• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 508.502 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Surah Yasin adalah inti dari Al Qur’an

Seri Mengaji Tafsir Masjid Al Hijri 1, 24 Maret 2019 / 17 Rajab 1440, Kiayi Didin Hafidhuddin, Surah Yasin (36) : 1-4

Baru masuk ke surah Yasin setelah 27 tahun pengajian, ini surah paling populer di kalangan kaum muslimin, akrab pada lisan, mata dan pendengaran kita, dibacakan pada berbagai peristiwa dan keadaaan kita.

Surah Yasin juga disebut dengan qolbun Qur,an

hadits : sesungguhnya setiap segala sesuatu memiliki qolbun (hati), aku berharap bahwasannya surah yasin itu dekat denganhati itu adalah inti dari kehidupan, beres hatinya baik semua yg lain, buruk hati, rusak semua yg lain

# kandungan surah Yasin :

1. Menjelaskan Quran sebagai wahyu Allah
Termasuk surah yang diawali dengan hurufun muqotto’in (huruf terputus), ada lima macam :

  • satu huruf – qof
  • dua huruf – ya sin, tho ha
  • tiga huruf – alif lam mim
  • empat huruf – alif lam mim ro
  • lima huruf – ka fa ya ain shod

Huruf2 ini selalu diikuti dengan penjelasan tentan Quran sbg wahyu dari Allah. org Arab tidak biasa menggunakan huruf hijaiyyah yg terputus2 ini, hanya ada di Quran saja. Hal ini menjelaskan bahwa bukan kalamun nabi, tapi Kalamullah.

2. Menjelaskan Sidqu Risalah – kebenaran risalah nabi yg diingkari org Quraisy, dan sampai kini siapapun yg mengingkari. Surah ini juga juga aqidah, syariah dan balasan org yg melakukan kebaikan

# Yasin itu ada 3 makna :
1. ya insan – wahai manusia
2. ismun min asmain nabi – salah satu nama nabi kita, spt rohiimun, ro ufur rohim (sangat penyayang), org yg sangat sedih ketika ummatnya mendapatkan masalah, nabi itu sangat dekat dgn ummatnya.
3. sayyidul bashar – pemimpin manusia yg pertama masuk surga, lalu para nabi, ummatnya nabi Muhammad, dan diikuti oleh ummatnya nabi lain.

Hadits : Nabi Muhammad telah bersabda, “Aku dtg ke pintu surga”, berkata khozin (penjaga surga), siapakah engkau?, aku Muhammad, malaikat Ridwan kemudian menjawab, “Aku diperintahkan tidak ada yg boleh masuk ke surga, sebelum engkau masuk ke surga”

Pemimpin hrs punya uswatun hasanah bagi rakyatnya, lain dengan penguasa (orang yang dapat kekuasaan). Para nabi selalu disebut sayyid, pemimpin ummat, krn yang menonjol dari para nabi adalah keteladaannya.

Berbeda dgn penguasa, karena utk jadi penguasa :

  • acceptibilitas
  • elektibalitas
  • isi tas – (redaksi : bercanda)

Pemimpin tidak bisa dibuat2, krn pemimpin lahir di masyarakat, mencintai masyarakatnya, mengerti masalah masyarakat dan menjadi teladan bagi masyarakatnya.

Qs. 9: 128 – Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.

jika masyarakatnya sejahtera, pemimpin yg terakhir sejahtera.
jika masyarakatnya kelaparan, pemimpinlah yg paling lapar.
Tapi kebanyakan penguasa mengambil yg terbaik untuk dirinya lebih dulu

Qs. al furqon:74 – Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.”

Kita diarahkan untuk berdoa agar bisa menjadi pemimpin org2 yg bertaqwa, doanya para ibadurrahman, sebagaimana dijabarkan di Qs. Al Furqon 63-79

63 – Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan “salam,”

Ada dua pelajaran dari doa ini :
1. Lahirnya Generasi qurro ta a’yun – generasi yg kuat dan indah, ada optimisme dan harapan bahwa masa depan akan baik jika berada di tangan mereka
2. Imamnya Orang2 Taqwa (muttaqin) hanya lahir dari generasi yg qurro ta a’yun. jika dipersiapkan anak2 kita menjadi qurro ta a’yun ini maka otomatis akan jadi pemimpin org2 yg bertaqwa.

Doa bukan sekedar puncak ibadah, tetapi juga guide yg mengarahkan kita
islam itu agama doa, yg mengarahkan kita ke arah mana hidup ini. Misalnya :

  • Doa ketika makan, diarahkan agar makan yg berkah dihasilkan dari rizki yg halal, makan saja dikaitkan dengan neraka.
  • Doa pagi “hanya utkmu kami berpagi2, dan pulang sore hari, utkmU kami hidup dan mati dan dihadapanmu kami dikumpulkan”

Allah kemudian bersumpah di surah Yasin ini, krn ada pernyataan org kafir Quraisy mengingkari kenabian nabi Muhammad SAW. Allah menjelaskan bahwa nabi Muhammad bukan sekedar diutus saja tapi mengarahkan ke jalan yg lurus.

Wallahu a’lam

Amanah Allah bagi Manusia

Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 24 Pebruari 2019, Oleh: Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc.

Fathir (35): ayat 40

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

قُلْ اَرَءَيْتُمْ شُرَكَآءَكُمُ الَّذِيْنَ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ اَرُوْنِيْ مَاذَا خَلَقُوْا مِنَ الْاَرْضِ اَمْ لَهُمْ شِرْكٌ فِى السَّمٰوٰتِ ۚ اَمْ اٰتَيْنٰهُمْ كِتٰبًا فَهُمْ عَلٰى بَيِّنَتٍ مِّنْهُ ۚ بَلْ اِنْ يَّعِدُ الظّٰلِمُوْنَ بَعْضُهُمْ بَعْضًا اِلَّا غُرُوْرًا
qul a ro`aitum syurokaaa`akumullaziina tad’uuna min duunillaah, aruunii maazaa kholaquu minal-ardhi am lahum syirkun fis-samaawaat, am aatainaahum kitaaban fa hum ‘alaa bayyinatim min-h, bal iy ya’iduzh-zhoolimuuna ba’dhuhum ba’dhon illaa ghuruuroo

“Katakanlah, Terangkanlah olehmu tentang sekutu-sekutumu yang kamu seru selain Allah. Perlihatkanlah kepada-Ku (bagian) manakah dari bumi ini yang telah mereka ciptakan; ataukah mereka mempunyai peran serta dalam (penciptaan) langit; atau adakah Kami memberikan Kitab kepada mereka sehingga mereka mendapat keterangan-keterangan yang jelas darinya? Sebenarnya orang-orang zalim itu, sebagian mereka hanya menjanjikan tipuan belaka kepada sebagian yang lain.”
(QS. Fatir 35: Ayat 40)

*PELAJARAN & HIKMAH YANG DAPAT KITA JADIKAN PANDUAN HIDUP*

Pada ayat-ayat sebelumnya telah dibahas tentang kesempurnaan sifat dan kekuasaan Allah yaitu yang mengetahui segala yg ghaib dan nyang tampak. Bahkan termasuk Maha mengetahui segala yg tersembunyi di dalam dada manusia.

1. Diantara amanah, tugas dan kewajiban manusia di muka bumi ini adalah untuk beribadah kepada Allah dan tidak mempersekutukan Allah dengan suatu apapun.

Karena itu sebagai muslim yg beriman kita harus selalu mengarahkan apapun yg kita lakukan di dunia ini supaya bernilai ibadah.

2. Agar segala apapun yg kita lakukan bernilai ibadah di sisi Allah maka didasari dengan tiga hal:
* Niat yg bersih krn Allah.
* Didasari dengan keimanan yg konsisten
* Sesuai dengan Syariat Allah.

3. Sebagai khalifah, atau sebagai pemimpin di muka bumi untuk menciptakan kemakmuran, menegakkan keadilan, memberantas kemunkaran dan kemaksiatan.

Allah SWT berfirman:

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَـكُمْ خَلٰٓئِفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ ۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِ ۖ وَاِنَّهٗ لَـغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
wa huwallazii ja’alakum kholaaa`ifal-ardhi wa rofa’a ba’dhokum fauqo ba’dhin darojaatil liyabluwakum fii maaa aataakum, inna robbaka sarii’ul-‘iqoobi wa innahuu laghofuurur rohiim

“Dan Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah di Bumi dan Dia mengangkat (derajat) sebagian kamu di atas yang lain, untuk mengujimu atas (karunia) yang diberikan-Nya kepadamu. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman, dan sungguh Dia Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 165)

4. Dalam melaksanakan amanah tugas utama di atas, maka dasar dan panduan pelaksanaan tugas telah Allah turunkan buku petunjuk yakni _NANHAJUL HAYAH_ = Kurikulum kehidupan, yakni Al Qur’an yg sempurna dan Sunnah Nabi-Nya. _WASILATUL HAYAH_ alam semesta raya dengan segala kekayaan di dalamnya.

5. Dalam menjalankan kekhalifahan maka setiap pemimpin harus beraqidah Tauhid yg benar, yakni hanya mempertuhankan Allah Yang Maha Esa, yg tdk ada sekutu bagiNya, tidak diperkenankan melakukan kemusyrikan dlm bentuk apapun

Hanya dengan men Tauhidkan Allah Yang Maha Esa dengan segala konsekuensi metaati Syariat-Nya lah kepemimpinannya akan ditolong Allah dan menghasilkan kebaikan kebaikan.

Sebaliknya jika dlm menjalankan kepemimpinan ia melakukan kekafiran, menolak menjalankan syariat Allah, maka kepemimpinannya akan menghasilkan keburukan-keburukan, mengundang murka Allah dan didatangkan azab yang bertubi-tubi dan silih berganti.

Allah SWT berfirman:

قُلْ هُوَ الْقَادِرُ عَلٰۤى اَنْ يَّبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّنْ فَوْقِكُمْ اَوْ مِنْ تَحْتِ اَرْجُلِكُمْ اَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَـعًا وَّيُذِيْقَ بَعْضَكُمْ بَأْسَ بَعْضٍ ۗ اُنْظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ الْاٰيٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُوْنَ
qul huwal-qoodiru ‘alaaa ay yab’asa ‘alaikum ‘azaabam min fauqikum au min tahti arjulikum au yalbisakum syiya’aw wa yuziiqo ba’dhokum ba`sa ba’dh, unzhur kaifa nushorriful-aayaati la’allahum yafqohuun

“Katakanlah (Muhammad), Dialah yang berkuasa mengirimkan azab kepadamu, dari atas atau dari bawah kakimu atau Dia mencampurkan kamu dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kamu keganasan sebagian yang lain. Perhatikanlah, bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kekuasaan Kami) agar mereka memahami(nya).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 65)

Wallahu a’lam

Demikian rangkuman pengajian rutin Ahad pagi ba’da Subuh ini dicatat dan disebarluaskan.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Bogor, 24 Pebruari 2019

Ditulis oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Amal terbaik itu Bukan soal ketinggian ilmunya, tapi tentang Lurusnya Niatnya.

Seri mengaji Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 17 Pebruari 2019, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc.

Qs. Fathir (35): 38-39

“Sesungguhnya, Allah mengetahui yang gaib (tersembunyi) di langit dan di bumi. Sesungguhnya, Dia Maha Mengetahui segala isi hati.”
(QS. Fatir 35: Ayat 38)

“Dialah yang menjadikan kamu sebagai khalifah-khalifah (pemimpin-pemimpin) di bumi. Barang siapa kafir (ingkar), maka (akibat) kekafirannya akan menimpa dirinya sendiri. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kemurkaan di sisi Tuhan mereka. Dan kekafiran orang-orang kafir itu hanya akan menambah kerugian mereka belaka.”
(QS. Fatir 35: Ayat 39)

PELAJARAN & HIKMAH UNTUK PANDUAN HIDUP KITA

1. Pada ayat-ayat sebelumnya dijelaskan tentang orang yg beriman yg sungguh sungguh dlm keimanannya maka akan menjadi penghuni surga, dan akan kekal selamanya. Sedangkan orang yang kafir dan meninggal masih dalam kekufuran maka akan menjadi penghuni neraka, yg kekal. Walaupun ketika di dunia umurnya pendek.

Sesungguhnya yg menjadikan balasan Allah di akhirat itu kekal adalah karena niat yg terkandung dan tersembunyi di dalam dadanya.

2. Maka Allah menyatakan seperti yang tercantum dalam ayat 38 di atas. Oleh karena itu, orang yang beriman harus selalu meluruskan dan membersihkan niatnya thdp segala apapun yg akan dilakukannya yakni untuk memperkuat ketaqwaan. Sebab Allah tidak akan melihat bentuk amaliahnya tetapi niat yg mendasarinya.

Allah SWT berfirman: “Daging (hewan kurban) dan darahnya itu sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, *tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu*. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”
(QS. Al-Hajj 22: Ayat 37)

3. Yang membedakan antara seseorang itu mukmin dan munafik bukan hanya sekedar karena ketinggian ilmunya atau kurangnya ilmu, tetapi niat yg mendasari perbuatannya.

Oleh karena itu yang menyebabkan seseorang yang tadinya muslim berubah menjadi munafik adalah karena motivasi dan niat yang mendasari amal perbuatannya, bukan karena ilmu yg dimilikinya, yakni karena niat yg tersembunyi di dalam hatinya lebih kuat kecenderungannya untuk memperoleh keuntungan dunia serta orientasinya adalah kepentingan dunianya. Mereka (orang-orang munafik) hendak menipu orang-orang beriman dengan keilmuannya, ketokohannya dan harta kekayaannya, bahkan tidak jarang merasa dapat menipu Allah. Karena itu Allah bongkar tipuan mereka.

Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya orang munafik itu hendak menipu Allah, tetapi Allah-lah yang (akan) menipu mereka. Apabila mereka berdiri untuk sholat, mereka lakukan dengan malas. Mereka bermaksud riya (ingin dipuji) di hadapan manusia. Dan mereka tidak mengingat Allah kecuali sedikit sekali.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 142)

“Mereka dalam keadaan ragu antara yang demikian (iman atau kafir) tidak termasuk kepada golongan ini (orang beriman) dan tidak (pula) kepada golongan itu (orang kafir). Barang siapa dibiarkan sesat oleh Allah, maka kamu tidak akan mendapatkan jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 143)

Dalam hadits Rasullullah s.a.w pernah bersabda yang artinya: “Jika seseorang yang dengan ilmunya (berbuat) mengharap wajah Allah (keridhoan Allah), maka akan dijadikan segala sesuatu segan (takut) kepadanya. Sebaliknya jika seseorang dengan ilmunya mengharapkan dunia (keridhoan manusia), maka akan dijadikan segala sesuatu menakutkannya.”

Semoga kita menjadi muslim yang itiqomah dalam keimanan dan ketaqwaan.

Untuk penjelasan ayat 39 mengenai masalah khalifah-khalifah (pemimpin-pemimpin) di bumi, fungsi, tugas serta tanggung jawabnya akan dibahas Ahad depan, in sya Allah.

Demikian rangkuman pengajian rutin Ahad pagi ba’da Subuh ini dicatat dan disebarluaskan.

Wallahu a’lam

Salam ukhuwah
Ditulis oleh : Willyuddin A.R. Dhani

5 Karakter Pengundang Rahmat Allah SWT

Seri mengaji masjid Alitisham, Ust Syamsul Bahri, Qs. 9:71, 15 Februari 2019

Dan orang-orang yang beriman, laki-laki dan perempuan, sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar, melaksanakan shalat, menunaikan zakat, dan taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka akan diberi rahmat oleh Allah. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana. (Surat At-Taubah, Ayat 71)

Rahmat Allah itu ada 2 macam :

  1. Di dunia – apa saja yg membuat kita semakin dekat kpd Allah, bukan sesuatu yg disenangi oleh syahwat saja, ini termasuk pada kebaikan atau keburukan yg menimpa kita, terdapat pada Qs. yunus : 58 dan Qs. al ahzab:43.
  2. Diakhirat ada 2, yaitu sebagaimana dikabarkan pada Qs. 3:185, diselamatkan dari neraka dan dimasukkan ke surga. Rahmat Allah ini, selalu dianjurkan untuk dimintakan kpd Allah melalui doa yg sering kita panjatkan yaitu pada Qs. 2:121 – Robbana atina fiddun ya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzaabannar.

Namun selain diminta dengan doa, ada perintah pada Qs. 2:186 yang hrs kita lakukan, yaitu bersegera menyambut perintah Allah SWT.

Allah menjamin kesuksesan hidup org yg mendpt rahmat Allah – Qs. annahl:97

Keimanan itu bukan sekedar dinyatakan, tetapi harus direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Realisasi keimanan dalam 5 karakter yg harus diperjuangkan agar dapat dimiliki pribadi, keluarga dan masyarakat serta negeri kita yg dpt mengundang agar rahmat Allah turun:

1. Bersinergi saling menguatkan, tdk menghujat, bercerai berai sesama muslim.

  • Mukmin satu dengan yg lain saling mengokohkan satu sama lain sebagai bangunan yg kuat,
  • Mukmin seperti satu tubuh, masing-masing punya peran, tapi tdk merasa lebih dari yg lain, atau jangan sampai ada yg merasa tdk perlu lagi muslim lainnya.
  • Larangan untuk tidak saling menghujat, bantah membantah, karena jika dilakukan Allah akan mencabut kekuatan di hati kalian – Qs. al anfal :46

2. Menyatukan energi amar maruf nahi munkar

  • Sholeh itu tdk sekedar untuk diri sendiri, tetapi juga untuk masyarakat agar ikut terwarnai dgn kegiatan Islam, sehingga org yg suka bermaksiat menjadi malu melakukannya di lingkungan masyarakat tsb. Mengajak saudara2 kita ke kebaikan dan mencegah kemunkaran.
  • Indikator hidupnya majelis Ilmu di banyak tempat adalah indikator kekuatan Islam dan menakutkan bagi org kafir. Jika kaum muslimin melakukan amar Maruf nahi munkar, maka hati mereka dimasukkan Allah kekuatan islam keberkahan wahyu. Dakwah yg tumbuh subur ini akan mematahkan tulang punggung syetan. Maka syetan akan berupaya untuk menjauhkan pemuda dari ilmu dan dari ta’lim.

3. Membaguskan hub dgn Allah dgn menegakkan shalat

  • Sekedar mengerjakan shalat blm selamat dari celaan Allah – celakalah bagi org yg shalat tapi shalatnya lalai. Qs. 4:142 – org munafik juga shalat, namun shalat yg malas, hanya semangat Jika dilihat banyak orang, dan hanya sedikit mengingat Allah dlm shalatnya.
  • agar nilai yg terkandung dlm shalat terimplikasi dlm kehidupan nyata :

a. Terbiasa wudhu dan dalam keadaan suci. Kebiasaan org mukmin itu selalu menjaga kesuciannya dgn berwudhu, bahkan harapannya adalah dicabut nyawanya dlm keadaan berwudhu. Spt Bilal bin Rabah, setiap batal wudhu di wudhu lagi.

b. Menutup aurat, sehingga kita malu menampakkan aurat kita dihadapan org lain. Perubahan karakter itu Allah mengubahnya, kita hanyalah menjalankan syarat2nya, dalam kaitan ini jgn menggampangkan diri untuk menampakkan auratnya kepada orang lain.
Qs. Almukmin/ghafir:19 – Allah tahu mata2 yg berkhianat. Sehingga menutup aurat pun salah satu implementasinya adalah hrs menundukkan pandangan

c. Menyebarkan salam, hadits berjabatan salam shgg akan menggugurkan dosa2.
d. Dan masih banyak hikmah sholat yg lain.

4. Mengeluarkan harta dgn cara yg diridhoi yaitu zakat sehingga akan mengaktifkan semangat ahli sedekah pada akhirnya.

  • Zakat adalah kewajiban, jika terpenuhi nishob dan haulnya. Krn hakikatnya harta yg didapatkan itu bukan harta kita semuanya, tapi ada harta org lain /mustahiq yg hrs kita berikan padanya.
  • Ahli sedekah, akan mengeluarkan hartanya setiap hari. Ibn katsir menyebutkan beberapa hal yg memberatkan org utk berinfaq :

a- takut miskin, ragu kpd Allah Annajm:33-35
b- bakhil kelada orang lain dan Assyufu’ pelit kpd diri dan keluarganya sendiri
c- pengecut tdk merasa mampu memberi kpd org lain.

  • Tuntunan agar menjadi ahli sedekah/ mukmin yg berkarakter ahli sedekah :

– Qs. azzariyat : 19 – menyadari bahwa dlm harta kita ada hak org miskin.
– Qs. 3:134 – kondisi keadaannya tdk membatasi dalam keadaan lapang dan di waktu sempit.
– Qs. Muzzammil:20 dan Qs. saba:39 – menyadari dan meyakini dgn sedekah, Allah akan membalas dgn yg lebih baik dan lebih besar
– Qs. fatir:29 – Ahli sedekah itu Niatnya tdk berubah ketika sedekah terang2an atau sedekah secara sembunyi-sembunyi.

5. Taat kpd Allah dan Rasul-nya

  • Tundukkan hati kita ke Quran dan sunnah
  • Qs. 4:59 menuntunkan agar semua urusan dikembalikan kepada keputusan Allah dan rasulnya.
  • Orang beriman menyatakan kami dengar dan kami taat. Tdk melihat bentuk perintahnya, tetapi melihat siapa yg memerintahkannya.
  • Org munafik mengatakan “sami’na wa asoyna” (kami mendengar dan kami abaikan), hanya menjalankan perintah yg sesuai dgn syahwatnya. Banyak yg hanya melihat kepentingan ekonomi, jabatan/kekuasaan.
  • Org kafir mengatakan, kami tdk mau dengar, dan kalau pun terpaksa mendengar akan kami ingkari – terdapat pada Qs. ibrohim:9

Jika 5 karakter ini dimiliki, maka :

  • Allah maha perkasa memenangkan kita
  • Allah Maha kuasa mengokohkan kedudukan kaum muslimin
  • Allah maha bijaksana, tdk berbuat dzolim dan akan menolong kaum muslimin asal syarat-syarat terpenuhi.

Wallahu a’lam

Empat Kelompok Yang dirindu Surga

Seri Mengaji Tafsir Al Hijri 1, 10 Februari 2019 / 4 Jumadil Akhir, KH. Didin Hafidhuddin, Qs Al Fathir : 36

Demikianlah Kami membalas setiap orang yang sangat kafir. (Fathir: 36)
Dan mereka berteriak di dalam neraka itu. Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan
mengerjakan amal yang saleh berlainan dengan yang telah kami kerjakan.” (Fathir: 37)

Penjelasan #1

Orang beriman terbagi atas 3 kelompok , tergantung dari iman taqwa :

  1. Dzolimun linafsihi, beriman tapi masih menganiaya diri, mengerjakan yg dilarang, meninggalkan yg
    diperintahkan.
  2. Muqtashid : Orang pertengahan, biasa2 saja tdk begitu responsif pada perintah Allah, banyak alasan
  3. Sabiqun bil khairat ; muslim sangat responsif pada kebaikan, mudah diajak berbuat kebaikan.

Semua kondisi tersebut pada orang beriman di atas, kalau saja masih ada iman di dalam diri mereka, di
hatinya, masih ada keyakinan kepada Allah dan tidak  musyrik, maka akan tetap dimasukkan ke dalam surga.

Telah datang kpdku seorg utusan (malaikat jibril) dan berkata, jika yg mati dalam keadaan tdk menyekutukan Allah dgn apapun, maka dia akan masuk ke dalam surga. Bagaimana jika dia telah melakukan maksiat, jawabnya, jika dia kemudian bertaubat dan Allah menerima taubatnya, maka dia masuk ke dalam surga (Al hadits)

Maka tidak boleh berhenti dan berputus ada bertaubat kepada Allah, sebagaimana firman Allah :

Qs. 39 : 53-54 – Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya) bagi orang yang bertobat dari kemusyrikan. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha
Penyayang. (53)
(Dan kembalilah kalian) bertobatlah kalian (kepada Rabb kalian, dan berserah dirilah) ikhlaskanlah di dalam
beramal (kepada-Nya sebelum datang kepada kalian azab kemudian kalian tidak dapat ditolong lagi) yakni azab itu tidak dapat dicegah jika kalian tidak bertobat kepada-Nya. (54)

Oleh sebab itu ada 2 keadaan Mukmin di akhirat nanti :

  1. Mukmin yang langsung masuk surga
  2. Mukmin yang tidak langsung masuk surga karena dosanya, dan tidak sempat bertaubat sehingga belum diampuni Allah, akan disiksa dulu di neraka.

Penjelasan #2

Ada 4 kelompok yg dirindu surga dan tidak akan tersentuh api neraka, bukan sekedar rajin ibadah, tapi
lebih banyak pada sikap bermuamalah mereka :

  1. Hayyinun : lembut, jiwanya besar, tidak mudah marah, pemaaf, mudah memahami rang lain, jika berbeda sedikit  bisa memahami, rendah hati, tdk mudah mencaci maki, tidak mudah nyinyir. pribadi yg menyenangkan.
  2. Layyinun : santun, tidak sombong, arogan, tidak merendahkan martabat orang lain, menjadi pribadi yg menyenangkan dari keimanan di dalam hatinya, bukan pencitraan. tidak membenci orang yang berbeda.
  3. Qolibun : dekat, lebih banyak mencari teman, membangun jaringan, dekat dengan orang banyak, memperbanyak silaturrahim, memenuhi undangan, menjenguk yg sakit, men-takziyah yang wafat.
  4. Sa’lun : mudah membantu, simpati pada kesulitan / masalah orang lain, membantu dgn pikiran, tenaga, doanya dan materinya. salafus sholih dulu, hampir setiap malam untuk mendoakan org lain, imam syafii ada 70 orang yg didoakan.

Penjelasan #3

Orang kafir kekal di neraka, spt orang beriman yg akan kekal di dalam surga. Ada 2 penyebab org kafir kekal di neraka, yaitu mengikuti perilaku syetan, kafir itu bukannya atheis, namun ingkar terhadap perintah Allah dalam bentuk :
1. menolak perintah Allah dan Takabbur (abaa was takbaro)

Qs. Al A’rof (7):12 – (Allah berfirman,) Maha Tinggi Allah, (“Apakah yang menghalangimu untuk) huruf laa
adalah tambahan (bersujud di waktu) tatkala (Aku menyuruhmu.” Menjawab iblis, “Aku lebih baik
daripadanya, Engkau ciptakan aku dari api sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah.”)

jika belum mampu melaksanakan, malah menyalahkan perintah. Apalagi terkait dengan hukum jinayah, seakan kita lebih paham dari diri kita dibanding Allah yg menciptakan kita. Na’udzubillah.

2. Mengoreksi ayat-ayat Allah – kufur aqidah krn merasa dirinya benar.

Hadits : Hati2 dengan usia 60 tahun atau tumbuhnya uban, suatu peringatan bagi kita untuk segera memperbaiki diri. Karena dalam Qur’an dikabarkan bahwa, orang-orang yg celaka di akhirat, ingin kembali ke dunia dan mengubah semua perilakunya. Namun sudah tidak bisa lagi.

Wallahu a’lam

Sumber Pengajian ini ada juga di : https://www.youtube.com/watch?v=YBpmzAQFtMw

Menjadi Golongan sabiqun bil khaerat

Seri Mengaji Tafsir Al Hijri Air Mancur Bogor, Ahad, 27 Januari 2019, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc.

Fathir (35): mulai ayat 33-35

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا يُحَلَّوْنَ فِيْهَا مِنْ اَسَاوِرَ مِنْ ذَهَبٍ وَّلُـؤْلُؤًا ۚ وَلِبَاسُهُمْ فِيْهَا حَرِيْرٌ
jannaatu ‘adniy yadkhuluunahaa yuhallauna fiihaa min asaawiro min zahabiw wa lu`lu`aa, wa libaasuhum fiihaa hariir

“(Mereka akan mendapat) Surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutra.”
(QS. Fatir 35: Ayat 33)

وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْۤ اَذْهَبَ عَـنَّا الْحَزَنَ ۗ اِنَّ رَبَّنَا لَـغَفُوْرٌ شَكُوْرُ
wa qoolul-hamdu lillaahillaziii az-haba ‘annal-hazan, inna robbanaa laghofuurun syakuur

“Dan mereka berkata, Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan kesedihan dari kami. Sungguh, Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun, Maha Mensyukuri,”
(QS. Fatir 35: Ayat 34)

الَّذِيْۤ اَحَلَّنَا دَارَ الْمُقَامَةِ مِنْ فَضْلِهٖ ۚ لَا يَمَسُّنَا فِيْهَا نَصَبٌ وَّلَا يَمَسُّنَا فِيْهَا لُـغُوْبٌ
allaziii ahallanaa daarol-muqoomati min fadhlih, laa yamassunaa fiihaa nashobuw wa laa yamassunaa fiihaa lughuub

“yang dengan karunia-Nya menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga); di dalamnya kami tidak merasa lelah dan tidak pula merasa lesu.”
(QS. Fatir 35: Ayat 35)

PELAJARAN & HIKMAH YANG DAPAT DIJADIKAN PANDUAN HIDUP:

Pada ayat lalu, Allah menjelaskan tentang 3 kelompok manusia beriman yg mewarisi ajaran al Qur’an yg tdk melakukan kesyirikan yakni Dzalimun linafsihi, muqtasidu dan Sabiqun bil khairat. Ketiga kelompok ini tetap akan menjadi penghuni surga sesuai tingkatan iman dan amalnya, tetapi ada yg mengalami pencelupan kpd siksaan lebih dahulu krn dosa dosanya di dunia (yakni bagi golongan dzalimun linafsihi dan muqtasidu), dan setelah pembalasan dan pembersihan dosanya selesai, baru dipindahkan ke dlm surga, atas ijin Allah.

Karena itu orang yg ingin tetap tergolong dlm kelompok sabiqun bil khaerat, hendaklah konsisten dlm kebaikan dan kebenaran serta selalu memohon kepada Allah agar diberikan hati dan kekuatan utk menjadi orang istiqomah (konsisten): misalnya Allahumma tsabbit qalbi ‘alaa diinika wa ‘ala tho’atika fii ‘ibaadatika. Atau Allahumma a’inni ‘alaa dzirika wa syukrika wahusni ‘ibaadatika.

Sehingga kita bisa terus meningkat dari golongan pertama (dzalimun linafsihi), kepada golongan kedua (muqtasidu) dan seterusnya sampai golongan pertama dan utama (sabiqun bil khaerat).

Untuk menjadi golongan pertama maka hrs ditempuh dgn:

A. Rajin belajar agar Allah berikan hidayah mendalam ttg ajaran agamanya sebagaimana sabda Nabi s.a.w

“Apabila Allah menghendaki akan memberikan kebaikan kepada seseorang, maka Allah jadikan dirinya (hatinya) mampu mendalami ajaran agamanya. Dan memperoleh ilmu itu harus dengan banyak belajar”.

B. Dengan memperbanyak bersilaturahim dengan orang orang sholeh dan berilmu yg benar.

C. Bergaul dengan komunitas (lingkungan pergaulan) yg mengajak kepada kebaikan dan komitmen dalam menghindari/memberantas kemunkaran.

Jika kita mampu mencapai posisi sabiqun bil khaerat maka akan mendapatkan balasan kenikmatan yg dijanjikan seperti yg dijelaskan dalam ayat 33-35 yg telah kita baca dia atas tadi.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Bogor, 27 Januari 2019

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

3 kelompok sikap kaum Muslimin terhadap Al Qur’an

Seri mengaji Tafsir Al Hijri Air Mancur Bogor, Ahad, 20 Januari 2019, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, MSc.

Fathir (35): ayat 32

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

ثُمَّ اَوْرَثْنَا الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ ۚ وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ ذٰلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ
summa aurosnal-kitaaballaziinashthofainaa min ‘ibaadinaa, fa min-hum zhoolimul linafsih, wa min-hum muqtashid, wa min-hum saabiqum bil-khoirooti bi`iznillaah, zaalika huwal-fadhlul-kabiir

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”
(QS. Fatir 35: Ayat 32)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA

Pada ayat ini, Allah menjelaskan bahwa orang-orang beriman para pengikut Rasulullah s.a.w yang mewarisi Al Qur’an akan ada 3 golongan dalam mengamalkan hukum dan ajaran-ajaran yang ada di dalamnya (ajaran Al Qur’an).

Pada ayat sebelumnya ayat 29-31, telah dibahas tentang 3 golongan orang-orang yang selalu dalam keberuntungan yaitu yang senantiasa membaca ayat-ayat Al Qur’an, selalu menegakkan shalat, dan yang selalu berinfak secara ikhlas (sembunyi-sembunyi maupun terang terangan). Maka Allah akan memberikan pahala terbaik dan pengampunan atas kesalahan dan dosa-dosanya.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ يَتْلُوْنَ كِتٰبَ اللّٰهِ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً يَّرْجُوْنَ تِجَارَةً لَّنْ تَبُوْرَ
innallaziina yatluuna kitaaballohi wa aqoomush-sholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa ‘alaaniyatay yarjuuna tijaarotal lan tabuur

“Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah (Al-Qur’an) dan melaksanakan sholat dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami anugerahkan kepadanya dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perdagangan yang tidak akan rugi,”
(QS. Fatir 35: Ayat 29)

لِيُوَفِّيَهُمْ اُجُوْرَهُمْ وَيَزِيْدَهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ ۗ اِنَّهٗ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ
liyuwaffiyahum ujuurohum wa yaziidahum min fadhlih, innahuu ghofuurun syakuur

“agar Allah menyempurnakan pahalanya kepada mereka dan menambah karunia-Nya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Mensyukuri.”
(QS. Fatir 35: Ayat 30)

وَالَّذِيْۤ اَوْحَيْنَاۤ اِلَيْكَ مِنَ الْكِتٰبِ هُوَ الْحَـقُّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ بِعِبَادِهٖ لَخَبِيْرٌۢ بَصِيْرٌ
wallaziii auhainaaa ilaika minal-kitaabi huwal-haqqu mushoddiqol limaa baina yadaiih, innalloha bi’ibaadihii lakhobiirum bashiir

“Dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu (Muhammad) yaitu Kitab (Al-Qur’an) itulah yang benar, membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya. Sungguh, Allah benar-benar Maha Mengetahui, Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.”
(QS. Fatir 35: Ayat 31)

Keberuntungan orang-orang selalu membaca Al Qur’an di rumah-rumahnya:
Akan diberikan ketenangan dlm jiwanya, Allah akan turunkan RahmatNya, akan dikelilingi malaikat yg selalu mendoakannya dan akan Allah banggakan di hadapan para malaikatNya yg berbakti (al hadits).

Dalam realitasnya di dalam masyarakat, kaum muslimin yang beriman memang terbagi menjadi 3 kelompok dlm sikapnya thd Al Qur’an sesuai dengan ayat 32 surat Fathir ini:

1. Dzalimun linafsihi : Masih banyak berbuat dzalim dan mendzalimi dirinya sendiri.

2. Muqtashid : Golongan pertengahan (tengah tengah) STMJ.

3. Sabiiqun bilkhairat bi idznillah: Responsif dan selalu semangat dlm mengamalkan ajaran Al Qur’an dan selalu sami’na wa atha’na dalam meyakininya, mempelajarinya, mengamalkannya, serta dalam memperjuangkannya.

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Bogor, 20 Januari 2019

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani