• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 327,924 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Akhwat (calon Ummahat) Dambaan Ummat

Hari itu hujan lebat sekali. Di sebuah pendopo di atas bukit duduk bersila sesosok tubuh bersenandung. Tatap matanya bening berkaca-kaca bersih sekali. Nampak nurani yang suci terpancar dari sana, mewarnai hujan yang terus tercurah, menentramkan makhluk-makhluk sekelilingnya, sehingga banyak burung-burung ikut berteduh bersamanya di pendopo itu.Senandungnya, senandung kerinduan.

iqbalsufi-jilbabWahai Akhwat Dambaan Ummat,
Keutamaan akan tiba dari perilaku yang terus ditingkatkan sesuai keridhoan.

Awalnya berasal dari niat untuk menutup tubuh dengan jilbab, dengan niatan suci menghindari pandangan-pandangan liar yang tiada bermakna itu.

Lalu kau realisasikan niatmu itu dan mulai mengisi ruhhiyyah-mu dengan tuntunan-tuntunan Ilahi yang tiada akan pernah berhenti lagi.

Dengan seketika itu pula, bersamaan dengan kau pancangkan seluruh perilakumu, seluruh perhatianmu, Tangan dari Zat Yang Maha Suci akan selalu menuntunmu, ke jalan penuh rahmat dan Keridhoan, penuh malaikat – malaikat yang selalu tersenyum dan tiada berhenti bertasbih.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Jiwamu kemudian Insya Allah akan menjadi sangat bersih, dan jelas sekali memancar keluar dari mata beningmu. Setiap tatapmu akan menjadi tatap kasih sayang, dengan sinarnya yang penuh ketentraman.

Dari seluruh sosokmu akan muncul sebuah hawa yang sejuk, sehingga kelak pada saat seorang bayi menangis kau dekap, ia akan langsung merasa aman, berhenti tangisnya, serta merta kemudian tertidur dalam dekapanmu.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Kata-katamu pun akan menjadi mantap. Semakin bermakna. Kau pun akan mampu cepat membaca kebiasaan-kebiasaan orang lain, sehingga mengerti dari arah mana bisa menyenangkan hatinya.

Kau pun akan memiliki nada-nada perhatian yang berangkat dari Ketulusan yang paling dalam, sehingga mampu membawa orang ke suasana ketentraman itu.

Disamping itu juga jangan dilupakan untuk memiliki rasa humor, dan bercanda sesuai porsi yang sudah ditetapkan Ilahi.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Di saat kau merasa perlu membagi kisah hidupmu untuk diambil hikmahnya, kau sudah sangat mengerti bagian mana yang harus diceritakan, dan bagian mana yang harus disimpan. Cara menyampaikanmu tenang sekali, mampu mengendalikan emosi, serta tidak terpengaruh oleh suasana-suasana yang biasanya diciptakan orang untuk menggoyahkan emosimu itu. Kau akan mampu tenang di saat gelisah, dan tetap santai di saat-saat kencangnya degupan jantung.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Amarah yang kadangkala datang itu tidak akan membuatmu mengikutinya. Tidak keluar dalam bentuk kata-kata yang menyakitkan, apalagi sumpah-sumpah serapah. Amarah darimu kelak berupa pernyataan nasehat tentang asal datangnya emosimu itu, lalu kamu diam, berwudhu, shalat sunnah dan setelah itu tidak tampak lagi garis marah itu.

Ego-mu tidak kau hilangkan, namun dalam bentuk yang membahagiakan orang lain.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Setiap komitmen yang sudah kau canangkan akan kau selalu pegang teguh, apapun resikonya. Kau pun akan meninggalkan hal-hal kecil yang mampu memicu sesuatu yang berlebihan dan memacu ke arah yang tidak baik.

Kau pun memiliki kesetiaan yang baik, memiliki semangat tinggi yang memancar dari pergerakan-pergerakan kecilmu yang lebih banyak membangun pondasi yang menyokong tujuanmu itu. Sedang untuk gerakan-gerakan konvensional di garis depan, kau sudah menyadari bahwa itu adalah bukan bagianmu, melainkan tugas dan tanggungjawab para Ikhwan.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Kerinduanku ini sangat dalam.
Ingin sekali aku hidup di dalam dunia yang penuh dengan orang-orang sepertimu.
Dunia dimana seorang ibu men-Tarbiyyah anak-anaknya dengan sebenar-benarnya tarbiyyah.
Dunia dimana anak-anak masa depan merasa tentram menikmati kasih sayang ibundanya.
Dunia dimana kami hentikan seluruh aktifitas saat azan shalat berkumandang.
Dunia dimana Lautan jilbab, lautan rahmat yang menyatu arah serta kegiatan menuju Keridhoan-Nya.

Wahai Akhwat Dambaan Ummat,
Senandung ini, semoga dapat diusahakan.
Senandung Kami ini, semoga dapat diikuti.
Cita-cita kami ini, mohon didampingi dengan hawa ketentraman itu.

@7 Juli ’97

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: