Doa Untuk Istri

Subhanallah…, setelah hampir sebulan mengutak-ngutik parameter highspeed camera untuk stereovision, barulah awal minggu ini kudapatkan semua pengetahuannya. Bertubi-tubi pula… ! Kalau mau ikut-ikutan orang eropa, mungkin aku akan teriak eureka…!! tapi aku memilih ucapan Alhamdulillah dan berdiri tiba-tiba di Laboratorium ruang kerjaku, sampai beberapa sahabat di sekitarku menoleh. he he he.

Betapa tidak, dimulai dari berhasilnya modifikasi driver tambahan untuk bisa mengkoneksikan driver hardware camera dengan toolbox image acquisition matlab (c), lalu kemudian satu persatu metode untuk identifikasi dan capture properties camera-nya  dapat kuketahui dan kubuatkan kodenya… muantappp.

Semuanya ini ternyata setelah aku mendoakan istri dan keluargaku yang terpisah jauh ini supaya berlapang dada.  Kemudian ternyata dadaku juga langsung dilapangkan oleh-NYA. Kontan !

Berikut ini rangkaian doanya ;

Wahai Dzat Yang Maha Perkasa Kutitipan anak istriku kepadaMu, Jagalah mereka Ya Allah Seperti Engkau telah menjaga Ismail dan ibunya Di tengah gurun pasir tiada bertepi.

Ya Allah, Dampingi istriku yg sholehah ini, agar kemudian Engkau akan menguatkan hatinya,melapangkan dadanya.

Dan dalam salah satu SMS-ku kutuliskan ini,

Sayangku, sujud pertama rokaat terakhirku adalah doa untuk orangtua-orangtua kita, dan sujud kedua rokaat terakhirku adalah doa untukmu dan anak-anak kita.

So, Sering2 mendoakan orang lain ya, sahabat…

Terasa sempitnya hidup ini, atau berbagai gambaran negatif yang sering terbentuk saat melihat kejadian-kejadian yang terjadi di hadapan kita, yang kerap menyeret ke arah ketidakbahagiaan, adalah disebabkan salah satunya oleh keengganan kita kita mendoakan orang lain.

Pengalamanku ini adalah salah satu buktinya. Baru sedikit saja kita berusaha menyebut orang-orang dalam doa kita, langsung apa yang kita mintakan untuk mereka,  pun kita dapatkan. Sungguh Allah Maha Baik.

Teringat aku, kebiasaan mbah kakungayahanda ibuku di hari tua sebelum wafatnya. Setiap ba’da sholat shubuh, beliau berwirid dan berdoa, menyebut semua nama-nama saudara, kerabat, sahabat serta siapa saja yang sempat diingatnya, lalu dimintakan kebahagian bagi mereka.

Sempat aku duduk dibelakangnya mendengarkan, dalam lamat-lamat getaran suara beliau terdengar namaku pun disebutnya, Ya Allah, jadikanlah cucuku TuanSUFI yang sekarang menjadi dosen, menjadi dosen yang terbaik. Bukakanlah pintu ilmu pengetahuan baginya, serta keutamaan dalam mengajarkan ilmu pengetahuannya itu…

Subhanallah, kalau beliau masih hidup, mungkin sekarang sedang tersenyum bangga melihatku mendapat kesempatan menuntut ilmu sampai di Perancis ini. Dan aku yakin sekali, beliau pun mendapatkan berkali-kali lipat dari yang beliau mintakan bagi orang-orang yang disebutkan dalam dia panjangnya waktu itu. Salam rindu, mbah. Semoga rahmat dan maghfiroh tercurah kepadamu…

Teringat pula aku terhadap sebuah Hadits Nabi yang Mulia yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.  Di atas kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Kitab Shahih Muslim no. 2733)

4 Tanggapan

  1. Mendo’akan saudara sendiri merupakan bagian dari latihan Ikhlas….
    Ikhlas syarat utama diterimanya amalan, bukan begitu tuan sufi?

  2. Subhanallah…, setelah hampir sebulan mengutak-ngutik parameter highspeed camera untuk stereovision, barulah awal minggu ini kudapatkan semua pengetahuannya. Bertubi-tubi pula… ! Kalau mau ikut-ikutan orang eropa, mungkin aku akan teriak “eureka…!!“ tapi aku memilih ucapan Alhamdulillah dan berdiri tiba-tiba di Laboratorium ruang kerjaku, sampai beberapa sahabat di sekitarku menoleh. he he he.

    Betapa tidak, dimulai dari berhasilnya modifikasi driver tambahan untuk bisa mengkoneksikan driver hardware camera dengan toolbox image acquisition matlab (c), lalu kemudian satu persatu metode untuk identifikasi dan capture properties camera-nya dapat kuketahui dan kubuatkan kodenya… muantappp.

    Semuanya ini ternyata setelah aku mendoakan istri dan keluargaku yang terpisah jauh ini supaya berlapang dada. Kemudian ternyata dadaku juga langsung dilapangkan oleh-NYA. Kontan !

    Berikut ini rangkaian doanya ;

    Wahai Dzat Yang Maha Perkasa Kutitipan anak istriku kepadaMu, Jagalah mereka Ya Allah Seperti Engkau telah menjaga Ismail dan ibunya Di tengah gurun pasir tiada bertepi.

    Ya Allah, Dampingi istriku yg sholehah ini, agar kemudian Engkau akan menguatkan hatinya,melapangkan dadanya.

    Dan dalam salah satu SMS-ku kutuliskan ini,

    Sayangku, sujud pertama rokaat terakhirku adalah doa untuk orangtua-orangtua kita, dan sujud kedua rokaat terakhirku adalah doa untukmu dan anak-anak kita.

    So, Sering2 mendoakan orang lain ya, sahabat…

    Terasa sempitnya hidup ini, atau berbagai gambaran negatif yang sering terbentuk saat melihat kejadian-kejadian yang terjadi di hadapan kita, yang kerap menyeret ke arah ketidakbahagiaan, adalah disebabkan salah satunya oleh keengganan kita kita mendoakan orang lain.

    Pengalamanku ini adalah salah satu buktinya. Baru sedikit saja kita berusaha menyebut orang-orang dalam doa kita, langsung apa yang kita mintakan untuk mereka, pun kita dapatkan. Sungguh Allah Maha Baik.

    Teringat aku, kebiasaan mbah kakung – ayahanda ibuku di hari tua sebelum wafatnya. Setiap ba’da sholat shubuh, beliau berwirid dan berdoa, menyebut semua nama-nama saudara, kerabat, sahabat serta siapa saja yang sempat diingatnya, lalu dimintakan kebahagian bagi mereka.

    Sempat aku duduk dibelakangnya mendengarkan, dalam lamat-lamat getaran suara beliau terdengar namaku pun disebutnya, Ya Allah, jadikanlah cucuku TuanSUFI yang sekarang menjadi dosen, menjadi dosen yang terbaik. Bukakanlah pintu ilmu pengetahuan baginya, serta keutamaan dalam mengajarkan ilmu pengetahuannya itu…

    Subhanallah, kalau beliau masih hidup, mungkin sekarang sedang tersenyum bangga melihatku mendapat kesempatan menuntut ilmu sampai di Perancis ini. Dan aku yakin sekali, beliau pun mendapatkan berkali-kali lipat dari yang beliau mintakan bagi orang-orang yang disebutkan dalam dia panjangnya waktu itu. Salam rindu, mbah. Semoga rahmat dan maghfiroh tercurah kepadamu…

  3. Sangat menyentuh, doa untuk istri, saya akan menirukan doanya . terima kasih telah membukakan hati saya untuk mendoakan istri saya.

  4. saya sedang menuntut ilmu terpaksa jauh dari istri dan anak untuk sementara. doanya sangat indah sekali mas. saya juga akan meniru doanya, supaya terjaga keluarga saya disana dan dilancarkan tujuan saya disini

Tinggalkan Balasan