• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,667 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Mau barang bekas berkualitas ?

Setelah hampir dua bulan aku di perancis, akhirnya aku berkesempatan melihat pasar Brokant (baca brokong), yaitu acara di mana suatu komunitas keluarga di perancis mengorganisir warganya untuk ‘cuci gudang’ barang2 yang sudah tidak terpakai, untuk dijual di suatu tempat yang ditentukan.

Barang-barangnya amat beraneka ragam, mereka kebanyakan tidak merapikan barangnya sama sekali, bahkan banyak juga yang tidak membersihkannya lagi. Semua dijual sebagaimana adanya. Dan pada masing2 barang dikasih stiker kecil2 yang bertuliskan harganya. Semua barang kebutuhan rumah tangga, mainan anak-anak, kereta dorong bayi, souvenir untuk hiasan-hiasan meja, lemari, hiasan dinding, dari kayu, dari besi, dari plastik, sepeda, sekrup, sampai bahkan bemper mobil juga ada.

Tertarik ? ya tinggal tanya, Combien ca coute (berapa harganya)?

Aku memperhatikan satu demi satu, barang2 itu keadaannya masih bagus, dan kalau beli baru harganya muahal banget (ini standarnya orang indonesia ya…). Misalnya TV 14″ aja dijual 20 euro, sepeda mulai 40 euro dan banyak lagi yang lainnya. Tapi ternyata juga bukan hanya keluarga-keluarga yang ikut brokant ini, tapi juga pedagang collection profesional. Mereka kerjaannya memang mencari hiasan2 besi atau kayu yang antik, meubel atau sendok2 perak yang usianya tua. Mereka ini juga buka stand, dan gilanya hebatnya banyak juga ya yang suka barang-barang yang seperti itu dan rela merogoh euronya dalam-dalam.

Nah, ada juga pedagang collection yang murah meriah. Aku aja sampai terhenyak, soalnya kalau koleksi perangko mungkin sudah biasa di negeri tercinta, dan perangko adalah salah satu koleksi yang memiliki prestise sendiri. Begitu juga koleksi uang logam atau uang2 tua, yang kalo mau kita korek2 disitu bisa nemuin uang jigo duapuluh lima perak dan uang cepean seratus perak kertas serta gopek limaratusan yang gambarnya orangutan. Nah yang kulihat ini adalah koleksi AMPLOP ???

Nggak kuat, pengen ketawa. Jadi, kalau anda punya banyak surat dari istri atau dari siapa aja, amplopnya jangan dibuang. Kumpulin aja sampai sebanyak-banyaknya, lalu begitu ada brokant lagi, ya dijual deh. Harganya lumayan, 0,5 euro per amplop. gileee…

Lalu kemudian, di salah satu tempat lain lagi, aku menemukan orang yang menjual mainan mobilan kecil2 beraneka ragam. (Aku jadi teringat sama zaidan, jagoanku di bogor. Dia pasti suka banget aku beliin mobil2 itu…. mendadak terharu). Tapi aku juga kagum malah heran, kalau kebiasaan kita di indonesia, mainan-mainan seperti itu paling tidak ada diwariskan dari kakak kepada adiknya, atau kepada keponakannya, atau bahkan diberikan aja ke tetangga terdekat. Di sini, semua itu larinya ke brokant, ya dijual dan harganya, lumayan.

Setelah dari brokant, aku kemudian di ajak julia, zooran bersama bapaknya juga ke toko besar yang khusus menjual barang second TROC LA CAVERNE. Kebanyakan yang dijual adalah meubel peralatan rumah tangga seperti tempat tidur, meja, kursi, hiasan dinding. Dan aku banyak menemukan kerajinan dari bali, yogya, NTT dan sebagainya. Meubel2 dengan ukiran2 yang aku sangat kenal sebagai made in indonesia. Dan yang mengejutkan lagi, di paling depan toko dipajanglah kendaraan roda tiga yang sudah lenyap dari jakarta, yaitu becak ! Sambil terkagum2 aku ngintip harganya, Wuahh 2000 euro !!! (@#… shock). Kata bapak yang kebetulan ada di sana, di sebuah kota di perancis (saya lupa namanya), becak jadi wisata keliling, yang kalau kita mau muter2 (di sini paling cuma beberapa puluh meter saja) naik becak, minimal bayar sekitar 10 euro (140ribu)! lumayan juga buat sampingan. 10 euro cukup buat makan canar (bebek) goreng.

Rupanya, banyak hal yang terlewat oleh kita, ya. Sesuatu yang sepertinya tidak ada harganya bagi kita, justru sangat berharga bagi orang lain, yang tidak kita sangka sama sekali. Kita melihat orang eropa kan kayaknya hebat dan wah, tapi ternyata mereka juga rajin berburu barang bekas. Mobil2 mereka mewah, tapi ngorek2 barang2 di brokant juga.

Sungguh pengalaman yang menarik bagiku. Apalagi sempat berpose dengan mobil tua 1964 seperti di samping ini.

Mau lihat gambar detil mobilnya, klik aja ini, ini dan ini.

Iklan

5 Tanggapan

  1. Waduh seru juga ya pengalamannya asik banget, kapan ya aku bisa ke sana?

    Mudah2an, kelak ada kesempatan untuk menikmati bumi Allah dari sisi yang lain.

  2. asli ngiler

    saya juga berharap berkesempatan menikmati bumi Allah sebelum jatah waktu saya habis
    amiin

  3. wakakakakaka……………..

    becak+harganya lupa diphoto…..

  4. waduh pas banget sih,…aku lagi nyari inspirasi buat bisnis aku yang baru, doain ya, bulan juli aku mau bikin pasar barang bekas tapi di ruangan mall,…dahsyat kan ?

    ancer ancer di daerah kopo sayati,..ditunggu kunjungannya

    TuanSUFI : Wahh, bagus tuh mas. Mudah2an bisnisnya bisa lancar, senang bisa memberi inspirasi.

  5. salam kenal, ceritanya menarik sekali kang.
    Memang iya justru banyak di negara-negara maju justru barang-barang bekas banyak yg cari.Tapi kalo kebanyakan masyarakat di indonesia pada gengsi untuk beli barang bekas.Itulah makanya negara kita sering disebut masyarakatnya konsumtif karena sering membeli sesuatu berdasarkan keinginan bukan kebutuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: