• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 221,236 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Membangun Kesadaran dalam Hidup

Seri Mengaji Masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 28feb2015 / 9jumadil Awwal 1436h

Syarat2 ‘menaikkan’ kegiatan rutinitas hidup kita menjadi amal sholeh :

1. sadar vs reflek (bawah sadar/spontan). sadar paling tidak di awal kegiatan sbg bingkai.

2. pasang niat amal sholeh / untuk ibadah / utk mencari ridho Allah.

3. dimulai dgn bismillah

Hadits : semua pekerjaan yg tdk dimulai bismilah akan terputus pahalanya.

4. Minimal utk sesuatu yg mubah, bukan yg makruh apalagi yg haram.
– makan bismillah tapi tangan kiri.
– merokok (ikhtilaf haram makruh) tapi bismillah
– mandi bismillah tapi telanjang.
– makan berdiri atau kencing berdiri (ikhtilaf mubah)

5. tdk melanggar aturan Allah
– bekerja tapi bohong, korupsitapi
– tidak bercampur kebenaran dan kebatolilan

6. setelah selesai mengucap alhamdulillah

7. kalau ada kesalahan2 kecil kita memohon ampun.
– contoh doa tutup majelis ada istighfar
– setelah shalat ada dzikir istighfar

Catatan :
1- utk ibadah mahdoh (shalat, puasa, sedekah, dzikir, tilawah quran) : niat harus mutlak di awal, kalau lupa niat, harus diulangi. utk ghoiro mahdoh jika lupa baca bismillah atau lupa niat diawal, begitu ingat segera lakukan.
– bismillahi awalahu wa akhirohu.
– bangun tidur lupa baca doa tidur, langsung baca.

2- berhenti dan bertanya
– ada waktu2 checkpoint untuk mereview kesadaran kita dlm melakukan ibadah. utk ibadah mahdoh hrs full semua kesadaran, misal utk shalat dan baca quran. tapi utk ghoiro mahdoh bisa kita bingkai, pada titik2 atau waktu2 tertentu.
ada teori pada buku eighteen minutes : 24 jam tidur 6 jam, dlm 18 jam, minimal kita sadar dalam 1 jam 1 menit saja, kita akan menjadi org hebat dan sukses dlm kehidupannya. utk “stop and ask”. maka buatlah alarm utk setiap jamnya.

3- ketika selesai, lakukan evaluasi.
– jika benar, bersyukur alhamdulillah.
– jika ada kesalahan kecil , istighfar
– jika ada kesalahan besar maka bertaubat dan memperbaiki diri.
Qs. 3:135 – Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

Membangun Kesadaran

– dlm quran, org sadar (org yg penuh kesadaran) ini ada dlm terminologi ulil albab
– dlm istilah bahasa inggris the man of understanding / wisdom.

5 kesadaran yg hrs dibangun :
– sadar akan Allah menghasilkan taqwa dan yaqin kepada Allah
– sadar ibadah dan amal aholeh menghasilkan kebutuhan akan ibadah.
– sadar akan dosa menghasilkan taubat dan ishlah (memperbaiki diri).
– sadar akan kematian dan akhirat menghasilkan perbuatan selalu mempersiapkan bekal dan tidak mencintai dunia (sunia daam genggaman saja tdk dlm hati, dunia utk menghadapi akhirat) .
– kesadaran akan hablum minallah dan hablum minannas menjadi ihsan (bukan sekedar baik, tapi empati) terhadap manusia.
– kesadaran mencari ilmu agama
– kesadaran membangun umm

*

merenung, (reflection atau deep thinking).
merenung itu berfikir jauh-dalam-luas-panjang.
Ada 3 terminologi:
– merenung terhadap alam (tafakkur) 3:190-191(berfikir yg berulang2 ttg alam semesta dan melahirkan kesadaran (tdk sia2) lalu bersyukur (dgn tasbih maha suci Allah) dan berdoa jauhkan dari dosadosa dan neraka)
– merenung terhadap Quran (tadabbur) 38:29 bukan sekedar membaca, tapi direnungkan dalam.
– merenung terhadap suatu peristiwa atau kejadian (tazakkur) 39:9 (hnya org yg memiliki kesadaran yg bisa dpt pelajaran)

Ulul albab (org dgn kesadaran) selalu :
– dpt hidayah (petunjuk)
– dpt ilmu
– dapat hikmah (kebijaksanaan, rahasia dibalik sesuatu).

Wallahu a’lam

Sifat yang harus ada pada Pemimpin

Seri Mengaji Tafsir Alhijri, Ust. Didin H, 22feb2015 / 3jumadilAwwal1436
Qs. alqashas :26-27

Surah Al-Qasas, ayat 26 : Salah seorang dari kedua wanita itu berkata: “Ya bapakku ambillah ia sebagai orang yang bekerja (pada kita), karena sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya”.

Surah Al-Qasas, ayat 27: Berkatalah dia (Syu’aib): “Sesungguhnya aku bermaksud menikahkan kamu dengan salah seorang dari kedua anakku ini, atas dasar bahwa kamu bekerja denganku delapan tahun dan jika kamu cukupkan sepuluh tahun maka itu adalah (suatu kebaikan) dari kamu, maka aku tidak hendak memberati kamu. Dan kamu Insya Allah akan mendapatiku termasuk orang-orang yang baik”.

1# nabi dan rasul punya kepedulian yg luar biasa kpd org2 yg lemah krn ternyata perilaku ini dapat mengundang kasih sayang dan pertolongan Allah.

Quran : jika menyayangi kaum lemah, maka akan disayangi oleh makhluk2 langit.

hadits : Jika kalian ingin mendapat pertolongan dan rizki Allah maka berpihaklah kalian pada org2 yg lemah.

Menolong itu tanpa pamrih, tdk seperti org australia yg menolong tapi pamrihnya diungkit-ungkit hanya sekedar membela warganya yg membawa narkoba. ini bukan akhlaq Islam, dan sangat buruk sekali.

2# selain kepedulian yg tinggi, nabi dan rasul memiliki modal : kekuatan (alquwwah) dan dapat dipercaya (al amin).

– kekuatan nabi Musa dpt mengangkat batu yg hanya bisa diangkat 10 org.

– nabi SAW sebelum diangkat menjadi nabi, rajin ke gua hiro utk merenung yg posisinya sangat tinggi dan terjal dan membutuhkan kekuatan fisik yg luar biasa utk dapat mencapainya.

– Oleh sebab itulah ada kewajiban org tua mendidik anak2nya agar kuat : ajarlah anak2 kalian berenang, latihan perang (beladiri), berkuda dan memanah.

– hadits : mukmin yg kuat jauh lebih naik dan dicintai Allah dari mukmin yg lemah.

– Artinya di sini, kaum muslimin harus kuat dlm aqidah, mental, fisik, ekonomi, politik dan seluruh bidang kehidupannya agar dicintai oleh Allah sehingga baik seluruh kehidupannya.

– kisah thalut melawan jalut Qs. 2:240 – nabi samuel mengangkat thalut krn keluasan ilmu pengetahuan dan cara berfikir dan kuat secara fisik / jasmani.

– Sifat kedua modal para nabi yaitu org yg terpercaya (al amin), Musa mendapatkan predikat ini dari anak nabi syuaib yg ditolongnya yg telah melihat ketulusan pertolongan itu.

– Amanah itu bukti dari iman. hadits : tdk ada iman bagi org yg tdk amanah dan tdk ada agama yang sempurna bagi org yg tdk pernah berusaha menepati janji.

– istilah nabi yusuf ttg kriteria pemimpin utk dpt menyelamatkan mesir dari kekeringan yaitu memiliki sifat hafidzun alim (profesional, keluasan ilmu).

3# berkaitan dgn ujroh (upah). pegawai hrs bekerja maksimal, si pemberi kerja (majikan) harus memberi kesejahteraan.

– Mekanisme Ujroh yg baik itu harus diberitahu dulu kpd yg akan kerja, aktivitas muamalahnya hrs jelas, apa yg hrs dikerjakan dan apa yg akan didapatkan.

hadits : berikan upah sblm kering keringatnya.

hadits : majikan yg tdk memberi upah yg layak, di akhirat nanti tidak akan ditanya oleh Allah SWT.

Wallahu a’lam

Agar Aktivitas Rutin Kemanusiaan naik ke Langit

Seri Mengaji Masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 21feb2015 / 2 JumadilAwwal1436

Dalam waktu dan aktivitas harian kita :
– brp banyak kita bertaubat
– brp bnyak kita bisa shalat sunnat
– brp bnyak kita bisa baca quran
– brp banyak dzikir, berdoa

Secara normal, dari 24jam hari-hari kita digunakan utk beribadah 3 jam saja sdh sangat hebat.
Utk ukuran sedekah, 30% dari harta kita perhari kita keluarkan utk sedekah saja sdh hebat sekali.

Ada cara supaya yg cuma 10-30% dari kemampuan ibadah kita itu bisa mencapai 70-80% yaitu dengan ibadah “nebeng” pada aktivitas keseharian kita yang lain.

Ini dimulai dengan mengubah anggapan bahwa kewajiban2 kemanusiaan dlm melaksanakan aktivitas harian spt membiayai anak istri dsb, dapat dinaikkan ke langit (menjadi bekal akhirat) dan agar menjadi amal sholeh.

Allah maha adil, tdk ada istilah untung atau naas, siapa yg baik di dunia, dpt keberuntungan krn balasan kebaikannya tsb, atau sebaliknya dpt kesialan itu krn balasan keburukannya. ini berlaku utk org islam maupun org kafir. Bedanya kita dgn org kafir adalah, kita bisa mendapatkan keuntungan baik di dunia atau di akhirat, sedang org kafir hanya mendapatkan keuntungan di dunia saja.

Kita juga harus mengubah sudut pandang dari anggapan bahwa masuk surga kan krn rahmat Allah, bukan krn kemampuan kita beramal sholeh. Di sini banyak yg salah paham, rahmat Allah yg diberikan itu sesungguhnya hanya kpd yg beriman dan beramal sholeh. Jangan lupa bahwa kita pun masih punya hutang2 nikmat, hutang dosa dan kelalaian masa lalu. Maka berbuat dgn bersungguh2 dlm beramal sholeh justru harus yg utama yg selalu kita kerjakan, bukannya malah mengendurkan semangat beramal sholeh. Jadi yg namanya rahmat Allah itu  dtg sbg fasilitas hanya bagi yg beriman dan beramal (sbg pengali), yaitu:
– penghapus dosa dosa
– Allah melipat gandakan nilai amal (kali 10, kali 70 bahkan kali 700 dan tak hingga).
-ada fasilitas amal unggulan yg nilainya tanpa batas.
-ada fasilitas syafaat nabi, quran dan syafaat orang2 sholeh.

# Syarat2 ‘menaikkan’ kegiatan hidup kita (aktivitas rutin kemanusiaan yg menyita hampir 80% waktu kita seperti : makan, minum, kerja, bersantai, tidur, olahraga, belajar, masak, hub suami istri, ke toilet, dsb, yg sdh jadi rutinitas) menjadi amal sholeh :

1- sadar bahwa semua kegiatan rutin bisa jadi amal sholeh.
Ada fakta penelitian 70- 80 % kegiatan manusia dilakukan dgn tidak sadar / bawah sadar (unconcious – 5x lebih kuat dari kekuatan sadar kita), krn perulangan kebiasaan saja. Maka iklan TV itu secara berulang2 menanamkan di bawah sadar, spy saat belanja yg teringat merek itu.

Bahkan berdoa saja otomatis, bahkan dzikir pun tdk konsen dan shalat jg hanya beberapa persen saja yang hati kita sadari (hadir) di sana.

Perbedaan ibadah mahdoh dan ghoiro mahdoh:
– ibadah mahdoh : mulai dari niat sampai akhir hrs sadar, seberapa banyak kita sadar itulah nilainya.
– ibadah harian, ghoiro mahdoh : boleh di awalnya saja atau ketika kita ingat.

Hadits : Allah tdk menerima suatu amal sampai hatinya ikut hadir bersama badannya (ketika melaksanakan amal tersebut).

Hadits : betapa banyak org shalat hanya mendapatkan capek dan pegal saja.

Hadits : betapa banyak org yg shaum hanya mendapatkan lapar dan dahaga saja. buktinya banyak org yg beraktivitas menghabiskan waktunya (ngabuburit) spy tdk terasa lapar hrsnya dgn shaum justru melatih hati kita peka thdp org lapar.

Quran : shalat mencegah perbuatan keji dan munkar.  tdk terlaksana krn banyak yg sholatnya tdk sadar.

caranya : Usahakan paling tidak di awal kegiatan kita diusahakan dgn kesadaran. yg ditanamkan utk menjadikannya amal sholeh.

2- pasang niat utk mencari ridho Allah.

Wallahu a’lam.

Pelajaran Persiapan Para Nabi

Seri Mengaji Tafsir Alhijri, Ust. Didin H., Qs. 28:22-23, 8feb2015 / 19RabiulAkhir1436

1# masa muda para nabi selalu diberikan persoalan2 berat, ini adalah by design pendidikan Allah agar para nabi mendptkn kematangan jiwa, mandiri, dan memiliki keyakinan kpd Allah yg luar biasa.
-spt juga nabi Yusuf yang mendpt persoalan berat ttg keluarganya, dan di tempat kerjanya.
-spt nabi Muhammad SAW, lahir dlm keadaan yatim, dibesarkan kakek lalu pamannya, usia 12thn sudah berdagang internasional. ketika mndpt wahyu yg pertama, merasa takut dan khawatir dan minta diselimuti, lalu khodijah menjwb, tdk mungkin Allah merendahkanmu krn engkau punya 5 hal di masa mudamu :
1- Selalu menjaga silaturrahim, membangun hubungan kekeluargaan antar suku pada saat rentan konflik kesukuan.
2- engkau selalu menghadapi dan dpt memecahkan beban yg berat kehidupan.
3- engkau kreatif dlm mencari alternatif solusi, dlm perdagangan saja selalu ada inovasi baru, produk2 baru, tdk jadi follower tapi trend setter.
4- engkau sangat menghormati tamu, krn yakin tamu itu membawa rizki.
5- engkau suka membela dan membantu org2 yg ingin menegakkan kebaikan atau kebenaran.
– spt juga nabi musa yg membela salah seorg kaumnya dari kedzoliman seorg qibti.

– Jadi secara Islam, tdk ada pemimpin itu karbitan, apalagi pemimpin2 yg dibesarkan oleh media, maka begitu terpilih, akan segera ketahuan kapasitasnya. Pemimpin yg kekuasaannya menjadi bebannya sendiri, shgg justru tdk mampu mengurusi rakyatnya.
– Pemimpin itu harusnya punya kepribadian yg kuat, tdk boleh org yg lemah. Dalam siroh nabawi, Nabi pernah menolak permintaan abu dzar menjadi pemimpin karena abu dzar punya kelemahan terlalu penyayang (tdk tegaan) kpd org lain.

2#- bagi org yg baik dan sholeh, kesalahan atau dosa akan menjadi beban mental, kejiwaan, psikologis, maka ia selalu cepat bertaubat dan memperbaiki diri. spt nabi musa, tdk membiarkan diri tenggelam dlm dosa. Inilah fakta bahwa org baik itu bukanlah org yg tdk pernah melakukan kesalahan, tp org baik itu dilihat dari sikapnya ketika menghadapi kesalahan.
– Qs.3:135 – ciri org taqwa jika melakukan dosa atau dzolim maka ia segera mengingat Allah, meminta ampun dan tdk meneruskan perbuatan itu.
– Maka jgn berbangga dgn dosa dan kesalahan masa lalu.
– hadits : salah satu tanda org beriman, adalah merasa tenang, gembira dan bahagia dlm melakukan kebaikan dan merasa takut, tdk tenang, menyesal dan kawatir dgn kesalahan yg dilakukan.

3# hampir semua nabi rasul melakukan rihlah perjalanan safar dgn tujuan2 tertentu.
– Misalnya nabi ibrahim yg keluar dari daerahnya meninggalkan keluarganya.
– Nabi musa juga keluar dari mesir menuju madyan yg jaraknya 8 hari jalan kaki dan mendapatkan pelajaran oleh Allah seperti melihat fenomena alam, sosial dsb, spy muncul kepekaan sosial.

Dalam ayat 23 ini, dikisahkan bahwa nabi Musa ketemu mata air dlm keadaan sakit perut krn hanya makan dedaunan selama perjalanan. Beliau melihat sekumpulan peternak yg memberi minum kambing2nya dan ada 2 wanita yg menunggu laki2 yg kuat selesai memberi makan ternak. Nabi musa yang peka secara sosial segera membantu. Kisah ini spt kisah nabi saw yg memecahkan masalah kabah yg kebanjiran utk meletakkan hajar aswad bersama oleh semua suku yg ada dan berhasil meredam konflik di antara mereka.

4# khusnuzon kpd Allah. Allah memberi yg terbaik dan selalu memberi pertolongan.
– nabi musa berjalan ke madyan tanpa pedoman navigasi, kendaraan, perbekalan materi yg banyak. hanya bekal hati khusnuzon.
– diselamatkan dan dimudahkan oleh Allah sampai ke tujuan.

Wallahi a’lam

Supaya tdk menyesal karena harta

Seri Mengaji Masjid Alistisham Sabtu, 7feb2015 / 18RabiulAkhir1436h, Ust. Sambo

Contoh ibadah “nebeng”

(1) dzikir :
– kapan saja
– dimana saja
– sambil beraktivitas sehari2.

(2) Infaq
Agar pengeluaran sehari2 bisa menjadi / bernilai infaq :
1-Harus pengeluaran yg baik2
2-tdk boleh berlebih2an, mubazir, misalnya membuat pesta pernikahan anak yg mewah (sampai makanan terbuang2) Qs. 17:26-27 – berikan hak kpd keluarga & ibnu sabil (pengeluaran/bagian dari infaq) tapi jgn berlebih2an krn mubazir kawan syetan yg sangat ingkar. Begitu juga ketika membeli baju dan hal2 lainnya tdk berlebih2an.
3. ketika memberi tdk boleh menyakiti si penerima, diungkit2, dibangga2kan. Qs. 2:262 – perkataan yg baik dan maaf lebih baik daripada bersedekah tapi menyakiti org yg diberi, para pelakunya tdk perlu kawatir dan bersedih krn akan dijamin Allah.

(3) Mengajak atau menyuruh org berbuat baik atau beramal sholeh.
– setiap kita mengajak org berbuat baik, selama mrk mengerjakannya kita mendapatkan pahalanya – multilevel pahala dan begitu juga kalau sebaliknya yaitu multilevel dosa.
Hadits : Barang siapa yg memberi contoh atau mengajak perbuatan baik dlm Islam maka ia akan mndpt pahala seperti org yg mengerjakannya tanpa mengurangi sedikitpun pahala org yg mengerjakannya.
Qs. 4:85 – multilevel pahala dan multilevel dosa.
Hadits :  apabila wafat anak adam putus semua amal kecuali sedekah jariyah, ilmu yg bermanfaat dan anak yg sholeh.
Hadits : Org yg menunjukkan jalan, sama dgn org yg mengerjakan.
Nabi SAW pertama kali masuk surga salah satunya krn multilevel pahala ini, bahkan diwariskan ke generasi2 selanjutnya krn paling banyak ummatnya.

Supaya Mati Tidak Menyesal krn Harta yg Banyak (Qs. 63:10)

– Redaksi ayat ini digabungkan infaq dgn kematian. Menunjukkan Infaq setelah mati tdk ada nilainya. Maka jgnlah berwasiat menyerahkan harta ketika sudah mati, karena justru yg terbaik adalah berinfaq pada saat kita sangat mencintai harta2 itu. Jika kita mati, maka harta kita bukan harta kita lagi yaitu menjadi harta ahli waris, yg hanya akan bermanfaat bagi kita Ketika ahli waris mengikhlaskan dan menginfaqkan atas nama orgtuanya.
– Ayat ini menyatakan penyesalan terbesar yg menimpa org muslim yg punya harta ketika mati adalah krn urusan hartanya.

Bagaimana menghindari penyesalan tersebut :
# Hitung harta kita pada 3 hal :
(1) hitung harta yg disimpan dan menganggur tidak dipakai kurang bernilai (yg remeh temeh : baju, tas). Utk apa disimpan, berikan pada org yg mungkin lebih membutuhkan.
(2) hitung barang2 yg menganggur yg bernilai besar, misal : rumah, tanah, villa. Tidak digunakan dan menjadi beban bagi kita. bisa infaq atau diwakafkan langsung barangnya atau hanya manfaatnya. Suruh org lain menggarapnya dan mengambil hasilnya.
(3) Harta2 yg kita pakai, banyak dan bernilai.

# Jika 3 hal itu sudah terevaluasi, maka langkah selanjutnya :

a- segeralah “bagi waris hidup” atau hibah atau sedekah. berikan ke anak atau keluarga langsung balik nama, tinggalkan sedikit sesuai kebutuhan bekal kita sampai mati. Syaratnya jgn berlebih2an, jika anak sdh cukup maka berikan kpd org lain (spy tdk menjadi lempar beban ke anak). Bisa dijual, hasilnya diinfaqkan.

b- harta itu cukup dipikirkan sampai level anak. pada level cucu bukan kewajiban kita lagi, jadi kewajiban bapaknya.

c- beri pesan ke ahli waris yg sdh mapan, jika harta sdh berlebih mhn diinfaqkan atas nama orgtua. Jika anak blm mapan, maka boleh ambil sebagian, sebagiannya lagi tetap diinfaqkan.

Wasiat itu hukum, waris pun begitu utk menghindari konflik antara keturunan. wasiat itu utk org2 yg kita sayangi yg tdk dpt waris dan maksimum 1/3 jumlah harta. kita di sini bicara nilai harta itu utk kita. maka lakukan sblm kematian datang. jika dieksekusi setelah wafat. maka nilainya adalah utk ahli waris, krn kepemilikan harta kita sdh beralih ketika sudah mati.

Hadits : Infaq paling tinggi nilainya adalah pada saat kau butuh dan saat kita sangat menyukainya.

Hadits : jangan tinggalkan ahli waris dalam keadaan miskin atau kekurangan.

Wallahu a’lam

Mengejar “Wajah” Allah SWT

Seri Mengaji Masjid Alitisham Jumat, Ust. Syukron, 6feb2015 / 17RabiulAkhir1436

Tafsir Surah Yunus (Qs. 12:104-109)

Ayat 104 :
– penegasan Rasul ttg aqidah dan ibadah yg tidak bisa ditoleransi. Seperti juga pada Qs. Alkafiruun
– Allah menegaskan sifatNya : sembahkan Allah yg mematikan kalian, 1- utk ibadah dinisbatkan dgn sifat yg mematikan spy manusia takut dan sadar, krn kematian adalah pelajaran terbaik.
2- Hanya Allah yg bisa memberi manfaat dan menarik manfaat.
3- Sangat mudah bagi Allah menghidupkan dan mematikan.

Ayat 105 :
– perintah menghadapkan wajah (representasi keseluruhan diri manusia / identitas seseorang) ke agama yg lurus. Maknanya :
1- Perintah totalitas melibatkan agama atau melibatkan Allah sebagai dasar atau tujuan kehidupan kita (lillahi, fillahi, ghoyyatullah) – mengejar ridho Allah. bukan sekedar menjadikan agama sbg alat pelengkap atau alat bantu hidup utk mempercepat atau mempermudah hidup atau menutupi sikap hidup supaya kelihatan religius. Dlm Quran keridhoan Allah (lillahi taala) sering juga disampaikan dlm mendptkan wajah Allah.
2- krn wajah adalah ciri kemuliaan manusia. hadits : semarah apapun jgn memukul wajah. Dlm shalat kita merendahkan wajah kita utk merendahkan diri di hadapan Allah.

Ayat 106-107 :
Larangan menyembah selain Allah (menggunakan ma) yg tdk bisa memberi manfaat dan mudharat.
1-dlm bhs arab, berhala diungkap dgn kata ma (sesuatu yg tdk berakal), sdg untuk yg berakal dgn kata man (siapa-sesuatu yg berakal – atau menggunakan alladziina).

2- ayat 107 ada kata “waiyyam saska bi durrin…(“yamsaska” artinya menyentuh bukan “la massa” yg artinya memegang). – Dalam tafsir Al Qurtubi melalui pendekatan dari sisi balaghoh Quran, menunjukkan bahwa kemudharatan, kefakiran, kesakitan yg terasa amat berat oleh kita, hanyalah sentuhan kecil Allah agar kita ingat, krn azab yg sesungguhnya di akhirat nanti.
– Qs. 2:155 sungguh aku memberikan sedikit (bi syai-in) ketakutan dan kelaparan..
– hadits : Ketika sahabat bertanya tentang siapa manusia yg paling berat ujiannya, nabi Muhammad SAW menjawab, yaitu para nabi, para ulama, dan orang2 sholeh.
– Musibah / kesulitan yg sedikit itu sangat tidak berarti dibandingkan dgn nikmatNya, dengan pahala yg disediakan Allah dan potensi diri yg sangat luas yg telah dianugerahkan kpd manusia.

Ada 3 jenis manusia dlm mengingat atau berinteraksi dgn Allah:
a-mengingat dlm situasi kondisi apapun adalah org yg beriman dan qolbun salim (Qs. 26:88-89).
b- mengingat ketika susah dan mndptkan musibah atau kemudharatan, yaitu org yg hatinya ada penyakit (Qs. 39:8).
c- ketika sehat dan susah tidak pernah mengingat Allah yaitu org2 kafir yg hatinya sdh terkunci atau sdh mati (Qs. 9:126).

3- Pada redaksinya “Jika Allah menghendaki kebaikan, maka tdk ada yg dpt menolak karunianya”. Di ayat ini khoirin (kebaikan) kata gantinya bi fadlihi (kurnia).
– Hal ini menegaskan apapun kebaikan yg didapatkan adalah pemberianNya dan Allah HANYA menghendaki kebaikan utk manusia. Walaupun kadang dlm persepsi manusia itu terasa buruk. Bahwa sakitnya dan masalah yg menimpanya tersebut adalah sbg penutup kekurangan ibadahnya atau penghapus dosanya.
– Coba renungkan ; apa memang kitanya yg mulia atau Allah yg menutup aib atau kekurangan kita. Maka janganlah sombong.

Ayat 108 :
apapun yg kita lakukan tdk ada kepentingan Allah atau nabi di sana, semua berpulang kepada diri kita. Kita memilih hidayah atau kesesatan akan kembali kepada diri sendiri.
– Hidayah menularnya sangat lambat, keburukan / kesesatan menularnya sangat cepat, kepada orang di sekeliling kita.
– spy tidak sesat dan istiqomah dlm hidayah maka ikuti jalan Allah dgn berpegang teguh thdp wahyu baik dlm Quran maupun melalui sunnah, dgn cara sabar dlm mendakwahkan, sabar dlm menjalankannya dan sabar kpd sikap org2 lain thdp ajakan kebaikan tsb.
– ibadah itu mencari wajah Allah bukan mencari muka2 yg lain.
– belajar dari melempar jumrah, bahwa Syetan menyerang manusia melalui 3 hal : pribadi, keluarga dan masyarakat.

Wallahu a’lam

Mengundang Keterlibatan Allah dalam Kehidupan

Seri Mengaji Mushalla Alitisham, Ust. Syukron, 1Feb2015 / 12RabiulAkhir1436

Belajar dari jatuhnya pesawat 62 ton dari 30ribu kaki. Seluruh kemampuan keahliannya,  kemanusiaannya sdh dilakukan. secara sunnatullah hampir dipastikan hancur berkeping2 spt air asia thn 2014, tp thn 2102, garuda selamat mendarat di bengawan solo. Salah satunya krn pilot mengundang keterlibatan Allah, dgn takbir, sang pilot berdoa mhn keselamatan para penumpangnya.

Pentingnya mengundang kebersamaan dan keterlibatan Allah dlm kehidupan kita.

dlm Quran dapat ditemui kalimat2 seperti, “innallahu maakum, innallahu masshobirin, …”, ini menunjukkan adanya kebersamaan Allah dgn makhluknya, tapi bukan kebersamaan dalam zat-Nya, spt yg banyak disalah tafsirkan oleh beberapa pengikut tarikat sufi dengan konsep penyatuan dirinya dgn zat Allah (manunggaling kawula gusti).

Dlm beberapa hadits, disebutkan Allah sedekat hasta, bahkan seurat leher.

Kebersamaan Allah dgn hambaNya :
1- dlm konteks / pengertian yg umum
Qs. 58:7 – semuanya ada Allah di sana, kapanpun dan dimanapun berada, yaitu dlm makna pengawasan / pemantauan Allah SWT. Namun banyak org yg tidak sadar pengawasan Allah, shgg perlu diangkat pengawas2 lain di kalangan manusia bahkan teknologi. Padahal CCTV Allah ada di bumi yg terhampar, di langit dan seluruh isinya (Qs. 99:3-5).
maka pantaslah ada hadits mengabarkan bahwa setiap bada shalat fardhu, diperintah berpindah utk shalat sunnah, utk memperbanyak persaksian.

2- dlm konteks khusus
– dalam arti bimbingan, pertolongan, rahmat, hidayah, bantuan Allah
– ada syarat , misalnya pada Qs. 5:12 jika shalat, zakat, …

a- Pengundang kebersamaan Allah :  ukhuwah Islamiyyah

– Qs. 9:40 – Ketika Rasul ada di gua yg kecil tdk dlm dan gampang terlihat isinya oleh para pengejarnya, bisa selamat tidak terlihat para pengejarnya, beliau menenangkan Abu bakar, “jgn takut krn Allah bersama kita.”  – kebersamaan Allah bisa didapat dgn kebersamaan atau kejamaahan kaum muslimin.
– Qs. 26:62 – kata2 nabi Musa, “sesungguhnya Tuhanku akan memberi petunjuk kpdku.”
– burung ababil, pada awal ayatnya menyatakan “fa ala robbuka” (perbuatan Tuhanmu), dlm perantaraan burung kecil dan batu kecil bisa menghancurkan pasukan gajah yg sangat besar dan banyak.

Ukhuwah Islamiyyah : persaudaraan, mengedepankan persamaan dalam Islam. Macam ukhuwah :
1- ukhuwah dlm ibadah – bukan ikhtilafnya atau perbedaannya yg dikedepankan.
2- ukhuwah dlm kemanusiaan (Qs. 49:13), peka terhadap sesama manusia.
3- ukhuwah dlm kenegaraan / wathoniyah (Qs. banyak dikatakan telah diutus nabi2 kpd suatu kaum dari saudara mereka, ini bermakna saudara dlm berbangsa).
4- ukhuwah dlm nasabiyah (persaudaraan sedarah atau kerabat)
5- ukhuwah dlm masalah beragama.

Ukhuwah Islamiyyah : berisi cara berukhuwah dan ciri berukhuwah yang menimbulkan persaudaraan .

Yahudi ada 13 juta tapi bisa menguasai seluruh aspek dunia, krn mereka bersatu.
1.2 milyar ummat Islam tdk bersatu, sehingga berat mengurus urusan kita yang terkecil sekalipun.

Padahal kita yg lemah secara personal menjadi kuat ketika berjamaah baik utk urusan dunia maupun urusan beribadah.

b. Pengundang kebersamaan Allah : Allah dijadikan tujuan, pusat orbit, dan menyerahkan semuanya kepada Allah.

Banyak dari kita hanya menjadikan agama sbg pelengkap dlm hidup. misal : utk apa kita bekerja, jawabnya utk menghidupi anak istri, hrsnya semua untuk mendapat ridho Allah.
Prinsip kita harusnya adalah lillah (krn Alah, dgn Allah), fillah (dijalan Allah), ilallah (kpd Allah) / ghoyyatullah (menuju Allah).
kebanyakan kita iyya kanastain didahulukan sblm iyya kana’budu. Padahal harusnya beramal dulu semoga Allah memberi pertolongan, bukan minta dulu baru setelah diberi dia mengeluarkannya utk Allah.

inilah adalah jalan sunnatullah vs jalan maiyatullah. semoga kita dapat memilih yg kedua dan istiqomah di dalamnya.

Wallahu a’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.