• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 314,199 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Cukupkah mengerjakan Rukun Sholat saja ?

Selama ini tentu kita semua sudah hafal di luar kepala, bahkan Insya Allah sudah melaksanakan 13 rukun sholat yang dimulai dari niat, lalu takbiratul ihram dan diakhiri dengan tertib itu. Pertanyaannya sekarang, apakah yang rukun itu sudah cukup untuk meningkatkan kualitas sholat kita sehingga kita mendapat manfaat yang besar dari sholat yg kita kerjakan? atau kita masih seperti biasanya, STMJ (=Sholat terus maksiat jalan – meminjam istilah Ust Sambo).

Kemarin saat mengikuti suatu pengajian, aku terhenyak. karena ternyata banyak sekali yang hukumnya sunat (atau sunnah) dalam ritual sholat yang sering tidak kita perhatikan, karena perhatian kita cuma memenuhi yang rukun-rukun-nya saja. Mungkin sekarang harus kita sedikit modifikasi paradigma berfikir kita tentang yang sunat. Selama ini kita berpegang pada defenisi bahwa yang sunat itu adalah bila dikerjakan mendapat pahala, jika tidak dikerjakan tidak apa-apa. Tapi nampaknya defenisinya tidak cukup disitu kalau dilihat dari sisi aqidah. Sholat yang tidak memberi pengaruh apa-apa kepada kita mungkin karena sholat dalam kepala kita, dilaksanakan hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja, sehingga cukup yang rukun2nya saja dikerjakan. bahkan dalam banyak kasus, rukun2nya itu pun tidak sempurna dilaksanakannya, baik tidak sempurna dalam gerakan, bahkan seringpula terlalu cepat dalam bacaan, sehingga tanpa sedikit pun perenungan sempat kita laksanakan dalam sholat.

Nah, tentu sholat yang seharusnya (seperti yang telah Allah janjikan dalam Quran – sholat mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar, atau seperti yang dikabarkan Nabi bahwa, sholat adalah amalan kunci, jika sholat benar, maka benar pula semua amalannya), bukan sekedar dilakukan untuk menggugurkan kewajiban, tapi dari sisi kita manusia yang hamba lemah ini, harus ditanamkan bahwa sholat adalah kebutuhan kita terhadap ALLAH! Artinya dalam pelaksanaan sholat, agar tercapai kesempurnaan makna, kita tidak hanya sekedar melaksanakan yang rukun-rukunnya saja, tapi juga termasuk sunat-sunat sholat.

Paradigma makna sunat mungkin ada baiknya diganti dengan defenisi ; sesuatu yang jika dikerjakan kita akan dicintai oleh Allah, dan bila tidak dikerjakan Allah hanya memandang kita biasa-biasa saja. Defenisi ini mengingat firman Allah, bahwa Allah adalah menurut prasangkaan hamba-hambaNYA. Dengan melaksanakan sunat-sunat sholat diharapkan kita sebagai hamba memberikan perhatian yang lebih terhadap apa yang kita persembahkan kepada sang Khaliq. Walaupun hakikatnya Allah tidak butuh semua ritual itu, namun Insya Allah manfaatnya akan kembali ke kita juga, yaitu kecintaan dari ALLAH SWT.

Beberapa sunnat2 sholat antara lain :

  1. berdiri dengan kaki lurus menghadap kiblat
  2. meluruskan punggung ketika ruku’ dan sujud
  3. membaca doa iftitah dan surat dalam Alqur’an
  4. membaca bacaan ruku’ dan sujud lebih dari 3x (bahkan sebanyak-banyaknya yang kita mampu)
  5. Memperbanyak berdoa ketika sujud
  6. Berdoa ketika berdiri i’tidal terakhir dan sebelum salam.
  7. melakukan gerakan dan bacaan takbir intiqal, yaitu ketika mau ruku’, ketika i’tidal, dan ketika bangun dari rokaat kedua.
  8. menegakkan kaki ketika duduk tasyahud awal dan duduk tasyahud akhir (tawarruk).
  9. dan lain-lain (dapat dilihat dalam kitab Bukhari Muslim bab sholat)
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: