• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 346,140 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Menyikapi Kesalahan

liqo ust Yasir

Tabiat dasar kita (insan) salah satunya adalah tabiat melakukan kesalahan atau keliru. Maka, Islam mengajarkan Al maukifu indal khotho’i (menyikapi kesalahan), karena membiarkan kesalahan akan menghasilkan kesalahan-kesalahan baru.

Beberapa dalil mengenai manusia (al insan) ;

  • Qs. 91:7-10 (Allah memberi 2 jalan, yaitu kefasikan & ketaqwaan, manusia diberi kemampuan memilih)
  • Qs. Al asr ; Bahwa manusia dasarnya merugi, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal sholeh dan saling menasehati dalam kebaikan.
  • Tabiat dasar (mahallun) manusia :
  1. Al khotho’i (melakukan kesalahan), ada 2, yaitu : almunkaru (kejahatan – kebanyakan para ikhwah selamat dari ini) & al faahisyatu (Qs. 17:32 – jangan mendekati zina, karena merupakan perbuatan keji & munkar. Zina itu salah satu hukum yang tidak terampuni begitu saja (harus dijalani), tidak seperti hukum membunuh, yang jika dimaafkan oleh keluarga korban tidak jadi terkena qhisos. Maka ghoddul bashor (menundukkan pandangan, pandangan = nadzru-panah2 iblis), caranya sangat jelas ditunjukkan pada Qs. 24:30-31 yaitu untuk laki-laki (tundukkan pandangan & pelihara kemaluan) & begitu pula untuk wanita. Halawatul iman (manisnya iman) akan terasa ketika kita menundukkan pandangan. Insya Alllah.
  2. An nisyaan (melakukan kealpaan) – pintu kedzoliman terhadap diri & orang lain adalah lupa. Maka Al yagdzoh (Qs. 3:135) adalah : dzikir, istighfar & istiqomah/komitmen-tdk mengulangi kesalahan dengan kesadaran. Pada Qs. 3:91 (orang yang mengingat Allah akan selamat), Qs. 59:19 (jangan melupakan Allah, Nanti Allah akan melupakan dirimu sendiri). Qs. 41:30-31 (prinsip/komitmen istiqomah akan dilindungi Allah)
  • Kita tidak boleh menganggap remeh Al khotho’i dan An nisyaan ini, sebab dalam Qs. 59:19 disebutkan jika melupakan Allah, maka Allah akan membuatnya lupa diri. Maka buatlah ini sebagai bentuk komitmen kita kepada Allah.

Beberapa Kisah teladan

  • Imam syafi’i menerapkan prinsip kehati-hatian ini dengan ketat, pernah beliau berangkat ke pasar menutup telinga, menghindari mendengar hal-hal yang tidak seharusnya beliau dengar.
  • Imam Syafi’i pun pernah lupa terhadap suatu ayat, karena ketidaksengajaan melihat sedikit betis wanita yang tersingkap. Maka setelah itu, semakin ketatlah prinsip beliau soal kesalahan dan kealfaan ini, karena ternyata, semakin banyak maksiat, akan membuat semakin lupa diri.

Beberapa Prinsip menyikapi kesalahan dan kealfaan :

  • Menghadapinya dengan Addzikro ma’ahadah – Mengingat perjanjian ;
  • Perjanjian pokok ubudiyah – kita adlh hamba, Allah tempat menyembah.
  • Hidup paling indah yaitu Diawali persaksian, diakhiri persaksian, maka ingatlah dalil perjanjian universal – Qs. 7:172, seperti yang dinyatakana dalam doa rabithah, jalan untuk mencapai pemenuhan perjanjian ini cuma satu yaitu torikuddakwah (jalan dakwah).
  • Bayi itu fitrah, kita hrs mengantarkan kefitrahan kita sampai kematian ; iman, amal dan dakwah (Qs. al ashr), shgg saat mati tetap dlm perjanjian Allah.
  • Hasan albanna ; Allahu goyyatuna, arrosul qudwatuna, quran dusturuna, jihad sabiluna, almautu bililah, asma amanina.
  • Janji kita semua ini bermuara pada syahadah.
  • Kekhilafan itu biasa, tapi jangan sekali-kali dibiasakan
  • Al wafaa’ – kesetiaan, al wafi’
  • Sadari bahwa Inkonsistensi yang terus menerus membuat kita ditutup hati Qs. 4:157

————-
Disarikan dari tausiyyah Ust Yasir Aliputo pada Liqo sabtu, 23/06/2007 dan 30/06/2007

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: