• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 286,267 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Seri mengaji mushalla Alitisham,  21agt2016 / 18 dzulqaidah 1437, Ust.  Ahmadi Usman

Qs. Assajadah:1-3

Manusia kebanyakan mengambil pilihan hidup yg menyenangkan dirinya saja dibanding dgn memilih hal2 yg bermanfaat jangka panjang  baginya.

Padahal banyak ayat2 berbicara ttg akhirat, tapi kenyataannya banyak manusia lupa tentang akhirat ini. Bahkan ada yg menganggap akhirat secara tdk serius dan tdk sedikit pun menyentuh hatinya,  shgg ibadah2 yg dilakukannya sangat sedikit dan hampir tanpa makna sama sekali.

Padahal di zaman kita sekarang ini,  puluhan Hadits yg  berbicara ttg tanda2 kecil dtgnya kiamat dan hari akhirat,  daftarnya sdh hampir terpenuhi semua,  misalnya :
– Ketika anak2 menjadikan orgtuanya pembantu2nya.
– Peminta2 yg rumahnya megah.
– Ulamanya kurang ilmu,  fuqohanya jauh dari Allah

Tanda2 ini sekarang sudah mulai menjurus kepada terjadinya tanda2 pertengahan datangnya kiamat seperti :
– ada kabut
– turunnya hewan2 aneh
– menurunkan nabi Isa
– ada peperangan dgn Dajjal dan kaum muslimin dibawah pimpinan Isa.

Hasil kompilasi perhitungan ulama,  bahwa umur ummat Islam adalah 1500 tahun setelah nabi SAW diutus. 

Fakta ketersediaan energi yg tersisa utk ummat manusia hanya bisa sampai 2042, graduasi habisnya energi ini mulai dari 2026 shgg teknologi akan mundur kembali,  dimulai dgn kabut pekat yg merusak semua alat bantu kehidupan manusia tersebut.

Lalu ada periode peperangan dgn Dajjal.

Lalu kaum muslimin menang dan dunia pun menjadi sangat penuh kedamaian.

Kemudian turunlah tiupan angin dari timur yg akan mematikan seluruh org beriman,  seyelah itu timbullah tanda2 kiamat Qubro, yaitu matahari terbit dari barat.

Pertanyaannya adalah Apakah anak cucu kita kelak akan berada di barisan pembela Allah atau pembela dajjal.  Pemimpin dua kutub ini kedua2nya berjuluk al masih yg bermakna : org yg selalu  berkeliling dunia mengajak manusia agar mengikuti jalannya.

Dajjal akan berkeliling seakan motivator hebat,  penyihir yg mampu mempengaruhi seorg anak shgg bisa membunuh orgtuanya, menggerakkan masyarakat utk dgn mudah membantai ummat Islam, dgn organisasi bawah tanah yg sangat besar dgn tanda mata satu simbol iluminate,  yg terus dikampanyekan, bahkan dari zaman kita sekarang ini.

Maka saatnya kita mengenalkan anak cucu kita ttg tanda2 kiamat. Agar mrk dpt mengenali fitnah dajjal, salah satunya adalah dgn cara membaca alkahfi setiap jumat sbg tameng dari fitnah dajjal. 

Maka teruslah menanamkan keyakinan dan keteguhan hati,  walau sulit tapi sdh ada contoh dari perjuangan dakwah 2 nabi yg luar biasa, yaitu :
1- Kisah nabi nuh yg berdakwah pagi siang sore malam,  950 tahun pengikutnya 80-150 org,  itu berarti hanya 1 org pengikut dlm 11tahun berdakwah. Nabi nuh dakwah dan bercocok tanam,  dihina terus oleh kebencian oleh ummatnya,  apalagi ketika membangun perahu di atas bukit,  hinaan dan permusuhan semakin besar sehingga menjadi ancaman pembunuhan terhadap nabi nuh,.  Sampai akhirnya ditutup doa memohon kebinasaan bagi mereka.  Sehingga turunlah banjir besar.

2- Ummat nabi soleh ketika diperintahkan menjaga unta mukjizat malah dibunuh oleh mereka.  Ummat yg keras kepala dan hendak membunuh nabi soleh,  azab dimulai dgn perubahan kulit mereka menjadi kuning,  menjadi merah dan hari ketiga menjadi hitam.

Nah,  sudah jelas bahwa yg berbicara kiamat adalah Allah melalui nabi-Nya,  tapi sampai saat ini,  sudah berapa ummat Islam yg tergerak utk mempersiapkan anak cucunya utk menghadapi huru-hara menjelang kiamat nanti,  atau mengubah org2 yg berhati batu agar menjadi lembut kembali dan tergerak utk menumpas kedzaliman.  Panggilan jihad hrsnya menjadi panggilan yg indah,  bukan malah  cari perlindungan sendiri. Maka kita hrs mempersiapkan diri.

Makna Qs. Assajadah

# Setiap jumat shubuh dibaca nabi dan surah Alinsan.

# Momen tempat dan waktu paling dekat dgn Allah adalah ketika sujud.

– Jumat adalah hari raya pekanan,  hari penuh keberkahan,  ketika shalat shubuh diperpanjang sujudnya plus sujud tilawah.
– Ada 5 surah yg ada ayat sajadahnya.

# Sujud itu tunduk dan menyerahkan diri.

Sujud itu paling tidak dilakukan oleh kaum muslimin 34x sehari semalam,  hrsnya sdh tdk ada kegelisahan thdp kehidupan dunia.

# ciri org beriman yg sesungguhnya :
– ketika disebut nama Allah,  hatinya yg sombong,  egonya,  kebanggaannya dan seluruh apa yg kita miliki maka tersungkur seketika di hadapan Allah.
– selalu bertasbih
– selalu memuji Allah
– tdk berbuat sombong
– dia pergunakan hidupnya utk perjuangannya di jalan Allah dan menggunakan waktunya utk berbuat kebaikan.
– selalu berdoa.

# Org fasik akan mengalami kerugian di akhirat.

# kematian pasti dtg,  maka persiapkanlah.

Wallahu a’lam

Bagaimana Para Ulama Membela Hadits Nabi?

Kutipan dari Muslim.Or.Id – Memurnikan Aqidah Menebarkan Sunnah

Sebelum kita mengkaji ilmu hadits, ada baiknya kita melihat bagaimana kesungguhan para ulama hadits dalam membela hadits Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Para ulama telah menyingsingkan lengan mereka bersungguh-sungguh membela hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, mereka memeriksa sanad-sanad hadits dengan cara yaitu:

Pertama: Mengenal sejarah perawi hadits

Maksudnya adalah nama, kunyah, gelar, nisbat, tahun kelahiran dan kematian, guru-guru dan muridnya, tempat-tempat yang dikunjunginya, dan lain sebagainya yang berhubungan dengan sejarah perawi tersebut, sehingga dari sini dapat diketahui sanad yang bersambung dengan sanad yang tidak bersambung seperti mursalmu’dhalmu’allaq,munqathi’ dan diketahui pula perawi yangmajhul ‘ain atau hal juga kedustaan seorang perawi. Sufyan Ats Tsauri rahimahullahberkata: “Ketika para perawi menggunakan dusta, maka kami gunakan sejarah untuk (menyingkap kedustaan) mereka”.

‘Ufair bin Ma’dan Al Kila’i berkata: “Datang kepada kami Umar bin Musa di kota Himish, lalu kami berkumpul kepadanya di masjid, maka ia berkata: “Haddatsana (telah bercerita kepada kami) syaikh kalian yang shalih, ketika ia telah banyak berkata demikian, aku berkata kepadanya: “Siapakah syaikh kami yang shalih itu, sebutkanlah namanya agar kami dapat mengenalinya”.

Ia berkata: “Khalid bin Ma’dan”.

Aku berkata: “Tahun berapa engkau bertemu dengannya?”

Ia menjawab: “Tahun 108H”.

Aku berkata: “Di mana engkau bertemu dengannya?”

Ia menjawab: “Di perang Armenia”

Aku berkata kepadanya: “Bertaqwalah engkau kepada Allah dan jangan berdusta!! Khalid bin Ma’dan wafat pada tahun 104H dan tadi engkau mengklaim bertemu dengannya pada tahun 108H, dan aku tambahkan lagi untukmu bahwa ia tidak pernah mengikuti perang Armenia, namun ia ikut perang melawan Romawi”.

Abul Walid Ath Thayalisi berkata: “Aku menulis dari Amir bin Abi Amir Al Khozzaz, suatu hari ia berkata: “‘Atha bin Abi Rabah menuturkan kepadaku…(lalu menyebutkan hadits)”.

Aku berkata kepadanya: “Tahun berapa engkau mendengar dari ‘Atha?”

Ia menjawab: “Pada tahun 124H”.

Aku berkata: “‘Atha meninggal antara tahun 110-119H”.

Kedua: Memeriksa riwayat-riwayat yang dibawa oleh perawi dan membandingkannya dengan perawi lain yang tsiqah (terpercaya) baik dari sisi sanad maupun matan

Dengan cara ini dapat diketahui kedlabitan (penguasaan) seorang perawi sehingga dapat divonis sebagai perawi yang tsiqah atau bukan, dengan cara ini pula dapat diketahui jalan-jalan sebuah periwayatan dan matan-matannya sehingga dapat dibedakan antara riwayat yang shahih, hasan, dha’ifsyadz,munkarmudraj, juga dapat mengetahui illat(penyakit) yang dapat mempengaruhi keabsahan riwayatnya dan lain sebagainya. Di antara contohnya adalah:

Khalid bin Thaliq bertanya kepada Syu’bah: “Wahai Abu Bistham, sampaikan kepadaku hadits Simak bin Harb mengenai emas dalam hadits ibnu Umar”.

Ia menjawab: “Semoga Allah meluruskanmu, hadits ini tidak ada yang meriwayatkannya secara marfu’ kecuali Simak”.

Khalid berkata: “Apakah engkau takut bila aku meriwayatkannya darimu?”

Ia menjawab: “Tidak, akan tetapi Qatadah menyampaikan kepadaku dari Sa’id bin Musayyib dari ibnu Umar secara mauquf, dan Ayyub mengabarkan kepadaku dari Nafi’ dari ibnu Umar secara mauquf juga, demikian juga Dawud bin Abi Hindin menyampaikan kepadaku dari Sa’id bin Jubair secara mauquf juga, ternyata dimarfu’kan oleh Simak, makanya aku khawatir pada (riwayat)nya”.

Kisah ini menunjukkan bahwa para ulama hadits mengumpulkan semua jalan-jalan suatu hadits dan membandingkan satu sama lainnya dengan melihat derajat ketsiqahan para perawi; mana yang lebih unggul dan mana yang tidak sehingga dapat diketahui penyelisihan seorang perawi dalam periwayatannya, dan ini sangat bermanfaat sekali untuk menyingkap illat (penyakit) sebuah hadits dan kesalahan-kesalahan perawi dalam meriwayatkan hadits.

Yahya bin Ma’in pernah datang kepada ‘Affan untuk mendengar kitab-kitab Hammad bin Salamah, lalu ‘Affan berkata kepadanya: “Apakah engkau tidak pernah mendengarnya dari seorangpun?”

Ia menjawab: “Ya, Aku mendengar dari tujuh belas orang dari Hammad bin Salamah”.

‘Affan berkata: “Demi Allah, aku tidak akan menyampaikannya kepadamu”.

Berkata Yahya: “Ia hanya mengharapkan dirham.” Lalu Yahya bin Ma’in pergi menuju Bashrah dan datang kepada Musa bin Isma’il, Musa berkata kepadanya: “Apakah engkau tidak pernah mendengar kitab-kitabnya dari seorangpun?”

Yahya menjawab: “Aku mendengarnya dari tujuh belas orang dan engkau yang kedelapan belas”.

Ia berkata: “Apa yang engkau lakukan dengan itu?”

Yahya menjawab: “Sesungguhnya Hammad bin Salamah terkadang salah maka aku ingin membedakan antara kesalahannya dengan kesalahan orang lain, apabila aku melihatashhab-nya (para perawi yang sederajat dengannya) bersepakat pada sesuatu, aku dapat mengetahui bahwa kesalahan berasal dari Hammad, dan apabila mereka semua bersepakat meriwayatkan sesuatu darinya namun salah seorang perawi darinya menyalahi periwayatan perawi-perawi lain yang sama-sama meriwayatkan dari Hammad, aku dapat mengetahui bahwa kesalahan itu dari perawi tersebut bukan dari Hammad, dengan cara itulah aku dapat membedakan kesalahan Hammad dengan kesalahan orang lain terhadap Hammad”.

Subhanallah! demikianlah Allah menjaga agama ini dengan adanya para ulama yang amat semangat dalam menelusuri periwayatan hadits dan membedakan antara periwayatan yang benar dari periwayatan yang salah. Dengan mengumpulkan jalan-jalan hadits dapat diketahui pula mutaba’ah dansyawahid serta kesalahan matan hadits yang bawakan oleh seorang perawi.

Ketiga: Merujuk buku asli perawi hadits

Cara ini digunakan oleh para ahli hadits untuk mengetahui kebenaran seorang perawi yang mengaku mendengar dari seorang syaikh, mereka meneliti dengan seksama buku asli perawi tersebut bahkan diperiksa juga kertasnya, tintanya dan tempat penulisannya. Zakaria bin Yahya Al Hulwani berkata: “Aku melihat Abu Dawud As Sijistani telah memberikan tanda kepada hadits Ya’qub bin Kasib di punggung kitabnya, maka kami bertanya mengapa ia melakukan itu?”

Ia menjawab: “Kami melihat di musnadnya hadits-hadits yang kami ingkari, lalu kami meminta buku aslinya namun ia menolak, beberapa waktu kemudian ia mengeluarkan bukunya, ternyata kami dapati hadits-hadits tersebut tampak dirubah dengan (bukti) tinta yang masih baru yang tadinya hadits-hadits tersebut mursal tetapi ia menjadikannya musnad dan diberikan tambahan padanya”.

Keempat: Memeriksa lafadz dalam menyampaikan hadits

Ketika menyampaikan hadits, para perawi menggunakan lafadz-lafadz sesuai dengan keadaan ia mengambil hadits tersebut, bila ia mendengar langsung dari mulut syaikh atau syaikh yang membacakan kepadanya hadits, biasanya digunakan lafadz “haddatsana” dan bila dibacakan oleh murid kepada syaikh biasanya menggunakan “akhbarona” atau “anbaana” dan ini semua lafadz-lafadz yang menunjukkan bahwa si perawi mendengar langsung dari Syaikh, dan ada juga lafadz-lafadz yang mengandung kemungkinan mendengar langsung atau tidak, seperti lafadz ‘an fulan (dari si fulan) atau qola fulan (berkata si fulan), lafadz seperti ini bisa dihukumi bersambung dengan dua syarat:

Memungkinkan bertemunya perawi itu dengan syaikhnya, seperti ia satu zaman dengan syaikhnya dan lain-lain.Perawi tersebut bukan mudallis.

Bila salah satu dari dua syarat ini tidak terpenuhi maka sanadnya dianggap tidak bersambung atau lemah.

Kelima: Memeriksa ketsiqahan perawi-perawi hadits

Pemeriksaan para perawi hadits berporos pada dua point penting yaitu:

1. Kepribadian perawi dari sisi agama dan akhlaknya, atau yang disebut dalam ilmu hadits dengan ‘adaalah(adil).

Perawi yang ‘adil menurut istilah ahli hadits adalah seorang muslim, baligh dan berakal, selamat dari sebab-sebab kefasiqan dankhowarim al muru’ah (adab-adab yang buruk). Dan sebab-sebab kefasiqan ada dua yaitu maksiat dan bid’ah. Dan kefasiqan yang merusak seorang perawi adalah fasiq karena maksiat (dosa besar) seperti minum arak, berzina, mencuri dan lain-lain.

Adapun bid’ah, para ulama berbeda pendapat dalam menyikapinya, diantara mereka ada yang menolak perawi ahlul bid’ah secara mutlak, dan diantara mereka ada yang menerimanya selama tidak menghalalkan dusta dan diantara mereka ada yang memberikan perincian-perincian tertentu seperti tidak menyeru kepada bid’ahnya, tidak meriwayatkan hadits yang mendukung bid’ahnya, dan lain-lain.

Namun bila kita perhatikan secara cermat bahwa sifat perawi yang diterima adalah kejujuran perawi (tidak menghalalkan dusta), amanah dan terpecaya agama dan akhlaknya. Dan bila kita periksa keadaan perawi-perawi yang melakukan bid’ah, banyak diantara mereka yang mempunyai sifat demikian dan mereka melakukan bid’ah bukan karena sengaja melakukannya atau menganggapnya halal, akan tetapi karena adanya ta’wil(syubhat) sehingga periwayatannya diterima oleh para ulama, berbeda jika si perawi mengingkari perkara agama yang mutawatir dan bersifat pasti dalam agama (dharuri) atau meyakini kebalikannya, maka perawi seperti ini wajib ditolak periwayatannya.

Saya akan sebutkan beberapa perawi yang melakukan bid’ah namun diterima haditsnya:

Muhammad bin Rasyid, Yahya bin Ma’in berkata tentangnya: “Tsiqah dan iaqadari (pengikut qadariyah)”.Aban bin Taghlib, perawi yang tsiqah, dianggap tsiqah oleh imam Ahmad dan Yahya bin Ma’in, dikatakan oleh ibnu ‘Adi: “ekstrim dalam syi’ah”. Adz Dzahabi berkata: “Ia Syi’ah yang ekstrim namunshaduq (sangat jujur), maka untuk kita riwayatnya dan untuk dia kebid’ahannya”.Abdurrazaq bin Hammam Ash Shan’anitsiqah hafidz namun mempunyai keyakinan syi’ah (syiah beliau hanya sebatas mengunggulkan Ali dan mencela Mu’awiyah. bukan syiah rafidah yg mengkafirkan para shahabat).Abdul Majid bin Abdul ‘Aziz bin Abi Rawwad, dianggap tsiqah oleh Ibnu Ma’in dan lainnya. Abu Dawud berkata: “Tsiqah menyeru kepada aqidah murji’ah”.Muhamad bin Imran Abu Abdillah Al Marzabani Al Katib shaduq tetapi ia mu’tazilah yang keras.

Bagaimana mengetahui keadilan perawi

Jumhur ahli hadits berpendapat bahwa keadilan perawi dapat diketahui dengan salah satu dari dua cara, yaitu:

Pertama: Terkenal ke-‘adil-annya

Maksudnya perawi itu masyhur dikalangan ahli hadits kebaikannya dan banyak yang memujinya sebagai perawi yang amanah dan tsiqah, maka ketenaran ini sudah mencukupi dan tidak lagi membutuhkan kepada saksi dan bukti, seperti imam yang empat, Syu’bah, Sufyan bin ‘Uyainah dan Sufyan Ats Tsauri, Yahya bin Ma’in dan lain-lain.

Kedua: Pernyataan dari seorang imam

Bila seorang perawi tidak ditemukan pujian (ta’dil) kecuali dari seorang imam yang faham maka diterima ta’dilnya selama tidak ditemukan padanya jarh (celaan) yang ditafsirkan.

2. Periwayatan yang ia riwayatkan apakah ia menguasainya atau tidak, atau yang disebut dalam ilmu hadits dengan istilah dlabth dan itqan.

Ada dua cara yang digunakan oleh para ahli hadits untuk mengetahui kedlabitan perawi, yaitu:

Membandingkan periwayatannya dengan periwayatan perawi-perawi lain yang terkenal ketsiqahan dan ke-dhabit-annya.
Jika mayoritas periwayatannya sesuai walaupun dari sisi makna dengan periwayatan para perawi yang tsiqah tersebut dan penyelisihannya sedikit atau jarang maka ia dianggap sebagai perawi yang dhabit. Dan jika periwayatannya banyak menyelisihi periwayatan perawi-perawi yang tsiqah tadi maka ia dianggap kurang atau cacat kedlabitannya dan tidak boleh dijadikan sebagai hujah. Akan tetapi jika si perawi tersebut mempunyai buku asli yang shahih dan ia menyampaikannya hanya sebatas dari buku bukan dari hafalannya maka periwayatannya dapat diterima.Menguji perawi.
Bentuk-bentuk ujian kepada perawi bermacam-macam diantaranya adalah dengan membacakan padanya hadits-hadits lalu dimasukkan di sela-selanya periwayatan orang lain, jika ia dapat membedakan maka ia adalah perawi yang tsiqah dan jika tidak dapat memebedakannya maka ia kurang ketsiqahannya. Diantaranya juga adalah membolak-balik matan dan sanad sebagaimana yang dilakukan oleh para ahli hadits Baghdad terhadap imam Bukhari. Para ulama berbeda pendapat tentang hukum menguji perawi, sebagian ulama mengharamkannya seperti Yahya bin Sa’id Al Qathan dan sebagian lagi melakukannya seperti Syu’bah dan Yahya bin Ma’in. Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullah memandang bahwa menguji perawi adalah boleh selama tidak terus menerus dilakukan pada seorang perawi karena mashlahatnya lebih banyak dibandingkan mafsadahnya yaitu dapat mengetahui derajat seorang perawi dengan waktu yang cepat.

***

Penulis: Ust. Badrusalam Lc.
Artikel Muslim.or.id

Istiqomah dlm beramal sholeh

Seri mengaji masjid Alitisham, 3julii2016 / 25syawal1437, Ust.  Sambo

Hadits : hari ini hrs lebih baik dari kemarin,  jika sama saja merugi,  jika lebih buruk maka celaka.

Hasil Ramadhan mestinya ada amal yg istiqomah terus dilakukan, bertambah dari sebelumnya,  walaupun sedikit,  lebih baik lagi jika banyak.

1#- Mengapa hrs istiqomah

Sebab2nya mengapa hrs istiqomah :

a- spy dpt dicintai Allah,  hadits : amal yg dicintai Allah adalah amal yg dilakukan terus menerus walau sedikit.
Mengaji Tiap hari 10 menit,  lebih baik dari seminggu sekali 70 menit lebih baik dari sebulan sekali 4jam.

b- nilai pahala istiqomah berbeda dgn pahala amal biasa,  ada tambahan nilai loyalitas.

Amal biasa misalnya 100, tapi krn sdh istiqomah 10 tahun atau  bahkan 20 tahun,  maka ada nilai multipliernya, Allah yg menentukan nilai kontinuitasnya atau konsistensi amalnya tersebut. Walau ibadahnya sama dan nilai keikhlasan yg sama.

c- spy cek poin kualitas kebiasaan amal sholeh kita terus meningkat.

Ketika sdh terbiasa,  maka cenderung lebih mudah meningkatkannya lagi. Kalau kita hentikan,  mulainya dari awal lagi sangat berat.

Misalnya : Sudah terbiasa shaum Ramadhan, badan sdh terbiasa shgg mudah melanjutkan syawal lalu sekalian saja diteruskan dgn shaum senin kamis,
Hadits : sebulan Ramadhan ditambah 6 hari syawal spt berpuasa 1 tahun penuh. 

d- kalaupun kita berhenti beramal sholeh krn kondisi darurat (sakit,  musafir,  dll) maka pahalanya tetap dihitung Allah.

e- bahkan saat kita wafat, tetap pahalanya tidak pernah putus.
– Qs attin:6, 41:7 –  salah satu rahmat Allah
– hadits doa : Ya Allah jadikan kematianku adalah berhenti dari maksiat (pemutus dosa)
– bukan sekedar hadits : semua amal putus kecuali 3 hal,  amal jariyah, ilmu yg bermanfaat dan doa anak yg sholeh.

f- org yg istiqomah akan mendapat husnul khotimah
Qs.  41:30-32

2#-  apa yg hrs dijaga?

a- istiqomah dlm iman & Islam –  jgn mati kecuali dlm keadaan muslim.
b- istiqomah dlm ibadah –  shalat,  shaum,  sedekah,  berjamaah, qiyamul lail,  syruq,  baca Quran,  dzikir,  dhuha,  dll.
c- istiqomah dlm taat menjalankan hukum2 Allah,  meninggalkan maksiat. Contoh : ibu2 blm pakai jilbab ablm Ramadhan,  ketika ramadhan pakai jilbab dan terus istiqomah setelah ramadhan.
d- istiqomah dlm taubat dan istiqhfar,  krn dosa lahir dan dosa batin yg tdk kita sadari
Qs.  41:5-6
e- istiqomah dlm berakhlaqul karimah,  kpd manusia dan alam,  menjaga emosi,  menjaga hati

3#- bgmn cara spy tetap istiqomah

a- paksa dan biasakan
b- cari lingkungan atau kawan yg kondusif –  situasi musafir kurang kondusif.
c- mindset diubah tentang istiqomah pada 6 hal di atas.
d- terus berdoa agar diberi kekuatan agar istiqomah

Allahumma a inni ala dzikrika wa ayukrika…
Allahumma Auzidni an asykuroni…

Wallahu a’lam

Halal bi Halal Gunadarma

Tausiyyah Ust. Alhabsyi di HBH – UG 1437H, D462, 18Juli2016

#  Episode ke-1

Ada 3 posisi makhluk Allah : Kiri (sifat syetan)  –  tengah (manusia)  –  kanan (sifat malaikat).  Sbg khalifah Allah di muka bumi,  manusia bisa memilih kemana kecenderungan perilakunya, yaitu :
1- Mengalahkan ibadahnya malaikat dgn ilmu. Spt nabi Adam yg mengajarkan nama2, dan seluruh makhluk diperintahkan sujud kpd beliau. 
2- banyak manusia juga mampu mengalahkan kejahatan &  kekejian syetan,  lebih dahsyat dari hewan.

# Episode ke-2

– jgn pernah meremehkan dosa kepada siapapun,  lebih berat berdosa kpd manusia krn bukan cuma hrs taubat kpd Allah,  tapi hrs meminta maaf kpd yg didzolimi.
– Menghadapi Pejabat jaga omongan,  menghadapi Ulama jaga hati.
–  kisah guru yg tertunda ratusan tahun masuk surga krn pernah mengambil tusuk gigi kecil,  lalu bgmn para penguasa yg memakan kayu2 Kalimantan milik rakyat.

# Episode ke-3

– Meminta maaf dpt membuat mulia,  namun memberi maaf lebih lagi, krn tdk semua org bisa mengikhlaskan dan memaafkan.
– Memberi maaf adalah tanda org taqwa.
– Lebih baik duduk dgn org kecil berjiwa besar daripada org2 besar yg berjiwa kerdil. Bisa jadi org kecil dia besar dihadapan Tuhannya,  bisa jadi org miskin,  tapi dia kaya dihadapan Tuhannya.

Mengapa org sulit memaafkan :
– dendam jadi sifat di jiwanya.
– sombong jadi seragam kesehariannya. 
Cirinya:
1- tdk mau menerima nasihat org lain,
2- memandang kecil org yg ada didepannya [iblis yg merasa lebih baik dari Adam,  mulia jadi hina]

# Episode ke-4

– pesan nabi ; surga itu aromanya sangat harum bisa tercium 1000 tahun waktu perjalanan akhirat. Ada 2 golongan manusia yg diharamkan mencium  baunya:
1- yg memutuskan tali silaturahim.
2- anak2 yg durhaka kpd orgtuanya. : krisis akhlaq,  apa yg sdh kita tanam,  yg bisa diwariskan kpd anak2 kita, adalah kontribusi orgtua kita. 
Seorg Ibu  berani mati utk 10 anaknya,  blm tentu sebaliknya,  seorang bapak berani berkorban utk 10 anaknya,  blm tentu sebaliknya.
Bagaimana seorg anak berbicara dgn org lain bisa sopan,  tapi kpd orgtua tidak bisa,  malah banyak kata2 pembangkangan,  buat apa mulia di luar sana,  hina di hadapan orgtua.  Orgtua adalah keramat hidup doanya makbul,  sumpahnya jadi doa,  Ridho Allah ridho orgtua. (Baca : Buku Ada surga di rumahmu)

Abdullah bin umar melihat ke kabah melihat anak muda menggendong ibunya bertawaf,  berjalan dari yaman ke makkah,  berdarah2, kulit mengelupas.  Anak muda itu ridho, dan ditegaskan pula oleh Abdullah bin Umar,  bahwa sebesar apa pun yg telah dilakukan sang anak,  tdk akan bisa membayar satu tetes darah ibu ketika melahirkannya.

Wallahu a’lam

Cara Cepat Menghapal Al Quran Dengan 15 Menit per Hari

Oleh : Syekh Wahid Abdussalam Bali

Caranya sangat sederhana, bisakah anda sisihkan waktu anda 15 menit saja perhari? yang saya mau cukup 15 menit saja, 15 menit dari waktu anda setiap seharinya, 15 menit dari waktumu setiap hari. Dan insya Allah anda dapat menghapal Al-Quran dengan sempurna, saya berkata apa? SEMPURNA. Maaf , sebelum saya sampaikan kepada anda: Bagaimana cara menghapal Al-Quran? Simak dengan seksama kisah berikut ini:

Di desa kami ada beberapa akhwat di mesjid ( Khusus wanita ). Mereka mengumpulkan para wanita lansia ( Lanjut Usia ), umurnya sekitar 50 – 60 tahun yang tidak bisa baca dan tulis, hapalan mereka kisaran Al-Falaq dan An Nas, yakni beberapa surat saja, agar shalat mereka sah. Dan hapalan awal mereka surat Al Fatihah dan Al Mu’awwidzat, surah surah pendek dan hapalan bertasyahud. Maka mulailah para ibu ibu datang, lalu ukhti tadi membaca Al Fatihah, dan para ibu2 mengikuti bacaannya dengan diulang2, sampai ibu2 tadi hapal Al Fatihah dengan baik, lalu Mu’awwidzat, lalu menghapal tasyahud lalu menghapal surah surah pendek dengan mengikuti guru berulang ulang. Anda pun bisa melakukannya di rumah, ambil kaset suara Al-Hushyairy dalam kaset mushap mu’allim, stel di tape, ketika Qori membaca, anda bisa mngikuti bacaannya, dan diulang ulang. Dan sekarang ada program computer dalam bentuk CD namanya mushap mu’allim, bacaannya dapat di ulang 9 kali dan anda terus ikuti bacaannya berulang ulang sampai hapal, ok…!

Akhwat tadi mereka tidak mempunyai computer, akhwat mulai membaca dan mengajarkan ibu2 tadi hanya sekali seminggu, khusus wanita, mereka menghapal surah surah pendek. Akhwat tadi bertanya kepada ibu2, “hapalannya di tambah ya…!!! ibu2 menyahut: Ya…!!! Tambahkan saja hapalannya!” hapalan mereka terus menerus bertambah, sehingga mereka hapal Jus ‘Amma seluruhnya, sehingga merasakan nikmatnya Iman dan lezatnya AlQuran, mereka juga hapal Juz Tabarak. Mereka memulai Juz Tabarak, 5 ayat – 5 ayat atau 3 ayat – 3 ayat, dan hapal seluruhnya Juz Tabarak. Mereka juga hapal Juz Qad Sami’a. Lalu kami pun mengadakan perlombaan buat mereka dan mulailah para wanita ini menghapal Al-Quran. Anda tahukan??? Ibu ibu tadi tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Pemenang pertama kami beri hadiah. Berapa juz iya hapal??? Berapa Juz??? Berapa yang anda kira??? Dia hapal Al-Quran 28 Juz, ia berumur 62 tahun, Dia tidak bisa baca dan tidak bisa tulis. Ia menghapal dengan cara mendengar dari rekaman ( kaset ) dan dari guru perempuannya yang memudahkannya, dan hapal dengan baik. Lalu setelahnya berumur 50 tahun, ada yang 18 Juz, 15 Juz, 14 Juz dan 28 Juz, Ibu ibu tua buta huruf yang tidak bisa baca dan tulis. Lalu anda ya Ustadz, bapak, Doktor, berapa Juz yang anda hapal??? Atau anda hanya menghapal surah pendek saja? Bukan merupakan aib anda wahai Doktor, untuk mulai menghapal satu Juz, kemudian dua Juz. Saya demi Allah, bersama anda tadi TAKJUB melihat / mendengar kisah tadi, sungguh…Kenapa??? Saya hanya katakan kepada Anda, 15 menit, seperempat jam tiap hari, 10 menit tiap hari, anda menghapal 3 ayat, Amma yatasa alun(1) Aninnabail Adzim(2) Allazi hum fihi mukhtalipun(3), Anda siap hafalkan hari ini? Tidak sulit bukan??? Lanjut … Saya katakan: bukan hal yang sulit bagi anda, hanya 3 ayat dan selama 10 menit pun anda sudah hapal. Dengan demikian kita mulai sekarang Insya Allah. Kita mulai… kita mulai…saya akan berikan caranya, (ambillah kertas dan pena), saya akan berikan cara atau tekhnisnya Insya Allah. Oke mulailah ( anda tulis ) anda benar benar menghapal dengan mudah, tidak akan sulit sama sekali, tidak akan mengganggu pekerjaan, maupun tugas maupun perdagangan anda, cukup 15 menit perhari, pilih waktu kapan pun yang anda suka, yang penting hanya 15 menit perhari, lanjut???

Yang pertama : NIAT YANG IKHLAS KARENA ALLAH.

Mengikhlaskan niat anda pada Allah, yakni; untuk apa Anda menghapal Al-Quran? Menghapal Al-Quran hanya untuk Allah, agar dapat masuk surga, agar menjadi orang orang yang dicintai Allah, dan orang orang pilihanNya, agar Al-Quran dapat menaungi anda pada hari kiamat, supaya surah AlBaqarah dan Al-Imran dapat memberi anda syafaat pada hari kiamat, pokoknya ikhlas pada Allah, tujuan yang utama adalah mengikhlaskan niat pada Allah.

Yang kedua : MENGHAFAL DARI SATU CETAKAN MUSHAF.

Menghafal AlQuran dari satu cetakan, jangan anda hapalkan setiap surah dari cetakan yang saling berbeda, sehingga nantinya hafalan anda bergantung pada banyak cetakan. Anda harus hafalkan dari satu cetakan, ok! Saya katakana apa tadi???  Menghafal dari satu cetakan. Anda bisa dapatkan salah satu dari cetakan yang terkenal, seperti cetakan Malik Fahd ataupun cetakan Madinah Munawwarah, dan mulailah anda menghafal dari cetakan tersebut.

Yang ketiga : MENYETOR HAFALAN DIHADAPAN QORI YANG MAHIR.

Siapapun orang yang anda jumpai, atau imam mesjid manapun, setorkan hapalan anda dihadapannya 3 ayat. Dan anda tidak merasa keberatan, Demi Allah!!! Anda tidak akan merasa berat, kawan anda dikantor pun bisa, katakan: tolong dengarkan bacaan saya, rekan kerja pun bisa, atau siapapun yang anda jumpai di mesjid, katakan: tolong dengarkan bacaan saya 3 ayat saja. Anda tidak akan merasa keberatan bukan??? Demi Allah anda  akan merasakan nikmatnya AlQuran dan dengan AlQuran anda akan semakin dekat kepada Allah. Anda baca 3 ayat, dan saya tidak katakan pada anda bahwa harus dihadapan mereka yang sudah meraih gelar Doktor, dan menghafal dihadapannya, tidak!! AlQuran tidak ada kaitannya dengan gelar Doktoral, Megister, AlQuran hanya butuh kaidah dalam membaca. Anda cukup pelajari kaidah tajwid, tidak akan sulit, sama sekali tidak akan ada kesulitan, insya Allah cukup membaca dihadapan siapa saja yang anda percaya? 1 Juz misalnya, kemudian anda pulang dan membaca sendiri dengan computer, masih nomor satu yaitu: membaca atau menghafal dihadapan Qori yang mahir dan anda bisa dapatkan cd mushap mu’allim yang dapat diulang ulang, kemudian anda masukkan ke computer, kemudian anda ikuti bacaannya, agar bacaan anda bagus, Ada CD dengan suara Hudzaifi, ada juga dengan suara alminsyawi, Abdul Basith, pilih sesuai yang anda inginkan, kemudian anda baca setelahnya dan ikutilah bacaan mereka, ikuti supaya anda bisa mengucapkan huruf hurufnya dengan benar.

Yang ke empat : MENGHAFAL SETELAH FAJR ( SUBUH ).

Menghapal setelah terbitnya fajar, kenapa saya katakan menghafalnya setelah fajar? Karena waktu fajar adalah waktu yang baik dan penuh berkah. Dan Nabi Muhammad SAW, berdoa untuk mereka yang mengerjakan sesuatu di waktu fajar agar Allah melimpahkan berkah kepada mereka, beliau berdoa: “Ya Allah, limpahkanlah berkah untuk umatku pada waktu paginya”. Setelah fajar anda hapalkan 5 ayat, dan mulailah…

Yang kelima : MEMINIMKAN YANG DIHAFAL.

Meminimkan hafalan. Saya tidak katakan bahwa setiap harinya harus menghapal seperempat (hal/juz), tidak…Karena nanti syetan membisikkan: “ayo hapalkan seperempat (hal/jus) atau 2 ¼…” dan ketika anda sudah menyelesaikan 1 juz, anda lupa sepertiga dari hapalan anda…JANGAN…

Perbuatan yang sedikit tapi berkesinambungan lebih baik dari pada banyak namun pada akhirnya terputus.

Yang ke enam : MEMBACA HAFALAN DI SETIAP KALI SHALAT.

Meminimkan hapalan dan mengulanginya 5 kali dalam shalat. Tidak apa apa misalnya anda menghapal 3 ayat dalam sehari…

Kemudian anda ulangi hapalan anda ketika shalat dhuha, subuh, shalat sunnah subuh, dzuhur, sunnah dzuhur, ashar, sunnah ashar, maghrib, sunnah maghrib, isya dan shalat sunnah isya. Saya kira bukanlah hal yang sulit, hanya 3 ayat, ok…

Hari selanjutnya anda tambah hafalan lagi 3 ayat, setelah anda hafal, ulangi hafalan anda dalam shalat, Menghafal cukup dengan 7 menit, akan tetapi anda mengulang ulangnya dalam shalat. Ketika berjalan ke mesjid pun anda dapat mengulangi hafalan anda, pulang pergi ke mesjid mungkin anda dapat mengulangi 5 kali ataupun 15 kali, saya kira hafalan anda akan kuat dan sempurna. Hari jumat, pada hari jumat anda mengulangi hafalan anda yang telah anda hafal selama satu ahad. Coba perhatikan, hari sabtu anda telah hafal 3 ayat…eh sekarang kita hari rabu, insya Allah mulai kamis, pagi besok, ok! Anda hafalkan hari kamis 3 ayat, ok! Dan baca hafalan anda pada shalat 5 waktu, hari jumatnya anda hafalkan lagi 3 ayat selanjutnya, hari kamis 3 ayat, hari jumat 3 ayat. Kemudian setorkan hafalan anda sebanyak 6 ayat. Hari sabtunya, setoran hafalan menjadi 9 ayat. Hari ahad menjadi 12 ayat dan seterusnya. Setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi hafalan anda yang lain. Dan usahakan anda banyak membaca hafalan anda itu di dalam shalat. Setelah isya anda shalat sunnah isya 2 rakaat dengan membaca seluruh yang anda telah hafal.

Silahkan coba cara ini selama satu minggu, semoga hasilnya lebih baik insya Allah, amin.

Yang ke tujuh : MURAJA’AH ATAU MENGULANG.

Murajaah atau Mengulangi hafalan yang telah lalu dan mengulangi hafalan tersebut pada shalat sunnah 2 rakaat setelah isya.

Yang ke delapan : LUANGKAN WAKTU SEPEKAN UNTUK MENGULANG SETELAH HAFAL 1 JUZ.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal al-Quran 1 juz dengan sempurna, maka anda berhenti menambah hafalan anda selama sepekan penuh, anda hafal juz Amma contohnya, anda jangan menambah hafalan baru, tapi dalam sepekan setiap hari anda mengulangi juz amma 2 kali, terus setiap hari 2 kali, supaya hafalan anda sempurna, terus dengan perlahan. Syetan membisiki di telinga anda : “Wah anda telah hafal juz ‘Amma, ayo cepat segera anda hafalkan juz Tabarak, juz Qad Samiallah, ayo cepat…” TIDAK…TIDAK…anda harus hafal perlahan lahan, ya sedikit demi sedikit, kalau tidak bisa, jadi selama 10 tahun anda tidak akan menghafal apapun, oke! Selama sepekan penuh anda mengulangi 1 juz yang telah anda hafal.

Yang ke sembilan : JIKA SUDAH HAFAL 1 JUZ, MENGULANG ¼ HAFALAN YANG LALU DITAMBAH 3 AYAT YANG BARU.

Apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 1 juz, maka setiap hari anda menghafal 3 ayat dan mengulangi ¼ hafalan anda yang lalu, setiap hari tambah 3 ayat dan mengulangi ¼ dari hafalan yang lalu, lanjut (faham)??

Coba perhatikan, apabila Allah memuliakan anda dengan menghafal 2 juz, maka yang harus anda ulangi adalah 2 perempat dari hafalan anda, ditambah 3 ayat hafan baru, begitulah seterusnya dan anda baca apa yang anda telah hafal dalam 2 rakaat shalat sunnah setelah isya.

Yang ke sepuluh : MEMINIMALISIR MAKAN, BERBICARA DAN TIDUR.

Coba perhatikan!!! Ini penting sekali, anda masih bersama saya, simaklah!!! Setelah anda menghafal Al-Quran maka anda harus meminimalisir 3 hal :

1). Meminimalisir makan,

2). Ucapan,

3). Dan juga tidur,

oke!Kenapa??? Karena apabila anda meminimalisir makan…Saat anda mengurangi makan, pembicaraan, dan juga tidur. Pembicaraan dikurangi, waktu tidur dijadwal, begitu juga waktu makan, kalau tidak, akan bermasalah.

Yang ke sebelas : BERDO’A.

Berdo’a semoga Allah memudahkan anda menghafal Al-Qur’an. Berdo’a, Allah SWT akan memberkahi anda yang menghafal Al-Qur’an, karena anda tidak akan bisa menghafal al Quran kecuali dengan Taufiq Allah ( pertolongan / anugrah Allah ). Apakah setiap pembicaraan ini bisa di peroleh semuanya?? setiap pembicaraan ini dapat diperoleh, ini adalah ringkasan dari kitab dengan judul “Atsimaarul Yaani’ah filkhuthobil jaami’ah”, intisari dari khutbah atau ceramah ini adalah judul judul ini adalah dibawah judul kewajiban kita kepada AlQuranul karim dari kitab “Atsimaarulyaani’ah filkhuthobil jaami’ah” … “الثمار اليانعة في الخطب الجامعة” anda bisa memperoleh kitab ini, dan kitab ini dikarang oleh Ibnu Rajab Al Hambali dan telah beredar di pasaran.

Terimakasih, Wallahul hadi ilas Siratil Mustaqim.

Muara semua ketaatan dan ibadah

Seri Mengaji Masjid Alitisham, Kuliah shubuh Ust. Mulyadi Qosim, 5juli2016 / 30Ramadhan1437

Qs. 3:15 org beriman & taqwa tdk terhambat godaan2 di jalan menuju Allah

Tujuan hidup : ridho Allah

Visi : menjadi org bertaqwa

Misi : beribadah, dakwah, amar maruf nahi munkar

Qs. 2:21 semua muara ibadah adalah taqwa, semua jenis ibadah :

  1. Mahdoh : tdk boleh berimprovisasi, sdh jelas aturannya secara rinci.
  2. Ghoiro mahdoh : makan, minum, waris, munakahat, jinayat

Qs. 2:183 ujung puasa adalah taqwa

Qs. Al anam:72 shalat ujungnya taqwa

Qs. Alaraf:156 zakat ujungnya taqwa

Qs. 2:197 haji juga ujungnya taqwa

Berbuat baik kpd sesama manusia dan alam semesta. Bahkan Senyum adalah sedekah, : ibadah, dakwah, muamalah

Qs. 3:172 – pahala yg besar, dalam 3 skema :

  1. Iman (kepercayaan/kepercayaan)
  2. islam (ketundukan dan kepatuhan)
  3. ihsan (keyakinan dan ketundukan)

Qs. Alaraf:35 – taqwa dan melakukan kebaikan maka tdk ada kesempitan dlm hidup, hilang rasa takut dan rasa sedih.

Ujung ketaatan pribadi dan sosial adalah taqwa

Mengapa perintah taqwa sangat diperintahkan oleh Allah :

Qs. 3:102 – bobot perintah taqwa haqqotuqotih (yg sebenar2nya),

1- Karena kemuliaan hidup akan didapat jika beriman dan taqwa

Qs. Alhujarat:13
Hadits : Sesungguhnya Allah tdk melihat kpd aksesoris keduniaanmu (suku, etnis, warna kulit) tetapi hanya hatimu.
Qs. Almulk2
Qs. Alkahfi7

Harta, ilmu, jasad untuk apa : itulah yg dinilai Allah, bukan seberapa banyaknya.

2- akan mengundang rizki yg tdk terukur, misalnya sehat, umur, rizki, keluarga sholeh, pekerjaan baik, rumah, dll. Jika dilandasi ketaatan akan mengundang pertolongan Allah

Qs. At-thalaq : 2-4 :

  • akan mendapat jalan keluar.
  • rizki yg tidak disangka2 tdk terukur – bukan org kaya yg lapar yg tdk pernah puas dlm hidupnya
  • dimudahkan segala urusannya

Qs. Fushilat : 15-18
kisah tentang Kaum ad sombong dan merusak, kaum tsamud yg sesat.

Qs. Al a’raf:96
Pintu keberkahan langit dan bumi

Qs. Thoha:124
Yg tdk taat akan mendapat kehidupan yg sempit, banyak harta tapi gelisah, sehat badannya tapi maksiat.
Yg taat akan mendapatkan berkah

Makna Berkah :

  • Cukup : mau banyak atau sedikit cukup saja
  • Toyyibah : baik – Qs. annahl:97
  • Hasanah : sejahtera – Qs. 2:121
  • Sa’adah : bahagia – Qs. hud:108, Qs. Kahfi:107
  • Sakinah : tenang, damai, tentram – Qs. Al-fath:4, Qs. Arrum:21
  • Alfalah : beruntung – Qs. alhaj:77

Sistematika Azan :

  • Membesarkan Allah
  • Tauhid
  • Ibadah
  • Kemenangan

Sistematik alfatihah :

  • Iyya kana’budu wa iyya kanasta’in
    Ibadah dulu baru dpt kemenangan.

Qs. 2:186 doa akan diijabah kalau taat

Ketika bertambah usianya, bertambah pula kebaikannya itu berkah.
Bertambah anak atau cucunya bertambah baik.
Bertambah harta, bertambah syukur

3- sebaik2 bekal adalah taqwa iman dan amal sholeh Qs. 2:197

– hadits, ada 3 teman manusia, yg pertama mengantar sampai ajal (yaitu harta) yg kedua sampai kubur (keluarga dan kawan2), yg ketiga sampai mahsyar (amal perbuatan)

Qs. Annahl:92 jgn spt wanita yg memintal benang jadi kain lalu dilepaskan dicerai beraikan lagi.
Setelah intensif membangun kesholehan dikendorkan lagi setelah ramadhan.

Jadilah robbanian yg soleh kapan saja dan bukan romadonian yg hanya sholeh ketika ramadhan (yusuf qardhowi

1- muakkadah jgn lupa perjanjian dgn Allah
Qs. Annahl:91-92
Qs. Al a’raf172

2- muhasabah mengevaluasi / menghisab diri usia dan amal kita
Qs. Alhasr:18

3- Muroqobah
Qs. Annisa:1 Allah selalu mengawasi
Qs. Qof:18 ada malaikat pengawas

4- muaqobah – mengkifarat diri kita

5- mujahadah – kesungguhan etos jihad yg luar biasa.

6- ishlah (perbaikan) dlm ibadah, aqidah dan muamalah

Hadits : Amal yg lebih baik dari kemarin beruntung, sama dgn kemarin merugi dan dilaknat jika lebih buruk amalnya dari kemarin.

7- tawasoub – saling bertausiyyah menasihati satu sama lain. Walaupun seorang kakek dinasihati cucunya, jika benar ya diterima. Kawan yg baik adalah mengingatkan ketika kita berbuat buruk

Alhasr : bernasihat.
Etika bernasihat : Qaulan hasana, marufa, sakila, layyina, maisuro

Wallahu a’lam

Beberapa Gangguan terhadap Keimanan

Seri Mengaji Masjid ALitisham, Kuliah shubuh Ust. Mulyadi Qosim, 4juli2016 / 29Ramadhan1437

Algazali menyebut ada beberapa gangguan terhadap keimanan manusia :

1 Syetan

– Qs. Alhasyr : 39-40
– sombong&hasud yg membuat dia celaka, diwariskan kpd qadun, firaun, haman alankabut:35-40

5 langkah godaan syetan :
– terang2an
– riya
– istisba (bisikan kesombongan dlm hati)
– sembrono tdk itqon (tdk semurna atau sungguh2).
– bagi org muslih,

# Qs. Maryam : 44
Makhluk yg bermaksiat durhaka kpd Allah

Sikap thpd syetan alkufru, mufasholah (memisahkan diri tdk erteman dgn syetan)’ malmuqoshoro,

2#- dunia

Qs. Ala’la 16
Qs. Fatir 5
Qs. Gafir 39

Dunia itu sekedar alat, majroah tempat melakukan kebaikan dan memberi ko
tribusi kemanusiaan yg maksimal sbg ladang akhirat, dan bukan tujuan.

Qs. 2:200 kelompok materialisme, ukuran sukses adalah uang. 2:200
menceritakan kesuksesan sejati.

Qs. Mulk:2
Qs. Kahfi:7 dunia perhiasan utk menguji

Ujian kpd manusia :
Qs. Alanfal 28
Qs. Taghobun :15
Qs. Alisra 83 – manusia jika diberi kenikmatan lupa, ketika menderita baru ingat Allah

Qs. Munafiqun:9 – anak, harta jgn melalaikan dari mengingatAllah.

3#- harta dan keluarga

Qs. 3:14 kecintaan terhadap wanita, anak2, harta yg banyak (emas, perak,
sawah ladang)
Qs. Luqman : 20 seluruh yg diciptakan sbg sarana hidup manusia yg lengkap.

Harta hanyalah sekedar hak guna pakai saja.

Qs. 3:15-17
Allah hiasi manusia kecintaan kpd kebendaan, tapi ada yg lebih baik dari
itu, utk org taqwa yaitu surga. (sungai, istri suci dan Allah meridhoi),
yaitu :
– org yg mengatakan kami beriman hanya kpdMu.
– Org merasa banyak dosa dan selalu minta ampun setiap saat. Nabi saja yg sdh dijamin dosanya diampuni istighfar 100kali. Ayat2 taubat Qs. Azzumar53 (panggilan ya ibadiyya – hamba2 yg berdosa jgn putus asa) attahrim
– org2 yg takut kpd Allah krn dosanya takut azab neraka maka banyak
munajat (alghasiyah:1-
– org yg sabar, (sabar dlm taat, menghindari maksiat, dakwah, jihad Qs. 2:155-157)
– org yg benar (as-shiddiqin)
– org yg taat,
– org yg menginfaqkan hartanya, peduli sosial
– org yg mhn ampunan sblm fajar. Mengisi sepertiga malam utk ibadah.

Qs. Annur:51 org taqwa itu sami’na wa atho’na

Surga itu diwariskan kpd org taqwa
4 jenis sungai : Sungai air, susu, kamr, madu
Qs. Al Ghosiyah : 10-16 penggambaran tentang surga.

Semua harta itu tdk ada artinya kalau kita tdk beriman dan bertaqwa.

Ayat2 tentang syirik :
Qs. 4 : 16,48
Qs. Almaidah : 72
Qs. Luqman : 13
Qs. Azzumar : 65

Wallahu a’lam

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.