• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 328,538 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Ada apa dengan Khutbah Jumat ?

jumatAda pertanyaan yg masih susah dijawab oleh para khotib jumat di seantero Indonesia ini, yaitu sudahkah apa yang dinasehatkan pada khutbahnya itu dilaksanakan oleh para jamaahnya.

yah…

Kalo kita mau sama-sama jujur mengakui, harusnya sholat jumat itu bisa jadi kekuatan yang luar biasa untuk membakar semangat (izzah) ketaqwaan kaum muslimin sekarang ini supaya tidak memble melulu. tapi kenyataannya sekarang, sholat jumat bagi pegawai, bagi kaum urban, buruh dan seluruh komponen muslimin hanyalah kesempatan tidur siang disela kepenatan pekerjaan kita masing-masing. Tentu saja akhirnya, mana bisa isi khutbah bisa meresap ke hati masing-masing kalau dengar pun tidak sama sekali.

Kembali ke khotib kita yang selalu dgn bahasa yang sama, mengingatkan meningkatkan ketaqwaan sebagai salah satu rukun khutbah, yang tetap saja hanya jadi bahan pengantar tidur itu tadi. Kupikir perlu suatu metode penyampaian yang cukup ‘seru’ sehingga dapat menggugah izzah yang selalu ketiduran itu tadi. Selain itu juga perlu ada evaluasi, atau paling tidak kuisioner dari masjid yg mengecek penerimaan materi khutbah oleh jamaah, dan tentu saja ini semua harus ditunjang dengan silabus materi khutbah jumat yang berkesinambungan.

Tapi, ngomong itu memang gampang. Silabus berkesinambungan perlu dikaji mendalam sehingga bahasanya populer sekaligus dapat menyentuh dalam sekali hentak. lagi pula kita kurang suka menyatukan pendapat antar sesama umat Islam sendiri. Lalu bagaimana pemerintah ? rasanya juga sulit. ngurus makanan jamaah haji saja gagal total.
lalu kita? apa masih mau begini terus?

Iklan

7 Tanggapan

  1. Weleh weleh Me-NYATU-kan pendapat ?. pikiran masih jaman jahiliyah

    untuk apa TUHAN membekali manusia dengan pikiran dan kemerdekaan sekaligus kekuasaan sebagai “khalifah di bumi” , jika pendapat harus SATU ?.

    Bahkan jika anda berhenti mencari, karena merasa telah menemukan SATU kebenaran. Maka anda termasuk manusia yang RUGI.
    karena kebenaran Tuhan masih seluas lautan tanpa batas.

    kayaknya anda masih bingung membedakan agama dengan PARTAI….
    untuk mencari kekuasaan atau berpolitik anda tentu berhak bahkan harus menyatukan pendapat. Karena kesatuan adalah modal kekuatan untuk berkuasa.

    Tapi kalau anda menganggap islam sebagai ajaran Tuhan, pasti anda tidak akan terpikir utuk menyatukan pendapat orang-orang Islam. Setiap orang yang menganut Islam adalah “khalifah” yang mendapat kepercayaan penuh dari Tuhan untuk menghadap Tuhan dengan tanggung jawab dan pendapatnya masing-masing.

    Setiap manusia lebih mengenal Tuhan-nya masing-masing.
    Setiap muslim lebih mengenal ke-Islaman-nya masing-masing.

    Menyatukan pendapat Islam…ini typical kelemahan dakwah orang islam.
    Atau malah sekedar bentuk penipuan yang mengatas namakan ISLAM ?.
    Memangnya menurut anda, pendapat Islam harus disatukan kedalam satu pendapat yang seperti apa ?.

    sama konyol-nya, anda mengajak pendapat islam menjadi “liberal” semua ataupun menjadi “fpi” semua, atau juga “tradisionil” semua. Kecuali anda menganggap islam sebagai PARTAI untuk berkuasa. dan tentunya anda telah membohongi Tuhan juga membohongi anda sendiri.

  2. Saudaraku DjayaWikarta, kalau me-NYATU-kan pendapat dalam tulisanku itu dipahami sebagai pendekatan teknis pergerakan untuk mencapai kekuasan, sehingga menisbikan semua yang berbeda, wahh… dzolim juga aku ini. aku berlindung pada Allah dari yang sedemikian.

    Maksud tulisanku, ‘me-NYATU-kan pendapat antar sesama Muslim…’ sebetulnya lebih ke penyamaan visi kita sebagai muslim yang harusnya khawatir mengapa khutbah jumat yang dahsyat itu tidak begitu berarti apa-apa bagi masyarakat sekarang ini ; hanya sekedar lewat lalu hilang. sehingga peningkatan semangat juang ummat Islam untuk ke keadaan yang lebih baik dan diridhoi ALLAH ini kurang tergugah.

    Memang, kalau kita telaah dalam perjalanan sejarah Islam, khutbah jumat pernah dipakai sarana ‘perang politis’ antar umat Islam sendiri, seperti zaman Muawiyah dulu. Dan yang seperti ini pun aku kurang menyetujui. Aku cuma punya harapan, idealnya jika diorganisir dengan baik pada level masjid (di mana pun mesjidnya, dan siapa pun pengelolanya), bahwa suatu khutbah itu mesti membawa perubahan bagi yang mendengarkannya dan ada mekanisme evaluasinya. Bukankah kualitas ummat kita dari jumat ke jumat Insya Allah menjadi semakin baik? dan dengan khutbah jumat ini pula kita bisa saling mengingatkan jamaah untuk lebih mengenal Tuhan-nya masing-masing dengan tuntunan yang benar sesuai yang diberitakan Allah dalam Quran dan hadits Rasul-NYA?

    Kurang lebih itulah arah tulisanku…
    dan Insya Allah aku pun tidak berhenti mencari.
    terima kasih.
    .

  3. kebanyakan sekarang orang pergi sholat jumat, kayaknya dalam keadaan terpaksa. takut di bilang orang kapir atau apalah, mereka datang ke masjid untuk shoat(rencana) eh..malah ketiduran.tapi yang paling parah lagi orang yang masuk sholat juma t merasa gusar kalo ceramahnya kelamaan. apa ini emang udaah jadi penomena dimasyarakata kita

  4. jum”at hari yang baik di antara 6 hari 1 hari yaitu jumat shalat 2 raka”atyang
    pahala nya lebih banyak lebih baik lagi di shalat iddah zhuhur sesudah shalat jum at.

  5. Apa yang anda tulis benar, memang itulah fenomena yg terjadi sekarang. ibadah jumat menjadi tidak menarik lagi. salah satunya adalah krn materi dan cara penyampaiannya yg kurang menarik. jemaat hanya datang pd akhir khotbah. tapi kita bisa melakukan perubahan itu, materi dibuat yg lebih membangunkan dan menyentuh kenyataan hidup ssehari2, disampaikan dengan gaya bahasa dan teknik pidato yg baik. kebetulan saya beberapa kali ini mengisi khutbah baik di masjid kampung maupun di masjid pabrik. saya sengaja membuat materi yg agak berbeda dan gaya yg berbeda pula. ada banyak tanggapan umumnya positif hanya 1 tanggapan negtaif, itupun bukan materi tapi waktunya yg agak lama, 20 menit. bahkan draf saya sempat diminta jemaah. memang perlu ada pelatihan khotib mungkin perlu mendatangkan ahli komunikasi / Public relations.

  6. sebenarnya yang dikatakan berhasil ketika dalam penyampaian materi khutbah jum’at itu seperti apa? mohon untuk dijawab

    TuanSUFI : Shalat jumat itu suatu ibadah utama yang sudah diatur dengan jelas bagaimana cara pelaksanaannya. Ada rukun2, ada sunnah2nya dan secara struktur kita semua tahu apa yg selalu harus ada dlm suatu khutbah jum’at (seperti mengajak meningkatkan ketaqwaan, penyampaian ayat atau hadist nabi dan mendoakan sesama Muslim). Dalam tulisanku ini, aku menyarankan, agar para khatib dapat membuat ‘kemasan’ yg informatif dan menarik dari materi2 wajib tadi agar bisa menarik perhatian dan me-recharge semangat jamaah jumat utk meningkatkan kualitas ketaqwaannya… itu Insya Allah baik utk jamaah

  7. masa g ada yang nyinggung, bagamana cara agar umat islam bersatu memilih kholifah??????saudaraku, tanpa kholifah qt tak bs ap2……..qt akan ttep di tindas….masih ingetkah cerita kholifah turki usmani, sultan abdul hamid II?????islam itu g hanya sholat, puasa, sholat jumat….kebanyakan orang slama ini kan klo udah ngerjain itu ya udah, mngkin di anggap udah aman…hufft….

    tapi, pernahkah saudaraku membayangkan???
    1.bagamana kalo palestine jatuh ke tangan yahudi?????
    dan mungkin itu akan terjadi ( gmn engga terjadi lha wong qt cm diemmmmmm….gmn engga terjadi lha wong g ada kholifah yang siap mengirimkan tentara2 muslim sebagai ladang jihadnya)…..
    afwan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: