• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,315 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Orang-orang Unik yang kutemui – Monsieur T

Kini saatnya aku berkisah tentang orang2 unik yang kutemui di Perancis ini. Namun sebelum aku berbicara lebih lanjut, yang kumaksudkan orang-orang unik disini adalah orang-orang yang memiliki ciri khas yang tidak hanya ‘aneh’ dari pandangan mataku semata, tetapi juga telah kukonfirmasikan dengan beberapa kawan lainnya yang berbeda bangsa, baik dari pakistan, india, madagaskar, bahkan orang perancis sendiri. Penilaian subyektif ini tidak dimaksudkan sama sekali untuk hal-hal negatif apalagi untuk menghina, tetapi sebagai sarana belajar memahami kenapa mereka seperti itu.

yang pertama adalah seorang yang sebut saja si T, pemuda perancis tulen. Tubuhnya tinggi besar, berewokan dan gondrong tidak rapi. Kalau anda semua melihat pertama kali, pasti akan segera berhati-hari kepadanya. Setiap gerakannya pasti menimbulkan suara keras, membanting pintu adalah salah satu kebiasaannya. Namun dia punya kebiasaan baik, yaitu bawa croissant untuk dimakan sama-sama sebelum aktivitas di lab dimulai.

Pernah dalam suatu tour, si T ini naik bersama dalam bis dengan kawan-kawan dari master VIBOT, keunikannya dimulai dari cara masuk bis yang gaduh lalu duduk diam selama perjalanan. Saat seorang menyapanya, dia hanya menengok, memandang tajam, lalu mengembalikan wajahnya ke arah lain dan meneruskan pikirannya sendiri. Dia ngga peduli, orang yang menegurnya itu jadi salah tingkah dan bersungut-sungut di-cuek-in.

Pernah di depanku dia meledek salah seorang kawanku soal SARA. Betapa kawan Algeria ku itu mencak-mencak karena keyakinannya di main-mainkan oleh si T. Lalu temanku yang lain dari Maroko pun ikut marah, tapi langsung menghindar dan tidak mau meladeni. Aku pun yang ada disitu pun mulai memanas dan ikut-ikut menyerang si T dengan hati-hati, soalnya saat kejadian itu aku baru beberapa hari bergabung dalam komunitas itu.

Nah, kemudian pada suatu kesempatan aku melontarkan candaan yang sedikit ‘menyerangnya’. Karena kuanggap dia suka menyerang orang lain, maka sekali-kali kuserang aja dia dengan candaan. Seperti biasa, namanya juga dosen (maaf ini bukan kesombongan ya..), ucapanku yang tak terbantahkan membuat dia terdiam ngga bisa menghindar. si T ini langsung pergi ngeloyor sambil banting pintu. marah rupanya dia.

Sehari setelah itu, kawanku dari madagaskar bilang kepadaku, bahwa si T ini tersinggung dengan candaanku, lalu aku bilang, loh, dia suka menyerang orang lain dengan semena2 tetapi baru diserang sedikit aja sudah ngambek, it is not fair

Lalu kemudian berceritalah dia mengapa si T itu seperti itu. Ternyata sejak kecil si T ini hidup sebatangkara. Kehilangan terbesarnya adalah ketika ibunya wafat. Lalu kemudian si T ini tumbuh dalam kesendirian yang entah bagaimana prosesnya, membuatnya menjadi orang yang anti sosial. Dia jadi merasa cukup untuk sendiri tanpa mau berkaca dari orang lain. Pantaslah kemudian setiap tindakannya jadi individualis. Dalam satu perbincangan dengannya lagi, dia ini mengisi hari-harinya di lab, lalu saat week end hanya menghibur dirinya dengan TV dan video game. Subhanallah.. hatinya jadi keras dan tidak peka sekeliling.

Semenjak itu, aku jadi simpati padanya. Si T ini justru seorang yang perlu diperhatikan. Walau pun mungkin dia sendiri akan mengingkarinya. Tapi kita lihat saja dalam beberapa tahun ke depan bersamanya, mudah-mudahan sedikit banyak dapat kucairkan hatinya.

Berkaca dari tulisanku ini, aku jadi ingat kejadian di tanah air yang lagi ramai ‘keras lawan keras’. Mudah-mudahan buruk rupa tidak membuat cermin dibelah…

3 Tanggapan

  1. Kang orang aneh mah banyak di mana-mana ndak di Perancis ndak di Endonesia. Kalo mo milah-milah satu-satu perkepala pasti dapet sedabreg! hehehehe…. Harap sabar aja…

    TuanSUFI : iya, ini supaya ikut2an keliatan seru aja. Soalnya di tanah air kan seru banget dalam menghadapi perbedaan.

  2. kalo gitu bisa bahasa prancis dunk ? 🙂
    visit this : aimedieu.wordpress.com

    TuanSUFI : Baru belajar, Mbak. Salam kenal dan terima kasih sudah mampir. Langsung meluncur ke sana, nih.

  3. bos,
    temen gw ada yang mutung balik kucing dari prancis
    katanya disana mayoritas rasialis ya ?
    wakakakaka…
    sorry atas pertanyaan generalisasi ini…

    thx udah sharing 😀
    pengen ke sana, tapi masih nunggu abidin (atas biaya dinas)
    wakakakka…. maklum swasta

    wassalam

    TuanSUFI : mereka itu ngga mayoritas, seperti juga di banyak negara eropa lainnya, ada komunitas2 tertentu yang rasialis bgt terhadap kita kulit berwarna, atau terhadap agama2 tertentu. Mungkin pas temennya dadan ke perancis pas datang ke wilayah yang ditinggali sama org2 ‘kebangetan‘ itu. Pengalamanku disini, kalo ketemu mereka2 ini langsung hindari aja daripada capek hati. Tapi kebanyakan org perancis yang kutemui biasanya hangat dan ramah kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: