati, berarti ini halal.

      begitulah..

      nb.
      program e-code bisa diunduh di : http://www.guidedways.com/mobile/halalguide/download_guide.php

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: