• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,141 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Caravan dan Camping Car (Bagian 2 dari 2)

Liburan musim panas terutama di eropa ini biasanya akan dimanfaatkan oleh hampir setiap orang di sini untuk melepaskan segala aktivitas rutin pekerjaan sehari-hari dan mencari suasana baru ke tempat2 wisata yang ada. Banyak cara yang dapat dipilih untuk liburan, di antaranya adalah menggunakan caravan dan camping car. Pada tulisan lalu aku sudah menceritakan tentang caravan.

Nah, kini aku akan menceritakan tentang camping car. Semua ini sebetulnya berasal dari keingintahuanku pada teknologi ‘rumah berjalan’ yang mulai banyak memenuhi jalan2 di Perancis. Aku kemudian berusaha mencari beberapa model camping car yang saat ini sedang trend. Berikut ini adalah salah satunya (http://www.e-voyageur.com, 2008) :

Kemudian, aku juga mendapatkan anatomi camping car (autonomie d’un camping-car) yang ternyata agak sedikit berbeda dengan caravan. dapat anda saksikan di bawah ini (http://a.ccl.free.fr, 2008).

Ribet-nya urusan per-caravan-an serta per-camping car-an ini; membutuhkan suatu asosiasi yang mengurusi para pemilik ‘rumah berjalan’ ini. Salah satu asosiasinya di perancis ini adalah ACCL (Association Camping Car Liberté)

Fasilitas yang dimiliki caravan maupun camping car pun tidak kalah dengan rumah modern yang ada, selain fasilitas dasar seperti toilet dan sistem airnya, lalu sistem energi dan bahan bakar (gas, listrik), sistem pemanas ruangan atau pendingin, sistem cuisine atau dapur dan sistem keamanan. Menariknya, dalam beberapa tahun terakhir, fasilitas yang mulai ditambahkan adalah akses komunikasi internet melalui WIFI komunitas mereka yang tersebar di seantero eropa, yang memungkinkan mereka tetap terkoneksi dimana pun mereka berada juga satu paket dengan GPS systemnya sekalian.

Hebat ya? bener2 hobby yang mahal. Ini kayaknya bukan untuk kita orang indonesia. 🙂

(selesai)

Iklan

8 Tanggapan

  1. Kang, harga hotel di Indonesia masih murah. Di Bali aja, tepi pantai Sanur banyak hotel harga Rp. 50 rb/kamar tanpa AC, sedang pakai AC Rp. 150 rb. Ada juga di seberang by pass (agak jauh dr pantai) Rp. 500 rb-1 jt/bulan. Makan 1 piring nasi goreng seafood masih boleh Rp. 10 rb-15 rb.
    Laundry 100 rb/minggu kalo males ya bajunya dibuang aja beli yg baru masih murah. Jadi kenapa harus repot?
    Kalo di Perancis, aku bisa dapat apartement murah 350 Euros utk 2 minggu (di dalamnya sudah lengkap air/listrik/gas/kompor/TV/mesin cuci). Makan di Flunch paling banter habis 20-30Euros/makan. Coba beli Caravan bekas aja minim 9 000 Euros. Ngak cucuk sama repotnya.

    TuanSUFI : Satuju… sebetulnya aku juga masih ngga paham kenapa ada orang mau ngabisin uangnya sekaligus ngerepotin dirinya sendiri dengan semuanya itu.

    liburan kan harusnya nyantai…

    • Gimana ya jelasinnya, di hotel itu ga menarik menurut saya. Ini lebih ke travel dengan kendaraan kita sendiri, tinggal di caravan kita sendiri. Kalo tinggal di hotel memang ga ribet dan juga murah, lalu apa tantangannya? Beginilah cara fikir yang cuma itu itu saja. Ga tertarik dengan hal hal baru. Toh punya caravan juga gaakan merugikan karena dipakai sendiri?

  2. Iya kaya aku liburan kali ini di rumah , baca dan baca buku 🙂

    betul akh landy, salah satu mengisi liburan yang asyik, ya baca buku.

  3. Kang, harga hotel di Indonesia masih murah. Di Bali aja, tepi pantai Sanur banyak hotel harga Rp. 50 rb/kamar tanpa AC, sedang pakai AC Rp. 150 rb. Ada juga di seberang by pass (agak jauh dr pantai) Rp. 500 rb-1 jt/bulan. Makan 1 piring nasi goreng seafood masih boleh Rp. 10 rb-15 rb.
    Laundry 100 rb/minggu kalo males ya bajunya dibuang aja beli yg baru masih murah. Jadi kenapa harus repot?
    Kalo di Perancis, aku bisa dapat apartement murah 350 Euros utk 2 minggu (di dalamnya sudah lengkap air/listrik/gas/kompor/TV/mesin cuci). Makan di Flunch paling banter habis 20-30Euros/makan. Coba beli Caravan bekas aja minim 9 000 Euros. Ngak cucuk sama repotnya.

    TuanSUFI : Satuju… sebetulnya aku juga masih ngga paham kenapa ada orang mau ngabisin uangnya sekaligus ngerepotin dirinya sendiri dengan semuanya itu.

    liburan kan harusnya nyantai…

    betul akh landy, salah satu mengisi liburan yang asyik, ya baca buku.

    ****************

    Ada kenikmatan lain yang jalan jalan dengan caravan, seperti anda yang nikmat tidur di hotel, atau anda yg menikmati liburan dengan membaca buku.
    ndak bisa disamakan dong. kalau semua orang di dunia ini hobinya sama semua, luarbiasa membosankan

  4. Saya tinggal di Pontianak, Borneo Barat. era 1970-an kapal rumah (orang menyebutnya BANDONG) alat transportasi utama masyarakat pedalaman hulu sungai kapuas ke ibukota propinsi (pontianak). dari ukuran dan fungsi Bandong tidak ada bedanya dengan rumah. Tahun 2001 saya membawa 4 orang turis jerman dan austria kepedalaman, dengan menyewa Bandong selama 1 bulan. Saat itu Transportasi darat dan udara sudah lancar, Bandong sudah kalah populer dibanding Truck dan bis, kecuali di daerah daerah anak sungai yang belum ada jalan darat. Tapi para turis ini berkeras ingin naik Bandong, tidak mau naik bis atau pesawat. Padahal naik pesawat jauh lebih murah dan cepat dibanding Bandong yang menghabiskan ber-drum drum solar selama perjalanan. Seperti yang tuan Sufi bilang : Tapi mungkin saja ada yang lebih berharga yang mereka rasakan, bukan dari sisi ekonomis.

  5. mau gabung ah

  6. tapi lebih enak kali yeyeyyeye

  7. Yupz…!!! ada kepuasan sendiri-sendiri…!!! bukan berarti sekedar untuk menghabiskan uang… tapi untuk menikmati suasana dan cerita/pengalaman2nya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: