• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 349,807 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kabur ke Paris ah…

Bagian 1 : Transportasi menuju dan di wilayah Paris

Rencana di buat sekitar lima hari yang lalu, walaupun kemudian sempat pundung sakit rindu, namun begitu ketok palu sepakat dengan kawan-kawan master VIBOT dari Pakistan, Naveed, Arsalan dan Bushra serta Adi dari bekasi, aku langsung saja booking tiket kereta TGV ke paris untuk berangkat, lalu sekalian kereta Corail dan TER untuk pulang. Kenapa sampai booking 3 jenis kereta ? bukan karena TGV mahal, tapi saat pulang ke le creusot nanti ingin ambil jalur melalui Nevers, dan bagusnya kereta dari Nevers ini akan berhenti di stasiun le creusot Ville, yang jaraknya tidak jauh dengan apartemenku dibandingkan stasiun le creusot TGV. Setelah tiket sudah di tangan, malam harinya, aku langsung booking hostel via internet, Aloha Hostel, 23 euro murah meriah dan dekat dari menara eiffel.

Singkatnya sabtu pagi, pukul 8.48 seperti biasanya TGV selalu ontime. 20 menit sebelumnya, aku sudah sampai di stasiun dan melihat beberapa TGV lain tujuan berseliweran dengan kecepatan tinggi. Di Perancis ini kereta ngga khawatir nabrak kendaraan apalagi manusia. Kuperhatikan sepanjang perjalanan yang kulakukan menggunakan kereta di wilayah perancis ini, tidak ada jalur kereta yang berpotongan dengan jalan raya, bahkan jalan kampung sekalipun. setiap terjadi persimpangan, dibuat jembatan layang bagi kendaraan lain. Dan lagi, jalur kereta di sini steril dari rumah-rumah, apalagi gubuk2 seperti di Manggarai, Indonesia. Mungkin kalo ada pun, ngga akan tahan lama karena rontok kena aliran udara TGV yang kecepatannya mencapai 200-300 km / jam. Oh ya hampir lupa, setiap tiket kereta, baik itu TGV atau yang lainnya, sebelum naik kereta harus di validasi dulu di mesin kuning yang ada di pintu menuju peron. Ini wajib hukumnya, kalau tidak kita akan kena denda yang cukup tinggi saat dikontrol di kereta.

Jarak 300 km le creusot – paris ditempuh dalam 1 jam. Setelah berhenti di Gare de lyon, aku dan kedua temanku ke bagian penerangan minta peta paris yang ada jadwal metro dan busnya. Setelah berembuk membaca peta, kami kemudian menuju stasiun metro yang berada di bawah tanah stasiun gare de lyon. Yang penting di sini, kita harus sudah mengetahui kemana kita akan pergi (dengan membaca peta), lalu tandai stasiun metro terdekat dengan lokasi tujuan, dan pilih nomor metro yang tepat. Kita tinggal mengikuti petunjuk arah yang ada di lorong menuju stasiun metro untuk mengantarkan kita ke jalur yang tepat. Dan satu lagi yang terpenting, jangan lupa beli tiket metro. Anda bisa beli di loket, atau lewat mesin tiket. pembayaran bisa dilakukan menggunakan kartu bank anda yang ada visanya atau di perancis ini ada kartu spesifik bank untuk pembayaran yang namanya carte de bleu. Tiket bisa dibeli satuan, atau beli paket 10 tiket sekaligus. Yang jelas, satu tiket bisa kita pergunakan untuk berjalan-jalan kemana saja asal kita tidak keluar dari stasiun metro, karena tiket metro ini dipergunakan untuk membuka pintu masuk stasiun metro.

Nah, jika sudah berada di dalam metro, yang perlu diwaspadai adalah copet. Metro seperti juga KRL Jabotabek, pada jam-jam tertentu sangat padat penumpang. Dan copet di metro paris ini adalah fenomena yang sudah terkenal di dunia. Intinya, jangan meletakkan dokumen2 penting apalagi dompet dalam jaket.
Satu nasehat lagi,jangan ngelamun di metro, soalnya metro adalah kereta bawah tanah yang cukup cepat pula, kita harus selalu ngeh sudah sampai stasiun mana, biasanya sih setiap mau masuk stasiun ada pengeras suara yang memberitahukan stasiun apa, tapi kalau situasi sedang padat, kadang kita tidak mendengarnya.

Nah, di atas tanah kita juga bisa memilih transportasi bis. Dijamin nyaman, dan tidak terganggu macet, karena bis punya jalur sendiri. Anda bisa beli tiket bis paket 10 di Tabac (toko kecil yg menjual berbagai macam keperluan, termasuk barang2 cetakan seperti koran, majalah dan tiket). Atau bisa pula langsung beli ke supir ketika naik bis. Setiap tiket harus di validasi di mesin yang disediakan, dan berlaku 1 jam. Jadi, kalau kita pindah bis, kita tidak perlu beli lagi, asal masih di bawah satu jam.

Di Paris ini ada kekhususan. Wisata jalan kaki cukup enak, jika kita masih usia produktif dan ini tentu gratis. Selain itu di setiap pinggir jalan yang cukup ramai, ada sepeda yang bisa kita pakai untuk wisata sepeda (namun harus membayar), lalu kita bisa melaju di jalur khusus sepeda di kota paris. Kemudian ada satu lagi yang bisa anda sewa kalau bersepeda masih dirasa cukup berat, yaitu segway. kita cukup berdiri di atas roda dan digerakkan oleh motor. Ini juga harus bayar dan biasanya dikoordinasikan dengan travel.
Oh ya, hampir terlupa, kalau anda termasuk yang punya kelebihan uang, anda juga bisa naik taksi berkeliling paris. Tapi untuk student, tidak dianjurkan.

Khusus untuk wisata, paris juga menyediakan bis tingkat yang bagian atasnya terbuka. Selain itu, di sungai yang membelah paris, juga terdapat perahu wisata yang bisa dinaiki dengan membayar sekitar 15 euro. Mau pilih yang lebih ekslusif lagi, ada perahu wisata yang berfungsi sebagai restauran terapung.

(bersambung)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: