• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,015 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Tempat Menarik di Paris – Museum Luvre

Ini adalah salah satu museum terbesar di dunia. Bangunan dua lantai di atas tanah dan 2 lantai di bawah tanah ini, memiliki koleksi benda-benda peradaban manusia masa lalu. Sisa-sisa bangunan yang berhasil direkonstruksi, lukisan-lukisan dari tokoh2 seni dunia, hasil seni rupa pahatan dan perkakas logam, batu, kayu dan berbagai ornamen lainnya disajikan teratur dan menarik hati, sehingga banyak mendatangkan inspirasi bagi yang mendatanginya (salah satunya menghasilkan novel da vinci code).

Aku beserta kawan-kawan masuk dari arah menara Eiffel, sehingga harus menyebrangi sungai seines lewat jembatan kayu yang lebarnya sekitar 10 meter. kami makan siang dulu di bangku yang disediakan di tengah2 jembatan itu. Melihat kesibukan perahu-perahu wisata yang berlalu lalang di bawah kami dan keindahan cahaya matahari yang menimpa sungai. Yah, bersyukur aku karena pas kami semua di sini, cuaca lagi bagus.

Bangunan museum ini memanjang seperti huruf H yang bagian atasnya menyambung. Aku dan kawan2 masuk dari atas ‘huruf’ itu, dan langsung disuguhi kepungan bangunan kuno di sekitar kami, dengan air mancur simetris tepat di pertengahannya. Berjalan lebih jauh melewati garis tengah ‘huruf H’ kami langsung disuguhi 2 piramida kecil dari kaca di kiri dan kanan kami, lalu sebuah piramida besar di tengahnya, dan di tempat ini pun ada air mancurnya. Jika kita tarik garis lurus ke kiri dan ke kanan dari piramid besar itu, kita melihat paviliun Denon dan paviliun Richelieu. Lalu, kalau pandangan kita sapukan ke arah tempat kita masuk tadi di atasnya terdapat Paviliun Sully. Nah, rupanya piramid besar itu adalah pintu masuk utama ke museum Louvre.

Setelah tas dan badan kita diperiksa oleh security, kita baru bisa turun menggunakan tangga berjalan. Begitu sampai di LOWER GROUND FLOOR, di sebelah kiri dapat ditemui bagian penerangan tempat mengambil peta museum gratis dalam berbagai bahasa. Lalu di empat penjuru lantai ini ada tempat untuk membeli karcis masuk yang harganya 9 euro. Dan di sebelah kanan tangga berjalan tadi adalah pintu masuk Sully. Kita bisa memilih salah satu pintu masuk ke museum dari dua pintu lagi yaitu, pintu denon dan pintu Richelieu.

Di setiap pintu masuk dapat ditemui penyewaan gadget elektronik yang berisi penjelasan mengenai berbagai benda di museum. Gadget yang dilengkapi dengan layar seperti PDA dan headset ini amat membantu bagi yang ingin tahu secara detil sejarah dari benda2 museum itu, sayangnya tarifnya lumayan mahal, yaitu 6 euro. Sekali lagi di pintu masuk ini, screening dilakukan petugas keamanan bagi pengunjung yang membawa tas yang cukup besar, akan dipersilahkan menitipkannya di tempat penitipan. Kebetulan saat kami masuk lewat pintu denon, arsalan temanku dari pakistan ditahan untuk menitipkan tasnya ke penitipan.

Nah, ini sedikit tips aja buat sahabat semua, jika masuk membawa rombongan, perlulah disepakati mau seperti apa gaya kita mengunjungi museum ini, apakah sekedar lihat sekilas saja lalu berpindah ke tempat lainnya (ini kami sebut hit-and-run style) – merupakan gaya cepat sehingga jelajahnya dapat semakin luas. Atau mau gaya lihat yang benda2 yang terkenal saja, lalu bergaya di sana ambil foto sana sini (gaya pick-up and smile) – ini gaya berdasarkan peta jalan Louvre yang memberi tanda pada the famous place sehingga mudah dicapai oleh pengunjung, perlu waktu lebih banyak dan jelajah kurang begitu luas) atau terakhir mau bergaya pemerhati seni (gaya old-grandfa) yang ngeliatin lama suatu obyek dari berbagai sudut, setelah puas baru pindah ke tempat lainnya, sangat butuh waktu lama. Segera secara otomatis, rombongan kami terpecah 3 bagian, bushra dan naveed pilih hit and run, aku dan arsalan yang agak narsis soal foto langsung gabung dalam gaya yang kedua dan temanku adi yang pernah ke museum ini beberapa saat lalu milih yang ketiga aja, sambil berkata, “gue sekarang mencoba mau ngerti seni ah..

Waktu 3 jam yang kami miliki tentunya sangat tidak memadai bahkan dengan gaya pertama untuk menjelajahi louvre seluruhnya. Aku dan arsalan berpedoman peta louvre hanya mengunjungi koleksi2 yang terkenal yang ditulis dalam peta saja, pertama ground floor, kami mengunjungi bagian etruscan and roman antiquities melihat patung apollo, aphrodite (venus de milo) dan mengagumi lukisan langit2 dan ukiran2 romawi yang mewah berlapis emas. Lalu kemudian menuju bagian pharaonic egypt melihat berbagai sarcophagus, mumi dan berbagai seated statue mesir kuno. Dari sini menjelajah ke bagian mesapotamia dan antique Iran melihat peninggalan kebesaran kerajaan Persia, lalu turun ke Lower ground floor melihat medieval louvre yang disana terdapat miniatur kastil zaman itu, seakan2 kita berjalan di sampingnya.

Setelah itu, kami naik ke first floor melalui koridor Italian Printing dengan lukisannya yang besar-besar menuju ke lukisan Leonardo da vinci – Monalisa dan berhenti beberapa saat mencoba memahami kenapa lukisan ini begitu terkenal ya? (tapi aku tetap aja tidak bisa paham sayangnya…). Berhadapan dengan Monalisa ada lukisan cukup besar The Wedding Feast at Cana yang hampir memenuhi seluruh dinding. Dari sini kemudian kami ambil jalan memutar melewati bagian large format French Painting yang berisi lukisan2 superbesar, yang menghiasi dinding sampai langit2 louvre untuk menuju sisi Louvre lainnya. Sebagai informasi, pada lantai first floor ini hampir semua berisi lukisan2 kuno, begitu juga di second floor. Berhubung waktu yang sempit, aku dan arsalan tidak mendatangi bagian lukisan spanyol, belanda dan jerman.

Kemudian, di sisi lain Louvre, kami mengunjungi apartemen Napoleon III, wuah, mewah bener, serba lapis emas. Aku jadi ngeri, kalau manusia dimanjakan seperti ini, mungkin bisa keluar juga kesombongan ya?. Aku berlindung dari yang demikian, di tempat ini aku juga mengunjungi Eagle of Abbot Suger. Dari sini, terus masuk ke bagian middle age dan zaman renaisance melihat patung Gnome with a snail dan menemukan kompas zaman khalifah Islam tahun 1200-an. sangat detil, aku takjub zaman itu orang sudah bisa buat yang demikian kecil dan detilnya.

Di akhir waktu berkunjung kami, aku ingin melihat bagian Art the Islam, sayangnya begitu sampai di bagian ini sedang ada penyusunan kembali koleksi2 tersebut, sehingga ditutup untuk umum. Aku dan arsalan kemudian turun ke lower ground floor, melewati patung2 besar dewa2 mesopotamia dan keluar dari pintu Richelieu dan bertemu teman-teman lain yang sudah menunggu di pintu keluar louvre dekat piramdia terbalik.

Sambil duduk melepas lelah, aku dan arsalan mengecek berapa foto yang kami ambil selama di louvre ini, dan ternyata 300 shoot !!! hebat bener. Untung sekarang serba digital ya, kita bisa jepret kapan saja kita mau.

Begitulah perjalananku lagi, koleksi foto lengkap bisa dilihat di sini, dan tentu saja bisa juga dikomentari.

Iklan

4 Tanggapan

  1. wahh,mas q jadi pengen ke prancis neh,,hehe insya Allah

  2. eh mas,gmn b.prancis ny? apakah hrs fasih betul ? hehe umur q bru 16 tahn

  3. BESTNYA!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. untuk masuk museum luvre ini enaknya jam brapa???
    katanya antrianny panjang y???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: