• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,199 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Menuju Le Creusot

Menjelang pagi hari kedua di Perancis, aku terbangun beberapa kali, mulai pukul 3:30 seperti kebiasaan di indonesia, lalu pukul 4:30, lalu 6:30. Ternyata di sini, ketiga waktu tersebut masih belum terbit matahari.  Setelah sholat shubuh lalu masak indomie pake microwave, aku menyeduh energen & teh manis untuk melengkapi petit de jeuner perdanaku di Perancis, nikmat dalam kesendirian.

Sekitar jam 8 pagi, aku sudah siap. kamar sudah dibersihkan, alat-alat makan sudah kembali sedia kala, koper sudah dipacking kembali. Mobil kedutaan sudah ada di depan rue Contambert, aku dapat kesempatan diantar ke gare de lyon bersama seorang mahasiswa yang akan berangkat ke Havana.

Stasiun Gare de Lyon

Inilah stasiun internasional. Karcis kalau mau murah, ya reservasi sebelumnya, namun kalau pun mau beli di stasiun, tidak ada masalah. jalurnya ada sekitar 20an, kalau ngga salah jalur A-J lalu 1-12. Keretanya pun kereta super cepat, TGV 300km / jam  dan beberapa jenis  kereta lainnya. Begitu masuk kita harus melihat papan pengumuman dimana kereta kita berada, dan sebelum masuk kereta, karcis harus di validasi di sebuah alat elektronik berwarna kuning. Mau cari troli juga ada, sediakan uang 1 euro logam untuk buka kunci troli, dan setelah dipakai, cabut lagi uangnya setelah mengunci troli kembali di tempatnya. Di perancis ini ngga ada kuli angkut seperti di stasiun beos Jakarta, semuanya harus kita lakukan sendiri. Aku yang bawa koper besar 30 kg, terpaksa berlari2 ke jalur TGV menuju le creusot sampai tanganku rasanya kaku banget.

Setelah melihat voiture 6 (gerbong 6) tempat aku reservasi, kubawa koperku ke tempat penyimpanan koper di depan pintu. karena ternyata aku di kelas 2, maka tempat dudukku ada di lantai 2, dan tempat koperku pun di atas, ngangkat lagi deh. baru setelah itu duduk enak kelelahan sambil menikmati pemandangan perancis yang mulai memutih karena salju.

Sekitar 1 jam 10 menit perjalanan, sampailah aku di le creusot.  kereta ini betul-betul ontime. saking cepatnya, kalau berpapasan dengan kereta arah sebaliknya terasa goncangannya sangat keras. dan bila masuk terowongan, terasa tidak enak di telinga seperti saat kita berada di pesawat. Begitu turun, ternyata sahabat baik yang selama ini baru kenal di internet Julia bersama teman lelakinya Zooran sudah menjemput. Suhu udara sepertinya lebih dingin dari Paris, dan bersama mobilnya, kami memasuki le creusot.

Iklan

3 Tanggapan

  1. Assalamu’alaikum
    Selamat berjuang saudaraku. Berat memang perjuangan dirantau: keluarga yang selalu menanti, komunitas yang selalu menggoda, budaya yang berbeda, semoga tidk menjadi penghalang untuk terus menunjukkan eksistensi diri sebagai seorang muslim. Saudaramu disini selalu berdoa semoga Dikau tetap istiqomah di jalan-Nya, dan kembangkan sayap MSKN di negeri petit de jeuner (???).
    Wassalam

  2. petit de jeunner = sarapan 🙂

  3. Ass.
    Aku mau tau donk gmn rasanya tinggal di perancis ? Oia, ada gak ya link yg bisa mendanai utk liputan ke perancis… coz kalau dan sendiri, kynya gede bgt deh…makasi…
    wass

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: