• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 551.025 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pengadilan Allah pasti Akan Datang

Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 29 September 2019, Prof. Dr.KH. Didin Hafidhuddin, M.S.

Qs. Yasin (36): 65-67

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم.

اَلْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلٰۤى اَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَاۤ اَيْدِيْهِمْ وَتَشْهَدُ اَرْجُلُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ.
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; tangan mereka akan berkata kepada Kami dan kaki mereka akan memberi kesaksian terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan.”
(QS. Ya-Sin 36: 65).
وَلَوْ نَشَآءُ لَـطَمَسْنَا عَلٰۤى اَعْيُنِهِمْ فَاسْتَبَقُوا الصِّرَا طَ فَاَ نّٰى يُبْصِرُوْنَ.
“Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; sehingga mereka berlomba-lomba (mencari) jalan. Maka bagaimana mungkin mereka dapat melihat?”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 66)

وَلَوْ نَشَآءُ لَمَسَخْنٰهُمْ عَلٰى مَكَا نَتِهِمْ فَمَا اسْتَطَاعُوْا مُضِيًّا وَّلَا يَرْجِعُوْنَ.
“Dan jika Kami menghendaki, pastilah Kami ubah bentuk mereka di tempat mereka berada; sehingga mereka tidak sanggup berjalan lagi dan juga tidak sanggup kembali.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 67).

PELAJARAN DAN HIKMAH YANG ADA:

1. Sebenarnya Allah menghendaki kebaikan kepada hambaNya, agar selama di dunia melakukan perbuatan-perbuatan ihsan. Melakukan ibadah shalat dengan khusu’, sehingga dimensi perbuatannya berorientasi keselamatan dan kebahagiaan akhirat. Maka Allah perintahkan agar setiap manusia berbuat ihsan (kebaikan). Allah SWT berfirman:

وَا بْتَغِ فِيْمَاۤ اٰتٰٮكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَاۤ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْـفَسَادَ فِى الْاَرْضِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ.

“Dan carilah (pahala) negeri akhirat dengan apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu, tetapi janganlah kamu lupakan bagianmu di dunia dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berbuat kerusakan.”
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 77).

2. Pada ayat 65 ini Allah menjelaskan perihal yang kelak di hari kiamat pasti akan terjadi, yakni saat semua manusia menghadapi pengadilan Allah, maka orang-orang kafir dan orang munafik mengingkari catatan amalan mereka yang buruk selama di dunia. Sehingga kegaduhan mulut-mulut mereka pada hari itu seketika Allah jadikan terkunci tidak dapat berbicara lagi untk mengingkari catatan amalan mereka. Maka berbicaralah tangan-tangan dan kaki mereka memberi kesaksian terhadap perbuatan buruk mereka yang diingkari oleh mulutnya.

Allah SWT berfirman dalam ayat yang lain.

حَتّٰۤى اِذَا مَا جَآءُوْهَا شَهِدَ عَلَيْهِمْ سَمْعُهُمْ وَاَ بْصَارُهُمْ وَجُلُوْدُهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ.
“Sehingga apabila mereka sampai ke neraka, pendengaran, penglihatan, dan kulit mereka menjadi saksi terhadap apa yang telah mereka lakukan.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 20)

وَقَا لُوْا لِجُلُوْدِهِمْ لِمَ شَهِدْتُّمْ عَلَيْنَا ۗ قَا لُوْۤا اَنْطَقَنَا اللّٰهُ الَّذِيْۤ اَنْطَقَ كُلَّ شَيْءٍ وَّهُوَ خَلَقَكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّاِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ.
“Dan mereka berkata kepada kulit mereka, Mengapa kamu menjadi saksi terhadap kami? (Kulit) mereka menjawab, Yang menjadikan kami dapat berbicara adalah Allah, yang (juga) menjadikan segala sesuatu dapat berbicara, dan Dialah yang menciptakan kamu yang pertama kali dan hanya kepada-Nya kamu dikembalikan.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 21)

3. Orang-orang yang memiliki catatan amalnya yang buruk akan menjadi bisu dan buta, sehingga mereka menyesali diri.

وَمَنْ اَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِيْ فَاِ نَّ لَـهٗ مَعِيْشَةً ضَنْكًا وَّنَحْشُرُهٗ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ اَعْمٰى.
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 124).

قَا لَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِيْۤ اَعْمٰى وَقَدْ كُنْتُ بَصِيْرًا.

“Dia berkata, Ya Tuhanku, mengapa Engkau kumpulkan aku dalam keadaan buta, padahal dahulu aku dapat melihat?”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 125)

قَا لَ كَذٰلِكَ اَتَـتْكَ اٰيٰتُنَا فَنَسِيْتَهَا ۚ وَكَذٰلِكَ الْيَوْمَ تُنْسٰى.
“Dia (Allah) berfirman, Demikianlah, dahulu telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, dan kamu mengabaikannya, jadi begitu (pula) pada hari ini kamu diabaikan.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 126)

وَكَذٰلِكَ نَجْزِيْ مَنْ اَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِۢاٰيٰتِ رَبِّهٖ ۗ وَلَعَذَا بُ الْاٰخِرَةِ اَشَدُّ وَاَ بْقٰى.

“Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak percaya kepada ayat-ayat Tuhannya. Sungguh, azab di akhirat itu lebih berat dan lebih kekal.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 127)

Semoga kita menjadi hamba-hamba Allah yg istiqomah dalam kebaikan dan dimasukkan ke dalam surga serta mendapatkan keridhoan-Nya. Aamiin.

Wallahu a’lam.

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Hati-hati Dosa Hati

Seri mengaji Masjid AlI’tisham sabtu, 21 Sep 2019, Ustad Sambo

Tentang rizki, ada 2 cara mendapatkannya :
1. Yakin :
– kadang iman kurang kuat, mental tdk yakin bagaimana bisa punya rumah kalau tdk nyicil (berhutang).
– salah satu doa nabi lepas dari hutang :
“Allohumma Inni A’uudzubika Minal Hammi Wal Huzni, Wal ‘Ajzi Wal Kasali, Wal Bukhli Wal Jubni, Wadlola’iddaini Wa Gholabatirrijaal”
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kegalauan dan kesedihan, kelemahan dan kemalasan, kepengecutan dan kekikiran, belitan hutang dan penindasan orang.” (HR. Bukhari no. 6369)
Karena belitan hutang ini adalah salah satu perbuatan halal yg tdk disukai Allah (cerai dan hutang)
Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur, dari fitnah Al-Masiih, Ad-Dajjaal dan dari fitnah kehidupan dan fitnah kematian. Ya Allah! Sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang menyebabkan dosa dari berhutang. (Hadits)

2. Sabar :
– melalui proses perlu kesabaran. Proses adalah Sunnatullah.
– Allah adalah menurut prasangkaan hambaNya. Keinginan manusia akan diberikan, namun tentu saja melalui proses, yaitu Sunnatullah-Nya.

Hati2 dosa hati, tidak disadari, dan akan dihisab.

Berniat berbuat jahat, blm dihitung sebelum dilaksanakan. Berniat berbuat kebaikan sudah mendapat pahala dan apalagi dilaksanakan dilipatgandakan mulai 10 kali lipat. Hal ini berbeda dgn perbuatan hati, ini adalah perbuatan fisik.

Namun ada kejahatan hati (buruk hati) yang pasti dihisab, misalnya :
1. riya – menghapus nilai amal sholeh
2. sombong/ujub – tdk masuk surga jika ada kesombongan di dalam hatinya sekecil zarrrah (dalam makna menolak kebenaran dan merendahkan org lain)
3. Hasud – menghapus kebaikan seperti api membakar daun kering.
4. Iri dengki (tidak suka org lain dpt nikmat, senang org lain dpt musibah- terlihat di gesturnya)
5. dendam
“Orang yang paling dibenci Allah ialah ora yang menaruh dendam kesumat (bertengkar).” (HR. Muslim)
6. benci : apalagi benci kepada orang beriman.
“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa, “Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. Ya Tuhan kami, Sungguh, Engkau Maha Penyantun, Maha Penyayang.” (QS. Al-Hasyr[59]:10)
7. cinta dunia
Hampir saja para umat (yang kafir dan sesat, pen) mengerumuni kalian dari berbagai penjuru, sebagaimana mereka berkumpul menghadapi makanan dalam piring”. Kemudian seseorang bertanya,”Katakanlah wahai Rasulullah, apakah kami pada saat itu sedikit?” Rasulullah berkata,”Bahkan kalian pada saat itu banyak. Akan tetapi kalian bagai sampah yang dibawa oleh air hujan. Allah akan menghilangkan rasa takut pada hati musuh kalian dan akan menimpakan dalam hati kalian ’Wahn’. Kemudian seseorang bertanya,”Apa itu ’wahn’?” Rasulullah berkata,”Cinta dunia dan takut mati.” (HR. Abu Daud, Ahmad)

Kita Perlu selalu berdoa agar jauh dari maksiat yg dzhohir (zina, riba, membunuh, dll), maupun kemaksiatan yg bathin.
Hisab lalu hijrah dari kegelapan perbuatan & perkataan dan hati ke cahaya Allah.

Muhasabah ini modalnya :
1. Kemauan
2. Kesadaran
3. Kejujuran : pada diri dan org lain, keberanian satria. Mengakui kesalahan, tinggalkan, mohon ampun, berbuat kebaikan.

Dosa hati tdk akan diketahui jika tdk bermuhasabah dan cukup ilmunya.

Org masuk surga itu banyak yg justru tdk bawa amal, tetapi dengan hati yg bersih (qolbun salim) di hari yg tdk ada manfaat harta, keluarga dan anak-anaknya.
“Pada hari yang harta dan anak-anak tidak lagi berguna, kecuali orang yang menghadap Allah dengan kalbu yang bersih.” (asy-Syu’ara: 88—89)

Di dalam diri itu ada segumpal daging, kalau baik, maka baik semua jasadnya.
Ketahuilah, sesungguhnya di setiap jasad ada sekerat daging. Manakala sekerat daging tersebut baik, akan baik pula seluruh jasad. Namun, manakala sekerat daging tersebut rusak, akan berakibat rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah, sekerat daging tersebut adalah kalbu.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

Ada amal2 hati, yg senyap tapi berpahala, kecil / ringan (satu dua kalimat toyyibah saja) namun besar pahalanya, Contoh :
1. Tafakkur
“Tafakur satu jam lebih baik ketimbang ibadah 60 tahun lamanya.” (Hadits yg termaktub dalam kitab Nashaih al-Ibadkarya an-Nawawi al- Bantani).
2. Memaafkan
3. Tawadhu (rendah hati)
4. Husnudzon (berbaik sangka)
5. Dzikir pagi dan petang 30:18-19

Karakteristik dosa hati : Besar tapi tidak kelihatan. Bisa melanda semua kalangan.
Contoh :
1. Iblis itu tadinya makhluk sholeh di surga bersama malaikat dan masuk di derajat malaikat (sampai sama diperintahkan sujud bersama malaikat), namun kesombongannya ketika makhluk new comer Adam as diciptakan, iblis menolak karena merasa lebih baik.
2. Bisa jadi sdh miskin cinta dunia
3. Bisa jadi tampilannya sudah cingkrang, namun merendahkan org lain yg tidak nyunnah.
4. Bisa jadi menimpa org sholeh dan timbul kesombongannya dgn ilmu dan amalnya.

Jadilah kaffah dan istiqomahlah

Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 22 September 2019, Oleh: Prof. Dr.KH. Didin Hafidhuddin, M.S.

QS. Yasin (36): 60-64

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

.اَلَمْ اَعْهَدْ اِلَيْكُمْ يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ اَنْ لَّا تَعْبُدُوا الشَّيْطٰنَ ۚ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۙ .
“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu wahai anak cucu Adam agar kamu tidak menyembah setan? Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi kamu,”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 60)

وَّاَنِ اعْبُدُوْنِيْ ۗ هٰذَا صِرَا طٌ مُّسْتَقِيْمٌ.
“dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 61)

وَلَقَدْ اَضَلَّ مِنْكُمْ جِبِلًّا كَثِيْرًا ۗ اَفَلَمْ تَكُوْنُوْا تَعْقِلُوْنَ.
“Dan sungguh, ia (setan itu) telah menyesatkan sebagian besar di antara kamu. Maka apakah kamu tidak mengerti?”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 62)

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ.
“Inilah (Neraka) Jahanam yang dahulu telah diperingatkan kepadamu.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 63)

اِصْلَوْهَا الْيَوْمَ بِمَا كُنْتُمْ تَكْفُرُوْنَ.
“Masuklah ke dalamnya pada hari ini karena dahulu kamu mengingkarinya.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 64)

HIKMAH YANG ADA UNTUK JADI PELAJARAN

1. Allah ingatkan kepada setiap anak cucu Adam (manusia) bahwa berita tentang kehidupan akhirat itu pasti akan terjadi. Dan Allah ingatkan agar manusia tidak kufur kepada Allah lalu mengikuti ajakan (mentaati) setan. Dalam ayat yang lain Allah SWT berfirman:

كَيْفَ تَكْفُرُوْنَ بِا للّٰهِ وَكُنْتُمْ اَمْوَا تًا فَاَحْيَا کُمْ ۚ ثُمَّ يُمِيْتُكُمْ ثُمَّ يُحْيِيْكُمْ ثُمَّ اِلَيْهِ تُرْجَعُوْنَ.
“Bagaimana kamu ingkar kepada Allah, padahal kamu (tadinya) mati, lalu Dia menghidupkan kamu, kemudian Dia mematikan kamu, lalu Dia bbmenghidupkan kamu kembali. Kemudian kepada-Nyalah kamu dikembalikan.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 28)

2. Bahwa dalam kehidupan di dunia yg sementara ini, maka Allah iringkan musuh nyata yang abadi yakni setan-setan. Maka siapa pun yg menjauhi dan mengingkari petunjuk Allah berarti dia telah mentaati dan menyembah setan. Bahkan Allah sdh memberitahu bahwa setan telah menyesatkan mayoritas manusia seperti dijelaskan pada ayat 62 di atas, agar manusia mau berfikir menggunakan akal sehat.

3. Orang yg beriman dengan benar dan beramal kebaikan sesuai dengan petunjuk Allah atas dasar keimanannya yg kokoh, maka Allah menjanjikan kebahagiaan hidup di dunia yg diberkati dan kebahagiaan hidup di akhirat dengan keselamatan. Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَا نُوْا يَعْمَلُوْنَ.
“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

4. Orang-orang yang Radikal (kaffah dan istiqomah = mengakar kuat, kokoh iman dan jatidirinya) maka Allah akan senantiasa melindungi dan memberi kebaikan, sebagai mana telah dijelaskan oleh Allah SWT yg berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَا لُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَا مُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَا فُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَ بْشِرُوْا بِا لْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ.
“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka *meneguhkan pendirian mereka* maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 30)

5. Sebaliknya siapa pun yg mengingkari petunjuk Allah dan RasulNya, mengikuti tipu daya setan, maka mereka akan tersesat jalan dan menjadi golongan yg kafir. Dan pada saatnya kelak mereka akan dilemparkan kedalam neraka jahannam akibat dari kekufurannya.
Sebagaimana yg dijelaskan pada ayat 63 di atas.

Ya Allah satukan kami dalam golongan orang orang yang selamat dan calon-calon penghuni surga yang diridhoiNya. Aamiin.

Wallahu a’lam

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Kegiatan Para Penghuni Surga

Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 15 September 2019, Oleh: Prof. Dr.KH. Didin Hafidhuddin, M.S.

Qs. Yasin (36): 55-59

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم.

اِنَّ اَصْحٰبَ الْجَـنَّةِ الْيَوْمَ فِيْ شُغُلٍ فٰكِهُوْنَ ۚ .

“Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 55).

هُمْ وَاَزْوَاجُهُمْ فِيْ ظِلٰلٍ عَلَى الْاَرَآئِكِ مُتَّكِــئُوْنَ.
“Mereka dan pasangan-pasangannya berada dalam tempat yang teduh, bersandar di atas dipan-dipan.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 56)

لَهُمْ فِيْهَا فَا كِهَةٌ وَّلَهُمْ مَّا يَدَّعُوْنَ ۚ .
“Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa saja yang mereka inginkan.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 57)

سَلٰمٌ ۗ قَوْلًا مِّنْ رَّبٍّ رَّحِيْمٍ.
“(Kepada mereka dikatakan), Salam, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 58)

وَا مْتَازُوا الْيَوْمَ اَيُّهَا الْمُجْرِمُوْنَ.
“Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir), Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, wahai orang-orang yang berdosa!”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 59)

HIKMAH PELAJARAN DI DALAM AYAT-AYAT INI

1. Dalam ayat yg kita baca di atas, diantaranya Allah menjelaskan tentang pembalasan terhadap orang-orang yg berdosa, yg mengingkari terhadap adanya hari pembalasan.

2. Hal tsb terjadi karena mereka ketika di dunia selalu memperolok-olok orang beriman dengan segala keteguhan imannya dan orang beriman yg konsisten dalam amal dan perjuangannya. Sementara mereka (orang-orang kafir itu) menyukai hawa nafsu untuk bersenang-senang dan tidak mempercayai akan terjadinya hari pembalasan.

3. Berbeda keadaannya yang didapatkan oleh orang-orang yang beriman dgn segala amal baiknya dan dgn segala konsekuensi pertanggung jawaban imannya ketika di dunia. Di akhirat mereka akan mendapatkan berbagai kenikmatan dan keridhoan Allah SWT. (Yasin (36):55-58)

4. Apa saja kah kunci-kunci surga itu? Surga itu akan diwariskan kepada orang-orang beriman. Yang memiliki kebiasaan dan karakter seperti yg dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya berikut ini. 👇🏼
Lihat Qs. 23:1-11

قَدْ اَفْلَحَ الْمُؤْمِنُوْنَ ۙ .
“Sungguh beruntung orang-orang yang beriman,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 1)

الَّذِيْنَ هُمْ فِيْ صَلَا تِهِمْ خَاشِعُوْنَ ۙ
“(yaitu) orang yang khusyuk dalam sholatnya,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 2).

وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَنِ اللَّغْوِ مُعْرِضُوْنَ ۙ .
“dan orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 3)

وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِلزَّكٰوةِ فَاعِلُوْنَ ۙ .
“dan orang yang menunaikan zakat,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 4)

وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِفُرُوْجِهِمْ حٰفِظُوْنَ ۙ .
“dan orang yang memelihara kemaluannya,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 5)

اِلَّا عَلٰۤى اَزْوَاجِهِمْ اَوْ مَا مَلَـكَتْ اَيْمَا نُهُمْ فَاِ نَّهُمْ غَيْرُ مَلُوْمِيْنَ ۚ .
“kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka tidak tercela.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 6)

فَمَنِ ابْتَغٰى وَرَآءَ ذٰلِكَ فَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْعٰدُوْنَ ۚ .

“Tetapi barang siapa mencari di balik itu (zina, dan sebagainya), maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 7)

وَا لَّذِيْنَ هُمْ لِاَ مٰنٰتِهِمْ وَعَهْدِهِمْ رَاعُوْنَ ۙ .
“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanah-amanah dan janjinya,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 8)

وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَلٰى صَلَوٰتِهِمْ يُحَا فِظُوْنَ ۘ .
“serta orang yang memelihara sholatnya.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 9)

اُولٰٓئِكَ هُمُ الْوَارِثُوْنَ ۙ .
“Mereka itulah orang yang akan mewarisi,”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 10)
Allah SWT berfirman:

الَّذِيْنَ يَرِثُوْنَ الْفِرْدَوْسَ ۗ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ.
“(yakni) yang akan mewarisi (Surga) Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 11)

Semoga kelak kita termasuk dalam golongan pewaris surga yang dijanjikan oleh Allah SWT. Aamiin.

Wallahu a’lam

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Kekafiran itu Keraguan Yang Nyata

Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 02 Muharram 1441H (01 September 2019), Oleh: Prof. Dr.KH. Didin Hafidhuddin, M.S.

Qs. Yasin (36): 48-50

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم.

وَيَقُوْلُوْنَ مَتٰى هٰذَا الْوَعْدُ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ.
“Dan mereka (orang-orang kafir) berkata, Kapan janji (hari berbangkit) itu (terjadi) jika kamu orang-orang yang benar?”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 48)

مَا يَنْظُرُوْنَ اِلَّا صَيْحَةً وَّاحِدَةً تَأْخُذُهُمْ وَهُمْ يَخِصِّمُوْنَ.
“Mereka hanya menunggu satu teriakan, yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 49)

فَلَا يَسْتَطِيْعُوْنَ تَوْصِيَةً وَّلَاۤ اِلٰۤى اَهْلِهِمْ يَرْجِعُوْنَ.
“Sehingga mereka tidak mampu membuat suatu wasiat dan mereka (juga) tidak dapat kembali kepada keluarganya.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 50)

HIKMAH & PELAJARAN YANG DAPAT KITA JADIKAN PANDUAN

1. Pada ayat sebelumnya, dijelaskan bhw indikator utama orang yg beriman dan bertaqwa adalah suka berinfaq untuk membela agama, membangun sarana untuk kebaikan yg diridhoi Allah, berbuat baik bagi sesama.
Tetapi orang-orang kafir suka mencibir dan nyinyir, mengapa agama harus dibela, mengapa harus memberi sesuatu kepada orang lain, bukankah Allah Maha kaya, Maha Kuasa?

Karena itu jika ada orang yg memiliki pikiran dan pemahaman bahwa agama Allah tdk perlu ditolong, tdk perlu dibela dgn perjuangan, tidak perlu berinfaq, toh Allah Maha Kuasa memuliakan agamaNya, dan Maha memberi rezki, maka orang tsb dihukumi kafir di sisi Allah SWT.
Dan orang yg seperti ini biasanya telah terhasut hatinya oleh setan yg selalu memandang baik perbuatan yg buruk disisi Allah.

Dan setanlah yg selalu menjadi temannya.

وَمَنْ يَّعْشُ عَنْ ذِكْرِ الرَّحْمٰنِ نُقَيِّضْ لَهٗ شَيْطٰنًا فَهُوَ لَهٗ قَرِيْنٌ.

“Dan barang siapa berpaling dari pengajaran Allah Yang Maha Pengasih (Al-Qur’an), Kami biarkan setan (menyesatkannya) dan menjadi teman karibnya.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 36)

Contoh terbaru adalah desertasi seorang doktor dari UIN tentang halalnya hubungan sex di luar nikah. Yg melakukan, yg meloloskan dan siapapun yg berkaitan dengan desertasi tsb dapat dipastikan adalah setan-setan dari golongan manusia.

وَاِ نَّهُمْ لَيَصُدُّوْنَهُمْ عَنِ السَّبِيْلِ وَيَحْسَبُوْنَ اَنَّهُمْ مُّهْتَدُوْنَ.
“Dan sungguh, mereka (setan-setan itu) benar-benar menghalang-halangi mereka dari jalan yang benar, sedang mereka menyangka bahwa mereka mendapat petunjuk.”
(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 37)

2. Pada ayat yg kita baca di atas, orang-orang kafir mempertanyakan tentang kapan terjadinya hari pembalasan? Karena mereka meragukannya.

3. Allah menjelaskan bahwa bila saat terjadi ketika itu mereka sdg dalam keadaan lengah bahkan ada yg sedang bertengkar, sedang bermain main.
Yang demikian itu pasti bakal terjadi.

Allah SWT berfirman:

وَّاَنَّ السَّاعَةَ اٰتِيَةٌ لَّا رَيْبَ فِيْهَا ۙ وَاَ نَّ اللّٰهَ يَـبْعَثُ مَنْ فِى الْقُبُوْرِ.

“dan sungguh, (hari) Kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya; dan sesungguhnya, Allah akan membangkitkan siapa pun yang ada di dalam kubur.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 7)

Wallahu a’lam
Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Hijrah

Seri mengaji Masjid AlI’tisham, Sabtu, 31 Agustus 2019, Ust Mulyadi

Al faizun (orang-orang yg beruntung, menang)
Qs. 9:20, Qs. Al mukminun:111, Qs. Annur:52

# Ada 7 karakter Faizun :
1. Iman
2. Hijrah
3. Jihad
4. Ketaatan kpd Allah dan Rasul
5. Taqwa
6. Takut kepada Allah (Qoswah)
7. Sabar

Hijrah
Secara bahasa hanya sekali terjadi sekali dlm sejarah manusia, yaitu perjalanan nabi SAW dari mekkah dan madinah. Berdasarkan hadits : tidak ada hijrah setelahku, yg ada adalah jihad.

# Dilihat dari dua fase dakwah nabi SAW :
1. 13 tahun di Makkah
2. 10 tahun di Madinah

Terdapat Dua Macam hijrah :
1. Secara individual, ritual, aqidah – dari pagan, keyakinan yg rusak, menyembah berhala, politeis. Hijrah keyakinan dari penyembahan kpd makhluk, menjadi kepada Allah.
Aqidah dlm ilmu tauhid :
– syirik besar : terang2an menyembah selain Allah, seperti berhala, matahari, hewan, patung, manusia2 keramat.
– syirik kecil : menuhankan jabatan, kekuasaan, hawa nafsu, dan dunia. Qs. 2:165, menempatkan dunia lebih tinggi dari kecintaannya kpd Allah, bahkan sejajar saja tidak boleh. Mencinta Allah dari cintanya kpd yg lain, maka akan terasa nikmatnya iman.

Jika masih punya penyakit wahn, dan belum hijrah darinya, maka tdk akan dtg kemenangan.

2. Secara kolektif, negara, secara sistem, di berbagai bidang politik, hukum, budaya, ekonomi, kekuasaan.

# Hijrah dalam konteks dakwah :

1#. Fase Makkah (ayat2 Quran tentang aqidah, sejarah, ,ibadah) :
1. Tabligh (penyampaian umum)
2. Ta’lim (pengajaran lebih dalam)
3. Takwim (pembentukan, memperbaiki fikrah dan melatih amal)

2#. Fase Madinah (ayat2 Quran tentang Muamalah, sistem kehidupan kaffah, meliputi :
4. Tandzim (penyusunan, menyatukan shaf, mengkoordinasikan amal dan pengawasan kegiatan)
5. Tanfidz (pelaksanaan)

Penerapannya ada pada :
– hukum pemerintahan, (fiqih siyasah),
– fiqih jinayah (hukum pidana, memelihara ummat),
– fiqih saisah (memelihara hubungan pribadi2), misalnya : Nikah (fiqih munakahat – fiqih keluarga), seperti waris (fiqih mawaris), cerai, talaq, rujuk, dll.
– Fiqhul amwal (fiqih harta – sosial ekonomi ZISWAF)
– Fiqih muamalah

Maqosid syariah, menjaga ummat

# Bermasyarakat cara Islam :
1. Kedaulatan di tangan syariah (hukum Allah) Qs. al anam:67, Qs. Almaidah:54
2. Kekuasaan di tangan ummat untuk mengangkat
3. Kepemimpinan di tangan khalifah, imam, sultan, presiden.
4. Yg berhak mengadopsi hukum Islam adalah pemimpinnya.

# Langkah-langkah hijrah membangun peradaban :
1. Membangun mesjid sbg pusat pergerakan
2. Membangun pemerintahan Islam yaitu negara Madinah.
3. Membangun ekonomi dan sosial kemasyarakatan.
4. Menetapkan syariat sbg hukum .yg mengatur masyarakat.
5. Kegiatan dakwah yg semakin masif dan prograsif.

Wallahu a’lam

Memaknai Kemerdekaan

Seri mengaji Masjid AlI’tisham Jumat, 30 Agustus 2019, Ust Samsul Bahri

Qs. An anbiya : 1-2 ; ayat 1 tentang kiamat, ayat 2 nya ttg Quran.

Kata “Tasqila” (berat) ada 2 dlm Quran :
1. Yaumul tasqila : hari yg berat (kiamat) al insan :27
2. Qaulan tasqila : perkataan yg berat (Qur’an)
Al Muzzammil : 5

Maka tdk ada lain, agar kita selamat dalam hari kiamat yg berat, maka kita perlu berpegang pada Qur’an.

Allah menggambarkan meski pun begitu, masih saja ada orang yg tidak peduli kerasnya kiamat dan konsekuensinya kehidupan setelah hari pembalasan tersebut. Sebagaimana ada pada Qs. Almaarij :6-7 mereka melihat kiamat itu jauh, lalai tdk mempersiapkan bekal dan berani melakukan maksiat.

Qs. Ibrahim : 5
Nabi musa bertugas melepaskan bani Isroil, Dzolimnya penjajahan firaun ke kemerdekaan.

Bgmn mensyukuri kemerdekaan itu, memaknai kandungan kemerdekaan, ada tuntunannya dalam Qur’an :

1# Qs. Annasr:1-terakhir
Kemerdekaan itu karunia, rahmat dan hari dari Allah SWT.
Cara mengimplementasikan Kemerdekaan itu adalah dengan :
1. tasbih (mensucikan Allah dari prasangka buruk kpd Allah, krn inti hidup adalah beribadah. Hakikatnya bahwa kita dimenangkan Allah, hanya jika kita memantaskan diri),

2. tahmid (syukur dlm hidup, hati, lisan dan perbuatan, tetap senyum dlm kesempitan, jgn spt qorun yg merasa berjasa sendiri, Qs. al mudatsir) dan

3. istighfar (melanggengkan nikmat Qs. anfal:33)

2# surah Al fath :1-3, tujuan kemerdekaan :
– sbg penggugur dosa2 : Musibah apapun itu krn perbuatan kita sendiri. Jika bersabar, maka akan diampuni dosa2 kita, asalkan kita keluar dari musibah dgn cara yg dikehendaki Allah.
– menyempurnakan nikmat yg diberikan Allah. Nikmat terbesar adalah islam, iman dan Quran.
Lebih utama semua kekayaan dunia yg bisa dikumpulkan oleh manusia. Mampu shalat berjamaah lima waktu, bersedekah, qiyamul lail sabar menjauhi larangan Allah dan sabar melakukan perintah Allah, itu semua bernilai lebih besar dari kekayaan dan kekuasaan apapun di dunia ini.
Kesabaran kita tetap beribadah dlm keadaan tertekan, di bawah penjajahan, seperti sulit menuntut ilmu, akan menyempurnakan hidayah sehingga akan memudahkan kita melakukan penyebaran ilmu ketika mendapatkan kemerdekaan.
– untuk mendekatkan kita kepada Allah. Hakekat kemerdekaan adalah manusia kembali kepada Allah (hijrah). Muharram adalah spirit hijrah.

Memaknai kemerdekaan :

# Mengingat perjuangan para syuhada. Bahwa semangat2 terkuat yg timbul ketika berjuang merebut kemerdekaan dari penjajah adalah berasal dari keimanan.

– Buat lomba dgn permainan2 yg tdk bertentangan dgn syariat Islam dan dapat mengingatkan perjuangan para syuhada. Agar Para pemuda dan para generasi penerus mengetahui sejarah2 perjuangan orgtuanya.

Berhati-hatilah membuat acara-acara atau permainan2 dalam mengenang hari kemerdekaan, krn Allah telah mengingatkan pada Qs. 9:65-66 – apakah dgn syariat Allah kalian bermain-main.

Wallahu a’lam

TAMBAHAN

Tanda2 kiamat di langit :
1. Terbelahnya bulan : telah terjadi di zaman nabi SAW tahun 600. Jarak beliau dgn kiamat adalah seperti jari telunjuk dan jari tengah (hadita)
2. Mulailah bulan sabit yg menggelembung. (Intifarul hilal) Menjadi terang benderang, justru di awal malam, terjadi dua malam. Terlihat besar dan amat dekat dgn bumi.
3. Munculnya dukhan (kabut yg tebal dan masif), menyelimuti bumi Qs. Dukhan:8, makna dukhan : ada komet yg jatuh di bumi dan meledak menimbulkan kabut besar, mematikan peralatan elektronik dan listrik. Makna dukhan yg lain adalah Terjadi peperangan antar negara antara bendera Islam dan bendera kekufuran.
4. Terbit matahari di sebelah berat
Saat beredarnya, matahari ada waktunya kelak matahari berhenti di bawah Arasy’ Allah dan bersujud dan dibangunkan kembali dan beredar di arah sebaliknya. (Hadits)
Al haj:18
5. Turunnya nabi Isa as
QS. An-Nisa:155-159 – semua ahli kitab beriman kembali kpd Allah sblm wafatnya nabi Isa. Nabi Isa akan turun si menara putih wilayah timur damaskus.
Turun dgn cara bergantung dgn 2 sayap malaikat dgn dua pakaian dgn minyak dari surga.
Misinya :
– membunuh dajjal di gerbang Lot.
– Mendakwahkan islam kpd ahli kitab, yg tdk menerima Islam akan diperangi.
– nabi Isa akan hidup selama 40 tahun di 7 tahun terakhir hidup beliau, Allah memberikan masa keemasan dan kejayaan Islam. Keadaan dimana Dua rakaat shalat lebih bernilai dari seluruh kekayaan, dimana singa tdk akan memakan manusia yg kepalanya dimaaukkan kemulutnya. Serigala menjadi penjaga domba2.
Semua ummatku yg ditakdirkan hidup bertemu nabi Isa, sampaikan salam dariku. (Hadits)