• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,745 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ramadhan untuk Aktivis Dakwah (lanjutan)

liqo ust Yasir

1. Menahan diri

Shaum itu bukan sekedar kewajiban, tetapi hadiah agung yang diberikan kepada kaum muslimin

Shaum –> menahan diri

  • Orang menuju sukses akan menahan diri dalam terus bekerja keras dan tidak malas
  • Orang ketika sukses pun mempertahankannya dengan menahan diri dengan tidak serakah.

Jasad –> ini hanya bertumbuh saja, maka makanannya semua hal dari tanah sudah mencukupi.
Ruh –> ini bergerak dinamis kesemua arah, harus ditahan, maka makanannya adalah dari langit.

Hadits ; syetan dibelenggu ketika ramadhan, artinya dalam bulan ramadhan tidak ada godaan syetan. Lalu bagaimana kenyataan selama ini, bulan ramadhan pun masih banyak kemaksiatan ? itulah buah keberhasilan syetan mendidik kita ke arah keburukan selama 11 bulan sebelumnya, sehingga kebiasaan-kebiasaan syaitoniah sudah menggantikan peran ruh untuk taat pada pelajaran-pelajaran dari langit. Keburukan itu sudah mengakar sehingga tetap saja dilaksanakan. Seperti TV yang sudah diset channelnya, cukup di remote (dipicu) saja sudah ’on’.

2. Kesholehan yang meningkat tajam dan dapat dirasakan

Seharusnya kesholehan dari liqo ini mempunyai pengaruh terhadap istri dan keluarga. Kesholehan harus terbagi menjadi kebaikan-kebaikan yang tertanam, bukan sekedar seremonial tanpa jiwa.

Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik bagi istrinya dan menjadikan mereka menjadi bidadari-bidadari di surga. Karena hanya dengan cara ini, Allah akan memberikan sakinah pada hati-hati keluarga sederhana ini.

Dan semoga bidadari di surga nanti adalah istri kita sendiri, bukan yang lain…

Tips dan triknya :

  1. Siapkan kertas putih dan amplopnya, ketika akan tidur malam, pandanglah istri kita, lalu tuliskan harapan, curahan rasa cinta dan doa-doa keselamatan untuknya pada kertas putih. Lalu di amplopnya ditulis ; Untuk bunda dari abi tersayang.
  2. Berikan kertas putih dan amplopnya kepada istri dan memohonlah kepadanya untuk menuliskan isi hatinya tentang kita. Apakah itu permintaan-permintaannya ataupun keinginannnya.

Jadikan kebaikan yang melegenda ;

  • Sehingga anak-anak kita akan berkata sepeninggal kita, ’kalau abi masih ada, tentu kami akan lebih bangga lagi’
  • Seperti ikhwah yang memandikan anak kecilnya selama ramadhan terus menerus, setelah beliau berhenti dari kerjanya. Saat waktunya ada lebih banyak, maka dilakukannya untuk mencurahkan kebaikan kepada keluarganya, karena sebelum itu beliau tidak pernah sempat karena sibuknya bekerja. Ba’da Ramadhan, Allah memanggilnya. Begitu melegendanya amal sang ikhwah, sehingga setiap istrinya memandikan anaknya itu, yang mengalir bukan Cuma air keran, tetapi juga airmatanya.

————-
Disarikan dari tausiyyah Ust Yasir Aliputo pada Liqo sabtu, 29/09/2007

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: