• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 205,961 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Meniti Makna Wukuf di Padang Arafah (Seri 4 dari 10)

Haji itu adalah wukuf di Arafah (Nabi Muhammad)

Dengan menginap di Mina satu malam di hari Tarwiyah, kami mencoba menyesuaikan diri akibat perubahan kondisi dari kehidupan serba nyaman dan terjaga privasi di apartemen, menjadi kehidupan yang berlandaskan kebersamaan dan berbagi fasilitas di maktab. Sungguh walaupun terlihat lebih tidak pasti, namun Allah memberikan sedekah-NYA kepada tamu-tamu-NYA ini. Kami  diperbolehkan untuk melakukan berbagai kemudahan-kemudahan seperti meng-qashar (meringkas) shalat fardhu yang 4 rakaat menjadi 2 rakaat. Lalu menikmati jamuan kebersamaan spiritual di Mina. Hati ini terasa lebih lapang dan semakin mantap dalam menghadapi hari arafah.

Maka ketika pagi hari Arafah menjelang, terasa ada energi semangat amat dahsyat yang mendorong aktivitas kami menuju padang Arafah. Sisi dalam jiwa seperti penuh dengan harapan dan kerinduan khas yang menggunung. Bukan hanya diakibatkan oleh tenda merah bergaris dan situasi arafah yang penuh manusia yang berusaha menggaet frekuensi ampunan Allah dengan kapasitasnya masing-masing, tapi ternyata ada juga pancaran bening dari sisi terdalam spiritual yang bergetar-getar semakin membesar.

Subhanallah,tenda kami ternyata ada di shaf pertama sisi yang menghadap Ka’bah. Sehingga sujud kami adalah sujud-sujud yang terdepan diantara lima juta tamu Allah yang datang pada tahun ini. semoga inilah karunia-NYA, yang membuat kami diampuni dan diijabahi. Sungguh, situasi panas terik matahari padang Arafah menjadi detik-detik tak terlupakan karena tidak sedikit pun mempengaruhi percakapan kami dengan Sang Pengatur matahari. Putaran bumi seakan berhenti, aliran air mata menggelapkan semuanya, sehingga fokus pandangan matahati kami hanya pada satu sinar besar yang amat menentramkan.

Arafah Sejuta Makna

Awalnya, khutbah Arafah setelah shalat dzuhurlah yang mulai menggiring hati kami untuk larut bersama dalam wukuf, namun beberapa saat selanjutnya, setiap orang mulai berasyik masyuk dengan Tuhannya dengan gayanya masing-masing. Mungkin inilah yang disebut dengan Arafah sebagai lambang maqam ma’rifah billah, merasakan situasi kegembiraan dan kedekatan dengan Sang Pencipta, yang kabarnya rasa ini tidak semua bisa mendapatkannya. Maka itulah rupanya dzikir yang dicontohkan Nabi terkasih kami amatlah pendek, tapi bermakna dalam sekali. Dzikir yang mengiringi rasa tentram karena kedekatan antara hamba dan Penciptanya di padang Arafah.

Sebaik-baik doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik yang kubaca dan dibaca pula oleh nabi-nabi sebelumku yaitu Lailaha illallahu wahdahula syarikalah, lahulmulku wala hul hamdu wa huwa ‘ala kulii syai-in qodiir (Tiada Tuhan kecuali Allah dan tidak ada sekutu bagiNYA, bagiNYA segala kerajaan dan segala puji. Dia yang menghidupkan dan yang mematikan dan Dialah Maha berkehendak)

Kami kemudian mencoba melepaskan kebanggaan duniawi kami, menunjukkan sikap merendah dan mengakui dosa2 selama ini yg telah menyimpangkan jutaan kilometer jarak kita dari jalan Allah yang sesungguhnya. Di Arafah inilah kesempatan kita untuk mengembalikan setiap langkah menuju titik nol dengan langkah yang diajarkan-NYA. Berserasi dengan frekuensi Ilahiyah sebagai hamba-hamba yang bersyukur dan terus berusaha istiqomah dekat dengan Tuhannya. Inilah hikmah Arafah sebagai tempat pembebasan. Seperti yang Nabi pesankan, ‘Tidak ada hari yang paling banyak Allah menentukan pembebasan hambaNya dari neraka kecuali hari Arafah.’

Di arafah juga kami berusaha memanjatkan permohonan2 kami. Sembari berhati-hati memilih kata-kata agar tidak berlebihan dan tidak meminta sesuatu yang berada di luar pengetahuan kami yang sangat sempit ini. Berdoa dengan memohon yang terbaik menurut Allah, berdoa agar dapat bersikap yang terbaik menurut-NYA dalam menyikapi segala pemberian dari-NYA. Sungguh indah bila mengingat pernyataan mulia dari kekasih Allah Muhammad SAW, ‘Doa yang paling afdal adalah doa di hari arafah’.

Menjelang terbenam matahari Arafah, kami keluar dari tenda. Tersentak hati semakin haru, pemandangan yang dihamparkan di depanku ini adalah pemandangan yang pernah diilhamkan-NYA pada salah satu mimpiku beberapa saat yang lalu. Persis sekali. Pertanyaan yang sempat terlontar dalam mimpiku saat itu, kini terjawablah sudah, ini adalah Arafah…  miniatur padang mahsyar, tempat manusia dikumpulkan di hari pertanggungjawaban. Semoga kami termasuk dalam golongan yang mendapatkan naungan di saat-saat tidak ada naungan lain kecuali naungan Allah. Semakin turun matahari, semakin deras doa kami panjatkan. Seakan kami tidak hendak membiarkan sedetikpun kami lewatkan dalam hari yang dikhususkan ini, ketidakrelaan untuk membiarkan momen-momen luar biasa ini membuat air mata semakin deras. Ya Robbi,.. ya Robbi.

Di saat inilah aku melihat seorang bidadari Arafah. Seseorang yang hampir tujuh tahun menjaga amanah dengan cara yang amat luar biasa. Seorang yang diberkahi, dan selalu berusaha istiqomah menjaga semua tugas2 yang dibebankan kepadanya. Bidadari yang mata lentiknya yang basah tiba2 saja bertemu dengan mataku ; dekat sekali, membuatku terhentak, kesempatan berwukuf di arafah ini, sesungguhnya datang dari dalam sanubarinya. Kesempatan menyambut panggilan ini tercipta sebagai hadiah baginya, sehingga aku pendampingnya pun terbawa bersamanya. Ya Allah, berkahilah bidadari Arafah-MU ini. Dan terima kasih telah menakdirkan bidadari ini menjadi pendampingku di dunia ini. semoga ikatan kuat ini, terus abadi sampai di akhirat saat bertemu denganMU.

Akhirnya, Arafah sesungguhnya adalah tempat mu’tamar akbar, pertemuan tahunan seluruh kaum muslimin di dunia. Seharusnya bisa digunakan sebagai sarana membuat kesepakatan bersama metode perjuangan kaum muslimin dalam menunaikan kewajiban khalifatullah fil ardhi di dunia ini. Kita mesti mencoba menghilangkan sekat2 sosial politik, untuk berbicara bersama atas nama kaum muslimin. Jika yang haji tiap tahun sekitar 5 juta orang, artinya per orang bisa mensosialisasikan hasil mu’tamar ini ke 1000 orang di negaranya. Jika hasil mu’tamar arafah ini berupa rencana taktis, seharusnya dalam 10 tahun saja kaum muslimin sudah berkembang pesat di segala bidang.

Tarik Nafas di Muzdalifah

‘Sesungguhnya Allah telah mengampuni dosa-dosa orang2 yang berwukuf di arafah dan orang2 yang bermalam di masy’aril haram (Muzdalifah) dan membebaskan mereka dari tuntutan balasan dan dosa2 mereka. Umar ibn khattab berdiri, apakah ini khusus untuk kita saja ya Nabi?, Rasulullah menjawab, ini untukmu, dan untuk orang2 yang datang sesudahmu hingga hari kiamat kelak.  Sungguh kebaikan Allah amat banyak dan dia maha Pemurah.’ Kata Umar.

Hebatnya nabi kita. Setelah dijamu makna Arafah, beliau berhenti dan beristirahat di Muzdalifah.  Tempat ini sungguh punya pemandangan yang kota Makkah yang indah sekali. Kami mencontoh nabi untuk beristirahat sejenak di sana.  Di sela-sela waktu aku mengumpulkan batu-batu kerikil untuk keperluan melempar jumroh esok hari. Kami ini, yang 5 juta ini, yang menjadi tamu-tamu Allah tahun 1431H ini, seperti tentara-tentara yang sedang menyiapkan diri untuk melawan musuh yang disimbolisasikan dengan melempar jamarat. Subhanallahi wa bihamdih, subhanallahil adzim…

(Bersambung)

Galeri foto bisa di lihat di TuanSUFI Galery Picasa

3 Tanggapan

  1. betapa rindu untuk segera “mencapai” ALLAH disana..

  2. allah akpar , Haj makpool insha allah ya Iqpal

  3. Assalamu alaikum, Mas Iqbal, Apa kabar?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: