• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 370,742 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal
  • Iklan

Ketika Penghuni Surga memasuki Surga

Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor, Ahad, 18 Pebruari 2018, Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Qs. Al Ahzab (33):66-68

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.
بسم الله الرحمن الرحيم

يَوْمَ تُقَلَّبُ وُجُوْهُهُمْ فِى النَّارِ يَقُوْلُوْنَ يٰلَيْتَـنَاۤ اَطَعْنَا اللّٰهَ وَاَطَعْنَا الرَّسُوْلَا
yauma tuqollabu wujuuhuhum fin-naari yaquuluuna yaa laitanaaa atho’nalloha wa atho’nar-rosuulaa

“Pada hari (ketika) wajah mereka dibolak-balikkan dalam neraka, mereka berkata, Wahai, kiranya dahulu kami taat kepada Allah dan taat (pula) kepada Rasul.”

وَقَالُوْا رَبَّنَاۤ اِنَّاۤ اَطَعْنَا سَادَتَنَا وَكُبَرَآءَنَا فَاَضَلُّوْنَا السَّبِيْلَا
wa qooluu robbanaaa innaaa atho’naa saadatanaa wa kubarooo`anaa fa adholluunas-sabiilaa

“Dan mereka berkata, Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah menaati para pemimpin dan para pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar).”

رَبَّنَاۤ اٰتِهِمْ ضِعْفَيْنِ مِنَ الْعَذَابِ وَالْعَنْهُمْ لَعْنًا كَبِيْرًا
robbanaaa aatihim dhi’faini minal-‘azaabi wal’an-hum la’nang kabiiroo

“Ya Tuhan kami, timpakanlah kepada mereka azab dua kali lipat dan laknatlah mereka dengan laknat yang besar.”
(QS. Al-Ahzab 33:66 – 68)

*PELAJARAN & HIKMAH YG ADA:*

1. Ayat-ayat yg kita baca di atas, berkaitan dgn keimanan terhadap hari akhirat. Dimana Allah jelaskan keadaan penyesalan orang-orang yg tidak mau mentaati aturan Allah dan RasulNya, dan lebih mentaati tokoh-tokoh menyimpang dan penguasa-penguasa yg tidak taat kepada aturan Allah dan RasulNya.

2. Penyesalan itu diantaranya mereka wujudkan dengan melaknat pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokohnya sendiri yg sebelumnya dibela-belai dgn taqlid dan ashobiyah yg nyata.

3. Allah akan memasukkan orang-orang yg taat kepada aturan Allah dan RasulNya. Dan penghuni surga itu ada tiga jenis:

a. Kelompok yg masuk surga sendirian karena imannya benar dan amal sholehnya yg konsisten.

Allah SWT berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَالِحًـا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَـنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَـنَجْزِيَـنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ
man ‘amila shooliham min zakarin au unsaa wa huwa mu`minun fa lanuhyiyannahuu hayaatan thoyyibah, wa lanajziyannahum ajrohum bi`ahsani maa kaanuu ya’maluun

“Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 97)

b. Kelompok yg masuk surga bersama dgn keluarganya yg beriman.

Allah SWT berfirman:

وَالَّذِيْنَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَاَقَامُوا الصَّلٰوةَ وَاَنْفَقُوْا مِمَّا رَزَقْنٰهُمْ سِرًّا وَّعَلَانِيَةً وَّيَدْرَءُوْنَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ اُولٰۤئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ
wallaziina shobarubtighooo`a waj-hi robbihim wa aqoomush-sholaata wa anfaquu mimmaa rozaqnaahum sirrow wa ‘alaaniyataw wa yadro`uuna bil-hasanatis-sayyi`ata ulaaa`ika lahum ‘uqbad-daar

“Dan orang yang sabar karena mengharap keridaan Tuhannya, melaksanakan sholat, dan menginfakkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),”

Allah SWT berfirman:

جَنّٰتُ عَدْنٍ يَّدْخُلُوْنَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ اٰبَآئِهِمْ وَاَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيّٰتِهِمْ وَالْمَلٰٓئِكَةُ يَدْخُلُوْنَ عَلَيْهِمْ مِّنْ كُلِّ بَابٍ
jannaatu ‘adniy yadkhuluunahaa wa man sholaha min aabaaa`ihim wa azwaajihim wa zurriyyaatihim wal-malaaa`ikatu yadkhuluuna ‘alaihim ming kulli baab

“(yaitu) surga-surga ‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang saleh dari nenek moyangnya, pasangan-pasangannya dan anak cucunya, sedang para malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;”
(QS. Ar-Ra’d 13:22 – 23)

c. Kelompok yg masuk surga bersama dengan rombongan & rombongan orang-orang iman dan amal sholehnya benar sesuai dengan Syariat Allah dan RasulNya.

Sifat-sifat mereka:

* Tidak menyelisihi sunnah Nabi dan tdk suka berselisih dengan sesama orang beriman.
* Tidak suka mencaci dan tidak menghujat sesama orang yg beriman.
* Tidak ada iri, dengki, dan hasud diantara sesama orang beriman.

Ini menunjukkan karakter orang-orang yg selalu ingin membangun kekuatan jamaah kekuatan umat yang didasarkan kepada aturan Allah dan sunnah RasulNya.

4. Ketika orang kafir (musyrik, fasik, munafik) disiksa mereka menyatakan seandainya dulu kami mentaati Allah dan RasulNya. Mereka menyesal karena mentaati pemimpin dan tokoh-tokoh yg dzalim, yang menyimpang dari ajaran Allah dan ajaran Rasul.

Karena itu umat Islam tdk boleh salah memilih pemimpin. Jangan memilih pemimpin dari golongan orang kafir, fasik, dan munafik.
Walaupun orangnya menarik dan banyak duit.

Dicatat oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Iklan

Bersiap menghadapi Hari Kiamat

​Seri Kajian Tafsir Al Hijri 1 Air Mancur Bogor,  Ahad, 11 Pebruari 2018,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Al Ahzab (33):63-65

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

يَسْــئَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ ۗ  قُلْ اِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ  وَمَا  يُدْرِيْكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُوْنُ قَرِيْبًا

yas`alukan-naasu ‘anis-saa’ah, qul innamaa ‘ilmuhaa ‘indalloh, wa maa yudriika la’allas-saa’ata takuunu qoriibaa

“Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, Ilmu tentang hari Kiamat itu hanya di sisi Allah. Dan tahukah engkau, boleh jadi hari Kiamat itu sudah dekat waktunya.”

اِنَّ اللّٰهَ لَعَنَ الْكٰفِرِيْنَ  وَاَعَدَّ لَهُمْ سَعِيْرًا  

innalloha la’anal-kaafiriina wa a’adda lahum sa’iiroo

“Sesungguhnya, Allah melaknat orang-orang kafir dan menyediakan bagi mereka api yang menyala-nyala (neraka),”

خٰلِدِيْنَ فِيْهَاۤ اَبَدًا   ۚ  لَا يَجِدُوْنَ وَلِيًّا وَّلَا نَصِيْرًا   

khoolidiina fiihaaa abadaa, laa yajiduuna waliyyaw wa laa nashiiroo

“mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; mereka tidak akan mendapatkan pelindung dan penolong.”

(QS. Al-Ahzab (33):63-65)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ayat yg kita baca ini, berkaitan dengan rukun iman yg ke 5, yakni beriman kepada hari qiyamat, yg artinya hari berbangkit atau hari berdiri kembali. Kadang juga disebut _sa’ah_ (waktu tibanya). Juga disebut _yaumuddin_ (hari agama) yakni pembuktian ajaran agama Islam, juga disebut _yaumil jaza_ (hari pembalasan) yakni ditegakkannya keadilan terhdp semua amal perbuatan manusia. Juga disebut _al qoriah_ atau hari kegoncangan, yakni saat digoncangkan seluruh bumi untuk diratakan.

Juga disebut _yaumul hisab_ yakni hari perhitungan amal manusia, dimana kelak akan ada yg diampuni Allah dan akan ada yg disiksa karena amal buruknya. Juga disebut _yaumil hasyr_, hari berkumpul untuk membaca dan mengkoreksi dirinya sendiri. Hari qiyamat juga disebut _yaumut taghabun_, hari ditampakkan seluruh amal manusia.

2. Maka kelak akan ada 7 kelompok manusia yg akan mendapat naungan Allah, yg diantaranya adalah 

a. Pemimpin yg adil, yg tdk suka janji tapi dia amanah, yg tidk suka bohong dan pencitraan.

b. Pemuda yg tumbuh dlm keadaan selalu beribadah kepada Allah dlm setiap keadaan,

c. Para pemuda yg mencintai kegiatan masjid., sehingga hatinya ada di dalam masjid.

d. Orang yg cinta mencintai karena Allah, mereka berkumpul atau berpisah hanya karena Allah.

e. Orang yang rajin berinfaq dan bersedekah ikhlas mengharap ridho Allah, sehingga perumpamaannya tangan kanan memberi, tangan kiri tdk mengetahuinya.

f. Para pemuda yg dibujuk wanita cantik dan kaya utk berbuat zina, tapi ia tolak karena takut thd murka Allah.

g. Orang yg selalu menyebut nama Allah dan memohon ampunanNya di sepertiga malam dgn khusu’ sehingga mencucurkan air matanya krn rindu dan takut kepada Allah.

3. Dampak positif beriman kepada hari akhir:

a. Menjadi orang yg istiqomah dalam kebenaran dan  kebaikan. Sehingga menambah kekuatan iman.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ  الْمَلٰٓئِكَةُ اَ لَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَـنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ  تُوْعَدُوْنَ

innallaziina qooluu robbunallohu summastaqoomuu tatanazzalu ‘alaihimul-malaaa`ikatu allaa takhoofuu wa laa tahzanuu wa absyiruu bil-jannatillatii kuntum tuu’aduun

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata, Tuhan kami adalah Allah kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka maka malaikat-malaikat akan turun kepada mereka (dengan berkata), Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu bersedih hati; dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”

نَحْنُ اَوْلِيٰٓـؤُکُمْ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَفِى الْاٰخِرَةِ   ۚ  وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَشْتَهِيْۤ اَنْفُسُكُمْ وَلَـكُمْ فِيْهَا مَا تَدَّعُوْنَ  

nahnu auliyaaa`ukum fil-hayaatid-dun-yaa wa fil-aakhiroh, wa lakum fiihaa maa tasytahiii anfusukum wa lakum fiihaa maa tadda’uun

“Kamilah pelindung-pelindungmu dalam kehidupan dunia dan akhirat; di dalamnya (surga) kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh apa yang kamu minta.”

(QS. Fussilat (41):30-31)

b. Akan menjadi orang yang optimis, tidak mudah putus asa dan merdeka sehingga selalu mencari kebaikan, menebarkan kebaikan dan suka berbuat kebaikan.

Allah SWT berfirman:

يٰبَنِيَّ اذْهَبُوْا فَتَحَسَّسُوْا مِنْ يُّوْسُفَ وَاَخِيْهِ وَلَا تَايْـئَسُوْا  مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ ۗ  اِنَّهٗ لَا يَايْـئَسُ مِنْ رَّوْحِ اللّٰهِ اِلَّا الْقَوْمُ  الْكٰفِرُوْنَ

yaa baniyyaz-habuu fa tahassasuu miy yuusufa wa akhiihi wa laa tai`asuu mir rouhillaah, innahuu laa yai`asu mir rouhillaahi illal-qoumul-kaafiruun

“Wahai anak-anakku! Pergilah kamu, carilah (berita) tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya yang berputus asa dari rahmat Allah, hanyalah orang-orang yang kafir.”

(QS. Yusuf 12: Ayat 87)

c. Akan menjadi orang yg amanah dan selalu bertanggung jawab, menjadi orang kaya dan diberikan kekayaan oleh Allah, sebagaimana dijelaskan oleh Rasulullah s.a.w yg bersabda:

الامانة تجرب الرزق والحيانة تجرب الفقرى.

Amanah itu mendatangkan rezki, dgn khianat akan menghasilkan kefakiran”. (Hadits)

Dalam hadirs yg lain Rasulullah menyatakan bahwa “Iman itu adalah amanah, tidak ada iman kecuali dengan amanah”. (Hadits)

d. Akan menjadikan keyakinan yg kuat bahwa akan ada pengadilan Allah, sehingga ia akan selalu menjaga lisan, hati dan amal perbuatannya selama di dunia, utk tdk melakukan hal-hal yg tercela.

4. Kapan terjadinya kiamat? Ketika Rasul ditanyakan ttg kiamat, beliau menjawab bahwa;  “Semua pengetahuan tentang itu hanyalah Allah yg mengetahui.  Beliau hanya bernasehat untuk mempersiapkan bekal terbaik berupa iman yg lurus, bersih dan amal yg shaleh. Beliau hanya mampu menjelaskan ttg tanda-tanda dekatnya kedatangan qiyamat tsb sebagaimana ketika ditanya oleh malaikat Jibril tentang Iman, Islam, Ihsan dan  kapan tiba hari kiamat? Ketika ditanyakan yg ke empat tsb (ttg qiyamat), beliau menjawab bahwa yg ditanya tdk lebih tahu daripada yang bertanya, lalu beliau hanya mampu menjelaskan tanda-tandanya, dekatnya hari qiyamat.

Karena itu jika ada manusia selain dari Rasulullah s.a.w yg mampu atau sok tahu ttg kapan dan tahun berapa akan qiyamat, maka kita tdk boleh mempercayainya, karena khawatir terjebak dlm kedustaan. Wallahu a’lam. 

Di tulis oleh : Ust. Willyuddin A.R. Dhani

Sekarang Kajian ini bisa dilihat di Youtube,  silahkan menuju link berikut :  https://youtu.be/WcRvzYuWark


Larangan Berputus Asa dari rahmat Allah SWT 

​Seri Mengaji masjid Alitisham jumat 26jan2018, Ust. Syukron Makmun, Qs. Yusuf : 84-88

# Surah Yusuf :  86-87

Ya’qub menjawab: “Sesungguhnya hanyalah kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang kamu tiada mengetahuinya. (86)

Hai anak-anakku, pergilah kamu, maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir”. (87)

Larangan berputus asa / tdk punya harapan kpd Allah,  krn putus asa itu org2 kafir :

1- tdk beriman / ingkar kpd takdir

2- tdk mengakui kebesaran Allah,  seolah2 Allah tdk bisa diandalkan dan tdk mampu menghadirkan apa2 yg diharapkannya. 

– tdk punya harapan,  tdk percaya bergantung kpd Allah,  padahal betapa luas harapan di dunia maupun di sisi akhirat. Harapan terbesar adalah harapan kpd Allah. Iman tinggipasti optimis. 

Tdk satu pun makhluk melata dimuka bumi ini,  kecuali ada dlm genggaman Allah setiap rizkinya. 

3- menuduh Allah,  suudzon kpd Allah telah salah dalam keputusanNYA. 

# Surah Yusuf : 88

Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: “Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”.

1. Dalil meminta tolong kpd org lain ketika dlm kondisi terpaksa. Agar masyarakat muslim lain mengetahui kesulitannya. Kadang ketinggian iman seseorang menahan dirinya utk tdk meminta bantuan kpd org lain. 

Yg dilarang adalah menjadikan meminta-minta sbg profesi. Dlam hadits : Dtg dgn muka tanpa daging,  dan terus mencakar2 wajahnya. 

2. Rakyat boleh menuntut haknya kpd penguasanya untuk menyelesaikan 

3. Jika mrk membantu akan dicatat sebagai sedekah,  aplikasi yg sangat luas,  hadits : membuang duri/hal2 yg menganggu di jalan adalah sedekah. 

Berhati2 pedagang yg mencari nafkah di jalan,  sehingga banyak org yg lalu lalang jadi terganggu. 

Hadits : Allah berterima kasih kpd org yg menyingkirkan duri di jalan. 

Ayat ini menunjukkan banyaknya implementasi sedekah,  spt kita membeli sesuatu yg kita butuhkan utk membantu sang penjual. Atau kita berikan semua harta yg sdh kita tdk butuhkan. 

Balasan kesabaran nabi Yusuf :

  • menjadi penguasa tertinggi 
  • berkumpul lagi dgn keluarganya
  • pemimpin yg tdk ada dendam pribadi,  memaafkan tanpa syarat kpd seluruh kakaknya. 

Wallahu a’lam 

Belajar Hak dan Batil di Surah Al A’raf

​Seri mengaji Mushalla Alitisham, 21jan2018, Ust. Ahmadi Usman

Salam dan Shalawat,  Selama Allah masih memberi kesempatan kpd kita, maka sdh seharusnya kita mencurahkan segenap jiwa raga kita utk mendapatkan ridhoNya.

Evaluasi seberapa dosa dan amal baik atau kesholihan yg kita lakukan dan brp nikmat yg telah Allah berikan, dan berapa yg kita syukuri dan kita kufuri.

jika itu banyak kebaikan, kita mintakan agar istiqomah dan mendapatkan husnul khatimah.

# Qs. al anam berisi penanaman ketauhidan, dgn teori dan aplikasi dan  juga secara verbal. 

  1. teori : Qul innassholati wa nusuki, wa…
  2. verbal : selalu dibaca dlm iftitah shalat.
  3. Amal harus terus dikerjakan utk menyibukkan hati kita, menjadi perhatian setiap desah nafas kita, agar saat terakhir mudah mengucapkan kalimah toyyibah. 

Qs. 2:2 ada 3 hal yang harus selalu dipegang manusia agar bahagia,  yaitu bgmn mensinergikan Al-Quran, perasaan dan petunjuk.

jika org ragu pada Quran,  maka tdk akan dpt petunjuk, jika dibaca dgn keyakinan akan dpt petunjuk. jika org merasa tdk butuh Quran, maka sama saja kita tdk merasa butuh petunjuk Allah, tdk perlu berada dlm ketaqwaan dan tdk mau mengakhiri hidupnya dgn husnul khatimah.

hadits : siapa yg hari ini lebih baik dari kemari, maka terbaik.

# Qs. Al a’raf berisi :

1# Allah menampilkan pertempuran antara haq dan bathil. 

Sebagai petunjuk dimana posisi dan sikapmu, bgmn belajarmu mengetahui ini. 

Surah ini turun ketika Rasul terintimidasi org mekkah, krn dakwah sdh terbuka bermuwajahah (melobi dan berdiplomasi), banyak hoax yg memutar balikkan ajaran nabi, shgg banyak yg jadi bingung, maka turunlah surah ini sbg backing.

2# banyak kisah yang mendidik

Kisah terjadinya friksi yg amat kuat diawali dgn dengkinya iblis atas penciptaan manusia,  sampai kisah-kisah pertentangan antara Adam dan iblis. Dalam hal ini, digambarkan dgn jelas sikap nabi adam berada di sisi yg haq, dan iblis yg memposisikan diri di sisi batil.
Kisah lengkapnya tercantum pula pada Qs. 2:30-37, semua yg diciptakan Allah cukup kun fayakun, namun ketika Allah menciptakan manusia, fungsinya sdh disampaikan kpd malaikat sbg khalifah dimuka bumi, lalu diciptakan (fisik dan jiwanya disempurnakan), lalu diajarkan ilmu2, lalu didiseminasi lagi kpd malaikat kehebatan manusia dlm menyebutkan nama2 dan fungsi alam semesta. Lalu makhluk2 diperintahkan sujud kpd Adam.

Qs. 2:30 sikap malaikat terhadap penciptaan manusia, yg kawatir manusia bertumpah darah, 

mengapa tdk cukup kami saja yg sdh taat, bertasbih dan bertahmid, ternyata faktanya membangun dunia tdk cukup sekedar dgn tasbih dan tahmid.

malaikat sdh melihat pola2 syahwat para jin yg diturunkan ke bumi sekian ribu tahun sblm penciptaan manusia.

jin hanya mengkonsumsi apa saja yg di bumi, tdk bisa merawat alam atau bahkan mengembangkannya. sampai utk makan saja mereka saling membunuh.

akhirnya Allah menyuruh malaikat menghancurkan bangsa jin tersebut. 

Secara fitrah manusia suci, tapi ada ruang kosong di hatinya shgg dapat dikuasai oleh pengaruh syetan.

jika futur mendominasi maka manusia bisa seperti jin yg merusak bumi pada waktu itu.

jika taqwanya mendominasi, maka manusia dpt memakmurkan bumi.

kejahatan itu krn pengaruh syahwat dan pengaruh syetan.

Qs. as-syam – melengkapi manusia dgn ruh, pikiran, perasaan, hati, jiwa, sesuatu yg tdk dimiliki oleh selain manusia. malaikat tdk punya hawa nafsu, hanya melakukan ketaatan. jin punya nafsu, tapi cuma sedikit akal.

Semenjak sblm diciptakan lalu disempurnakan penciptaannya, Allah terus memuliakan manusia, namun banyak manusia yg tdk memuliakan dirinya dgn maksiat kpd Allah.

Namun ketika perintah Allah untu bersujud penghormatan kepada nabi Adam,  ada yg tdk mau bersujud, krn iblis merasa lebih baik. Allah mengusir iblis dari surga atas pembangkangannya ini. 

Qs, Thoha disebutkan deklarasi  iblis sbg musuh manusia.

Hikmah adam turun ke bumi :

  1. utk memakmurkan bumi, sebagai fitrah manusia.
  2. utk mengetahui konsekuensi akibat dosa, Adam itu contoh ketika melakukan dosa, meraa hina dan rendah dihadapan Allah
  3. utk mengetahui musuh manusia yg sesungguhnya. tdk akan pernah hidup berdampingan krn iblis dengki dan sombong.
  4. ada kaitan aurat dgn dosa. semakin ia buka auratnya semakin mudah dosa dilakukannya.
  5. Allah ghofurur rohim, maha pengampun. Dijelaskan pada tafsir baghowi, selama 100 tahun,  nabi Adam menangis dan tdk mau  mendekati istrinya ketika melanggar perintah Allah krn meratapi dosanya.

3#. Jika terjadi keributan atau kesalahan2 atau kebatilan di dunia ini, apakah kita yg menjadi penyebabnya.

Apakah kita selalu berpihak kpd kebenaran atau jadi  penyebab kebatilan, misalnya dengan :

  • mendiamkan sistem pendidikan yg tdk islami
  • mengikuti cara berfikir materialisme
  • tdk mengikuti ajaran quran.
  • mengikuti keserakahan diri.

harus segera disadari di dunia ini, krn kalau baru sadar di akhirat maka semua sudah terlambat.

setiap nabi ada penentangnya, dan penentangnya tdk merasa menentangnya.

4#. syetan selalu membujuk manusia sampai akhir ayat al araf:21-22, selalu membuat tipuan. 

Org-org yg mengikuti syetan juga melakukan tipuan. mereka melakukan prinsip tdk ada makan siang gratis. membantunya utk memurtadkan. konsep free lunch cuma dimiliki ummat Islam.

misalnya di sebuah daerah di jawa tengah pemurtadan terjadi : 

  • bibit jagung diberi, ada program  meminjamkan uang ketika anak sekolah dari kaum kafirin. semuanya syaratnya cukup dtg ke rumah  ibadah mereka saja.
  • mereka menunggangi program pemerintah.
  • mereka memanfaatkan dokter2 utk menjelek2kan pesantren atau kegiatan kaum muslimin.
  • mereka juga memanipulasi kepala2 daerah, dgn isu minoritas dan membela kebutuhan mereka. 
  • dibuat para pembela islam, merupakan sesuatu yg radikal, intoleransi dll.

5#. Qs. Alaraf : 21, 26 – senjata yg digunakan oleh iblis adalah aurat. aurat jadi material.

6#. hidup ini hanya dua, kategori org beriman membela kebenaran, atau ikut org kufur membela kebatilan. 

Namun ada suatu tempat bernama Alaraf di akhirat, tempat org yg muzabzabin, org yg ambivalen, bimbang tdk memilih kelompok2 ini, tdk di sisi baik, tdk juga di sisi buruk. Mereka akan terombang ambing,  sampai akhirnya kecenderungan merekalah yg membawa mereka  ke surga atau ke neraka. Inilah akibat memilih jadi golongan tidak jelas spt lalat, yang hinggap di semua tempat, baik di tempat yg kotor, atau juga hinggap tempat yg baik.

7. kesimpulan dari kisah2 para nabi di surah Al araf :

  • persengketaan hak dan batil tdk akan berhenti sampai kiamat. jgn berkata saya akan berbuat baik, kalau sdh tdk ada konflik. jadilah yg terbaik dlm menghadapi itu. 
  • kebatilan pasti kalah.
  • yg menyebabkan kehancuran itu disebabkan krn jauh dari Allah.

Wallahu a’lam 

Kesabaran dalam Berdakwah 

​Kajian Tafsir Al Hijri 2 Kampus UIKA Bogor,  Sabtu, 20 Januari 2018,  Prof. Dr. KH. Didin Hafiduddin, M.Sc.

Surat Al Kahfi :6-8

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

فَلَعَلَّكَ  بَاخِعٌ نَّـفْسَكَ عَلٰٓى اٰثَارِهِمْ اِنْ لَّمْ يُؤْمِنُوْا بِهٰذَا الْحَـدِيْثِ  اَسَفًا

fa la’allaka baakhi’un nafsaka ‘alaaa aasaarihim il lam yu`minuu bihaazal-hadiisi asafaa

“Maka barangkali engkau (Muhammad) akan mencelakakan dirimu karena bersedih hati setelah mereka berpaling, sekiranya mereka tidak beriman kepada keterangan ini (Al-Qur’an).”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 6)

اِنَّا جَعَلْنَا مَا عَلَى الْاَرْضِ زِيْنَةً لَّهَا لِنَبْلُوَهُمْ اَ يُّهُمْ اَحْسَنُ عَمَلًا

innaa ja’alnaa maa ‘alal-ardhi ziinatal lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu ‘amalaa

“Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami menguji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 7)

وَاِنَّا لَجٰعِلُوْنَ مَا عَلَيْهَا صَعِيْدًا جُرُزًا   

wa innaa lajaa’iluuna maa ‘alaihaa sho’iidan juruzaa

“Dan Kami benar-benar akan menjadikan (pula) apa yang di atasnya menjadi tanah yang tandus lagi kering.”

(QS. Al-Kahf 18: Ayat 8)

PELAJARAN DAN HIKMAH YG ADA

1. Untuk mendakwahkan kebenaran yg ditetapkan Allah membutuhkan kesabaran, karena akan mengalami penolakan dan penentangan.

Bahkan Rasulullah s.a.w pun merasakan  penolakan dan penentangan dari umat, yg terus menerus, sehingga merasa sedih terhadap penolakan umat mengenai dakwah yg disampaikannya.

Maka turun ayat 6 surat Al Kahfi ini, agar Rasulullah s.a.w tdk perlu bersedih dan galau. Bahkan Allah perkuat dgn firmanNya dlm QS.3:185

Allah SWT berfirman:

لَـتُبْلَوُنَّ فِيْۤ اَمْوَالِكُمْ وَاَنْفُسِكُمْ وَلَـتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْۤا اَذًى كَثِيْـرًا ۗ  وَاِنْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِنَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُمُوْرِ

latublawunna fiii amwaalikum wa anfusikum, wa latasma’unna minallaziina uutul-kitaaba ming qoblikum wa minallaziina asyrokuuu azang kasiiroo, wa in tashbiruu wa tattaquu fa inna zaalika min ‘azmil-umuur

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 186)

Karena itu kewajiban Rasul dan para pewarisnya utk terus berdakwah dan mendakwahkan kebenaran secara konsisten, sabar, benar, sungguh-sungguh dan dgn pengajaran yg baik. Tidak perlu khawatir dan bagaimana hasil dakwah itu. Karena hidayah kepada seseorang itu, hanyalah milik Allah dan hak Allah. Sebagaimana diterangkan Allah dlm surat An Nahl:125

Allah SWT berfirman:

اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ  وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ ۗ  اِنَّ  رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيْلِهٖ وَهُوَ اَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِيْنَ

ud’u ilaa sabiili robbika bil-hikmati wal-mau’izhotil-hasanati wa jaadil-hum billatii hiya ahsan, inna robbaka huwa a’lamu biman dholla ‘an sabiilihii wa huwa a’lamu bil-muhtadiin

“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pengajaran yang baik, dan berdebatlah dengan mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang sesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui siapa yang mendapat petunjuk.”

(QS. An-Nahl 16: Ayat 125)

Ayat ini menjelaskan 4 komponen Dakwah.

1. Para dai.

Umat Rasul yg akan mendapatkan keberuntungan adalah yang aktif dalam medan da’wah. Sebagaimana diterangkan oleh Allah.

Allah SWT berfirman:

وَلْتَكُنْ  مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ  عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

waltakum mingkum ummatuy yad’uuna ilal-khoiri wa ya`muruuna bil-ma’ruufi wa yan-hauna ‘anil-mungkar, wa ulaaa`ika humul-muflihuun

“Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 104)

2. Mad’u = Obyek Dakwah. 

Maka, umat Islam harus terlibat dlm dakwah utk mendapatkan info syariat-syariat yang benar dan dapat menyampaikan kebenaran itu kepada yang lain. Dan jangan berhenti atau putus dari generasi ke generasi. Karena orang-orang kafir dan munafik pun menyampaikan ide ide buruknya utk mengalahkan kebenaran dan kebaikan, karena mereka mengharapkan materi dunia.

Allah SWT berfirman:

اَلْمُنٰفِقُوْنَ  وَالْمُنٰفِقٰتُ بَعْضُهُمْ مِّنْۢ بَعْضٍ ۘ  يَأْمُرُوْنَ بِالْمُنْكَرِ  وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوْفِ وَيَقْبِضُوْنَ اَيْدِيَهُمْ ۗ  نَسُوا  اللّٰهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ  اِنَّ الْمُنٰفِقِيْنَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ

al-munaafiquuna wal-munaafiqootu ba’dhuhum mim ba’dh, ya`muruuna bil-mungkari wa yan-hauna ‘anil-ma’ruufi wa yaqbidhuuna aidiyahum, nasulloha fa nasiyahum, innal-munaafiqiina humul-faasiquun

“Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, satu dengan yang lain adalah (sama), mereka menyuruh (berbuat) yang mungkar dan mencegah (perbuatan) yang makruf dan mereka menggenggamkan tangannya (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah melupakan mereka (pula). Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 67)

3. Materi Dakwahnya

Yaitu materi yg jelas dengan dalil yg jelas, sesuai dengan yg dibutuhkan masyarakat.

Materi itu meliputi aqidah, ibadah, muamalah, masalah ekonomi Islami, politik Islami, hukum-hukum Syariat, Akhlaq Islam, dan seluruh aspek kehidupan.

Bahkan materi kristologi juga harus dikuasai dan disampaikan utk menkounter misi kristenisasi dan pemurtadan.

Dan kaum muslim itu harus menjadi pelopor, utk selalu menjadi pelaku yg optimis. Meskipun kaum muslim pun terdiri dari 3 kelompok yg dijelaskan oleh Allah dlm surat Fathir ayat 32

Allah SWT berfirman:

ثُمَّ اَوْرَثْنَا  الْكِتٰبَ الَّذِيْنَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا ۚ  فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ ۚ   وَمِنْهُمْ مُّقْتَصِدٌ   ۚ  وَمِنْهُمْ سَابِقٌۢ بِالْخَيْرٰتِ بِاِذْنِ اللّٰهِ ۗ  ذٰلِكَ  هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيْرُ 

summa aurosnal-kitaaballaziinashthofainaa min ‘ibaadinaa, fa min-hum zhoolimul linafsih, wa min-hum muqtashid, wa min-hum saabiqum bil-khoirooti bi`iznillaah, zaalika huwal-fadhlul-kabiir

“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menzalimi diri sendiri, ada yang pertengahan, dan ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang besar.”

(QS. Fatir 35: Ayat 32)

4. Metode Da’wah

Dalam menyampaikan dakwah hrs dengan metode yg beragam, agar materi yg disampaikan dapat dipahami secara komprehensip dan lengkap.

Apalagi dengan semakin majunya peradaban teknologi maka dakwah juga bisa dilakukan dengan memanfaatkan teknologi kekinian.

Namun demikian, akan tetap lebih efektif dan hrs tetap dipertahankan adalah dakwah langsung, krn hal tsb utk lebih mendekatkan hati sesama kaum muslimin, memperkuat ukhuwah dan silaturahim, sekaligus mengundang berkah dan rahmat Allah serta ampunan Allah.

Demikian pengajian rutin Sabtu sore ini dicatat dan disebarluaskan.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku kita  dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran Agama yg diwariskan Rasul kepada kita, dan optimis dalam menjalani perjuangan da’wah utk membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Bogor, 20/01/18 Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani

Levelisasi hamba Allah dalam aktivitas ibadah mahdoh & ibadah harta

​Seri mengaji masjid Alitisham sabtu, Ust. Sambo, 18Nov2017 / 29Safar1439

Hamba Allah :

  • muslim dan beriman
  • mati sbg muslim

Qs. 89 : 27-30 dipanggil kembali sbg hamba,  dan dijamin Allah keselamatannya. 

# Level hamba Allah dalam hal ibadah :

1- selalu melakukan yg terbaik utk ibadah2 mahdohnya /wajibnya dan sunnatnya sdh rutin  (hamba Allah yg minimalis). Bagus dlm syariat,  fiqih dan kualitasnya. 

– shalat,  shaum, zakat,  infaq,  baca Quran 

– Haji perintahnya sempurnakan. 

– Karena ada yg rajin sholat (mushollin)  di dunia celaka,  di akhirat dpt neraka wail,  yg mereka lalai dlm shalatnya. Apalagi yg tidak shalat dpt kerak neraka jahannam, paling bawah bersama Firaun dan org2 celaka lainnya. 

– seluruh rangkaian ritualnya dinilai ibadah,  misal rangkaian menuju shalat berjamaah, mulai dari wudhu, berjalan menuju masjid,  menunggu iqomah,  lalu shalat,  lalu dzikir bada shalat (20-30 menit / shalat),  sehari semalam 2.5 jam. 

2- memperbanyak ibadah2 sambilan 

– Setiap ada waktu2 luangnya diisi dgn ibadah. 

– berdzikir,  baca quran,  baca buku agama,  mendengarkan tilawah Quran dan ceramah,  murojaah Quran, dll sambil melakukan aktivitas keseharian,  misal dlm perjalanan dalam antrian. 

– yg tidak boleh adalah dgn niat mahdoh, sambil melakukan ibadah disambi dgn keduniaan. 

– sambilan pekerjaan dunia sambil dzikir,  murojaah, dengarkan tilawah,  sehari semalam bisa memakan waktu 2.5 jam

3- memperbanyak Ibadah sunnah

– menyediakan waktunya. Misalnya tidur lebih cepat agar dpt tahajjud, ketika waktu senggang libur,  perbanyak dhuha. 

– waktu2 yg kosong kita manfaatkan utk beribadah. 

– jika sudah sampai tahapan ini,  maka Allah akan memberikan kemudahan waktu yg bebas (waktu discount), serta  rizki yg ditambah misalnya, org yg biasa kerja 8 jam plus perjalanan 2 jam, diberi peningkatan rizki dan diluangkan waktunya lebih banyak . 

Barangsiapa yg memenuhi hari2nya dgn ibadah,  maka Allah akan mengisi hatinya dgn kekayaan (hadits), Qs. Alfatihah,  iyya kana’budu wa iyya ka nas ta’in. 

– maka kemudahan waktu atau kelebihan hartanya yg didpt dari Allah tsb bisa kita gunakan lagi utk menambah ibadah kita lagi, bukan malah dihabiskan lagi utk keperluan dunianya. Misal : senin s.d jumat dlm kerja plus sambilan ibadah yg ketat,  sabtu-ahad tambah jumlah dan kualitas ibadahnya krn libur kerja. 

Syarat ibadah / amal sholeh : Ikhlas,  taat/ikut aturan dan selalu memberi manfaat. 

Syarat /Modal dlm usaha beramal sholeh : kemauan, sungguh-sungguh, banyak latihan (practice make perfect) . Sesulit apapun hal pekerjaan / amalan yg jika pakai syarat ini akan mudah,  insyaAllah. 

– amalan2 sunnah ini jika sdh kita perbanyak,  maka sehari bisa tambah 2-3 jam lagi waktu ibadahnya. 1/3 hidupnya sdh dipakai ibadah. 

4- latihan taat, menjalankan syariat. Selalu mengukur tindakan kita dgn ukuran syariat. 

– setiap kita berusaha taat, (dlm perbuatan sunnah atau mubah)  maka sdh dihitung sbg ibadah. Cara berfikirnya suatu ibadah ini sdh sesuai dgn aturan Allah.  Begitu juga setiap menghindar dari keburukan (dalam setiap makruh). Di negeri kaum muslimin,  memakan babi dan meminum arak,  jika meninggalkannya tdk terlalj besar nilainya,  berbeda dgn ketika kita tinggal di negeri dimana kaum muslimin minoritas. 

– yg boleh dikerjakan,  langsung dikerjakan. Yg dilarang ditinggalkan. 

– berfikir dulu sblm bertindak, apakah sesuai dgn syariat atau tdk sambil menimbang maslahat dan mudharat. 

– agar olahraganya dinilai ibadah,  agar setiap hal kesehariannya bisa terhitung sbg ibadah. 

– dgn ketaatan ini,  yg perbuatannya tdk  terlihat dan abstrak dlm tatanan pikiran kita,  maka waktu ketaatan ini bisa mengambil waktu banyak dlm harian kita. Krn setiap ketaatannya jadi ibadah,  seorg wanita memakai jilbab krn ketaatannya berjalan berjam2 sehari,  akan dpt pahala ketaatan. Ketaatan termasuk juga kebaikan2 lain,  taat pada suami,  silaturrahim. 

Setiap menjalankan perintah Allah dan meninggalkan larangan Allah,  menjalan kebaikan,  meninggalkan keburukan akan di nilai sbg ketaatan. 

Maka nilainya sdh dianggap 1/2 hari beribadah. 

5. Setiap mendapat musibah,  kesulitan,  penderitaan jika kita hadapi dgn ridho dan ikhlas dgn kesabarannya maka dihitung sbg ibadah. 

– Seorg yg sakit dan ridho dgn sakitnya,  ketika menderitanya sampai 24 jam,  maka akan dihitung sbg ibadah,  syaratnya selama sehat kita juga rutin ibadah yg bagus spt no. 1 di atas. 

– Bahkan,  ibadah rutin yg tdk bisa dikerjakan krn udzur sakitnya itu tetap dihitung : Dpt pahala sabar dan pahala rutinitas amal yg dulu bisa dikerjakan ketika sehatnya. 

Qs. 39:10 pahala kesabaran tdk terbatas. 

6. Setiap perbuatan yg mubah diniatkan ibadah. 

-ikhlas,  sesuai aturan dan bermanfaat. 

– tidur ikhlas,  sesuai aturan dan tdk berlebihan (tidur yg dilarang : abis shalat shubuh, shalat ashar) . Tidur yg dianjurkan Seblm dzuhur,  ashar, setelah isya

– olahraga ikhlas,  sesuai aturan menutup aurat, dan bermanfaat. 

– Ngobrol : ikhlas,  tdk ghibah dan fitnah,  dan banyak manfaatnya. 

Bisa ibadah 24 jam

7. Setiap desah nafas,  tarikan nafasnya adalah ibadah. 

– org yg bersyukur,  hatinya selalu  menyambung kpd Allah. 

– mengelola hati dan pikirannya utk selalu positif (ikhlas,  taat,  bermanfaat), diamnya saja berpahala. 

# Level hamba Allah dlm konteks harta : 

1. Dalam zakat, mengeluarkannya dgn terbaik dan dgn ilmu. Utk lebih amannya menggunakan konsultan zakat utk menilik semua aset yg kita miliki dgn lebih fair. 

– rumah atau tanah nganggur zakatnya seharga rumahnya/ 2.5%, rumah disewa,  zakatnya seharga sewanya. 

2. Perbanyak sedekah / infaq 

3. Setiap Penambahan hartanya diibadahkan lagi. 

4. Setiap cari harta yg halal dihitung sbg ibadah,  mengeluarkannya dgn cara halal juga,  minimal tdk makruh. 

5. Setiap dapat kesempitan rizki,  jika kita bersabar maka dihitung jadi ibadah. 

6. Niatkan semua pengeluaran kita yg mubah2 jadi ibadah. Misal : belanja utk ibadah. Semua harta kita bisa bernilai infaq. 

7. Bersyukur terhadap semua pemberian alla Allah. Jika dpt Sedikit lalu sabar,  jika dapat banyak lalu bersyukur itu biasa,  yg hebat itu jika dpt sedikit, lalu bersyukur. 

# Level pengetahuan Politik kaum muslimin  :

1. melek politik Islam dan lokal,  supaya kaum muslimin tdk jadi bulan2an, tujuannya amar ma’ruf nahi munkar. 

2. Terlibat politik aktif atau pasif (mencoblos,  memberikan nasihat sesuai ilmu) . 

3. Berdaya,  memberikan pengaruh kpd penguasa, masyarakat. Jgn gabung di partai yg selalu merugikan kaum muslimin, krn di sana sbg anggota menjadi tak berdaya melawan kebijakan2 umumnya. 

4. Berkuasa,  kebijakan2 pro kaum muslimin dan mengayomi seluruh masyarakatnya. 

Modal kemampuan dlm politik :

1. Intelektual

2. Mental spiritual 

3. Finansial,  harus mampu krn jika tdk mampu maka terpaksa taat pada yg mensponsori. 

Wallahu a’lam

Ketaatan kepada Allah sebagai Karakter

Seri mengaji tafsir Masjid Al Hijri 1, Ahad, 12/11/17, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc.

Surat Al Ahzab:  36

اعوذبالله من الشيطان الرجيم.

بسم الله الرحمن الرحيم

Allah SWT berfirman:

وَمَا كَانَ لِمُؤْمِنٍ وَّلَا مُؤْمِنَةٍ اِذَا قَضَى اللّٰهُ وَرَسُوْلُهٗۤ اَمْرًا اَنْ يَّكُوْنَ لَهُمُ الْخِيَرَةُ مِنْ اَمْرِهِمْ   ۗ  وَمَنْ يَّعْصِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ ضَلَّ ضَلٰلًا مُّبِيْنًا

wa maa kaana limu`miniw wa laa mu`minatin izaa qodhollaahu wa rosuuluhuuu amron ay yakuuna lahumul-khiyarotu min amrihim, wa may ya’shillaaha wa rosuulahuu fa qod dholla dholaalam mubiinaa

“Dan tidaklah pantas bagi laki-laki yang mukmin dan perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada pilihan (yang lain) bagi mereka tentang urusan mereka. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

PELAJARAN & HIKMAH YG ADA DI DALAMNYA:

1. Ayat ini lanjutan ayat sebelumnya, tentang karakter orang beriman yg akan mendapat keberuntungan dan pembalasan yg baik berupa pengampunan dosa dan surga yg penuh kenikmatan.

Allah SWT berfirman:

اِنَّ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمٰتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنٰتِ وَالْقٰنِتِيْنَ وَالْقٰنِتٰتِ وَالصّٰدِقِيْنَ وَالصّٰدِقٰتِ وَالصّٰبِرِيْنَ وَالصّٰبِرٰتِ وَالْخٰشِعِيْنَ وَالْخٰشِعٰتِ وَالْمُتَصَدِّقِيْنَ وَ الْمُتَصَدِّقٰتِ وَالصَّآئِمِيْنَ وَالصّٰٓئِمٰتِ وَالْحٰفِظِيْنَ فُرُوْجَهُمْ وَالْحٰـفِظٰتِ وَالذّٰكِرِيْنَ اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّ الذّٰكِرٰتِ  ۙ  اَعَدَّ اللّٰهُ لَهُمْ مَّغْفِرَةً وَّاَجْرًا عَظِيْمًا

innal-muslimiina wal-muslimaati wal-mu`miniina wal-mu`minaati wal-qoonitiina wal-qoonitaati wash-shoodiqiina wash-shoodiqooti wash-shoobiriina wash-shoobirooti wal-khoosyi’iina wal-khoosyi’aati wal-mutashoddiqiina wal-mutashoddiqooti wash-shooo`imiina wash-shooo`imaati wal-haafizhiina furuujahum wal-haafizhooti waz-zaakiriinalloha kasiirow waz-zaakirooti a’addallohu lahum maghfirotaw wa ajron ‘azhiimaa

“Sungguh, laki-laki dan perempuan muslim, laki-laki dan perempuan mukmin, laki laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 35)

Karena itu segala aturan, ketetapan maupun ketentuan hukum dari Allah dan RasulNya, disikapi dgn komitmen dan keimanan yg kuat oleh setiap orang beriman.

Allah mengingatkan tdk pantas bagi orang beriman mencari-cari alasan terhadap segala aturan dan ketetapan dari Allah dan RasulNya, dgn lebih mengedepankan budaya dan tradisi-tradisi masyarakat atau tradisi nenek moyang.

2. Ada empat alasan mengapa setiap mukmin hrs tunduk dan taat kepada ketentuan Allah & RasulNya:

a. Keselamatan dan kebahagiaan hidup kita tergantung dari ketaatan kita kepada ketentuan Allah dan RasulNya. Ini sesuai dengan janji dari Allah, dimana Allah SWT telah berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًا  

yaaa ayyuhallaziina aamanuttaqulloha wa quuluu qoulan sadiidaa

“Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar,”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 70)

يُّصْلِحْ  لَـكُمْ اَعْمَالَـكُمْ وَيَغْفِرْ لَـكُمْ ذُنُوْبَكُمْ ۗ  وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ  فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا

yushlih lakum a’maalakum wa yaghfir lakum zunuubakum, wa may yuthi’illaaha wa rosuulahuu fa qod faaza fauzan ‘azhiimaa

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 71)

b. Manusia akan celaka dan dilanda kerusakan,  jika tdk memiliki komitmen keimanan kpd aturan Allah dan RasulNya, sebagaimana firman Allah :

Yakni akhir ayat 36 diatas: 

“Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh, dia telah tersesat, dengan kesesatan yang nyata.”

(QS. Al-Ahzab 33: Ayat 36)

Juga firman Allah SWT berikut ini : 

وَلَوِ اتَّبَعَ الْحَـقُّ اَهْوَآءَهُمْ  لَفَسَدَتِ السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُ وَمَنْ فِيْهِنَّ ۗ  بَلْ اَتَيْنٰهُمْ بِذِكْرِهِمْ فَهُمْ  عَنْ ذِكْرِهِمْ مُّعْرِضُوْنَ 

wa lawittaba’al-haqqu ahwaaa`ahum lafasadatis-samaawaatu wal-ardhu wa man fiihinn, bal atainaahum bizikrihim fa hum ‘an zikrihim mu’ridhuun

“Dan seandainya kebenaran itu menuruti keinginan mereka, pasti binasalah langit dan bumi, dan semua yang ada di dalamnya. Bahkan Kami telah memberikan peringatan kepada mereka, tetapi mereka berpaling dari peringatan itu.”

(QS. Al-Mu’minun 23: Ayat 71)

c. Aturan Allah dan RasulNya itu sesuai dengan fitrah manusia, dan sangat adil bagi setiap manusia.

Allah SWT berfirman:

فَاَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّيْنِ حَنِيْفًا   ۗ  فِطْرَتَ اللّٰهِ الَّتِيْ فَطَرَ النَّاسَ عَلَيْهَا   ۗ  لَا تَبْدِيْلَ لِخَـلْقِ اللّٰهِ  ۗ  ذٰ لِكَ الدِّيْنُ الْقَيِّمُ   ۙ   وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُوْنَ   

fa aqim waj-haka lid-diini haniifaa, fithrotallohillatii fathoron-naasa ‘alaihaa, laa tabdiila likholqillaah, zaalikad-diinul qoyyimu wa laakinna aksaron-naasi laa ya’lamuun

“Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Islam); (sesuai) fitrah Allah disebabkan Dia telah menciptakan manusia menurut (fitrah) itu. Tidak ada perubahan pada ciptaan Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 30)

مُنِيْبِيْنَ اِلَيْهِ وَاتَّقُوْهُ وَاَقِيْمُوا الصَّلٰوةَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ 

muniibiina ilaihi wattaquuhu wa aqiimush-sholaata wa laa takuunuu minal-musyrikiin

“dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta laksanakanlah sholat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang menyekutukan Allah,”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 31)

Allah SWT berfirman:

مِنَ الَّذِيْنَ فَرَّقُوْا دِيْنَهُمْ وَكَانُوْا شِيَعًا   ۗ  كُلُّ حِزْبٍۢ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُوْنَ

minallaziina farroquu diinahum wa kaanuu syiya’aa, kullu hizbim bimaa ladaihim farihuun

“yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Setiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.”

(QS. Ar-Rum 30: Ayat 32)

Kita sangat bersedih kpd penyelenggara negara, yg memberi kebebasan kpd aliran-aliran sesat dan aliran kepercayaan yg menyimpang yg tdk sesuai dgn fitrah penciptaan manusia, yg pasti bakal menimbulkan kerusakan akal dan kebodohan manusia.

d. Allah dan RasulNya tdk pernah menyuruh atau menetapkan sesuatu perintah, kecuali hal itu demi kebaikan dan kebahagiaan umat manusia. Dan tdk melarang sesuatu dalam ketetapanNya, kecuali karena apabila dilanggar akan berakibat buruk dan menghancurkan manusia itu sendiri kpd kebinasaan dan penyesalan.

Allah SWT berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُمِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَالْاِنْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰۤئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ اِصْرَهُمْ وَالْاَغْلٰلَ الَّتِيْ كَانَتْ عَلَيْهِمْ   ۗ  فَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِهٖ وَعَزَّرُوْهُ وَنَصَرُوْهُ وَ اتَّبَـعُوا النُّوْرَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ مَعَهٗ ۤ   ۙ  اُولٰۤئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ

allaziina yattabi’uunar-rosuulan-nabiyyal-ummiyyallazii yajiduunahuu maktuuban ‘indahum fit-taurooti wal-injiili ya`muruhum bil-ma’ruufi wa yan-haahum ‘anil-mungkari wa yuhillu lahumuth-thoyyibaati wa yuharrimu ‘alaihimul-khobaaa`isa wa yadho’u ‘an-hum ishrohum wal-aghlaalallatii kaanat ‘alaihim, fallaziina aamanuu bihii wa ‘azzaruuhu wa nashoruuhu wattaba’un-nuurollaziii unzila ma’ahuuu ulaaa`ika humul-muflihuun

“(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka, dan membebaskan beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya, dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al-Qur’an), mereka itulah orang-orang beruntung.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 157)

Oleh karena itu, segala yg membawa dampak keburukan bagi manusia (pribadi maupun umum) pada hukum azalinya (hukum dasarnya) adalah dilarang (diharamkan) oleh Allah. Daging babi, khamar (minuman beralkohol), berjudi, merokok, semuanya itu membawa dampak keburukan, maka hukum dasarnya diharamkan oleh Allah dan RasulNya.

Semoga kita mampu bersikap dan berperilaku dgn benar sebagai orang beriman yg tdk sekedar mengaku beriman saja, yakni rela diatur dgn tunduk dan taat kepada Aturan Allah dan RasulNya s.a.w. sehingga menjadi orang-orang yg diselamatkan oleh Allah S.W.T. Aamiin.

Semoga ayat-ayat Al Qur’an di atas, memberi pencerahan dan memperkuat iman, ilmu, dan amal perilaku umat Islam dlm menjalani kehidupannya di dunia. Semangat dlm berjuang menegakkan ajaran agama dan membela negara, agar mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan selamat di alam akhirat.  Semoga menjadi ilmu yg bermanfaat. Aamiin. (Mohon bantu sebarkan agar dapat bagian pahala ilmu yg bermanfaat).

سبحانك اللهم وبحمدك اشهد ان لا اله الا انت استغفرك ةاتوب اليك

Dicatat oleh : Willyuddin A.R. Dhani