• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 359,806 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Kedatangan di Perancis

Skedul penerbangan Ettihad yang kugunakan benar-benar tepat waktu. Setelah 8 jam di udara, pesawat mendarat di Abudabi. Di sana penumpang yang akan tranfer penerbangan di arahkan oleh petugas dari ettihad untuk mengambil kupon makan malam. Waktu setempat jam 21, sama dengan jam 00:00 waktu Indonesia, membuat aku tidak nafsu makan sama sekali.  Akhirnya tersungkurlah aku dalam sholatku dan berdoa panjang. Sesuatu takdir yang besar maknanya bagi aku & keluargaku telah datang, sebagai seorang hamba Allah, maka harus segera kugantungkan segalanya kepada sang  pengatur matahari, lalu bertekad berikhtiar mengisi takdir itu dengan sebaik-baiknya yang bisa kulakukan. Doa inilah awalnya, yang segera saja memberatkan kantung air mataku saat kuingat orang-orang luar biasa yang harus kutinggalkan untuk sementara waktu.

yah…, 5 jam menunggu untuk penerbangan transfer jadi terasa singkat sekali. Pesawat menuju paris yang kunaiki, sudah sangat  berbeda nuansanya, karena wajah asia rasanya cuma aku seorang di sana. 7 jam perjalanan lagi kulalui, semua penumpang tertidur, aku pun berusaha tidur saat kulihat jam indonesiaku sudah menunjukkan pukul 8 pagi, agar dapat mengurangi jet lag ku nantinya. Saat terbangun pesawat sudah siap mendarat di Charles de Gaulle, Paris. Perasaanku mendadak campur aduk kembali. Ketidakpastian, serta berbagai hal yang sudah jauh sekali dari comfort zone kehidupanku selama ini semakin menjadi kenyataan. Lebih-lebih ketika udara dingin menusuk tulang menyambar tubuhku saat keluar pesawat menuju airport. Namun, semuanya sebetulnya tidak beralasan sama sekali. Pemeriksaan imigrasi bahkan tidak ada pertanyaan sedikit pun, dqn baggage claim; cuma tinggal ambil saja dan pergi, tanpa ada yang memeriksa lagi. Dan sampai di luar, sekitar 20 menit kemudian, sudah ada jemputan dari kedutaan.

Akhirnya, tibalah aku di Paris. tinggal sementara di sebuah plat kecil untuk satu hari, merampungkan beberapa administrasi kedatangan dan pemberian surat garansi Beasiswa. Pada hari yang sama juga aku berkeliling membeli tiket kereta cepat TGV, lalu mencari mobile phone dan makan siang, sambil melihat-lihat kota paris. Suhu Paris rasanya masih dalam toleransiku, seperti di puncak cisarua, mungkin sekitar 2-7 celcius. Ada nasehat penting dari staf kedutaan, bagi pelajar-pelajar yang hendak ke Paris, yaitu tidak perlu memenuhi koper dengan baju-baju, bawa saja secukupnya (maksimal 5, sudah lebih dari cukup), dan untuk pemanas, tidak perlu terlalu besar untuk penghematan listrik & untuk menghindari kebakaran.

Akhirnya, hari itu kemudian kututup dengan sholat, sambil mengingat keluarga nun jauh di sana.  jet lag hampir saja tidak bisa kutahan, tapi syukurlah aku baru tertidur sekitar jam 7 malam waktu setempat (sekitar pukul 01 dini hari waktu indonesia). lumayanlah untuk awal. Besok ? ya biarlah terjadi besok hari.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: