• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 304,624 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Orang yang Mendoakan

iqbalsufi-doaDi kampung saya, banyak orang tua yang sudah menjadi ‘penghuni masjid’. Mereka yg rata-rata adalah pensiunan mengisi hari-harinya dengan sholat dan berzikir di masjid. Alhamdulillah, cahaya merekalah yang membuat hati kami amat tentram. Semangat dalam keterbatasan fisik mereka, keistiqomahan mereka untuk hadir di masjid mendahului siapa pun dan selalu paling belakangan keluar dari masjid setelah sholat fardhu berjamaah membuat kami yang muda-muda ini sering malu, karena kami rata-rata hampir selalu masbuq ketika datang, dan selalu cepat pulang setelah sholat selesai.

Didalam ritual luar biasanya itu, orang-orang tua mulia ini memperbanyak zikir dan bacaan qurannya, ditambah pula dengan doa-doa panjang yang membuat berlinangnya mata mereka. Betul-betul hebat. Sesuatu hal yang bagi kita yang muda-muda ini sering mengabaikannya dengan berbagai alasan.

Aku menelisik lebih jauh ke diriku sendiri. Betapa banyak dosa yang kulakukan, dan rasanya semakin hari semakin bertumpuk-tumpuk. Namun, bersamaan dengan itu betapa banyak pula nikmat dan kemudahan dari Tuhan yang aku rasakan.  Jangan-jangan kenikmatan yang datang padaku itu, justru berasal dari ritual luar biasa doa-doa orang tua kita yang seperti telah saya jabarkan di atas tadi. Pernahkah sahabat merasakan suatu perbedaan, ketika seorang kerabat meninggal dunia, ternyata kehidupan kita pun seakan terasa tidak nyaman lagi secara psikis, ada ketentraman yang berkurang atau keberuntungan-keberuntungan yang menipis. Yang ternyata ketika dicari faktanya, kerabat yang meninggal itu ternyata semasa hidupnya amat rajin mendoakan kebaikan kita.

Aku pernah mendengar suatu cerita kuno, bahwa betapa suatu kaum yang bejat tidak diturunkan azab kepada mereka karena ternyata masih ada sekelompok orang  di antara mereka yang rajin berdoa dan berdzikir mengingat Allah. Namun mereka dalam keadaan yang sangat lemah. Sehingga ketika mereka terpaksa harus berhijrah dari tempat itu untuk menghindari kekejian kaum tersebut, barulah adzab Allah turun pada kaum tersebut.

Mungkin inilah relasi antara orang-orang yang berdoa dengan kemakmuran masyarakat yang di sekitarnya. Apakah negara ini menjadi seperti yang kita rasakan sekarang ini adalah akibat dari sangat sedikitnya orang yang berdoa dengan bersungguh-sungguh seperti di atas? dan untuk berdoa, apakah harus menunggu pensiun dulu dari pekerjaan dunia?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: