• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,420 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Hebatnya ketakutan

Seorang adikku sudah tiba saatnya untuk melahirkan kandungan perdananya. Beberapa minggu terakhir ini sudah berulangkali dia mendengarkan nasihat dan petunjuk dari kakak-kakaknya yang pernah melahirkan, bahkan dari ibunda tercinta yang begitu berpengalaman. Beberapa contoh pun sudah dia saksikan, mulai dari buku, vcd dan beberapa media pembelajaran yang lain, tak lupa malah dia sudah menjenguk kakaknya yang sudah melahirkan lebih dahulu yang kebetulan usia kandungannya tidak jauh berbeda. intinya, aku mau bilang bahwa secara ‘knowledge’ adikku itu sudah siap melahirkan.

Sekarang kita lihat fisiknya, adikku ini seperti pramugari. Tinggi namun tidak begitu kurus. waktu kuliahnya dahulu dia penggiat olahraga Tae won do, sehingga prestasinya sudah merambah tingkat daerah Jawa Barat, sebelum dihentikan oleh bapakku. Semenjak kecil badannya kuat karena bayinya dahulu cukup ASI dan makanan bergizi. Sampai saat ini pun tidak pernah mengalami sakit yang serius sehingga harus membawanya ke dokter. Pada paragraf ini, aku ingin bilang bahwa secara fisik, adikku itu sangat siap untuk melahirkan.

Tapi kemarin malam ini apa yang terjadi sama sekali tidak mencerminkan kesiapan-kesiapan itu. Pada saat dilakukan pemeriksaan rutin kehamilannya di dokter kandungan, ketika hendak dilakukan pemeriksaan dalam, adikku itu menolak sehebat-hebatnya. Bahkan sempat terjadi kehebohan, yang cukup membuat dokternya shock. Kekhawatiran yang berlebihan ini akhirnya membuat dokter memutuskan adikku itu untuk melahirkan secara caesar.

Maka, malam itulah juga, beberapa menit saja sebelum tengah malam, seorang bayi wanita dilahirkan. Beberapa jam setelah ‘keributan’ yang merupakan manifestasi dari ketidaksiapan psikis yang tentu saja kalau diabaikan amat membahayakan jalannya persalinan. Nah, disini terselip pesan bahwa modal pengetahuan serta modal fisik ternyata tidaklah cukup untuk melakukan persalinan. Justru modal kesiapan mental itulah yang menjadi hal yang amat menentukan keberhasilan persalinannya. Bahkan dalam beberapa kasus yang lain, dengan modal mental yang kuat ini justru menjadi power yang luar biasa yang membuat kekurangan modal fisik tereduksi. Sebuah pelajaran amat berharga di awal syawal ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: