• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,745 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Aduh, gimana ya sholat berjamaah kita?

Pada beberapa sholat berjamaah maupun sholat jumat di bulan Ramadhan ini, saya punya hobi baru. Mudah-mudahan ini positif, karena Insya Allah dilandasi oleh niat baik saya ingin mencoba menikmati sholat berjamaah bersama saudara-saudara muslim lainnya di masjid-masjid lingkungan mereka. Yah… hobi baru ini adalah melakukan sholat berjamaah, terutama sholat-sholat siang hari di masjid-masjid yang bisa tercapai dengan kendaraan sederhana saya.

Khusus untuk sholat Jumat, perkenankan saya mengungkapkan rasa bahagia saya, karena rata-rata 30 menit sebelum waktu jumat masuk, masyarakat sudah berbondong-bondong datang di masjid. Wajah-wajah mereka segar, baju-baju mereka kelihatannya yang terbaik, mereka yang para buruh, manajer, serta tak jarang pedagang asongan beserta dagangannya pun ikut mampir di masjid, lalu memenuhi ruang-ruang berwudhu, setelah itu sholat sunat lalu siap-siap menyambut tibanya waktu sholat. Rata-rata ritual awal persiapan jumat di masjid-masjid adalah tilawah quran, namun di beberapa masjid mengisinya dengan shalawat nabi. Alhamdulillah, walau pun tilawah maupun shalawatnya baru keluar dari kaset, namun InsyaAllah pendengat dan pemerhatinya sudah mendapat pahala.

Saat saya mulai melaksanakan sholat sunat tahiyatul masjid, mulailah berseliweran orang-orang yang ingin mendapat duduk di shaf depan. Mereka ini nampaknya punya hobi melangkahi pundak saudara-saudara mereka, dan seringkali lupa untuk melintasi bagian depan dari orang-orang yang sedang sholat sunat. Ada yang dengan gaya merunduk permisi, ada yang bahkan cuek saja. Entah karena mereka tidak tahu konsekuensi melintas di depan orang sholat atau justru mereka tahu tapi tidak peduli. Hingga beberapa kali dalam sholat sunat itu saya menyetop mereka agar tidak melintas di depan saya. Hal ini adalah hal pertama yang membuat saya mengelus dada mengenai pemahaman tata krama berjamaah masyarakat.

Yang kedua, saat memulai sholat. Beberapa imam memang melihat shaf makmumnya terlebih dahulu secara selintas, lalu berkata luruskan shaf. Namun agaknya cuma formalitas saja. Sebab makmumnya tetap saja tidak berubah shafnya. Betapa hadits nabi tentang siapa yang meluruskan shaf akan disambungkan rahmatNya itu tidak digubris baik oleh imam maupun kebanyakan makmumnya. Bahkan saya yang mencoba menarik bapak di samping saya untuk merapat ke tengah, beliau tidak bergeming sedikit pun. Nampaknya bapak di sebelah saya ini lebih menikmati kesendirian pada karpet panjang masjid yang sudah di ‘ bagi-bagi’ seakan-akan per satu orang per satu sajadah. Masya Allah, hati ini tambah terenyuh…

Yang ketiga, ketika membaca bacaan sholat. Imam membaca alfatihah dan surat Quran benar-benar fasih dan tartil. Seakan lagu yang menyejukkan, membuat hati ini menjadi tentram. Namun begitu ruku’, i’tidal, dua sujud dan duduk, entah bagaimana bacaan imam. Yang jelas, ketika saya belum selesai membaca bacaan ruku’ yang pertama, imam sudah i’tidal dan ketika saya baru bangun i’tidal, imam sudah sujud, dan begitu seterusnya. Rupanya terjadi kejar-kejaran antara imam dan makmum sangat cepat sekali, seperti perlombaan formula satu 😦 Hati ini semakin terenyuh saja…

Yang keempat, dzikir setelah sholat. Saya menyaksikan, bahwa dzikir yang dilakukan kebanyakan masyarakat seringkali lebih lama waktunya dari sholat itu sendiri. Kalau saya mau coba mengibaratkan, saat online / bertemu langsung dengan Allah (saat sholat) dzikir & doanya secepat kilat, tapi pas sudah tidak bertemu (selesai sholat) baru mereka dzikirnya khusyu’ sekali. Bahkan masih belum puas, pakai pengeras suara lagi! Setahu saya, sholat itu adalah Dzikrul akbar , tentunya di dalamnya kita seharusnya mengisinya dengan dzikir&doa yang khusyu’ dan tidak terburu-buru seperti yang saya alami ini. Ada pun setelah sholat, kita mengikuti dzikir Al Ma’tsurat yang dicontohkan oleh Rasul. Prinsipnya jangan sampai dzikir setelah sholat itu justru malah menganggu orang-orang yang terlambat sholat, atau yang sedang sholat sunat. kesedihan saya ini mulai bergemuruh jadi kemarahan…. tapi Audzubillahiminassyaitonirrojim. Kemarahan akan merusak shaum, dan masalah pada jamaah tidak bisa selesai hanya dengan amarah. Aku berlindung kepada Allah dari Syetan yang terkutuk.

Jadi bagaimana solusi untuk masalah-masalah berjamaah ini? ya perlu ada edukasi dari para imam dan pengurus masjid untuk jamaahnya. Rasanya bisa saja kita terapkan sebelum sholat jumat atau sholat-sholat berjamaah lainnya dimulai, ada pengumuman tata krama berjamaah kepada seluruh jamaah lewat pengeras suara, atau perlu juga di mading-mading masjid ada tuntunan-tuntunan berjamaah dalam bentuk poster / visual agar bisa dibaca oleh jamaah.

Mungkin ada yang berminat berkampanye poster tata cara berjamaah untuk bisa ditempel di mading-mading masjid / musalla ?

6 Tanggapan

  1. . Rasanya bisa saja kita terapkan sebelum sholat jumat atau sholat-sholat berjamaah lainnya dimulai, ada pengumuman tata krama berjamaah kepada seluruh jamaah lewat pengeras suara, atau perlu juga di mading-mading masjid ada tuntunan-tuntunan berjamaah dalam bentuk poster / visual agar bisa dibaca oleh jamaah.

    =========== >> Usulnya boleh juga, ya minimal buat mengingatkan..

  2. wah setuju ini. Saja juga baru menulis tentang hal ini di blog saya, http://www.eftianto.co.cc dan eftianto.wordpress.com. Agak prihatin juga ya…

  3. saya ada 2 gambar cara menyusun shof sholat berjamaah yang sesuai Sunnah Nabi SAW
    bisa di lihat di :

    1. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/932493711
    2. http://www.friendster.com/photos/84262494/1/300979820

    semoga bermanfaat, jazakallah khoir
    atau email ke : shof_sholat@yahoo.com

  4. ijin ambil gambarnya…. jzkmllh…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: