• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 235,472 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Pedoman Mengisi Ramadhan – Seri ke2

Seri Mengaji Masjid Alitisham, 27juni2015 / 10ramadhan1436, ust Sambo

PENDAHULUAN

# skema belajar Tarhib Ramadhan : 4x pertemuan persiapan, 4x isi/cara dan 1x evaluasi

# Memaksimalkan ibadah dlm mencapai taqwa :
1- sblm Ramadhan : persiapan (rencana, target, strategi)
2- sedang Ramadhan : memaksimalkan dlm pelaksanaan, mencoba istiqomah.
3- akhir Ramadhan : itikaf (merenung, tafakkur dan evaluasi / muhasabah diri), menarik kesimpulan : mencapai tujuan taqwa atau tidak? Ada ciri2 kuantitatif (secara fisik dpt dihitung : amalnya naik terus – bertambah, tidak turun naik lagi) dan kualitatif (tingkat ketaatan ibadah dan hablum minannas, kesenangan dlm ibadah,…).

Detil tema persiapan Ramadhan :
1. persiapan ilmu
2. persiapan ibadah maksimal
3. persiapan waktu
4. persiapan harta
5. perbaikan diri
6. perbaikan kualitas hidup
7. pengendalian hawa nafsu

Dalil :
#- Para ashabul yamin (Qs. alhaqqoh(69):19) ketika menerima buku catatan amal dgn kanan, tdk membaca bukunya sendiri (malah menyuruh org lain – bentuk kebanggaan) krn merasa sdh yakin dgn isinya karena disebabkan di dunia mereka sdh terbiasa menghisab diri.
#- seperti yg dikatakan umar, ‘hisablah dirimu sebelum dihisab.’
#- Qs. 17:13-14 – dan setiap manusia telah Kami kalungkan catatan amal di lehernya. dan pada hari kiamat kmi keluarkan baginya sebuah kitab dlm keadaan terbuka. Bacalah kitabmu ini cukuplah hari ini dirimu sendiri menghisab dirimu. – Perintah secara umum bagi seluruh manusia untuk menghitung2 amal sholeh yg sdh dikerjakan.
#- Hadits : bagi yg berpuasa di bulan Ramadhan dgn iman dan ihtisaban (dgn penuh perhitungan/hisab ini bukan bermakna ikhlas spt semua terjemah yg ada selama ini) akan diampuni seluruh dosanya.
# Hadits : Rasulullah SAW berdialog dgn Jibril dan mengaminkan 3x, salah satunya yg diaminkan nabi SAW adalah pernyataan jibril, “sungguh celaka jika ada yg mendapatkan Ramadhan tapi tidak diampuni dosanya.”

——-

6# Bulan Perbaikan kualitas

Rumusnya : ibadah + perbaikan diri = kualitas hidup
– ibadah maksimal berpengaruh pada kemudahan perbaikan dirinya. jika ada yg terlihat secara fisik bagus ibadahnya tapi dirinya tdk menjadi lebih baik, tanda ibadahnya belum benar dan tdk maksimal.
Qs. 29:45 shalat mencegah keji dan mungkar.

– bentuk perbaikan diri :
1. taubat
2. ishlah

– siapa yg shalatnya tdk mampu mencegahnya dari perbuatan keji dn mungkar maka dia tdk dpt apa2 dari Allah kecuali semakin jauh saja (hadits)
Misal : shalat tapi masih merokok, shalat tapi tdk pakai jilbab.

– Qs. 17:14 – Bacalah kitabmu ini cukuplah hari ini dirimu sendiri menghisab dirimu. inilah manifestasi Ramadhan bulan hijrah (Muharram bukan bulan hijrah tapi awal hijriah). hijrah berangkat dari yg buruk menjadi lebih baik. Bulan Ramadhan yg surga dibuka, neraka dikunci, syetan diikat, pahala dilipatgandakan, menjadi modal utk memperbaiki diri, maka evaluasi itu hrs ditulis dan diukur.

Ramadhan perbaikan kualitas hidup dan bulan pengabulan doa :
– ayat doa disisipkan pada 2:186, pada ayat2 shaum 2:183-187
– perbanyak doa

Menilai Kualitas hidup yg merupakan hasil ibadah dan perbaikan diri :
1- hubungan dgn keluarga (suami, istri, orgtua, anak2, saudara, dll : kondisi, penyebab, target perubahan, cara dan capaian.
2- keuangan (penghasilan, pengeluaran, hutang)
3- pekerjaan / pendidikan (gaji, karir, sesuai hati)
4- kesehatan (jenis penyakit)
5- kebahagiaan (rasa ridho kepada Allah terkait kepuasan dgn kondisi hidup)

# penyebab kondisi hidup ditelaah, sesuatu yg tdk bagus itu dicari penyebabnya, spy solusinya tepat.

# Misalnya Cara penyelesaian hutang :
1. Berdoa, ada 5 ciri pengabulan doa yaitu : hati menjadi mantap dan yakin sehingga menjadi tenang, (2) Allah beri jalan / solusi / petunjuk (Qs. 29;69), (3) dimudahkan usaha kita, diberi semangat dan optimis dlm bekerja, (4) Allah kirim hamba2Nya yg lain utk membantu kita, (5) sabar dan istiqomah dlm perjuangan menuju dikabulkan doa.
2. Cari solusi spy doa bisa tuntas / menentukan langkah2 awal menuju solusi : menemui yg memberi hutang, usaha mencicil, minta keringanan waktu.
3. berusaha dgn sungguh2.

7# Pengendalian hawa nafsu (Qs. 79:40-41)

– Hawa nafsu itu senang pada comfort zone.
– sifat hawa nafsu :
1. senang yg berlebihan thdp dunia
2. senang melanggar aturan dan melakukan maksiat.
3. senang tidak taat, memang tdk maksiat tapi tidak mau menjalankan perintah2.

– ada 7 jenis hawa nafsu : mata, lisan, telinga, perut, seks, pikiran, perasaan.

– Cara mengendalikan hawa nafsu :
1. paksa : mata, lisan, telinga
2. alihkan misalnya pada pikiran dan perasaan, kegiatan2.
3. takut-takuti (mengancam) atau reward : kpd Allah atau ancaman penyakit.
4. menghukum dirinya sendiri (kelas nabi dan sahabat). Misalnya :
– Qs. 38:30 – lalainya nabi sulaiman krn 100 kudanya, membuat beliau memotong seluruhnya dalam riwayat lain beliau korbankan seluruhnya.
– Umar bin khattab pernah menginfaqkan kebunnya krn ketinggalan shalat berjamaah.

Qs. 79:40-41 – org yg mampu mengendalikan hawa nafsu surga ganjarannya.

Wallahu a’lam

Pedoman Mengisi Ramadhan – Seri ke1

Seri Mengaji Masjid Alitisham, ust. Sambo, 20juni2015 / 3ramadhan1436

A. Penentuan Target

1#  persiapan ilmu krn Ramadhan adalah syahrul ilmu.

target cari atau menambah ilmu :
– baca buku tentang fiqh Ramadhan
– baca buku tentang hikmah Ramadhan
– baca buku tntang ibadah2 lainnya krn Ramadhan syahrul ibadah
– list ta’lim yg akan kita ikuti selama Ramadhan.
– dzikir bada shalat dibanding dengan ta’lim, spt sunnah dengan wajib. jadi mencari ilmu lebih utama dari sekedar dzikir rawatib shalat atau i’tikaf menunggu waktu syuruq ba’da shubuh.

2# target maksimal ibadah krn Ramadhan syahrul ibadah, memaksimalkan ibadah.

Target2 (lebih sedikit dari kebiasaan) yg hrs dicapai :

1- shalat wajib tepat waktu di masjid. caranya : 10 menit sblm azan sdh berwudhu.

2- shalat sunnat :
a- semua rawatib (16 rakaat). ghoiru muakkad (kalau telat boleh ditinggalkan : 2 sblm magrib, ), kalau muakkad walau telat shalat wajibnya tetap kerjakan jika masih ada waktu).
b- dhuha 4-8 rakaat
c- tarawih 8 rakaat + witir
d- tahajjud 8 rakaat

3- interaksi dengan Quran :
– khatam 1x, caranya : 1juz perhari (8-2-4-6 atau 5-5-5-5)
– hafalan : murojaah (mengulang hafalan yg lama) dan menambah hafalan baru.
– baca terjemah
– baca tafsir

4- dzikir :
– rawatib setiap setelah shalat
– dzikir pagi sampai syuruq, dzikir sore dari ashar s.d 16.30 atau 16.30 sampai magrib.

5- sedekah :
– Misal 1juta sebulan
– harian 10ribu
– mingguan 50ribu 4x
– bulanan 300ribu 1x

6- zakat :
– harta simpanan
– profesi

7- kegiatan sosial :
– silaturrahim
– bazaar, baksos

8- itikaf :
– ketika week end
– 10 hari terakhir

Qs. 4:100 – dalil perencanaan hijrah, persiapan2nya akan dicatat Allah sbg kebaikan.
Qs. 29:69 – dalil bersungguh2 dlm memperbaiki diri akan dinilai oleh Allah pada prosesnya.

niat yg baik adalah separuh amal, ramadhan adalah bulan hijrah, yaitu hijrah dari yg kurang baik menjadi baik.

3# persiapan waktu

– waktu tersier kegiatan dunia (yg tdk apa2 kalau ditinggalkan) seluruhnya ditinggalkan dan ditransfer jadi ibadah : TV, jalan2.
– sekunder (penting tapi tdk harus) maka dikurangi : olah raga, gadget, ke pasar
– primer diefektifkan : tidur, masak, mandi dll.

# hubungan suami istri : 10 hari pertama primer, 10 hari kedua sekunder, 10 hari terakhif tersier.

4# Persiapan harta – ramadhan bulan infaq

– harta lebih dari kebutuhan (Qs. 2:119) utk infaq.
– harta menganggur ( tdk dipakai atau disimpan) : hisab terus kena, manfaatnya tdk dirasakan, spt kita tdk makan nangka tapi kena getahnya. Qs. 9:34-35 (ancaman org yg punya harta nganggur : tabungan, barang berharga, aset2 spt tanah dn rumah maka beri kabar gembira kena azab), Qs. 107:7 (barang remeh temeh), dan Qs. 2:280 (hutang yg sulit ditagih – kalau bisa dibebaskan sebagian atau seluruhnya akan menjadi pahala yg mengalir terus).
– penghematan pengeluaran (tersier, sekunder dan primer) utk dikonversikan jadi infaq atau diganti niat.

– infaq manfaat dari barang2 yg masih dipakai. movil kedua dipinjamkan utk kegiatan2 amal sholeh.

– infaq profesi (tdk memungut biaya jasa untuk orang kurang mampu) : dokter, dosen, lawyer, pedagang mengurangi atau tdk ambil untung.

5# bulan perbaikan diri

Target : mengetahui kondisi perbuatan buruk lalu membuat target utk memperbaikinya.

# memperbaiki kualitas hidup :
– perbuatan buruk (yg bukan dosa) dihilangkan.
– sifat buruk / penyakit hati (emosional, ujub, dengki, dendam,…) diredam dan perlahan2 dihilangkan.
b. perilaku / akhlaq buruk (dosa pribadi : durhaka, pelit, korupsi, …) dijauhi.
d. perbuatan dosa dihindari jauh-jauh.

# perbaikan kondisi hidup (Ramadhan bulan rekonsiliasi) :
– hubungan keluarga, suami istri, orgtua dengan anak. Qs. 3:134 perintah untuk menahan marah dan memaafkan kesalahan manusia.
– hubungan dgn tetangga dan dengan masyarakat.

B. Penentuan Evaluasi ibadah

– Melakukan kuantifikasi amal kita, menghitung amal kita sebelum kita dihisab.

– mencatat pencapaian target2 yg sudah dicanangkan

beberapa contoh tabel evaluasi ada di sini : download

singkatan2 dalam mengisi tabel :

– TP/JM, L10/TJ artinya :
TP tepat waktu
JM berjamaah masjid
JR berjamaah di rumah
TJ tidak berjamaah
L10 telat 10menit
12 untuk jumah shalat sunnah rawatib yg dilakukan.

Wallahu a’lam

Tarhib Ramadhan – Hakikat Shaum Ramadhan

Seri Mengaji tafsir alhijri, Ust. Ibdalsyah, 14jun2015 / 26syaban1436

Hakikat Shaum (Qs. 2:283-287)

1. la ‘allakum tattaquun (menjadi taqwa)

Maka doa yang diajarkan Rasulullah SAW :
# asalukal huda (hidayah) agar dapat membuat lapang dadanya menerima ajaran Islam, tdk mengganggu batin perasaannya, membuat dia dekat dgn ayat2 Allah, orang2 yang terganggu dengab bacaan Quran merupakan tanda-tanda bermasalah ruhiyyahnya.

Qs. al anfal : org beriman itu kalau disebut ayat2 Allah bergetar hatinya.

# wat tuqo : ketaqwaan
akan ditempatkan di tempat yg mulia di akhirat dan diberi pertolongan di dunia

# wal afafa : terpelihara dari dosa dan maksiat. perjuangan yg sangat besar krn melawan hawa nafsu. shaum ini adalah ibadah yg akan membuat hawa nafsu menjadi lemah.

HR. Ibnu Majah : sesuatu itu ada zakatnya (pembersihnya), dan jasad kita ini pembersihnya adalah shaum dan shaum itu adalah sebagian kesabaran.

shaum ini ibadah jasmani dan ruhani, bagi jasmani akan menyehatkan, bagi ruhani akan membawa ketaqwaan.

# wa ghina : orang kaya, yaitu merasa cukup apa yg diberikan Allah dan tdk memerlukan bantuan orang lain.

agar dpt melakukan melakukan ibadah melalui harta seperti sedekah

2. la allakum yasykurun (menjadi org2 yg bersyukur)

# bulan yg diturunkan Quran pedoman yg komprehensif urusan dunia dan akhirat kita, sesuatu yg harus kita syukuri.
– nabi SAW menjadikan bulan Ramadhan murojaah Quran dgn jibril.
– tadarrus tajwidul quran dan tahsinul quran perlu dibina oleh ustad2 yg ahli.
– baca quran akan memberi pengaruh besar kepada jiwa kita.
– ahlul Quran itu adalah keluarganya Allah (hadits).

Qs. assajadah : Allah menjadikan pendengaran, penglihatan dan hati serta pikiran – ini adalah karunia terbesar yg jarang disyukuri.
pendengaran akan berpengaruh dgn komunikasi, ada org yg disiapkan neraka jahannam utknya, yaitu org yg punya pendengaran, penglihatan dan hati, tapi tdk digunakan utk menambah keimanannya.

# ada malam yg nilainya lebih baik dari seribu bulan, keberkahan Ramadhan dari awal sampai akhir.

3. la allakum yarsudun

– peran Alah sangat besar dlm memberikan petunjuk, ketenangan, kebahagiaan dlm bathin kita, jika kita menerima dan menjalankan seluruh syariat Islam.
– syariat Islam itu tegak hanya dengan campur tangan Allah.

Wallahu a’lam

Materi Pelatihan khutbah Masjid Alitisham

Pelatihan khutbah jumat dan ceramah, ust. Sambo – Yayasan Hilal, 13juni2015 / 25syaban1436

Bagian 1 – Muqoddimah

#- khutbah itu rukun shalat jumat, seolah2 pengganti dua rakaat shalat dzuhur. maka syarat2nya menjadi seketat shalat :
– ketika khutbah jamaah harus diam mendengarkan krn dpt membatalkan pahala jumat.
– ada pendapat ketika org tertinggal khutbah maka dia jadi shalat dzuhur 4 rakaat.

Bagian 2 – syarat2 khotib :

Qs. 41:33 – khotib itu seperti dai yg menyampaikan, maka inilah dalil syarat2 dai :

1#- internal : yg ada pada dirinya

1- mengamalkan islam (beramal sholeh, org baik, bajingan tidak boleh) dan harus orang Islam. bedanya dai bisa perempuan, tapi khotib hrs laki2.
2- harus ikhlas krn masuk ibadah mahdoh Qs. 98:5.
3-  hrs berusaha terus melaksanakan apa yg dia sampaikan Qs. 2:44 – Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebaktian, sedang kamu melupakan diri (kewajiban)mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidaklah kamu berpikir?

hadits : para dai yg tdk melaksanakan apa yg disampaikan dibangkitkan dengan usus terburai dikelilingi jamaahnya yg keheranan.

Qs. 61:3 – Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan.

2#- eksternal : syarat kapabilitas / kemampuan.

1- beramal sesuai kemampuannya, dgn keahliannya, terkait dgn wawasannya – Qs. 17:84. kemampuan (perlu latihan) :
a- baca quran dan tulisan arab dgn baik, harus fasih krn kaitannya dgn shalat, ulama2 tradisionil malah harus dlm tulisan arab khutbahnya, kalau tidak hrs shalat dzuhur saja.
b- kemampuan bicara (artikulasi) : maka khotib itu tidak boleh gagap, cadel, bicara tidak jelas, bahasa yg fasih, bukan bahasa pasaran biasa.
c- punya keberanian, khotib grogi hilang semua materinya bisa batal semua jamaah jumat.
d. bisa membuat materi khutbah
e. bisa menyampaikan materi : 1- baca apa yg ditulis dgn intonasi yg baik gaya org berkomunikasi, 2- menjelaskan poin pokok yg ditulis. 3- menyatukan berbagai dalil utk menyimpulkan suatu tema.

2- beramal dgn ilmu 17:36 supaya bisa menpersiapkan materinya.

Bagian 3 – Rukun khutbah jumat

1- dua kali khutbah sekali duduk diantara dua khutbah.
2- khutbah ke-1 :
– hamdalah
– syahadat
– shalawat
– amma ba’du (kata sambung yg maknanya adapun, oleh karena itu, selanjutnya)
pesan taqwa (boleh bahasa indonesia)

3- khutbah ke-2 :
– rukun khutbah ke-1
– doa
sedang ayat “innallaha ya’muru bil adli wal ihsan…” yg dibaca pada akhir khutbah adalah perintah khalifah umar bin abdul aziz spy para khotib tdk mencaci maki dalam khutbahnya.

Sunnat2 khutbah jumat :
– imam syafii menambah surat wal ashri di khutbah pertama.
– khutbah ke-1 : materi khutbah disampaikan setelah pesan taqwa.
–  khutbah ke-2 : ada ringkasan materi setelah pesan taqwa sebelum doa.
– khutbah idul fitri / idul adha / gerhana/ istisqo / khutbah nikah sama dengan khutbah kedua.
– saat berdoa tangannya menunjuk ke atas (hadits) atau diam saja tanpa menengadahkan tangan.
– khotib itu melihat atau memperhatikan makmum, jamaah juga disunnahkan melihat wajah khotib.
– khotib itu disunnahkan keras dan lantang (artikulasi – vokal dan konsonannya hrs jelas – tekanan2 kata2, membuka mulutnya – olah vokal/oleh suara), nabi itu spt memerintahkan perang.
– khutbah itu lebih pendek dari shalatnya (hadits).
– membaca ayat quran penuh atau hadits termasuk sunnah.

Bagian 4 – Pembuatan Materi

– sederhana : ada satu ayat, ada satu hadits.  atau salah satu saja ayat atau hadits.
– menjelaskan maksud ayat dan atau hadits. (tafsir sederhana ayat atau hadits tsb)
– apa yg diinginkan / diharapkan utk dikerjakan dari maksud ayat atau hadits tsb. (sesuatu yg ingin dikerjakan atau ditinggalkan oleh jamaah).
– kesimpulan jika dibutuhkan, bersifat himbauan, “oleh krn itu, marilah kita…”

buatlah materi sendiri supaya kita memahami dan tahu detilnya.

level latihan khotib terkait materi :
1. membaca materi
2. mengulas : menjelaskan maksud suatu ayat.
3. mengolah : mengaitkan ayat2.

Bagian 5 – Follow-up pelatihan

1# Pembuatan scoring penilaian oleh dan untuk jamaah :
1. bacaan ayat quran dan hadits
2. penguasaan materi
3. kualitas materi
4. artikulasi
5. keberanian

2# Pembuatan aturan main praktek ceramah :
1- baca semua rukun2 khutbah spt di khutbah ke-2
2- materi harus dibuat bahasa sendiri.
3- materi tdk boleh berulang
4- waktu 10 menit

3# Pembuatan list jamaah praktek dan waktu penjadwalan ceramah : dzuhur, ashar, dan sblm berbuka selama bulan Ramadhan.

Wallahu a’lam

Tipologi Manusia Menurut Quran

Seri Mengaji Tafsir Alhijri, Irfan Tsauqi Biek, al-qashas:56, 7juni2015 / 19Syaban1436

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk. (Qs. alqashas : 56)

4 tipologi manusia menurut Quran (index kemiskinan menurut Islam) :

1. Keadaan material dan ruhiyyahnya baik –  disebut dengan istilah hayatan toyyibah: kehidupan di dunia baik, dan di akhirat akan mendapat surga. seperti yang abadikan dalam Qs. 16:97.

2. Keadaan kekurangan material, namun keadaan ruhiyyahnya baik – diistilahkan dalam kemiskinan material. Sebagaimana dijelaskan dalam Qs. 2:155 (diuji ketakutan, kelaparan, kemiskinan), di dunia susah, di akhirat dpt surga.

3. Keadaan material baik, namun keadaan ruhiyyahnya bermasalah, seperti yang dijelaskan pada Qs. 6:44 (org yg dpt istidraj)- diistilahkan dalam kemiskinan spiritual, dunianya tdk masalah materi, di akhirat dpt siksa.

4. Keadaan material miskin, dan ruhiyyahnya bermasalah, seperti digambarkan pada Qs. thoha:124, diistilahkan dalam kelompok paling merugi. Disebut paling merugi karena di dunia mengalami maisyatan donka (kehidupan sempit), di akhirat akan dibangkitkan dlm keadaan buta krn tdk pernah melakukan kebaikan dan perintah Allah.

Catatan :

# index kemiskinan material :
1- bkkbn – 27juta keluarga tdk pernah beribadah (salah satu ciri kemiskinan). pra sejahtera – sejahtera 1.
2- BPS – 80juta

# index spiritual – perlu juga disusun, karena secara lengkap Quran sudah memberikan ciri2nya. Perlu dibuat pertanyaan assesment yang sifatnya tidak menjustis dan tidak membuat penjawabnya lari ke lanah moral.

Wallahu a’lam

Memaksimalkan Potensi Diri dalam Ramadhan

Seri Mengaji Masjid Alitisham, Ust. Sambo, 6jun2015 / 18syaban1436

Howto (teknis mengamalkan bukan sekedar filosofi tapi detil) sumber daya yg hrs dimaksimalkan dalam Ramadhan agar dapat mencapai taqwa :

1# waktu – maksimal waktu untuk ibadah

# tdk ada waktu sia2 (zero) :
– waktu luang
– waktu menganggur
– waktu melamun
semua waktu ditranformasi menjadi ibadah.

# Membagi waktu dari prioritasnya untuk kegiatan2 dunia (Qs. al asr) :
1- waktu tersier (tambahan, yg tdk apa2 kalau tdk dilakukan) misal : nonton berita, baca koran, sosmed.
2- waktu sekunder diminimalisasi atau diefektifkan. (sesuatu yg tdk bisa ditinggalkan tapi bisa diminimalisasi), misalnya berkomunikasi di WA, menelpon, aktivitas gadget, belanja ke pasar atau berlama2 di mall, masak jgn terlalu lama atau membeli masakan jadi. hasil minimalisasi akan diubah ke ibadah.
3- Waktu untuk pekerjaan2 yg wajib diefektifkan, misalnya olah raga, buang air, makan efektif waktu, tidur efektif mengurangi kuantitasnya tapi tdk mengurangi fungsi dan manfaatnya, ke kantor dgn kendaraan umum, tdk pakai mobil sendiri supaya bisa disambi dgn tilawah atau dzikir.
– Kalau tdk bisa dikurangi, maka disambi (nebeng ibadah dalam pekerjaan tersebut).
– jika tdk bisa disambi juga, niatnya dijadikan ibadah.

2- harta – maksimal dalam kuantitas/jumlahnya.

# mempersiapkan agar harta bisa dibersihkan :
1- Harta menganggur – tidak boleh ada, hrs dihabiskan sedikit demi sedikit, jika ada maka sedekahkan. 
Qs. 3:133-134, ciri org taqwa “fi shorro’i wa dorro’i”. ketika senang dan ketika sempit.
– jenis harta menganggur liquid : tabungan, tdk perlu semua, keluarkan segera krn lebih utama menabung itu kpd Allah.
– jenis harta menganggur dlm bentuk barang2; tanah investasi, rumah, bisa dijual saja sebagian lalu disedekahkan. Qs. 63:10.
– jenis harta menganggur yg remeh temeh : sepatu, baju.

2- mengefisienkan pengeluaran :
– pengeluaran tersier : jalan2, TV kabel, liburan,… dizerokan, utk diinfaqkan.
– pengeluaran sekunder dikurangi dan dialihkan ke infaq : pulsa, …
– pengeluaran primer : makanan, listrik (mengurangi AC, dll), air, bensin.
– yg bisa, diminimalisasi. yg tdk bisa diefesienkan, maka disambi dgn infaq, kpd dokter, spbu, ongkos, kebutuhan keluarga diniatkan sedekah.

inilah metode berhemat utk kehidupan akhirat.
– ada kisah ekstrim di india org makan sisa2 makanan org lalu sebelum keluar restauran cepat saji tsb, dia keluarkan uangnya untuk charity.
– pembantu di luar ramadhan 2 org, ketika ramadhan jadi 3 org, diniatkan sedekah dan meringankan kerja mereka.

3- harta para pedagang dan termasuk para penjual jasa yg sdh cukup hartanya – sedekah keahlian atau sedekah profesi, menginfaqkan dari hasil profesi dan keahliannya.
– ada org miskin perlu perlindungan hukum, maka jadi sedekah para pengacara, digratiskan atau di didiscount, potongannya diinfaqkan.
– pedagang tdk ambil untung hanya menjual modalnya.
– pekerjaan2 bernilai uang, tdk diambil uangnya, tp utk sedekah.
– barang yg tdk laku diinfaqkan.

3- mengendalikan hawa nafsu – maksimal dlm mengendalikannya.

Wallahu a’lam

Manusia yang Merugi dan Ciri Keimanan

seri mengaji masjid Alitisham jumat, 5jun2015 / 17syaban1436 , Ust. Syukron M.

Tafsir Qs. hud:20-24
Ayat 20: Orang-orang itu tidak mampu menghalang-halangi Allah untuk (mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak adalah bagi mereka penolong selain Allah. Siksaan itu dilipat gandakan kepada mereka. Mereka selalu tidak dapat mendengar (kebenaran) dan mereka selalu tidak dapat melihat(nya).
Ayat 21: Mereka itulah orang-orang yang merugikan dirinya sendiri, dan lenyaplah dari mereka apa yang selalu mereka ada-adakan.
Ayat 22:Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi.
Ayat 23: Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.
Ayat 24: Perbandingan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang mukmin), seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama keadaan dan sifatnya? Maka tidakkah kamu mengambil pelajaran (daripada perbandingan itu)?

# kenapa manusia merugi  :
1. berbuat tanpa keimanan dan mengada-ada.
2. menganggap apa yg dikerjakan membawa kebaikan padahal merugikan

# tanpa didasari keimanan, maka tdk bermanfaat bagi mereka semua yg diada2kan (agama, menyimpang menjerumuskan diri dan org lain) pada hari2 di akhirat itulah org2 yg merugi, kecuali org2 yg qolbun salim.

Qs. al a’raf: 197 – Dan berhala-berhala yang kamu seru selain Allah tidaklah sanggup menolongmu, bahkan tidak dapat menolong dirinya sendiri.

Qs. 18:103-104 – org2 yg tdk sadar bahwa mereka merusak, merugikan dan berbuat  sia2,  mereka menyangka bahwa mereka telah mengerjakan perbaikan dan membawa keuntungan dan mulia.

# maka perlu dilakukan evaluasi perilaku dan ibadah kita. nabi SAW saja dievaluasi jibril setiap tahun, bacaan dan pemahaman Qurannya.

imam Ghozali, di akhirat nanti ada org membawa amal seperti balon besar dan berbangga dgn itu, ketika terkena jarum kecil maka ternyata dalamnya hampa tdk ada nilainya.

Salah satu cara lagi untuk mengevaluasi amal kita spy tidak termasuk org2 yg merugi adalah bertanya hukum kpd ahli hukum fiqh, yg telah merumuskan dan menurunkan ilmu2 tsb dari Quran dan hadits sbg dasar hukum, dan tdk membenturkan langsung kpd ahli hadits atau imam2 mazhab tanpa ilmu yang cukup.

hikmah kita diberi satu mulut dua telinga adalah spy kita lebih banyak mendengar, membandingkan dan mengkonfirmasi. Faktanya adalah bahwa pendengaran merupakan indera yg pertamakali berfungsi (oleh sebab itulah ada perintah mengazankan pada bayi yg baru lahir) dan pendengaran juga adalah sesuatu yg paling akhir disesali ketika mati (Qs. Almulk : 10 – Dan mereka berkata: “Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan (peringatan itu) niscaya tidaklah kami termasuk penghuni-penghuni neraka yang menyala-nyala”) pendengaran itu selektif, sedang mata tidak, dan hati baru selektif kalau sudah terlatih.

# ciri org beriman dan beramal sholeh : ahbatu taat, taubat, khusyu, tawadhu (merendah hati)

Ciri keimanan ada 5 menurut hadits nabi SAW :
1- dilihat dari ketundukannya kpd perintah Allah
2- ridho kpd keputusan Allah (Qodarullah)
3- terikat dirinya dgn Allah, agama, tdk sekuler, memisahkan hidupnya dengan ajaran Allah.
4- tawakkal memasrahkan segala urusannya kpd Allah. baca doa keluar rumah “bismillahi tawakkaltu…” spy dpt jaminan Allah sampai ia kembali lagi.
5- sabar pada sentuhan pertama dari suatu musibah

# Dalam Quran perumpamaan org kafir dan org mukmin :
– org buta dan org melihat
– org tuli dan org mendengar
– org mati dan hidup
– dzulumat (kegelapan) dan annur (terang benderang).

perumpamaan inderawi ini bermakna, jelas sekali dapat dipahami oleh siapa saja termasuk anak kecil. jgn samakan begitu saja org kafir dgn org mukmin, atau bahkan mengunggul-ungguli org kafir, kalau mau membandingkan harus perbandingan yg setara dan adil.
islam itu tinggi dan tdk ada yg menyamai ketinggiannya (hadits).

Wallahu a’lam

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.