• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 226,659 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Hal yg menghubungkan dua Generasi manusia dalam Islam

Seri Tafsir Alhijri, Ust. Didin, 26apr2015 / 7rajab1436, Qs. Alqoshos:44-46

1# sunnatullah bertambahnya jumlah ummat manusia, tidak bisa dihambat

– Qs. annisa:21
– Dalam ajaran Islam, tdk boleh menghambat keturunan atau membatasi kelahiran, yg boleh adalah mengatur kelahiran spy pendidikan, kesehatan dan kualitas keluarga dpt diatur dgn baik.
– Qs. arrum:20 – tanda kekuasaan Allah diciptakan manusia dari turob (tanah) lalu menjadi ummat yg begitu banyak.

2# ada yg menghubungkan atau adanya hal yang mempertemukan antara generasi yg lalu dgn generasi berikutnya, yaitu amal sholeh.
– Inilah muara bertemunya cita2, nilai-nilai kebaikan, dan idealisme dalam akhlaqul karimah.
– Oleh sebab itulah kita tidak boleh berputus asa untuk suatu perjuangan yg hasilnya blm selesai namun sdh habis usia2 kita para pejuang, krn cita2 kebaikan itu akan selalu ada yg melanjutkan.

– hikmah shalat tahajjud salah satunya adalah menghubungkan generasi.

Hadits : hendaknya (penekanan sampai harus) melaksanakan shalat tahajjud, krn tahajjud adalah perbuatan atau amal yg selalu dilakukan oleh kaum2 sholeh sebelum kalian.

– antara anak dan ortu yg menghub adalah amal sholeh.
hadits : putus semua amal kecuali 3 hal salah satunya waladun sholeh.

Qs. 3:169 – org2 yg syahid sangat gembira melihat keturunannya berada dalam kebaikan dan beramal sholeh, selain gembira mendapat balasan nikmat atas kesyahidannya.

3# berita alQuran pasti benar (khobar shohih)
– walau nabi SAW tdk bersama mereka (kaum nabi sholih) dan tdk ada ketika kejadian nabu Musa bertemu Allah di gunung tursina tp engkau mengetahui secara pasti detil berita2 dari umat terdahulu tersebut. utk apa tujuannya : sbg peringatan dan mengambil pelajaran.

Pelajaran utama yg dpt dipetik adalah bahwa org2 sholih itu walaupun awalnya mendapatkan tantangan berat, akhirnya adalah mendapatkan pertolongan Allah.

Kisah musa dan firaun adalah kisah kepemimpinan. pemimpin buruk mendatangkan kehancuran, walaupun pengikutnya banyak, pemimpin yg baik maka ujungnya dalah kemenangan walaupun pengikutnya sedikit, krn datangnya pertolongan Allah. Maka dalam memilih pemimpin pun harus berhati2, yg satu cita2, satu keinginan dgn ummatnya : keinginan rahmatan lil ‘alamin.

– Bahwa pelajaran yang ada hanya bagi Ulil albab, yaitu yang memikirkan fenomena2 tsb dgn jernih dan keilmuan yng memadai ditambah dengan tuntunan dari Allah dn RasulNya.

– belajar sejarah itu bukan belajar waktu.
tdklah penting waktunya, tapi yg penting diungkapkan adalah kejadian/peristiwa2nya, prolog-sebab, epilog-akibatnya. dan kita hanya mengikuti perilaku2 yg baik menurut standar Islam.

– maka sebagai bagian dari kaum muslimin, keterlibatan kita sekecil apapun dalam dakwah adalah suatu keniscayaaan. Dengan bidang masing2, dgn kekuasaan dan lingkup area pekerjaan sehari2.

Qs. annahl:125 perintah utk berdakwah. dgn cara hikmah, cara baik dan santun yg mengundang cinta pada islam dan amal sholeh. Tetapi masalah keberhasilan dakwah adalah urusan Allah, yg Maha Tahu siapa yg menerima atau yg menolak risalah.

tugas kita hanya menyampaikan, setiap muslim adalah pelaku dakwah, jgn hanya sbg penonton. tdk pernah ada peluang dpt hadiah atau juara bagi penonton. hanya pemain yg dpt hadiah, walau ada resiko besarnya.

Wallahu a’lam

Ibadah Islami adalah solusi yg terlupakan oleh umat Islam

Khutbah jumat ust Sambo, Masjid Alitisham, 24apr2015 / 5 rajab1436

# Fenomena kaum muslimin :
– shalat yg harusnya mencegah dari kekejian dn kemungkaran masih tdk mampu mencegahnya berbuat maksiat
– haji yg dijanjikan pahala surga bila mabrur tetapi para haji malah memilih jalan ke neraka, bukan meniti jalan ke surga
– zakat yg notabene mengeluarkan harta org yg ada dlm harta yg kita usahakan tapi masih mengambil harta org lain dgn dzolim.
– berjilbab yg notabene menjaga auratnya cuma sebatas fisik saja, sedang aurat bathinnya tetap diumbar.
– org2 jumatan jutaan tetapi tdk bisa mengubah keadaan negeri ini yg semakin jatuh memburuk.
– Org shaum tidak membuatnya menahan diri dan nafsunya, dsb.

# belum lagi apriorinya masyarakat dgn kejadian ini yg justru malah menyalahkan Islamnya. padahal hrsnya kembalinya kepada pribadi2 ummat Islam yg masih tidak menjalankan secara kaffah.

# ditambah amunisi para pembenci Islam yang menunjukkan bahwa kekacauan ini adalah gara2 Islam.

– seperti seorg gubernur yg mau melegalkan pelacuran dan miras, membandingkan kata2 kotornya yg menurutnya masih lebih baik daripada religiusnya Islam yg masih korupsi.
– pelaku pembantaian di barat jatuhnya ke pribadinya yg buruk, tp jika pelakunya org islam adalah krn islamnya yg buruk.

# padahal dalam literasi Islam di quran dan hadits dinyatakan janji2 Allah yg akan menolong jika kita beriman dan bertaqwa. Allah tdk pernah ingkar janji, kitalah yg menyebabkan jauhnya terlaksananya janji tsb krn kelakuan kita sendiri.

– Qs. ala’raf :96 – Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

– padahal kalau seluruh haji melaksanakan seluruh kemambrurannya dlm kehidupan sehari2, maka selesailah masalah kita.
– padahal kalau seluruh peserta shalat jumat mengejawantahkan ketaqwaan itu dlm kehidupan sehari2, maka selesailah masalah kita.
– padahal kalau seluruh pribadi2 org yg shalat melaksanakan hikmah shalatnya dlm kehidupan sehari2, maka selesailah masalah kita.

Qs. 29:45 – Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar. Dan sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). Dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan.

# mengapa ini bisa terjadi dan bagaimana mengubahnya.

1. itu krn kita tdk pernah menghadirkan hati dan pikiran kita dalam ibadah2 tsb. padahal semua yg dpt mengubah hidup kita bersumber dari dua hal tsb.

2. kita kurang ilmu terkait dgn ibadah dan cara2 penghambaan kita kpd Allah. kita cari ilmu dunia sampai jenjang s3, tapi ilmu akhirat berhenti di kelas 6 SD.

3. kita melaksanakan ibadah itu asal2an saja, bahkan dgn anggapan sekedar daripada tidak mengerjakan.
– Allah hanya menerima amal yg sempurna yg disana dihadirkan hati kita bersamanya.
– Qs. 46:16 – Mereka itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga, sebagai janji yang benar yang telah dijanjikan kepada mereka.

Wallahu a’lam

Diproteksi: Islam dan Perhiasan Wanita

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Metode Dakwah yg diajarkan Allah

Seri mengaji Mushalla Alitisham, Ust. Ahmadi Usman, 19Apr2015 / 29Jumadil Akhir1436

Menafsirkan Qs. Alhaj :60-63

# Ayat 60: Demikianlah, dan barangsiapa membalas seimbang dengan penganiayaan yang pernah ia derita kemudian ia dianiaya (lagi), pasti Allah akan menolongnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun.

Ayat ini berbicara mengenai perintah amar maruf nahi munkar (perintah dakwah)
– Tantangan dari kaum musyrik yg selalu memasang perangkap2 agar ummat Islam bereaksi salah, lalu dipakai untuk menyerang balik.
– ketika menegakkan kebenaran (amar maruf nahi munkar), sering dibenturkan dengan budaya setempat – agar islam tdk berani berbuat.
– Sekuat apapun penentangan kpd ajaran Allah, tetapi selalu saja Islam dimenangkan, asal selalu ada yg berjuang dan berdakwah, hanya mengharapkan keridhoan Allah dgn kemurnian dakwahnya shgg selalu mengundang pertolongan Allah.

# Ayat 61: Yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah (kuasa) memasukkan malam ke dalam siang dan memasukkan siang ke dalam malam dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.

– Ayat ini berbicara mengenai keseimbangan dlm ajaran Islam.
– korelasinya dgn amar maruf nahi munkar, adalah sesuatu yg mudah bagi Allah dalam memberikan kemenangan atau kekalahan. Pada prinsipnya ranah ini dalam perjuangan itu adalah urusan Allah, para mujahid diwajibkan untuk terus bergerak saja dgn cara2 yg juga sudah diajarkan Allah.
– Makna lain, bahwa Allah juga pada area2 dunia tertentu memanjangkan siang dari malamnya, dan memanjangkan malam dari siangnya sebagai tanda2 kekuasaanNya.
– Ayat ini juga menunjukkan sunnatullah utk menyadari keberadaan Allah, dan pertolongan2-Nya yg amat nyata. dakwah hrs melewati proses2 agar sukses. banyak dai menggunakan cara-cara emosional dan frontal. Padahal Rasul memberikan maklumat, informasi dulu, sebagai ice breaking seperti pada dakwah awal2 di makkah (yg diibaratkan spt kondisi malam hari), lalu setelah dakwah masuk madinah spt siang dimana Islam dan kaum muslimin sdh mulai solid dan terlihat eksistensinya.
– ada perintah utk mempelajari ilmu2nya ketika melewati tahapan2 dakwah tsb. menunjukkan Islam bukan agama buatan manusia, tetapi suata agama yg menjelaskan detil perencanaan yg matang ketika membangun peradaban.
– Ayat ini juga menunjukkan Perintah konsistensi dlm menjalaninya

-teori ust Yusuf mansyur : khmar adalah sumber inspirasi segala kejahatan. kisah hadits ttg org minum khmar lalu berzina, membunuh jg.
– dlm gaya penyampaian larangan dan perintah dlm quran melalui banyak ayat perintah/larangan yaitu melalui proses yg hrs dilewati. contoh pelarangan khmar :
1- sosialisasi dulu, krn khmar sdh jadi tradisi melebihi minum air. ada manfaatnya tetapi lebih banyak mudharatnya.
2- larangan jgn shalat ketika mabuk
3- pengharaman mutlak.

contoh lain, semua hrs melalui proses, walau ada yg dicepatkan atau dilambatkan Allah prosesnya. prosesnya harus dijalani dgn konsisten.

# Ayat 62 : (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.

– Target dakwah adalah kebenaran, sumber kebenaran adalah Allah. jika targetnya selain Allah, maka tidak akan sukses.
– dakwah yg mengklaim kebenaran, tapi korelasinya dgn Allah tidak ada sama sekali atau sedikit, maka itu kebenaran semu.
– Kebenaran hakiki akan teruji kebenarannya melalui ayat-ayat Allah.

# Ayat 63 : Apakah kamu tiada melihat, bahwasanya Allah menurunkan air dari langit, lalu jadilah bumi itu hijau? Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.

– Pada ayat ini, Allah mengajak manusia utk berfikir, terminologi “alam taro” sebagai pembuka ayat memiliki arti melihat dgn ilmu dan pemikiran tidak sekedar melihat kasat mata.
– belajar dari air yg turun ke bumi :
1- menjalani proses air, yg konversinya amat bergantung dgn medianya. 1/3 dunia adalah lautan, dijadikannya air itu oleh Allah menjadi hujan shgg menjadi kolosal bermanfaat utk menumbuhkan.
2- Spt juga pada proses penguapan air dan menyiramin bumi, dakwah yg kecil2 dan tersebar ketika dikumpulkan akan menyatu dan berkumpul dan menjadi kebaikan bagi masyarakat di sekitar. kita pun bisa berkontribusi dlm dakwah ini.
3- Allah menghijaukan bumi dgn air, maka dakwah quran dan hadits kita seharusnya akan mewarnai peradaban manusia dgn Islam.
4- ditutup dgn Allahu latiful khobir – Allah menghijaukan dgn air yg porsinya diserap oleh tetumbuhan, hewan, lingkungan dgn kadar yg tepat masing2nya.
– Maka dalam dakwah, ketika berbicara dgn anak2, org awam, org keras atau org cerdas ketika memasukkan kebenaran hrsnya disesuaikan dgn kapasitas org tsb, dan sesuai Sunnatullahnya maka perubahan akan terjadi.

Metodologi dakwah hrs jadi ilmu yg diterapkan dalam masyarakat.
– Bukan sekedar ilmu2 pendukung spt ilmu jurnalistik memanfaatkan media saja, tetapi juga harus dikuasai oleh dai sbg modal utama untuk berdakwah :
1- ilmu quran :
Qs. almukminun 1-11 adalah salah satu metode memberikan nilai2 universal.
2- ilmu hadits :
kata2 Rasul yg masuk ke seluruh lini hrs kita pelajari, universalitas keluar melalui proses dan porsinya berbeda2 sesuai keadaan masyarakatnya.
3- ilmu fiqih : bgmn suatu hukum terbentuk dan bagaimana menerapkannya.
4- ilmu ushul fiqih : kejadian sebelumnya yg membuat implementasi hukum.
5- fiqhu dakwah : psikologi masyarakat, sosiologi, antropologi, dll.

Dapat ditemui di bbrp pesantren, bidang2 ilmu ini di pisah dalam holaqoh2 (pusat studi) utk spesialisasi.

– dai mestinya punya wawasan yg tinggi shgg apapun darinya, keluar dari hatinya (qaulan tsaqila), ini berkaitan dgn jam terbang dan kualitas ibadahnya. oleh sebab itu keberhasilan seorg dai adalah dari kedekatannya dgn Allah dan keistiqomahan dlm mendalami ilmu2 Nya.

Wallahu a’lam

Menakar Dunia Dengan Pendekatan Akhirat

Seri Mengaji Masjid Alitisham, Ust. Sambo, 18apr2015 / 28jumadilAkhir1436

org2 yg sehat ruhaninya memiliki ciri :
1- senang, nyaman dan suka beribadah. sebaliknya ruh yg sakit tidak suka beribadah, malas dan berat melakukannya.
2- malas bermaksiat, cepat bertaubat jika berdosa. Qs. 3:135, obat stressnya adalah ibadah. sebaliknya ruh yg sakit senang bermaksiat, mudah atau enteng saja, dan tidak mau bertaubat. obat stressnya adalah musik, jalan2 di cafe, merokok, meminum alkohol.
3- nyaman dalam hukum Allah karena hukum Allah menyelamatkan manusia, misalnya menyukai dan membela jilbab. sebaliknya ruh yang sakit gelisah dan menghindar dari hukum Allah. (5:44-45, 47)
4- mengukur dunia dgn pendekatan akhirat, misal : memilih tempat kerja yg mendukung ibadah, memilih sekolah anak. Qs. 10:7 – org2 yg tdk berharap ketemu kami (tidak percaya akhirat) dan ridho dan nyaman dgn dunia maka akan melalaikan / menolak ayat2 Allah. sunnatullah adalah ketika kita sdh ridho / betah dgn dunia, maka akan menjauh dari akhirat, takut mati.
Supaya selalu cinta akhirat, obsesi hidupnya adalah akhirat, ibadah dan amal sholeh, cara mengobati ruhani adalah :
1. Latihan meninggalkan dunia dlm rangka ibadah, misal : i’tikaf, shaum, shalat malam. inti ibadah adalah sejenak meninggalkan dunia dan mempersiapkan akhirat.
2. meninggalkan dlm konteks tdk menikmati atau tdk bergantung pada dunia walaupun memilikinya. dari pada naik mobil sendiri, lebih banyak naik angkot, tidak pakai AC, pakaian dan rumah sederhana, kendaraan yg cukup : hidup zuhud, sederhana walau sesungguhnya kita mampu hidup lebih mewah.

Kampung halaman kita adalah surga, bukan di dunia, ‘sertifikat’nya harus di urus dan dipelihara kalau tidak kita bisa tidak dapat. dunia ini bukanlah kampung tempat kembali kita. Nabi adam setelah diciptakan hidup dulu di surga utk menunjukkan tempat kembalinya.

3. banyak melakukan sedekah :
– dunia itu lebih banyak identik dengan harta. penyesalan terbesar bagi org beriman (pasti banyak amal sholeh, tp sedekah itu sangat sulit 63:10) adalah kurang sedekah saat ia mati.
– sedekah itu identik dgn membangun istana di surga

Wallahu a’lam

Diproteksi: Akhlaq Islam terkait dengan meminta izin

Konten ini diproteksi dengan kata sandi. Untuk melihatnya cukup masukkan kata sandi Anda di bawah ini:

Ketahanan Iman keluarga Muslim

Seri Liqo Ust. Yasir, 12Apr2015 / 22jumadilAkhir1436

# situasi sekarang amat memprihatinkan, tugas kita adalah :
– menjaga, memelihara integritas diri, keluarga dan saudara-saudara kita.
– jihad berjuang memerangi musuh (aduwwun).

# Dua jenis musuh dlm Quran:
– Qs. 2:208 – ‘aduwwum mubiin’ identik dgn syetan harus diperangi.
– Qs. 64:14 – Hai orang-orang mukmin, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
– musuh yg tdk hrs diperangi, perilaku istri dan anak sekarang dapat saja ke arah yang memprihatinkan, maka sikap kita, jika itu terjadi :
1- berhati2 – hadits : istri itu spt tulang rusuk yg bengkok, jika dipaksa bisa patah, tp jika dibiarkan bisa semakin menjadi.
2- ta’fu (memaafkan).
3- berlapang2.
4- mendoakan mohon ampun istri dan anak2nya.

# ketika seorang sahabat melapor ke umar tentang anak2nya yg durhaka, setelah dipanggil maka anak itu menanyakan dulu kpd Khalifah umar ttg apa kewajiban dasar ayah utk anaknya :
1- memilihkan ibu yg baik utk anak2nya. ini adalah tarbiyatul aulad yg pertama. anak itu menerangkan, “ibuku dari etiopia beragama majusi.”
2- memberi nama yg baik, “Tapi ayahku memberi namaku buruk.”
3- mengajarkan Alquran. “Tapi Ayahku tidak pernah mengajarkannya sedikit pun kepadaku.”

Umar langsung berkata, “hai ayah anak ini, tanpa kamu sadari, engkaulah yg menggiringnya menjadi durhaka.”

Allah memberkahi orgtua yg membantu anaknya untuk berbakti kepadanya. bgmn caranya? yaitu : (1) menerima yg sedikit dari anak, (2) maafkanlah hal2 yg menyulitkannya dan berlapang2 dgn mereka (3) jgn membebani anak krn anak yg tdk dibebani akan terlihatlah perkembangannya yg menakjubkan (4) jangan memaki anak (abu dawud dan attirmizi)

add. 1 : agar dia merasa istimewa di hadapan kita, jgn2 anak kita masukkan ke rumh tahfiz bukan krn harapannya / kesadarannya tapi krn ingin memenuhi harapan orgtua, sebanyak apapun yg dikuasai anak, tampilkan respek anaknya (rasa menghargai) yg menunjukkan kehebatannya, sekecil apapun jadikan momentum paling berharga bagi anaknya).

add. 2 : tdk ada anak bisa langsung sekali diperintah melaksanakan itu sih robot, maka perlu kelapangan dada.

add.3 : masalah psikologis anak bukan krn pikirannya yg kurang cerdas, tapi lebih pada penerimaan diri kurang baik. kebanyakan anak menjadi stress karena orgtua tdk memberi dukungan yg cukup kepadanya. Sangat berbeda antara memberi beban dgn menyemangati.

add. 4 : jika di rumah penuh caci maki maka anak akan rendah diri dan mengobarkan permusuhan, jika di rumah penuh hinaan maka sang anak akan cenderung menyalahkan diri. Salah satu cara untuk mengetahui keadaan anak-anak adalah dari mendengarkan kata2 apa saja yg keluar ketika anak2 berkumpul : bego, tolol, bangsat, t**i –  itu menunjukkan kebiasaannya di rumahnya. skill mendengarkan anak.

# jgn tinggalkan sedikit pun aturan pada Qs. 66:6 – Walau tertulis larangannya cuma satu (yaitu menjauhkan diri dan keluarga dari api neraka) tapi akibatnya amat berat dan mengerikan. (neraka itu isinya malaikat yg kejam, bahan bakarnya manusia dan jin).

Sumber buku bagus : “saat berharga utk anak kita”, karangan M. faudzil adzim.

Wallahu a’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.