• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 237,925 akses
  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Mudik ke kampung halaman

Seri Mengaji Masjid Alitisham jumat, 30agustus2015 / 14syawal1436, Ust. Syukron

Qs. Al qashas:85 – Sesungguhnya yang mewajibkan atasmu (melaksanakan hukum-hukum) Al Quran, benar-benar akan mengembalikan kamu ke tempat kembali. Katakanlah: “Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang dalam kesesatan yang nyata”.

Ini adalah ayat penghibur bagi nabi SAW yg krn tekanan thdp dakwah beliau, terpaksa hrs meninggalkan kampung halaman.

# Terminologi ma’ad (pulang ke kampung halaman) :

1. kampung halaman dunia yaitu Makkah, sesuai asbabun nuzul ayat ini,  spt nabi SAW setelah 10 tahun kembali ke Makkah, tanpa balas dendam, tanpa pertumpahan darah kpd quraisy yg telah kejam padanya, justru membawa berbagai kebaikan besar yg membuat peradaban islami kokoh disana. Qs. 2:125 malah menjelaskan makkah adalah kampung halaman dimana semua manusia dan org yg beriman merindukannya.

2. ma’ad dlm makna kematian krn setiap yg bernyawa akan kembali ke sana. adakah org beriman rindu kematian? krn kematian pasti didatangi manusia. seorang mujahid, Abu Bada (sampai 80 tahun masih angkat senjata) selalu ingin dipertemukan musuh yg terhebat yg melebihi kemampuannya krn rindu syahid.

3. kampung halaman kaum muslimin itu adalah kiamat, pintu gerbang menuju kehidupan akhirat, dimana setiap manusia juga pasti akan mendatanginya.

4. kampung halaman adalah surga (al jannah) krn nabi Adam diciptakan Allah di surga. hadits : “Setiap ummatku pasti masuk surga.” tergantung perbekalan yg dia persiapkan, ada yg mampir dulu disucikan di neraka, ada yg lama, ada yg sebentar saja, ada bahkan yg langsung masuk surga. seperti mudik dgn perbekalan yg pas-pasan, kita hrs sering berhenti beli bekal lagi.

# Agar Allah memenuhi janjiNya mengembalikan kita kpd kampung halaman hakiki, maka ma’ad diungkapkan dgn kata “farodo alaikal qur’an” – sebuah peta atau jalur mudik, supaya perjalanan mudik itu tanpa hambatan, tidak menyasar, dan tdk ada gangguan maka wajib untuk mendalami quran. patokan quran (koordinat ‘GPS’ Ilahiyah), bukan patokan tradisi yg bisa menyesatkan.

janji Allah banyak yaitu : terkait dgn ukhwori (akhirat) dan duniawi. misalnya : setiap masalah pasti ada jalan keluar, setiap hamba pasti dpt rizki, setiap hamba yg taqwa diberi kemudahan dlm urusannya, dihapus dosanya, dilipatgandakan pahalanya (65:4-5), diselamatkan dlm pulang kampung hakiki.

Allah tdk pernah mengingkari janjiNya. tapi kenyataannya banyak juga yg tdk mendapatkan,  krn banyak dari kita tdk memenuhi syarat janji tsb terpenuhi. syarat itu adalah taqwa. bgmn spy taqwa? jawaban ayat 28:85 ini adalah dgn perkuat interaksi dgn Quran.

jgn sampai dlm aktivitas mudik hakiki ini :
– nafsu kita merusak arah menuju kampung kita. ketika seorang tdk mau beribadah, sesungguhnya dia sedang merusak kampung halaman sendiri.
– godaan syetan mengaburkan tujuan ke kampung halaman kita, terutama ketika akan mati.
– kaum kafir menyesatkan jalur tersebut.

dan kita pun wajib marah kalau ada yg merusak kampung halaman kita.

# ketika kembali ke kampung halaman hrs dlm kondisi yg lebih baik ketika kita dilahirkan dgn penuh fitrah yg sdh baik.

Keadaan manusia ketika pulang ke kampung ada pada Qs. Alghasiyyah(88) :
1. ada yg wajahnya tertunduk malu – Qs. 88:2.
2. ada yg wajahnya berseri2 – Qs. 88:8

Wallahu a’lam

Pantulan Taqwa Dalam bentuk Kecerdasan

Khutbah Idul Fitri 1436 H, Masjid Alitisham, Dr. H. M. Rais Ahmad, 17Juli2015 / 1 Syawal 1436H

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham

Sebagai perwujudan rasa syukur kita akan keberhasilan menyelesaikan ibadah Ramadhan tahun ini, kita hadir pada hari ini bersama-sama bersimpuh mengucapkan takbir, tahmid, tasbih dan tahlil.
hari ini kita memasuki jiwa yang penuh bahagia ruhani, kelezatan samawi (langit) dan kenikmatan spiritual. 

Qs. 2:185 – (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham

Ibadah Ramadhan yang baru saja kita laksanakan, sesungguhnya adalah suatu proses pendidikan yang berkelanjutan dan berkesinambungan bagi kita orang-orang yang beriman yang dapat menghantarkannya kepada puncak nilai-nilai kemanusiaan yang disebut taqwa (la ‘allakum tattaquun). Taqwa merupakan indikator utama kebahagiaan, kemuliaan dan kesejahteraan.

Qs. 49:13 – Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Qs. 7: 96 – Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,

Ada beberapa hal penting yang ditumbuhkan melalui latihan-latihan selama melakukan ibadah Ramadhan sebagai indikator utama ketaqwaan.
Pertama, menumbuhkan kecerdasan emosional yang berkaitan dengan kemampuan pengendalian diri dalam merespon berbagai macam keadaan. Pengendalian diri ketika mencintai dan membenci sesuatu agar tidak berlebihan.

“Cintailah sesuatu itu secara sederhana karena boleh jadi engkau akan membencinya pada suatu ketika dan bencilah sesuatu secara sederhana karena boleh jadi engkau akan mencintainya pada suatu ketika.” (HR. At-Tirmizi)

Pengendalian diri ketika berhadapan dengan orang yang berbeda pendapat atau malah berseberangan dengan kita untuk tetap menganggap mereka sebagai saudara sesama anak bangsa. Bahkan dengan sikap ini, budaya saling memaafkan akan tumbuh dan berkermbang dengan baik.

“Tidaklah puasa itu hanya (menahan diri) dari makan dan minum saja. Sesungguhnya puasa itu (meninggalkan) perbuatan yang tidak ada gunanya, dan ucapan-ucapan kotor. Jika ada orang yang menghinamu, membodoh-bodohkanmu, maka katakanlah, ‘aku sedang berpuasa’.” (HR. Ibnu Huzaimah, Ibnu Hibban dan AlHakim)

Kecerdasan emosional semacam ini akan mengikis sifat saling dengki antara sesama anak bangsa, antar suku dan etnis, bahkan antar pemeluk agama yang berbeda. Dengan kecerdasan ini diharapkan kita dapat melaksanakan tiga hal yang disebut perbuatan yang paling utama di antara yang utama (afdholul fadha’il) yaitu, “bersilaturrahim dengan orang yang memutuskannya, memberi orang yang tidak pernah memberi dan memaafkan orang yang telah berlaku dzalim kepada kita.” (HR. Imam Thabrani dan Muaz bin Jabal)

Kedua, membangun kecerdasan spiritual yang berkaitan dengan arah dan tujuan hidup yang jelas yakni bukan semata-mata ingin mendapatkan materi dan jabatan yang seluas-luasnya dengan segala macam cara (tujuan menghalalkan segala cara), akan tetapi juga mencari kebahagiaan yang bersifat ruhaniyyah yang dilandasi dengan ajaran agama. Kejujuran, keadilan, jauh dari budaya dan perilaku syirik yang ditanamkan melalui ibadah shaum akan menghantarkan pada kenikmatan hidup yang hakiki dan kecerdasan spiritual yang tinggi. Setiap orangakan merasakan betapa jujur, adil dan amanah itu adalah sesuatu yang sangat indah dan sangat luhur.

Rakus, tamak dan kourp pasti akan selalu dijauhka dalam kamus kehidupan orang yang memiliki kecerdasan spiritual yang tinggi, karena ia menyadari bahwa sifat rakus dan tamak akan membawa kepada kefakiran.

“Jauhilah oleh kalian sifat tamak (rakus) karena sesungguhnya sifat itu adalah merupakan kemiskinan yang nyata.” (HR. Thabrani)

Kecerdasan spiritual akan membawa pula pada berfikir untuk senantiasa membawa ajaran agama dalam seluruh tatanan kehidupan. Tidak ada dikotomi dan sekularisasi dalam jalan hidupnya. Semua harus terkait dengan ketentuan Allah SWT. Ketika beraktifitas di masjid, di pasar, di kantor-kantor pemerintahan, di kampus, di jalan raya maupun dalam keluarga. Hal ini sejalan pula dengan Alqur’an :

Qs. 2:208 – Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,
 

Ketiga, membangun kecerdasan sosial yaitu kecerdasan dalam arti selalu memiliki rasa simpati dan empati dan selalu ingin menolong orang yang mendapatkan kesulitan dalam hidupnya. Kecerdasan sosial akan mengikis habis sifat egois, kikir, materialistis yang diganti (ditukar) dengan aufat kedermawanan sebagai buah latihan ibadah shaum. Ibadah Ramadhan melatih orang merasakan betapa beratnya lapar dan haus itu, padahal cuma sementara dan terbatas hanya di siang hari (yaitu hingga terbit fajar sampai terbenam matahari). Bagaimana halnya dengan nasib orang ya g sepanjang hidupnya merasakan lapar dan dahaga dalam kekurangan. Tidak pantas membarkan mereka dalam keadaan kekurangan terus menerus. Ibadah shaum menanamkan bahwa kita bagian dari mereka yang bernasib kurang baik dan mereka pun bagian dari diri kita.

Engkau akan melihat orang-orang beriman dalam kasih sayang mereka, dalam kecintaan mereka dan dalam keakraban mereka antar sesamanya adalah bagaikan satu tubuh. Apabila salah satu anggotanya merasakan sakit, maka sakitnya akan dirasakan pulan oleh seluruh tubuhnya sehingga seluruhnya ikut demam (HR. Bukhari).

Bagi orang yang memiliki kecerdasan tinggi yang terimplementasikan dalam sikap kedermawanannya akan mendapatkan anugerah kedekatan dengan Allah SWT dan sesama manusia. Sebaliknya orang yang kikir, bakhil akan mendapat adzab, jauh dari Allah, jauh dari manusia.

“Orang yang pemurah itu dekat dengan Allah, dekat dengan manusia, dekat dengan surga dan jauh dari neraka. Dan orang yang bakhil itu jauh dari Allah, jauh dari surga dan dekat dengan neraka. Orang jahil tapi pemurah lebih dicintai Allah daripada ahli ibadah tapi bakhil.” (HR. Tirmidzi)

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah, 

Keempat, membudayakan amal jama’i. Hal lain yang penting latihan dan pendidikan Ramadhan yang harus diteruskan di luar Ramadhan adalah kebiasaan melakukan amal jama’i, ibadah mahdoh maupun muamalah secara bersama-sama (berjamaah). Di bulan Ramadhan semua masjid penuh di mana-mana, baik di kampung maupun di kota, di perumahan maupun di kampus, bahkan Mushalla di pasar selalu diramaikan kaum muslimin dalam melaksanakan shalat 5 waktu berjamaah, shalat tarawih bahkan ta’jil (buka shaum bersama) termasuk tadarrus Al Quran. Jika kebiasaan itu diteruskan secara kontinyu sehingga menjadi budaya unggulanyang dinanti-nantikan oleh ummat dan dunia. Kita yakin akan terjadi perubahan yang signifikan ke arah yang paling baik dan kualitas ummat. Dalam sejarah kita memahami bagaimana ummat Islam memiliki izzah (harga diri)yang tinggi, dihormati oleh masyarakat dunia termasuk oleh orang-orang kafir.

Ummat Islam punya sikap keras terhadap orang kafirdan lemah lembut dan penuh kasih sayang terhadap sesama saudara seiman karena mereka melakukan ruku’ dan sujud secara bersama-sama dalam shalat berjamaah yang hanya mengharap ridho Allah SWT semata.

“Muhammad adalah utusan Allah, Da orang-orang yang ada besertanya bersikap keras kepada orang-orang kafir dan sayang menyayangi sesamanya, Engkau lihat mereka ruku’ dan sujud mengharap karunia Allah dan ridho-Nya. Tanda-tanda mereka ada di wajahnya tampak bekas sujud. Demikianlah perumpamaan mereka (kaum Muslimin)”

Kegiatan muamalah seperti kegiatan ekonomi – perdagangan dan jual beli yang terbebas dari riba, penipuan dan melahirkan kesejahteraan bersama bukan terjadi kesenjangan antar sesama kelompok ummat (yang kaya makin kaya, yang miskin semakin banyak dan semakin terpuruk), seperti yang terjadi di era sekarang yang perekonomian dan bsnis dikuasai oleh pelaku ekonomi ribawi.

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah, 

Jika kaum muslimin sudah membiasakan shalat berjamaah, meramaikan dan  memakmurkan masjid dan menganggap hal itu sebagai kebutuhan, maka diharapkan mereka akan tergerak hatinya untuk berjamaah dalam bidang muamalah dalam membangun kekuatan ummat dengan membangun pendidikan yang berkualitas dan yang terjangkau oleh semua lapisan masyarakat, membangun institusi kesehatan yang memungkinkan kaum dhuafa memiliki akses, membangun institusi ekonomi ummat dan lain sebagainya. Hal ini sangat dimungkinkan karena untuk saat ini Alhamdulillah sumber daya manusia (SDM) muslim yang berkualitas sudah cukup tersedia, tinggal bagaimana mengatur dan mensilaturahimkannya. Demikian pula potensi dana yang terdapat pada Zakat-Infaq-shodaqoh (ZIS) cukup besar, demikian pula lembaga wakaf Indonesia yang sudah menasional.

Sungguh luar biasa kekuatan yang terjelma dampak dari berjamaah itu akan mengundang rahmat dan pertolongan Allah SWT.

Qs. 9: 71 – Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

Hanya saja, dalam melaksanakan amal jama’i ini diperlukan keikhlasan yang sungguh-sungguh untuk terbiasa melebur diri dalam barisan yang rapi. Kesediaan untuk dipimpin oleh yang lain yang lebih capable, kesediaan untuk berdiri pada barisan belakang. Diperlukan juga kesabaran dalam membangun amal jama’i, karena sering terjadi gesekan-gesekan yang kalau disikapi secara emosional akan menimbulkan perpecahan dan pertentangan apalagi jika terdapat iming-iming dalam bidang materi yang menggiurkan dan menarik perhatian.

Perlu kita sadari bersama bahwa orang-orang kafir pun, mereka selalu bekerja sama dalam membangun kekuatan mereka, kerjasama dalam bidang pendidikan, ekonomi, politik maupun pertahanan, seperti yang kita sakikan dan rasakan sekarang ini. Hal ini pun sesungguhnya sudah dikemukakan Allah dalam  firman-Nya.

Qs. 8 : 73 – Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar.

Oleh karena itu, mari kita biasakan dan budayakan amal jama’i dalam berbagai bidang kehidupan kita, sebagai hasil dari ibadah Ramadhan yang kita lakukan, agar rahmat dan pertolongan Allah serta kekuatan akan bisa diraih seoptimal dan semaksimal mungkin. Semoga Allah menerima amal ibadah kita lakukan, menyempurnakan kekurangannya dan kita termasuk golongan orang-orang yang bertaqwa.

Doa Khutbah kedua

Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar, Walillahilham
Hadirin jamaah Idul Fitri rohimakumullah,
 

Allahumma ya Allah ya Tuhan kami,
kami panjatkan segala puji dan syukur atas segala rahmat dan karunia yang telah Engkau limpahkan kepada kamu, nikmat sehat wal afiat, nikmat ilmu dan nikmat iman serta Islam. 

Ya Allah ya Tuhan kami,
Jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang pandai mensyukuri nikmat-Mu dan janganlah Engkau jadikan kami hamba-hamba-Mu yang ingkar dan kufur terhadap semua nikmat yang telah Engkau berikan kepada kami.

Allahumma ya Allah,
Ampunilah kami dan dosa serta kesalahan orangtua kami, kesalahan dan dosa saudara-saudara kami kaum muslimin dan muslimat yang telah melalaikan banyak perintah-MU dan melakukan segala larangan-Mu. Andaikan Engkau tidak mengampuni dan memaafkan kami, kami takut pada adzab-Mu di akhirat nanti dan pertentangan bathin dalam kehidupan dunia ini.

Ya Allah, janganlah Engkau limpahkan adzab-Mu kepada kami karena dosa dan kesalahan kami. Kami yakin ya Allah, rahmat dan ampunan-Mu jauh lebih luas dari adzab-Mu. 

Akhirnya ya Allah ya Tuhan kami, terimalah segala amal ibadah kami, terimalah ibadah shaum kami, shalat kami dan amal ibadah kami yang lain.

Ya Allah jadikanlah kami hamba-hamba-Mu yang selalu bertaqwa 
yang ridho dan ikhlas untuk melaksanakan aturan-Mu, 
ridho dan ikhlas Al Quran sebagai imam dan petunjuk kami dan 
ridho dan ikhlas Nabi Muhammad SAW sebagai panutan kami.

Ya Allah, berbagai macam ujiandan musibah kini sedang menimpa masyarakat dan bangsa kami. Kami yakin musibah ini bukan karena Engkau membenci kami, akan tetapi sebagai peringatan; 
agar kami semua memiliki sikap sami’na wa atho’na akan segala ketentuan-Mu
agar kami semua kembali kepada agama-Mu, yaitu Islam yang Engkau ridhoi.

Aamiin.. 

Ciri orang Taqwa

seri mengaji kultum masjid Alitisham, Ust. Mulyadi Qosim, 12juli2015 / 25Ramadhan 1436.

ciri org taqwa seperti yang diterangkan pada Qs. ali-imron :17

1#. sabar

Ada bbrp jenis sabar :
1. sabar thdp musibah Qs. 3:155-156
2. sabar dlm ketaatan atau ibadah kpd Allah Qs. maryam:25, Qs.annur:71
3. sabar menahan hawa nafsu, tdk spt malaikat, atau hewan. manusia ada unsur kesucian dan nafsu kehewanan, Qs. Al munafiqun:9.
4. sabar dlm dakwah mengajak kebaikan dan melarang kemunkaran, nabi nuh cuma puluhan pengikutnya dlm 900 tahun dakwah, Qs. luqman:17
5. sabar dlm berperang Qs. 2:177 – indikator org taqwa dlm jihad menegakkan cahaya Allah.
6. sabar dlm muamalah, berinteraksi dlm keluarga, tetangga, masyarakat, beda budaya dlm berinteraksi dpt sabar dlm berjamaah. Qs. 4:

2#. shodiqin (jujur)

hadits : hendaknya engkau jujur, krn dekat dengan kebaikan dan dapat membuka jalan ke surga

3#. qonitin (ketaatan yg mutlak ) kpd Allah.
Pada masalah ibadah, muamalah, dan semua aspek kehidupan. Qs. 2:208 totalitas komprehensif beragama Islam

4#. munfiqin (berbagi dan memberi kepada sesama) Qs. allail:5-10
– zakat : batas minimal tdk bakhil, mengeluarkan hak org lain dalam hartanya.
– infaq : org dermawan, mengeluarkan hartanya sendiri utk membantu org lain, oleh Allah akan mendapat kemudahan dlm hidup, sedang bagi yg bahkhil akan mendpt kesempitan hidup.

Org dermawan dekat dgn manusia, dekat dengan Allah dan dekat dgn surga. org pelit, jauh dari Allah, jauh dari manusia dan dekat dgn neraka.

harta itu spt makanan dlm tubuh, hrs dikeluarkan rutin agar sehat.

Agar pemberian bisa berkualitas tinggi :
1- ikhlas krn Allah
2- tdk ada penyesalan pemberian itu, melapangkan dada membersihkan harta kita.
3- yg terbaik yg dapat kita berikan.
4- dilandasi dgn tdk menyakiti penerimanya – Qs. 2:93
5- tepat sasaran
Qs. attaubah:53 – perintah mengambil harta dari org kaya utk membersihkan jiwanya.
Qs. 9:60 golongan penerima zakat.

5#. Mustaghfirin (org yg banyak bertaubat, beristighfar dan muhasabah)

Qs. alfath:2 – lebih dari 70kali sehari beristighfar.

6#. yg melandasi semuanya adalah istiqomah, yaitu istiqomah dlm sabar, jujur, zis, taubat dan istighfar.

Wallahu a’lam

Tak Cukup Alasan untuk membenarkan Kemusyrikan

Seri Mengaji Tafsir Alhijri 1, Ahad, 12 Juli 2015 / 25 Ramadhan 1436, Qs. 28:64-67, Ustadz Dr. H.  Ibdalsyah, MA.

(Al-Qaşaş):64 – Dikatakan (kepada mereka) “Serulah olehmu sekutu-sekutu kamu”, lalu mereka menyerunya, maka sekutu-sekutu itu tidak memperkenankan (seruan) mereka, dan mereka melihat azab. (Mereka ketika itu berkeinginan) kiranya mereka dahulu menerima petunjuk.

65 – Dan (ingatlah) hari (di waktu) Allah menyeru mereka, seraya berkata: “Apakah jawabanmu kepada para rasul?”

66 – Maka gelaplah bagi mereka segala macam alasan pada hari itu, karena itu mereka tidak saling tanya menanya.

67 – Adapun orang yang bertaubat dan beriman, serta mengerjakan amal yang saleh, semoga dia termasuk orang-orang yang beruntung.

PELAJARAN YG ADA:

1. Bagi org org yg di dunia melakukan kemusyrikan dalam beribadah (dlm berdoa, berbakti, menyembah, berkurban) kpd Allah, yakni dgn mengambil makhlukNYA sbg sekutu disamping Allah (utk dijadikan wali, pelindung, penolong dan pemimpin) yg ditaati dan diibadahi selain Allah, sehingga wali wali itu lbh dicintai dan ditaati dripada Allah dan RasulNYA, maka mereka akan mendapat penyesalan di hari pembalasan ketika dihadapan Allah kelak.

2. Bahkan Allah kelak akan menyeru (memanggil) mereka agar menghadirkan wali wali, atau syeikh syeikh, arwah yg mereka jdikan sekutu sekutu thd Allah ketika di dunia dahulu, maka sekutu sekutu yg dijadikan wali tsb tdk mampu menjawabnya sama sekali. Dan mereka pun merasa menyesal sendirian, krn dahulu ketika msh di dunia tdk beriman kepada petunjuk Allah dan tdk mau mengikuti ajaran RasulNYA.

3. Pada saat itu, sekutu sekutu yg dijadikan wali selain Allah atau dimintai tolong di samping Allah, tdk bisa menjawab seruan Allah tsb, krn sama sama melihat siksaan Allah yg sangat dahsyat.

4. Ketika manusia2 yg melakukan kesyirikan ditanya oleh Allah, tentang Rasul dan yg didakwahkannya, mereka semakin bungkam tdk bisa jawab apapun, tanda semakin menyesal dan ketakutan. 

Walaupun ketika di dunia mereka suka menolak Ajaran Allah dan rasulNYA dg berbagai alasan mempertahankan tradisi tradisi keyakinan nenek moyang yg turun temurun.  Spt yg dijelaskan oleh Allah dlm al Qur’an :
(Al-Mā’idah):104 – Apabila dikatakan kepada mereka: “Marilah mengikuti apa yang diturunkan Allah dan mengikuti Rasul”. Mereka menjawab: “Cukuplah untuk kami apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka itu akan mengikuti nenek moyang mereka walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui apa-apa dan tidak (pula) mendapat petunjuk?.

dan juga yg tercantum dl surat Luqman:21 – Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang diturunkan Allah”. Mereka menjawab: “(Tidak), tapi kami (hanya) mengikuti apa yang kami dapati bapak-bapak kami mengerjakannya”. Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun syaitan itu menyeru mereka ke dalam siksa api yang menyala-nyala (neraka)?

Org org musyrik lbih smangat dan yakin dalam menjalankan ajaran agama yg dicampur aduk dgn tradisi tradisi agama dan budaya peninggalan nenek moyangnya. Pdhal tradisi tradisi itulah yg menyebabkan mereka jauh dari hidayah dan petunjuk dari Allah dan RasulNYA.

5. Adapun org org yg yg mau menerima petunjuk Allah dan RasulNYA, sehingga bertobat dri kemusyrikan dan mau meninggalkannya ketika masih hidup di dunia, dgn memperbanyak beramal shaleh (ibadah dgn syariat yg benar, bermuamalah juga dgn benar, sesuai petunjuk Allah dan ittiba kpd RadulNYA), maka mereka itu yg akan mendapatkan keselamatan dan keberuntungan di hari pembalasan.

6. Ada beberapa hal yg akan mendatangkan keselamatan sbgmana yg dijelaskan oleh Rasul ketika ditanyakan hal tsb oleh sahabat Abu Dzar Al Ghifari:
# Hendaklah slalu membaca al Qur’an dan berdzikir kpd Allah.
# jauhkan terlalu banyak tertawa, krn banyak tertawa akan mematikan hati.
# hendaklah selalu berjihad, krn jihad bentuk kerahiban seorang muslim.
# Cintailah fakir miskin dan bantu mereka.
# katakanlah perkataan yg benar meskipun itu pahit (membawa konsekuensi yg tdk enak)
# jagalah keimanan dri kemusyrikan dan tetaplah beramal shaleh (amal yg diridhoi Allah) yaitu yg sesuai dgn petunjuk ALLAH dan RasulNYA.

Wallahu a’lam.

# Ket : Catatan Ust. Dani.

Mengendalikan Hawa Nafsu

Seri Mengaji I’tikaf masjid Alitisham, Ust. Syukron 12juli2015 / 25Ramadhan1436

hari ke-25 shubuh

tdk akan sampai pada derajat Belum sempurna iman seseorang sehingga mampu menjadikan hawa nafsu tunduk pada perintah yg turun dari Allah. (hadits)

Dua jenis manusia :
– tunduk kpd hawa nafsu
– menundukkan hawa nafsu

hawa nafsu terpisah dari syetan dan cenderung dijadikan kendaraan syetan utk menggoda manusia

jenis hawa nafsu : nafsu lawwamah, amarrah dan mutmainnah.

karakter hawa nafsu :
– cenderung kepada yg enak dan nikmat,
– cenderung buru-buru (al ‘ajalah)
– cenderung berlawanan dgn syariat
– selalu ingin puas dan bebas

sasaran utama puasa adalah menundukkan hawa nafsu.

bahaya mengikuti hawa nafsu :
1. sulit menerima kebenaran / hidayah : menjadikan hawa nafsu ilah, maka Allah membiarkannya sesat dgn ilmu pengetahuannya, menutup pendengaran, penglihatanya dan hatinya (Qs. 45:23).
2. tdk percaya akhirat, azab kubur, kehidupan setelah kematian (Qs. 45:24). kematian yg dia lihat, tdk menyentuh dirinya.
3. menjerumuskan derajat kemanusiaan menjadi derajat binatang. semua yg terkait hawa nafsu, enaknya sedikit tapi susahnya lama. (Qs. 7:197, Qs. 17:70 – kodrat manusia itu mulia / ahsani takwim). dominasi hawa nafsu membuat tdk jernih lagi pikirannya walau di seorang berilmu.
4. menyebabkan sesat atau lalai atau lupa mengigat kpd Allah sehingga perbuatannya melampaui batas (Qs. 79:37-39).
5. tersesat dari jalan Allah dan tdk akan mendapat hidayah.

Qs. Annaziyat (79) : 40-41 janji Allah bagi yg bisa menahan diri dari keinginan hawa nafsu akan mendapat tempat tinggal di surga.

nafsu bisa ditundukkan dgn cara :
1- ditakut2i / disadarkan dgn ancaman kematian dan siksa neraka, pengawasan malaikat.
2- dipaksa, nafsu itu spt bayi yg menyusui hrs disapih.
3- dialihkan ke hal2 lebih baik
4- banyak riadhoh (gerakan) beribadah
5- dengan doa meminta rahmat Allah utk melunakkan hawa nafsu. seperti yg dijelaskan Quran pada Qs. 12:53.

Indikator yg bisa digunakan utk pencapaian pengendalian hawa nafsu :
– mutmainnah – Qs. 89:27-30
– lawwamah – Qs. al qiyamah:2
– amarrah – Qs. 12:53

Wallahu a’lam

Prinsip hidup dalam Surah al insyiroh

Seri Mengaji I’tikaf masjid Alitisham, Ust. Ahmadi Usman, 11juli2015 / 24Ramadhan1436

hari ke-24 shubuh

Tafsir Qs. al insyiroh

# setiap kalimat dzikir, doa, tilawah yg dilantunkan di malam2 terakhir ramadhan :
1. ghosyatur rahmah : diturunkan rahmat Allah yg melingkupi
2. malaikat berusaha melindungi dan mengantarkan kalimat doa2 kita ke arsy dgn sangat sibuknya.

spirit alam nasyroh ini mirip dgn addhuha, ketika dakwah Rasulullah mulai agak jarang menyampaikan ayat (biasanya ayat turun langsung disampaikan ke sahabat), sampai 1 bulan lamanya.

nabi SAW bersedih krn kafir Quraisy terus mengejeknya, engkau telah ditinggalkan Tuhanmu. lalu turun ad-dhuha sbg jawaban gamblang, menghibur nabi SAW menegaskan backing up Allah dlm tugas dakwah ini.

begitu juga turunnya alam nasyroh, nabi dlm keadaan sempit dakwahnya. Ruh surah alam nasyroh ini adalah sesulit apapun masalah yg menimpa, hrs diselesaikan setahap demi setahap, baru boleh berpindah ke masalah lain.

Prinsip “faidza faroq tafansob” ini dapat dilihat di akhir hidup beliau, setelah itikaf 20 hari, pada bulan haji beliau memimpin haji dan menyampaikan khutbah wada, lalu di bulan muharram, beliau menunjuk Usamah jenderal termuda, lalu ziarah ke Baqi, dan sepulangnya kepala beliau mulai sakit. Setelah itu beberapa kali beliau masih mengimami shalat, sampai pingsan berkali2, dan bbrp saat jibril datang nabi SAW memilih bertemu Allah daripada dipanjngkan umurnya.

kepadatan aktivitas ini adalah implementasi surah alam nasyrah pada faidza faroq tafansob.

# manusia diciptakan memiliki fungsi : sbg khalifah Allah. Syarat membangun pemimpinan adalah :

1# syarat pertama :  faidza faroq tafansob (selalu mengisi waktunya dgn aktivitas bermanfaat).

# target hidup manusia : ayat2 yg berkaitan dgn waktu, tak mungkin Allah bersumpah atas nama waktu kalau waktu tdk penting.

#######
tambahan diskusi dgn Prof Chairil : Bahwa hidup manusia itu tdk terbebas dari variabel waktu. setiap kita bergerak dari rumah menjalani aktivitas rutin, lalu pulang ke rumah, sebetulnya kita tdk pernah kembali ke rumah yg dulu dan ruang yg waktu itu (koordinat dimensinya juga sdh berubah). karena universe itu juga terus bergerak. inilah dahsyatnya waktu.
jadi sdh sepantasnya kita tdk boleh merasa jumud (bosan) menganggap beban rutinitas pekerjaan kita.  karena setiap aktivitas kita di suatu koordinat ruang dan waktu tdk pernah sama. dan tdk pernah kembali.  Sampai2 dalam ajaran tasawufnya, imam gazali menyampaikan bahwa waktu itu sesuatu yg teramat jauh – sebagaimana juga ibadah shalat itu adalah kewajiban yg sdh ditentukan waktunya (jika sudah terlewat, sudah tidak bisa kita kembali lagi).
Oleh sebab itulah setiap kita tiba di koordinat ruang dan waktu tertentu, maka berbuatlah terbaik (“faidza faroq tafansob”) agar ada bekas2 di koordinat itu dan menjadi spt kabar hadits, bahwa doa2 kita dibawa oleh malaikat diangkat dgn suaranya, dzikir org mukmin spt cahaya2 berkelap-kelip dilihat oleh masyarakat langit.
########

Dlm surah Al ashr dijelaskan target kita sebagai manusia adalah untuk : beriman, beramal sholeh, menasihati dlm kebenaran dan dgn kesabaran. jika target2 ini tdk tercapai maka akan merugi sangat besar.

# Qs. annur :21 keluarga hrs samara, utk mencapainya hrs ada pergerakan di dalamnya yaitu dengan prinsip “faidza faroq tafansob”. Ada kekuatan besar dibalik gerakan itu jika dilakukan terus menerus sblm keringat suatu pekerjaan kering, sdh mulai lagi dgn pekerjaan lain dalam memperbaiki kualitas keluarga kita.

Hasilnya adalah, Rasulullah SAW di pandangan org rumah dan sahabatnya bahkan musuhnya dimuliakan, krn prinsip “faidza faroq tafansob”

# Qs. attahrim:6 – membangun keluarga agar dijauhkan dari api neraka

# target dlm harta, untuk mendapatkannya dgn “faidza faroq tafansob”

# Target Ramadhan : taqwa, syukur, dapat petunjuk, dan lingkungan perlu diperjuangkan juga dengan “faidza faroq tafansob”. Allah menurunkan ramadhon utk memaksimalkan umur kita utk mengejar ketinggalan kelalaian2 dlm umur kita.
Ramadhan itu sarana ribuan tahun utk memberikan kesempatan ummat muhammad yg cuma 63 tahun, spy bisa lebih utama dari ummat2 sebelumnya yg umurnya lebih panjang.
Syarat amal sholeh : amalnya benar, niatnya benar, kontinyu dan tdk bercampur kemaksiatan. istiqomah itu membuat grafik forecasting kita jadi cemerlang. kita hrs menambal yg bolong, spy buku amal kita jadi bagus walau tdk sempurna lagi, tapi upayanya pun sdh termasuk dinilai.
ramadhan juga membawa tiket percepatan bergerak di padang mahsyar.

2# syarat kedua : wa ila robbika fargob, adalah isyarat kekuatan istiqomah, bermakna :

a – menghadirkan rasa cinta kita dalam gerakan “faidza faroq tafansob”.
nabi SAW walau dicaci maki dlm sulitnya perjuangan dakwah beliau krn cintanya kpd Allah semua tantangan itu jadi ringan.
b – punya motivasi bertemu Allah dan masuk dlm surganya Allah.
c – rasa rindu (rohbah) untuk mengulangi lagi.
d – setiap yg dilakukan hanya berharap mendapat ridho Allah SWT.

wallahu a’lam

Memperkuat dan memelihara Iman

Seri Mengaji I’tikaf masjid Alitisham, Ust. Syukron, 10juli2015 / 23Ramadhan1436

hari ke 23 shubuh

Alasan iman hrs dipelihara :

1# krn syetan selalu mengintai iman kita

syetan :
1- dlm bentuk jin, yg berjanji menyesatkan (Qs. 59:16)
2- dlm bentuk manusia ; ahlul kitab, org kafir yg ingin mengeluarkan kepada kekafiran setelah beriman. (Qs. 3:100).

2# krn iman adalah alat yg menyelamatkan diri kita di dunia dan di akhirat. Qs. 61:10 – urusan akhirat, Qs. 10:103 – urusan dunia (menyelamatkan adalah hak Allah)

3# krn iman adalah harta yg tidak ternilai (Qs. 3:91 dikaitkan dgn Qs. 61:10)

3 nikmat yg tdk boleh dilupakan :
– nikmat hidup
– nikmat kebebasan bisa menentukan
– nikmat iman

Cara memelihara iman :
1. dgn ibadah berkualitas Qs. 2:21
2. dgn ilmu Qs. 47:19
3. mencari lingkungan kondusif
4. meninggalkan maksiat
5. melakukan perkataan, perbuatan yg dpt menambah keimanan

Qs. 2:177 hakikat kebaikan tdk hanya terikat pada ibadah2 ritual.

# lawan iman yg lain adalah hawa nafsu.

Hadits : kalian tdk dpt mendpt derajat iman yg sempurna sampai hawa nafsu ditundukkan ke hal2 yg diridhoi Allah.

Wallahu a’lam

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.