• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 336,936 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ayo memilih Makanan (halal) di Perancis

Nah, ini adalah bagian sangat penting dalam hidup. Fisik kita membutuhkan energi dari makanan yang kalau dalam ajaran agama Islam, tidak hanya toyyib (baik, atau sesuai dengan yang dibutuhkan) tapi yang pertama adalah Halal (mengkonsumsi yang diperintahkan atau tidak mengkonsumsi yang diharamkan).

Di Perancis ini, banyak sekali jenis makanan. Paling tidak dibagi dalam 3 kategori, makanan pembuka (apériti), makanan utama dan makanan penutup. Makanan pembuka biasanya kue-kue kering, roti (croissant dan berbagai jenis roti lainnya) kerupuk atau keripik atau biasanya juga disuguhi gorengan-gorengan, daging dipotong kecil2 (bisa daging ayam, sapi atau bahkan daging babi) dan minuman beralkohol atau jus buah. Nah, di bagian suguhan pembuka inilah yang paling banyak memakan waktu. Rupanya untuk urusan ngobrol, org perancis termasuk jagonya. Untuk membahas satu topik saja terkadang mereka berebutan berbicara dan yang paling unik adalah masing2 orang punya gaya tersendiri yang tercermin dalam gerak-gerik tubuhnya ataupun accessoris yang dipakainya. Sebagai gambaran, jika suatu undangan makan dimulai pukul 19, maka makanan utama akan baru disuguhkan sekitar pukul 21.

Kemudian makanan utama, isinya bisa bermacam-macam juga, ini tergantung dengan tema undangan perjamuan yang diberikan. Yang jelas tidak ada nasi, paling-paling cuma ada kentang yang agak similiar dengan ‘makanan wajib’ wong ndeso ini. Dan makanan penutup –nya juga banyak, aku aja belum tahu semua namanya. Yang sudah kuketahui cuma beberapa saja seperti fromage (keju), muuse, yoghurt dan lain-lain.

Nah, sekarang soal kehalalan. Di Le creusot ini ada beberapa tempat yang menjual makanan halal, misalnya di la martin di wilayah Montchanin Torci, di ED (rue jean garnier) dan pasar kaget setiap sabtu pagi di rue marcel Sembat. Rupanya di Perancis ini, yang namanya halal adalah bisnis besar. Makanan dengan label halal ini, harganya lebih tinggi dari makanan tanpa label halal. Untuk daging, setelah aku tanya, semuanya melalui pemotongan leher, Tidak seperti di negara timur yang kadang2 hewan itu tidak dipotong dalam mengolahnya. Problemnya adalah tentu saat dipotong tidak disebut nama Allah. Menurut pendapat sebagian orang, kalaupun kita terpaksa memakannya, maka sebutlah nama Allah dahulu. Namun, untuk lebih amannya sebaiknya pilih daging yang ada label halalnya.

Sekarang soal minuman beralkohol. Di Perancis ini, setiap perjamuan hampir pasti akan disuguhi minuman beralkohol. Dalam ajaran Islam kita diperintahkan untuk segera menghindari perjamuan yang seperti ini. Aku sendiri mengalami bahwa sangat sulit sekali menghindari ini, terutama pada musim dingin sekarang ini. Untuk perjamuan2 yang tidak bisa dihindari, aku hanya memilih tempat yang agak menjauh atau terlindung, dan tentu hanya meminta jus.

Yang jelas, untuk urusan ini, AKU AKAN selalu bertanya atau menyatakan 2 kalimat yang sudah aku hafal sejak sebelum aku berangkat ke Perancis dulu setiap ada yang menawari makan atau minum, je ne boire pas d’alcool dan je ne manger pas d’porc. Semoga aku tetap dapat menjaga kehalalan apa-apa yang masuk ke dalam perutku ini…

Iklan

Satu Tanggapan

  1. Semoga tetap istiqomah dalam usaha mencari makanan yang halal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: