• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 350,291 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Zaidan Naik Pesawat

Beberapa saat lalu kami sekeluarga bersama Bakas (kakek – bahasa Palembang) & Mbah Uti, beserta om & tantenya Zaidan sekeluarga melakukan perjalanan ke Palembang. Ini adalah silaturrahim kami lengkap sekeluarga yang pertama, bagi istri dan tentu bagi Zaidan. Mudik-mudik sebelumnya biasanya kami menggunakan jalan darat berkonvoy menggunakan beberapa mobil. Namun pada tahun ini, kami semua naik pesawat. Alhamdulillah, semuanya sehat, termasuk bayi-bayi tantenya Zaidan.

Nah, inilah pengalaman pertama Zaidan naik pesawat. Awal turun dari mobil Zaidan berlari-lari di lobi bandara. Bahkan saat sekejap agak lepas dari pandangan kami, dia sudah berbicara dengan seorang bapak yang bawa tas besar di trolinya yang di atas sambil memegang mainan becak punya bapak itu. “Minjam… minjam, ya..?”, katanya dengan logat lucunya itu. Kemudian begitu melihat bandara Sukarno Hatta menjadi begitu ramainya, Zaidan minta gendong, sementara adik Fatan, anak tantenya Zaidan masih tetap lari ke sana kemari tidak mau dilarang. Dalam gendongan itu kuperhatikan perhatian Zaidan dengan cepatnya berpindah-pindah melihat apapun yang ada di sekitarnya. Misalnya melihat TV plasma yang berisi informasi skedul pesawat dengan iklan berjalan di bawahnya, melihat koper-koper besar yang masuk ban berjalan, melihat hiruk pikuk orang mengantri untuk boarding, dsb. Matanya berbinar-binar.

Begitu masuk ruang tunggu sebelum naik pesawat, Zaidan bersama adik Fatan berlari-lari mengelilingi kursi-kursi yang ada di sana. Zaidan kadangkala berhenti dan menyapa orang-orang yang sedang duduk, dengan sapaan khasnya, “ini apa?“. Namun saat bertemu beberapa anak perempuan yang umurnya sedikit lebih di atasnya, Zaidan kok jadi galak ya? dia suka mendorong, kadang mengangkat kakinya seperti mau menendang tapi tidak sampai menyentuh anak-anak itu. Bahkan sampai 2-3 kali aku mendatangi Zaidan & menyuruhnya minta maaf dan berlaku sayang kepada kakak-kakak itu. Saya masih belum memahami tentang ini, karena jika Zaidan bertemu dengan anak laki-laki yang lebih tua umurnya, justru dia sangat respek dan sepertinya fanatik mencontoh semua yang dilakukan anak laki-laki itu.

Begitu naik pesawat, Zaidan tambah senang lagi. terutama saat melihat bentuk pesawat yang besar & aerodinamis, lalu saat kugendong menaiki tangganya dan kemudian mencari tempat duduk. Semua dilihatnya berganti-ganti, seperti mode merekam pada handycam. Alhamdulillah, saat take off dan landing Zaidan tidak ketakutan, sambil kualihkan perhatiannya untuk membaca buku petunjuk keselamatan pesawat yang warna-warni.

Nah, sampai sini kulihat fakta baru lagi tentang anakku ini. Antusiasmenya itu datangnya dari indera mata yang bekerja beberapa kali lipat dari biasanya. Obyek-obyek baru dengan warna, bentuk, gerakan serta berbagai atribut lainnya yang dapat terekam oleh penglihatannya menjadi input yang amat banyak bagi perbendaharaan knowledge-nya. Nampaknya tipe belajar anakku ini adalah Visual. Tidak jauh berbeda dari caraku, abinya. Mungkin inilah poin dimana aku akan mudah mendidiknya. Beberapa penelitian yang pernah kulakukan di kantor, adalah memanfaatkan metode visual untuk belajar obyek robotika maupun perangkat keras komputer, nah. klop deh. Secara sederhana, sebetulnya mendidik anak dengan tipe visual ini lebih mudah, yang penting sering di ajak jalan-jalan saja.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: