• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,422 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pemahaman Terhadap Risalah Rosul

liqo ust Yasir

Tugas Utama Rosul : Menegakkan agama (aqiimuuddin) (Qs. 42:13)

Mengapa kita harus meneruskan tugas para Rosul

Qs. 62:2 Dia-lah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang Rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, mensucikan mereka dan mengajarkan mereka Kitab dan hikmah (As Sunnah). dan Sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata,

Cara untuk mengeluarkan orang-orang dari buta huruf terhadap agama :

1. Tilawah : membacakan kepada mereka ayat-ayat Allah

  • Rajin melakukan tilawah untuk diri sendiri dan mengajarkan dengan tidak memberi kesan memilih-milih kelompok atau ambisi pribadi, sebab indikator beriman kepada Alqur’an adalah membacanya.
  • Tilawah akan membersihkan niat (Qs. 2:121. Orang-orang yang Telah kami berikan Al Kitab kepadanya, mereka membacanya dengan bacaan yang sebenarnya[*], mereka itu beriman kepadanya. dan barangsiapa yang ingkar kepadanya, Maka mereka Itulah orang-orang yang rugi. [*] Maksudnya: tidak merobah dan mentakwilkan Al Kitab sekehendak hatinya.)
  • Tilawah akan mengangkat atau mendorong kita meningkatkan keimanan, membuat hati kita peka merespon ayat-ayat yang dibacakan (Qs. 8:2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[*] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[**] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan Hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal. [*] Maksudnya: orang yang Sempurna imannya., [**] dimaksud dengan disebut nama Allah ialah: menyebut sifat-sifat yang mengagungkan dan memuliakannya.)
  • Jangan sampai Qur’an ini diabaikan (mahjuuron). Jika kita jarang baca qur’an jangan pula memenuhi telinga kita dengan musik atau hal-hal yang tidak ada manfaatnya. (Qs. 25:30. Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, Sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan“.)

2. Pensucian diri (Tazkiyatu Nafs)

Merugilah yang mengotori diri dan beruntunglah yang mensucikannya (Qs. 91:7-10, 7. Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), 8. Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. 9. Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, 10. Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.)

Sarana Allah untuk manusia mensucikan dirinya (Qs. 24:30. Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih Suci bagi mereka, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat”.), yaitu :

  1. Menundukkan pandangan
  2. Menjaga kehormatan

Beberapa langkah sederhana :

  • Tarbiyah rutin adalah sebagai preventif, karena jika sudah terjadi, maka seakan-akan kita telah membuat hijab dengan Allah sehingga mengurangi kepekaan jiwa kita.
  • Hindari bercampur dengan lain jenis dengan unsur kesengajaan
  • Benahi sholatnya (Qs. 29:45. Bacalah apa yang Telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan Dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.),
  • Sholat akan mencegah perbuatan keji dan munkar, munkar ini salah satunya terkait dengan lawan jenis, dimana orang yang bertaqwa pun bisa saja tergoda. Kekeliruan awalnya adalah perbuatan keji (Qs. 3:134-135, 134. (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema’afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. 135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[*], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui. [*] yang dimaksud perbuatan keji (faahisyah) ialah dosa besar yang mana mudharatnya tidak Hanya menimpa diri sendiri tetapi juga orang lain, seperti zina, riba. menganiaya diri sendiri ialah melakukan dosa yang mana mudharatnya Hanya menimpa diri sendiri baik yang besar atau kecil.)

3. Pembelajaran Alqur’an dan Assunnah (Ta’limul kitab wal hikmah)

  • Setelah dikondisikan dengan tazkiyah, baru diberi pembelajaran hukum, karena :
  • Supaya ilmu ada penambahan, bukan hanya pergantian
  • Tanpa level tazkiyah yang terkondisi dengan baik, maka akan sulit meningkat pemahaman terhadap hukum.

————-
Disarikan dari tausiyyah Ust Yasir Aliputo pada Liqo sabtu, 17/08/2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: