• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 630.036 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

ENGKAU BELUM TERLAMBAT

Seri Mengaji Pemuda Masjid Al I’tisham Edisi Ramadhan, 21 Mei 2020 / 28 Ramadhan 1441, Dr. Samsul Basri, SSi, MEI

Engkau belum terlambat kawan
Belumlah benar-benar terjadi perpisahan
Kejarlah yang tersisa dari kemuliaan
Bersungguh-sungguh dalam amalan
Dua hari ini masih berbingkai keberkahan
Amal saleh masih dilipatgandakan
Tak berubah sebagaimana awal kedatangan
Peluang terakhir pencinta kebaikan
Menjadi pemenang di akhir Ramadhan.

Bila engkau masa bodoh tak peduli
Gembira karena ia akan pergi
Maka sungguh engkau telah merugi
Dan kelak akan menyesali diri
Ketika kematian datang menghampiri
Engkau akhirnya sadar diri
Betapa waktu terbuang tak berarti

Dua hari tersisa Ramadhan
Masih panjang dan tak boleh terlewatkan
Bahkan sedetik pun!
Karena doa pasti terkabulkan
Jangan pudarkan siang dengan kelalaian
Atau gelap karena dosa maksiat terang-terangan
Jangan pendekkan malam dengan tidur kekenyangan
Atau singkat karena nafsu diperturutkan.
Jangan tinggalkan ibadah karena godaan,
Garis finish mulai tampak di depan
Bertahan dan tetaplah bertahan,
Menjadi insan bertakwa meraih keridhaan,
Itulah sejatinya kemenangan,
Di dunia hati damai penuh ketenangan,
Di akhirat mendapat balasan kebaikan,
Janji yang benar dari Rabbul ‘aalamin.

Ya Allah rahmati kami dengan al-Qur’an,
Jadikanlah ia sebagai imam yang menuntun,
Sebagai cahaya penerang gelapnya kebodohan,
Sebagai petunjuk dari sempitnya kehidupan,
Dan rahmat yang terus turun bercucuran,
Ya Allah ingatkan kami jika terjatuh pada kesalahan,

Ajarkan bila kami terperangkap dalam kealpaan,
Karuniakan kami kelezatan membaca al-Qur’an,
Di penghujung malam dan siang dalam keistiqamahan,
Dan jadikanlah ia sebagai hujjah dalam kebaikan,
Kepada-Mu wahai Rabbul ‘aalamin,
Jiwa kami persembahkan,
Tunduk sepenuhnya dalam kepasrahan.

CARA MERAIH TAQWA

KAJIAN ITIKAF RAMADHAN, Episode 13, Ustad Sambo

Mengapa banyak kaum muslimin sulit mencapai TAQWA di bulan Ramadhan ini padahal begitu banyak fasilitas yg Allah sdh siapkan utk kita agar kita bisa meraih TAQWA di bulan yg penuh Rahmat, berkah dan maghfirah ini. Itu karena syarat-syarat utk mencapai TAKWA TDK (belum) kita penuhi.

Perhatikan kembali Rumus TAQWA berikut, seperti yg sdh dijelaskan sebelumnya :

T = Im x Ik x Q
—————–
Ds x Hn x Cd

Dimana:
T = Taqwa
Im = Ibadah Maksimal
Ik = Ikhlas
Q = Kwalitas
Ds = Dosa2
Hn = Hawa Nafsu
Cd = Cinta Dunia

Dari rumus di atas ada 6 komponen yg sangat berpengaruh apabika kita ingin mencapai titik TAKWA tsb.

Pertama, 3 Komponen yg di atas (Im, Ik, Q) harus kita tingkatkan semaksimal mungkin dan dan yg kedua secara bersamaan 3 komponen yg di bawahnya (Ds, Hn, Cd) harus kita turunkan menjadi sekecil kecilnya, seminimal mungkin.

Nah utk bisa melakukan kedua hal di atas itu, tidaklah mudah, khususnya di luar Ramadhan.

Akan tetapi saat bulan Ramadhan tdk lah demikian, memaksimalkan 3 komponen diatas dan meminimalkan 3 komponen yg dibawah bisa kita lakukan dgn mudah, walaupun juga kita harus tetap berusaha sungguh-sungguh dlm melakukannya

Karna kalo Di luar Ramadhan itu sulit sekali utk bagi kita menurunkan dosa2 kita malah justru kadang2 kita banyak nambah dosa nya sementara taubatnya malas, kalo begini bagaimana dosa2 akan diampunkan Allah.

Di luar Ramadhan juga sulit kita mengendalikan hawa nafsu dan sulit mengurangi cinta dunia kita.

Tetapi di dalam Ramadhan Allah siapkan semua fasilitas agar kita bisa melakukan hal di atas sehingga TDK sulit bagi kita meraih titik TAKWA tsb seperti adanya ibadah puasa wajibnya, ada fasilitas pengampunan dosanya, ada fasilitas setan diikat oleh Allah, pintu surga dibuka lebar-lebar dan pintu neraka ditutup rapat-rapat dan ada juga fasilitas pahala dilipat ganda sampai 700 kali bahkan sampai tak terhingga.

Disamping itu juga semangat ibadah kita di bulan Ramadhan itu sangat tinggi, semangat ikhlas kita tinggi. Inilah yang menyebabkan mengapa Ramadhan menjadi sarana paling mudah dan efektif bagi kita utk bisa meraih TAKWA. (QS. 2:183)

Tapi walaupun fasilitas yg begitu banyak sdh Allah siapakan utk kita namun sayangnya tetap sedikit aja di antara kita yg dapat mencapai titik TAKWA ini, karena walaupun saat Ramadhan, namun tetap saja kita TDK bisa mengendalikan hawa nafsu, masih juga makan banyak dan kadang berlebihan, waktu berbuka puasa jadi sarana kita balas dendam, semua makanan dan minuman disikat, Disamping itu cinta dunia kita masih juga tinggi. Tapi disisi lain ibadah2 kita tdk banyak peningkatan nya, ibadah kita meningkatkan nya cuma sebentar saja yaitu hanya di minggu-minggu pertama Ramadhan, lihat lah masjid2 di hari2 pertama Ramadhan jamaahnya penuh dan membludak sampai keluar2, tapi begitu masuk pekan ke dua sdh mulai berkurang jamaah bahkan di hari2 terakhir jamaah nya sdh hilang sebagian besar nya, yg tinggal hanya yg memang sdh terbiasa sholat ke mesjid sebelum Ramadhan nya

Padahal utk meraih titik TAQWA tsb, kita ibadahnya harus maksimal dan full terus dari awal sampai akhir Ramadhan. Kalau pun tidak bisa full ibadahnya dari awal sampai akhir tapi setidak2nya kita bisa full ibadah di 10 terakhirnya, itulah mengapa Allah dan Nabi menyuruh kita beri’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan tsb agar kita bisa meraih titik TAQWA tsb.

Ibarat HP nge-charge (baca: ngecas) nya belum penuh langsung sdh digunakan lagi sehingga baterei cepat ngedrop. Sebaiknya HP itu ketika sedang di-charge lebih baik di matiin (jangan dipake) dulu biar cepat penuh.

Dalam kontek Ramadhan saat iman kita akan di-charge oleh Allah maka biar cepat penuh baterainya (baterai penuh = Taqwa), karnanya jangan dipake dulu tuh hawa nafsunya, jangan dipake dulu tuh cinta dunianya, artinya hawa nafsu dan cinta dunia dikendalikan dulu. Apalagi saat I’tikaf sepuluh hari terakhir Ramadhan lebih intensif kita nge-charge iman kita, lebih kuat lagi kita dalm mengurangi cinta dunia dan lebih ketat lagi dlm mengendalikan hawa nafsu kita sehingga di-charge selama 10 hari saat I’tikaf tsb maka bisa langsung full baterei iman kita, artinya tercapai titik TAKWA nya

Tapi sebaliknya kalo kita sedang di-charge iman di Ramadhan tapi sambil juga kita pake nafsu dan cinta dunia kita artinya hawa nafsu dan cinta dunia masih besar maka kemungkinan iman kita tidak akan penuh2 baterai nya, itu berarti kita belum bisa mencapai titik TAKWA tsb.

CARA AGAR DOSA2 KITA MENJADI NOL

Perhatikan rumus TAQWA di atas, agar kita bisa mencapai titik TAKWA maka 3 komponen yg di atas (Im, Ok, Q) kita maksimalkan dan 3 komponen yg di bawah (Ds, Hn, CD) kita minimalkan.

Pada bab ini yg kita bahas terlebih dahulu adalah komponen Ds, bagaimana kita meminimalkannya bahkan kalo bisa kita turunkan sampai nol (zero), artinya dosa2 kita diampunkan Allah semuanya.

Mengapa pengampunan atas semua dosa2 itu sangat penting dan mengapa juga kita dianjurkan untuk banyak istighfar dan banyak taubat.

Bersyukurlah orang yang catatan amalnya di akhiratnya nanti banyak istighfarnya, Allah punya sifat Ghafuur Rahiim, artinya orang akan dapat rahmat kalau diampuni dulu dosanya, kalau tidak diampuni dosanya maka tidak mendapat rahmat, sedangkan kita masuk surga karena rahmatnya Allah.

Berkaitan dgn betapa pentingnya pengampunan dosa2 itu, Nabi menceritakan kisah seorang pelacur yang memberi minum seekor anjing, ibadah seorang pelacur (umumnya) pasti sedikit sekali, hawa nafsunya pasti besar, cinta dunianya juga besar, secara hitung-hitungan amal ibadah, maka nilainya sangat kecil apalagi mencapai titik TAKWA pasti lah tidak mungkin, akan tetapi dia punya keunggulan memberi minum seekor anjing yg kehausan, disebabkan hal tersebut Allah berkenan mengampunkan semua dosanya (zero), sehingga kalau memakai rumus di atas, maka berapapun nilai amal ibadah yg di atas ketika di bagi nol, maka hasilnya adalah tak terhingga (untuk lebih jelas, silahkan tonton videonya).

Makanya mengapa di bulan Ramadhan ini seharusnya kita bisa meraih TAQWA itu, karna asa fasilitas pengampunan semua dosa oleh Allah karna Ramadhan adalah bulan maghfiroh Karana begitu dosa2 kita diampunkan Allah semuanya maka kita pun langsung melesat ke derajat taqwa

Begitu juga kalau kita dapat Lailatul Qadar maka dosa kita langsung nol (diampunkan semua dosa).

Itulah mengapa pada saat malam Lailatul Qadar kita diajarkan Nabi utk minta dimaafkan Allah semua dosa dan kesalahan2 kita.

Oleh karena itu perbanyak taubat, perbanyak mohon ampun di bulan Ramadhan ini, terutama di malam Lailatul Qadar.

Sekali kita dapat pengampunan atas semua dosa2 kita maka
kita akan mendapatkan titik TAKWA ini

Begitu kita dapat memcapai titik TAQWA maka semuanya akan terasa mudah, ibadah maksimal akan mudah, ikhlas akan mudah, awalnya kita berjuang betul untuk mendapatkan Taqwa tsb, begitu kita dapat maka semua ibadah dan amal Sholeh akan terasa mudah . Ibarat belajar naik sepeda, awalnya berat banget, jatuh lagi, jatuh lagi akan tetapi ketika sudah seimbang maka akan mudah.

Oleh karena itu dapatkan titik takwa itu, ketika sudah dapat maka akan Allah mudahkan semuanya.

Perbedaan orang takwa dalam melaksanakan perintah2 Allah dan menjauhi larangan-laranganNya seperti perbuatan dosa dan maksiat dan juga dlm mengendalikan hawa nafsunya, dengan orang beriman yg belum bertakwa.

Kalau orang takwa mengerjakan perintah dan menjauhi maksiat itu terasa mudah dan ringan, sedangkan kalau orang beriman itu dlm mengerjakan perintah2 dan menjauhi maksiat akan terasa berat.

Melawan hawa nafsunya juga berat, mengurangi cinta dunia juga berat, dan melawan godaan setan nya juga terasa berat.

Nah sekarang bagaimana
caranya agar dosa2 kita diampunkan Allah semuanya di bulan Ramadhan ini maka kita harus melakukan hal-hal berikut ini :

1. Taubat Nasuha yaitu bertaubat yang serius dan sungguh (QS. 66:7), yaitu:

  • Menyesal atas semua dosa2 tsb kalau bisa menangis, kalau tidak bisa, kita paksa utk menangis dengan mengingat beratnya siksa atas dosa2 tsb di akherat nanti
  • Meminta ampun kpd Allah serta,
  • Berhenti berbuat dosa dan maksiat dan Berjanji tidak akan mengulanginya kembali.

2. Memperbanyak amal ibadah (QS. 25:70-71). Kalau ada orang yang bertaubat tapi tidak mau ibadah dan beramal soleh maka seperti itu tidak akan diterima Allah, contohnya bertaubat tapi tidak sholat, tak puasa dll.

Disamping itu ada dosa-dosa tertentu yang tidak bisa hanya dihapus oleh taubat saja tapi harus ditambah dgn amal ibadah2 tertentu, misalnya berhubungan suami isteri di siang hari saat Ramadhan, maka bukan hanya keduanya harus bertaubat kpd Allah tetapi juga harus membayar denda dgn beramal soleh yaitu puasa 2 bulan berturut-turut atau membebaskan budak atau memberi makan orang miskin 60 orang.

Contoh lainnya yaitu membunuh tidak sengaja, selain bertaubat juga harus membayar denda dgn beramal soleh yaitu membebaskan budak atau puasa 2 bulan berturut-turut.(QS. 4:91)

3. Meminta maaf kepada manusia yang mungkin kita berbuat salah kepadanya, karena Allah tidak mau memaafkan dosa orang yang zolim kepada orang lain sebelum orang tersebut meminta maaf pada yang bersangkutan

Pada Ramadhan ini selain kita meminta ampun pada Allah maka kita juga harus meminta maaf kepada manusia lainnya yg pernah kita zalimi, dan kalau ada hak2nya yang kita ambil maka harus dikembalikan.

Sekarang Kita ambil perumpamaan seperti ini bhw kita punya dosa nilai nya 1000, dengan kita taubat nasuha karna satu dan lain hal maka Allah ampunkan 700 saja, jadi sisa dosa kita ada 300, kemudian dengan beramal soleh dan diampunkan lagi 200 jadi sisa 100 (fungsi amal Sholeh itu dua yaitu menambah pahala dan menghapuskan dosa (QS. 11:114), terus kita minta maaf kpd orang lain yg pernah kita zalimi maka berkurang lagi Dosa kita jadi tinggal 50. Nah sisa dosa yg 50 dapat kita bayar dengan hal2 yg ada nomor 4, 5, 6 berikut ini.

4. Kita memaafkan kesalahan orang lain kpd kita maka berkurang lagi dosa2 kita, karena kalo tidak mau memaafkan orang lain, maka Allahpun TDK akan mengampuni dosa2 tertentu yang pernah kita lakukan (QS.24 : 23).

Itulah mengapa Dalam doa di malam Lailatul Qadar yg diajarkan Nabi utk kita baca adalah ‘Allahuma inaka ‘afuwun (Ya Allah Engkau maha pemaaf), dan Tuhibul ‘afwa (Engkau mencintai pemberian maaf), arti dari Engkau mencintai pemberian maaf adalah Allah suka memberi maaf dan juga suka sama orang yang memberi maaf. Maksudnya kalo memaafkan org lain maka Allah akan suka kpd kita kemudian Allah pun akan memaafkan dosa2 dan kesalahan2 kita, makanya ujung doa Lailatul Qadar itu adalah fa’fu ‘annii (maka maafkanlah aku)

5. Kita mintakan ampun untuk orang lain, mohon ampun untuk orang tua kita, mohon ampun untuk muslimin muslimat, ketika kita berdoa agar orang lain diampuni maka malaikat pun meminta ampun buat kita.

6. Sayangilah makhluk Allah yang lain termasuk binatang, kata Nabi sayangi makhluk yg ada di bumi maka Allah akan menyayangi kamu. Sifat utama Allah ar-Rahman ar-Rahim dan sangat sayang dengan orang yang mempunyai sifat ar-Rahman ar-Rahim (QS. 34:2).

Ada juga sebuah kisah seorang yang rajin ibadah tetapi mengurung kucing dan tidak memberi makan, sehingga kucing tersebut mati, akhirnya orang tersebut kata Nabi dimasuk neraka karena perbuatannya menyiksa seekor kucing. Lho kok bisa begitu,
Sebanyak apapun amal Sholeh seseorang, pasti selalu dosa2nya masih lebih banyak, kalau Allah tidak mengampunkan dosa2 org tsb, maka pastilah dosa2nya lebih banyak dari pahala amal ibadahnya. Nah kalo dosa2nya lebih banyak daripada pahala amal ibadahnya maka kita harus dia harus neraka dulu (QS. Al-Qari’ah :7-8),
utk dicuci dulu dosa2nya setelah dia sdh bersih dari dosa2nya barulah dia dimasukkan ke dalam surgaNya, selama dia masih punya iman di hatinya walau seberat biji sawi.

Terkadang setelah memohon ampun masih ada sisa dosa, dan Allah membersihkannya dengan memberikan musibah kepada kita.

Kalau kita sabar dalam menghadapi musibah tsb maka bukan hanya dosa2 diampunkan Allah tetapi kita juga mendapat Rahmat dan berkahNya juga pahala tanpa batas (QS. 2:155-157 & 39:10)

Nah sekarang kembali pasa rumus TAQWA si atas, kalo di Ramadhan atau khusus di sepuluh terakhirnya kita mendapatkan pengampunan dari Allah atas dosa2 kita sehingga dosa2 kita menjadi nol (zero) maka secara otomatis kita akan sampai ke titik TAKWA, karna kalo komponen yg bawah nilai nya Ds = 0 maka semua hasil perkalian yg di bawah juga akan 0 dan akhirnya kalo nilai pembaginya 0 maka berapapun nilai yg di atas jika dibagi 0 maka hasilnya adalah tak hingga (utk lebih jelas lihat videonya dibawah ini)

Adapun penjelasan secara komponen2 Rumus TAQWA yg lainnya, kita akan bahas pada pertemuan selanjutnya, insya Allah.

Wassalam
Masjid Pesantren Hilal Bogor, 28 Ramadhan 1441H

Link Video :

MATEMATIKA TAKWA

KAJIAN ITIKAF RAMADHAN Episode 12, Ustad Sambo

Pada pertemuan kali ini kita akan mendalami rumus Taqwa dengan pendekatan matematis, agar kita mudah memahami bagaimana teknis atau kiat agar kita bisa mencapai nya dgn lebih meyakinkan.

Pada pertemuan sebelumnya kita sdh mengetahui bahwa rumus Takwa adalah sbb:

Im x Ik x Q
T = —————–
Ds x Hn x Cd

Ket:
T = Taqwa
Im = Ibadah Maksimal
Ik = Ikhlas
Q = Kwalitas
Ds = Dosa2
Hn = Hawa Nafsu
Cd = Cinta Dunia

Dari rumus di atas kita dapat pahami bahwa agak kita mendapat nilai TAQWA yg tinggi kita harus tingkatkan Ibadah maksimal, tingkatkan ikhlas, tingkatkan qualitas ibadah, dan bersamaan dengan itu, kita kurangi dosa-dosa, kita kurangi hawa nafsu dan kurangi cinta dunia.

Kalau yang di atas kita naikan dengan maksimal dan yang di bawah (pembaginya) kita turunkan dengan maksimal juga (pembagi yg di bawah menjadi sangat minimal), maka nanti kita akan mencapai titik TAKWA tsb.

Sekali kita mencapai titik TAKWA tsb, insya Allah iman kita tidak akan turun-turun, justru naik terus, apapun situasi, kondisi dan lingkungannya, maka tdkkan turun2 lagi, insya Allah.

Tetapi kalau kita belum sampai titik TAKWA tsb maka iman kita bisa turun lagi tergantung situasi, kondisi dan lingkungannya.

Itulah kenapa orang beriman itu imannya selalu naik turun naik turun, karena belum dia sampai pada titik TAKWA.

Perumpamaan (contoh) :

Titik Takwa misalnya 1000,
T = 1000 sedang
Ibadah Maksimal = 10, Ikhlas = 10, Qualitas = 10, dosa-dosa = 1, hawa nafsu = 1, cinta dunia = 1.
Masukkan nilai2nya ke dalam rumus TAQWA maka hasilnya:

10x10x10=1000 = 1000
————————
1 x 1 x 1 = 1

Karna nilai2nya T adalah 1000 dan sama dgn titik TAKWA nya, itu berarti org tsb dapat meraih Taqwa.

Akan tetapi kalau dosa-dosanya tidak 1, misalnya 2, hawa nafsunya =2, cinta dunianya = 5, maka nilai TAQWA nya menjadi

10x10x10=1000 = 50
————————
2 x 2 x 5 = 20

Maka nilai TAQWA nya hanya 50 tidak sampai 1000, ini berarti org tsb tidak mencapai titik TAKWA.

Ibarat kalau masak air maka harus sampai pada titik didihnya, kalau sudah sampai pada titik didih baru air tersebut bisa kita minum. Akan tetapi kalau belum titik didih, maka berbahaya kalau kita minum.

BAGAIMANA CARA SAMPAI TITIK TAKWA

Agar mencapai titik takwa maka maksimalkan kompenen diatas yaitu ibadah maksimal, ikhlas maksimal, qualitas maksimal. Kalau diluar Ramadhan susah untuk memaksimalkan ibadah, memaksimalkan ikhlas, memaksimalkan qualitas, karena banyak tantangannya.

Sedangkan dosa-dosa susah dikurangi, hawa nafsu susah dikendalikan, cinta dunia susah diatur. Oleh karena itu peluang besar menaikan ibadah, ikhlas, qualitas dan menurunkan dosa, hawa nafsu dan cinta dunia itu hanya di bulan Ramadhan.

Taubat diluar Ramadhan kalau tidak nasuha tidak diterima, akan tetapi kalau di bulan Ramadhan walaupun taubatnya tidak nasuha tetap diterima, karena bulan Ramadhan adalah bulan pengampunan.

Hawa nafsu lebih mudah dikendalikan di bulan Ramadhan karena setan di ikat, dan dengan puasa juga kita lebih mudah mengendalikan hawa nafsu.

Ramadhan juga membuat kita mengurangi cinta dunia, dan dengan itikaf kita paling mungkin untuk mengurangi tiga hal ini.

Oleh karena itu orang yang beriman yg datang Ramadhan kpd kita dan apalagi kita bisa i’tikaf tapi kita tidak sampai mendapatkan titik TAKWA ini maka akan sangat rugi sekali, karena sudah diberi kesempatan oleh Allah selebar lebarnya tapi tidak kita manfaatkan sebaik-baiknya.

Oleh karena itu mengapa semua orang yang masuk neraka tidak ada yang protes sama Allah, akan tetapi semuanya justru menyesal, itu karena semua fasilitas sudah Allah berikan supaya kita masuk surga tapi TDK mau kita manfaat dgn sebaik2nya. (Qs. 40: 11 & 67:10-11)

Karnanya, Kalau saat ini nilai ibadah kita 5, nilai ikhlas kita 6, nilai kualitas kita 7, maka naikkan semuanya jadi maksimal yaitu nilai 10, sehingga 10x10x10 = 1000.

Kalau saat ini dosa dosa kita misalnya masih 2, hawa nafsu 3, cinta dunia 4, semuanya kita turunkan jadi satu, sehingga 1000 di bagi 1 = 1000, dengan demikian sampai kita pada titik TAKWA tsb.

Kita lihat kebanyakan kaum muslimin cinta nya dunia pada sepuluh hari terakhir bukannya malah menurun, tapi malah sibuk ke pasar dan mall, buat kue, sibuk mudik, sibuk beli baju baru, ini menunjukkan bahwa di hari2 terakhir Ramadhan justru cinta dunia kita malah meningkat dan ditambah lagi hawa nafsu juga naik sementara dosa2 belum diampunkan Allah. Jika demi maka bagaimana mungkin kita akan bisa sampai pada titik TAKWA tsb.

Oleh karena itu Ramadhan ini kita harus sampai pada titik TAKWA ini, kalau kita tidak belum sampai Ramadhan ini maka belum tentu tahun depan kita bisa sampai bertemu Ramdhan utk mencapai titik takwa ini.

Karena nya sekarang lah waktunya kita mendapatkan titik TAKWA tsb dengan cara maksimalkan ibadah kita, maksimalkan ikhlas, maksimalkan qualitas kita, dosa harus nol, zero (0).

Lalu bagaimana kalau kita mendapatkan Lailatul Qadar, sekali kita dapat Lailatul Qadar maka secara otomatis kita naik ke titik TAKWA. Ibarat main ular tangga, kalau cara biasa kita naik tangga pendek (naik) lalu kena ular (turun) terus seperti itu sehingga kita tidak finis-finis, akan tetapi saat kita mendapatkan Lailatul Qadar, maka kita mendapatkan tangga yang super panjang yang langsung sampai ke garis finis.

Akan tetapi utk mendapatkan tangga Lailatul Qadar kita harus serius dlm memaksimalkan ibadah dan serius bertobat dan serius juga mengendalikan hawa nafsu dan serius meninggalkan dunia ini utk sementara waktu.

Oleh karena itu ciri-ciri orang yang mendapat Lailatul Qadar, setelah Ramadhan hidupnya ada perubahan yang lebih baik.

Untuk mencapai titik takwa memang awalnya berat, akan tetapi begitu dapat titik takwa, maka semua akan Allah mudahkan.

TITIK TAKWA

Begitu kita mendapatkan atau mencapai titik TAKWA ini maka semua dampak dari Taqwa akan kita rasakan seperti:

  • Terasa dekat dan yakin dengan Allah.
  • Nikmat dalam ibadah.
  • Mudah dalam taat, mudah mengerjakan ibadah, amal2 sholeh dan perintah2 Allah lainnya dan mudah juga bagi kita meninggalkan semua larangan2 Allah.

Begitu kita sampai titik TAKWA ini maka mudah semuanya, mudah melakukan ibadah2 yg maksimal, mudah ikhlas dan mudah juga melakukan ibadah2 yg berkualitas serta mudah juga bertobat, mudah mengendalikan hawa nafsu dan cinta dunia.

Hal diatas dapat juga kita umpamakan kita sedang belajar mengendarai sepeda ketika kita sudah dapat keseimbangannya (selahnya) maka jadi mudah menjalankannya sepeda itu selanjutnya.

Atau Ibarat kita belajar berenang atau main bulutangkis kalau kita dapat titik selahnya (bisa mengapung di air dan sdh bisa smash, back hand dll) maka mudah bagi kita untuk berenang atau main bulutangkis pada waktu lainnya.

Begitu juga kalo kita sdh sampai titik TAKWA, sdh dapat selah Taqwanya, maka walaupun suatu saat Taqwa kita turun karena berbuat dosa atau maksiat, tetapi karena org Taqwa itu akan cepat bertobat dari dosa2 yg baru dikerjakan nya maka Taqwanya yg tadinya turun, langsung cepat naik lagi (karena sudah ketemu selahnya/titik TAKWA nya). (QS. 3:135)

Pada pertemuan selanjutnya kita bahas bagaimana memaksimalkan ibadah, bagaimana memaksimalkan ikhlas, bagaimana memaksimalkan qualitas amal ibadah kita. Bagaimana Agar dosa2 bisa dihapuskan semuanya menjadi nol (zero), bagaimana mengendalikan hawa nafsu dan cinta dunia, Insya Allah.

Wassalam
Masjid Pesantren Hilal Bogor, 27 Ramadhan 1441H

Agar lebih memahami tulisan ini, khusus nya yg berkaitan dgn rumus TAQWA, kami sarankan menonton videonya, dengan link dibawah ini :

CIRI-CIRI ORANG BERTAKWA

KAJIAN ITIKAF RAMADHAN Episode 11, hari ke -5, Ustad Sambo

Tujuan utama puasa Ramadhan dan sekaligus juga tujuan utama I’tikaf sepuluh terakhir Ramadhan adalah utk meraih TAQWA.

Pada pertemuan sebelumnya sdh dibahas mengapa kita harus menjadi orang bertaqwa, apa saja keuntungan dan keutamaan orang bertaqwa dan apa bedanya org beriman saja dgn org beriman yg sdh bertaqwa

Dengan penjelasan yg tsb sebelum nya betapa besar dan tingginya jaminan dan janji yg Allah berikan di dunia dan di akhirat nanti kpd org2 bertaqwa yg belum (tdk) Allah berikan kpd orang beriman saja sampai dia menjadi org beriman yg bertakwa

Dari penjelasan sebelumnya kita sdh semangat nih ingin meraih TAQWA (walaupun TDK semua org beriman mau berusaha menjadi org yg bertaqwa)

Tapi yg menjadi pertanyaan nya bagaimana ciri2 nya Org2 yang bertaqwa cara mendapatkan TAQWA sehingga kita punya gambaran yg jelas bagaimana kita bisa sampai pada derajat TAQWA tsb

Nah, Pada kesempatan kali inilah yg yg hal itu akan kita bahas yaitu ttg ciri-ciri org yg bertaqwa itu seperti apa dan bagaimana teknik dan rumus utk bisa meraih TAQWA.

Secara garis besar ciri-cirinya terbagi dua yaitu:

Taqwa Hati dan Taqwa Amal.

TAKWA HATI

1. Yakin pada Allah.
Orang beriman saja itu masih ada karaguan Allah, belum penuh percayanya, sedangkan orang beriman yg sdh bertakwa itu sudah penuh percayanya kpd Allah (yakin).

Misalnya dalam hal rezeki orang yang baru beriman saja kpd Allah maka dia akan ragu untuk bersedekah, akan tetapi orang bertaqwa sdh yakin kpd sehingga dia tak akan pernah ragu bersedekah dalam keadaan lapang ataupun sempit (QS. 3: 133-134)

Perumpamaan orang percaya dan yakin, ada seorang guru ahli memanah bertanya kepada murid2nya, apakah kalian percaya saya ahli memanah, percaya jawab murid2nya, apakah kalian yakin saya ahli memanah Tanya sang guru, iyah jawab murid2nya, siapa yang yakin maju ke depan taruh apel diatas kepala, nanti saya panah dari jarak 50 meter, para muridnya diam. Murid2nya percaya bahwa gurunya ahli memanah, akan tetapi mereka masih belum yakin kalao gurunya ahli memanah.

Demikianlah kondisi org beriman baru sebatas percaya kpd Allah, masih ada keraguan dan masih belum yakin kpdNya, percaya (beriman) Allah Maha Rahman dan Rahim, tapi masih suka prasangka buruk kpd Allah, percaya Allah Maha Pemberi rezeki tapi kita masih takut gak makan, percaya Allah Maha Melihat dan Mendengar tapi kita masih juga suka menggunjing, zalim, menipu dll, itu namanya kita belum sampai derajat taqwa (yakin kpd Allah)

2. Dekat dengan Allah, terasa Allah dekat di hati org bertaqwa tsb sehingga berhati-hati dalam bertindak.

3. Sangat takut kepada Allah, kalau orang beriman biasa takutnya KPD Allah pada level biasa sehingga ketika dia berbuat dosa atau maksiat maka dia lambat taubatnya dan bisa berlama2 dlm dosa dan maksiat.

Tapi kalau orang takwa takutnya kpd Allah sangat besar sehingga ketika berbuat dosa cepat bertaubat (QS. 3:135).

4. Orang takwa itu sangat ikhlas dalam beramal, kalau baru jadi beriman saja maka dia bisa ikhlas dan juga bisa tidak ikhlas, sangat tergantung kondisi dan suasan hatinya.
Orang takwa karena ikhlasnya tinggi maka amal-amalnya pasti diterima oleh Allah swt. (QS. 5:27)

5. Orang takwa itu akan mudah brsabar atas segala musibah, masalah, penderitaan dan kesulitan.

6. Orang takwa itu selalu berfikir benar, dan bertindak benar (QS. 39:33), inilah alasan orang takwa itu selalu sukses.

TAKWA AMAL

Orang takwa dalam beramal selalu yang terbaik, diantaranya yaitu:

  1. Sholat yang the best (ikhsan/terbaik)
  2. Puasa yang the best.
  3. Baca Quran yang the best.
  4. Sedekah yang the best.
  5. Berbuat baik kepada manusianya the best (QS. 3:133-136).
  6. Kalau berbuat dosa cepat bertaubat.

Saat itikaf ini kita usahakan amal-amal yang dilakukan itu the best, sehingga kita bisa sampai pada derajat takwa tsb.

Sehingga keluar dari itikaf efeknya kita akan berbuat baik the best pada pasangan kita, anak kita, orang tua kita, teman kita, suadara, tetangga dll.

Kalau ibadah kita masih tanggung2 dan tdk maksimal di bulan Ramadhan ini, itu berarti kita sulit utk mendapatkan takwa tsb.

Dan efeknya org yg belum meraih taqwa saat Ramadhan maka setelah Ramadhan tdk banyak perbaikan dlm hal Ibadahnya kpd Allah maupun dlm hubungannya dgn manusia lainnya, antara sebelum dan sesudah Ramadhan sama saja, sami mawon.

RUMUS TAKWA

Utk lebih memudahkan gambaran nya bagaimana kita bisa mendapatkan Taqwa, perhatian rumus TAQWA berikut ini:

Im x Ik x Q
T = ——————–
Ds x Hn x Cd

Ket:
T = Taqwa
Im = Ibadah Maksimal
Ik = Ikhlas
Q = Kwalitas
Ds = Dosa2
Hn = Hawa Nafsu
Cd = Cinta Dunia

Jadi utk mendapat Takwa kita harus menaikkan nilai yg di atas yaitu Im (ibadah Maksimal), Ik (Ikhlas) dan Q (Qualitas ibadah) dan bersamaan dengan itu yg di bawah (pembaginya) harus di turunkan (minimalkan) yaitu Ds(dosa), Hn (hawa nafsu) dan Cd (cinta dunia).

Misalnya utk mendapatkan Takwa kita harus punya nilai 1.000 (hanya sebagai perumpamaan saja utk memudahkan pemahaman, adapun nilai sesungguhnya HANYA ALLAH yg tahu)

Sedangkan Nilai Ibadahnya = 10
Nilai Ikhlasnya = 10
Nilai Qualitasnya = 10
Total Sementara = 1.000 (seharusnya dapat nilai takwa). Asalkan nilai di bawahnya (pembaginya) kecil.

Nilai Dosanya = 1

Nilai hawa nafsu = 1

Nilai cinta dunia = 1

Jika nilai 2 di atas dimasukkan ke dalam rumus TAQWA adalah:

10x10x10=1000 = 1000
————————
1 x 1 x 1 = 1

Maka nilai Taqwanya adalah 1000

Jika nilai utk meraih TAQWA itu adalah 1000 maka org yg seperti diatas sdh mencapai titik Taqwa.

Tapi kalau kita tdk mencapai nilai 1000 (artinya nilai T-nya Kurang dari 1000), Mungkin karna nilai yg diatas (Ibadah, Ikhlas dan Qualitas)nya kurang maksimal sementara yg dibawah (pembaginya, Dosa, Hawa nafsu dan Cinta Dunia) masih besar juga maka itu berarti kita masih belum bisa mendapatkan (sampai) TAQWA tsb.

Jadi agar kita bisa mendapatkan Takwa tsb maka kita harus menaikkan setinggi-tingginya nilai Im (ibadah Maksimal) kita, juga nilai Ik (Ikhlas) kita dan Q (Qualitas ibadah) kita dan bersamaan dengan itu juga kita harus menurunkan (minimalkan) sekecil-kecilnya Ds(dosa) kita, Hn (hawa nafsu) kita dan Cd (cinta dunia) kita.

Semua kondisi di atas hanya bisa kita lakukan dgn mudah pada saat puasa Ramadhan dan lebih khusus lagi pada saat kita i’tikaf di sepuluh hari terakhir Ramadhan.

Di Ramadhan inilah kesempatan mudah bagi kita utk meningkatkan Ibadah, ikhlas dan Qualitas ibadah kita dan mudah juga bagi kita utk meminimalkan Dosa, Hawa nafsu dan Cinta kita kpd dunia,

Sebenarnya Sarana I’tikaf itu adalah sarana paling efektif dan paling besar kemungkinannya kita utk meraih takwa ini, karna ketika kita beri’tikaf 10 Akhir Ramadhan, kita tinggal di masjid, kita full ibadah 24 jam 10 hari. Tentu di rmh Allah ini fasilitas meraih takwa lebih banyak lagi di banding kalo kita tdk i’tikaf.

Karna di rmah Allah ini suasana dan kondisi ibadah yg maksimal pasti terjaga dan hawa nafsu serta cinta dunia tentunya di rmh Allah ini pasti terkendali dan bisa kita minimalkan sekecil-kecilnya

Itulah mengapa Allah menurunkan Ramadhan umumnya dan lebih khusus lagi adanya i’tikaf agar kita bisa meraih TAQWA TSB.

Walaupun demikian faktanya, banyak juga Org2 beriman yg TDK mendapatkan Taqwa tsb, padahal semua fasilitas sdh Allah berikan di Ramadhan ini kpd kita Org2 beriman agar kita mudah mendapatkan Taqwa tsb.

Dan Materi lanjutan utk pendalaman Rumus TAQWA di atas akan dibahas pada pertemuan berikutnya, insya Allah.

Wassalam
Masjid Pesantren Hilal Bogor, 27 Ramadhan 1441H

Catatan:
Bagi yg ingin lebih jelasnya penjelasan ttg Rumus TAQWA dgn pendekatan matematis, SILAHKAN TONTON VIDEONYA DIBAWAH INI :