• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,936 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Caravane dan Camping car (Bagian 1 dari 2)

Sepanjang perjalanan, tidak hanya di jalan dalam kota, bahkan di auto route (jalan tol) yang kulewati saat liburan ke dijon aku memperhatikan banyak mobil yang menarik caravan berseliweran. Sahabatku Julia bahkan berusaha menghitungnya setiap mobil yang kami tumpangi melewati (atau dilewati) -nya. Rupanya saat musim semi ini, banyak orang yang merantau dengan mobil yang bisa sekaligus membawa ‘rumah’-nya untuk mengunjungi tempat-tempat yang disinari hangatnya mentari.

Berulang kali juga sahabatku julia mengemukakan keheranannya apa enaknya bertualang dengan mobil seperti itu. Dari sisi ekonomis sudah jelas sangat membutuhkan dana yang tidak sedikit ; mulai dari beli caravan yang harganya diatas 50 ribu euro sampai ratusan ribu euro, lalu tidak semua tempat bisa diparkiri oleh mobil jenis ini, dan jika ada pun biaya parkirnya bisa puluhan euro per malam. Ditambah lagi harus membeli gas untuk kompor dan pemanas, lalu mengisi air untuk toilet dan harus pula mengelola kotoran dari WC. Belum lagi menyiapkan generator listrik ekstra yang perlu diisi bahan bakar atau di-recharge.

Yah, betul juga sih, jika dibandingkan dengan bertualang menggunakan sarana transportasi massal seperti kereta api atau bus dan tinggal di hotel (atau hostel) yang cukup murah per malamnya, sudah termasuk makan pagi, tanpa harus masak dan mencuci piringnya. Tapi mungkin saja ada yang lebih berharga yang mereka rasakan, bukan dari sisi ekonomis. Petualang karavan ini kalau kuperhatikan rata-rata termasuk orang-orang yang sudah berumur. Orang2 yang sudah menabung sepanjang hidupnya, lalu masa tuanya diisi dengan bertualang, masak sendiri, nyuci sendiri, mengisi hari-harinya, enjoy the life.

Aku sendiri melihat, mungkin itulah ujung dari materialisme yang melanda sebagian besar dunia ini. Kecenderungan mengumpulkan materi untuk hidupnya, lalu saat itu tercapai, ada kejenuhan yang melanda, sehingga materi dihabiskan untuk sesuatu kepuasan yang sulit dipahami oleh dirinya sendiri atau pun oleh kita yang melihatnya. Ada ketidakseimbangan dimana ‘berbagi’ menjadi sesuatu yang terlupakan.

Kembali lagi ke ceritaku, bertualang menggunakan caravan sudah beratus2 tahun dilakukan. Awalnya caravan ditarik oleh kuda seperti ini gambar disamping ini.
Lalu seiring dengan perkembangan zaman, caravan atau caravane dalam bahasa perancis ditarik oleh mobil. Lalu efisiensi teknologi pun kemudian menghasilkan mobil yang dikenal dengan istilah camping car. Bedanya dengan caravan, pada camping car, ‘rumah’nya sudah menjadi satu dengan mobilnya.

Aku kemudian mencari contoh model caravan yang ada di web, dan aku mendapati bahwa secara umum, anatomi caravan terbagi dua, yaitu ukuran besar dan ukuran standar. Yang membedakannya adalah luas tempat dan furniture yang dapat disusun di dalamnya. Berikut ini adalah contohnya (http://www.campingclairdelune.fr, 2008) :

Beberapa jenis anatomi caravan dapat juga sahabat lihat langsung ke situs King Camper : edisi perancis dan edisi english. Nah, selain itu kalau sahabat tertarik melihat-lihat harga (atau justru pengen beli… wow!) caravan ? Aku juga menemukan salah satu situs penjual caravan di web yang bernama France-caravanes.  silahkan sahabat browse ke sana.

(Bersambung…)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: