• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 209,664 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Doa Untuk Istri

Subhanallah…, setelah hampir sebulan mengutak-ngutik parameter highspeed camera untuk stereovision, barulah awal minggu ini kudapatkan semua pengetahuannya. Bertubi-tubi pula… ! Kalau mau ikut-ikutan orang eropa, mungkin aku akan teriak eureka…!! tapi aku memilih ucapan Alhamdulillah dan berdiri tiba-tiba di Laboratorium ruang kerjaku, sampai beberapa sahabat di sekitarku menoleh. he he he.

Betapa tidak, dimulai dari berhasilnya modifikasi driver tambahan untuk bisa mengkoneksikan driver hardware camera dengan toolbox image acquisition matlab (c), lalu kemudian satu persatu metode untuk identifikasi dan capture properties camera-nya  dapat kuketahui dan kubuatkan kodenya… muantappp.

Semuanya ini ternyata setelah aku mendoakan istri dan keluargaku yang terpisah jauh ini supaya berlapang dada.  Kemudian ternyata dadaku juga langsung dilapangkan oleh-NYA. Kontan !

Berikut ini rangkaian doanya ;

Wahai Dzat Yang Maha Perkasa Kutitipan anak istriku kepadaMu, Jagalah mereka Ya Allah Seperti Engkau telah menjaga Ismail dan ibunya Di tengah gurun pasir tiada bertepi.

Ya Allah, Dampingi istriku yg sholehah ini, agar kemudian Engkau akan menguatkan hatinya,melapangkan dadanya.

Dan dalam salah satu SMS-ku kutuliskan ini,

Sayangku, sujud pertama rokaat terakhirku adalah doa untuk orangtua-orangtua kita, dan sujud kedua rokaat terakhirku adalah doa untukmu dan anak-anak kita.

So, Sering2 mendoakan orang lain ya, sahabat…

Terasa sempitnya hidup ini, atau berbagai gambaran negatif yang sering terbentuk saat melihat kejadian-kejadian yang terjadi di hadapan kita, yang kerap menyeret ke arah ketidakbahagiaan, adalah disebabkan salah satunya oleh keengganan kita kita mendoakan orang lain.

Pengalamanku ini adalah salah satu buktinya. Baru sedikit saja kita berusaha menyebut orang-orang dalam doa kita, langsung apa yang kita mintakan untuk mereka,  pun kita dapatkan. Sungguh Allah Maha Baik.

Teringat aku, kebiasaan mbah kakungayahanda ibuku di hari tua sebelum wafatnya. Setiap ba’da sholat shubuh, beliau berwirid dan berdoa, menyebut semua nama-nama saudara, kerabat, sahabat serta siapa saja yang sempat diingatnya, lalu dimintakan kebahagian bagi mereka.

Sempat aku duduk dibelakangnya mendengarkan, dalam lamat-lamat getaran suara beliau terdengar namaku pun disebutnya, Ya Allah, jadikanlah cucuku TuanSUFI yang sekarang menjadi dosen, menjadi dosen yang terbaik. Bukakanlah pintu ilmu pengetahuan baginya, serta keutamaan dalam mengajarkan ilmu pengetahuannya itu…

Subhanallah, kalau beliau masih hidup, mungkin sekarang sedang tersenyum bangga melihatku mendapat kesempatan menuntut ilmu sampai di Perancis ini. Dan aku yakin sekali, beliau pun mendapatkan berkali-kali lipat dari yang beliau mintakan bagi orang-orang yang disebutkan dalam dia panjangnya waktu itu. Salam rindu, mbah. Semoga rahmat dan maghfiroh tercurah kepadamu…

Teringat pula aku terhadap sebuah Hadits Nabi yang Mulia yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda’ ra., bahwasannya Rasulullah SAW bersabda, “Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan.  Di atas kepalanya ada malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata ‘aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia dapatkan’” (Kitab Shahih Muslim no. 2733)

11 Tanggapan

  1. Mendo’akan saudara sendiri merupakan bagian dari latihan Ikhlas….
    Ikhlas syarat utama diterimanya amalan, bukan begitu tuan sufi?

  2. Subhanallah…, setelah hampir sebulan mengutak-ngutik parameter highspeed camera untuk stereovision, barulah awal minggu ini kudapatkan semua pengetahuannya. Bertubi-tubi pula… ! Kalau mau ikut-ikutan orang eropa, mungkin aku akan teriak “eureka…!!“ tapi aku memilih ucapan Alhamdulillah dan berdiri tiba-tiba di Laboratorium ruang kerjaku, sampai beberapa sahabat di sekitarku menoleh. he he he.

    Betapa tidak, dimulai dari berhasilnya modifikasi driver tambahan untuk bisa mengkoneksikan driver hardware camera dengan toolbox image acquisition matlab (c), lalu kemudian satu persatu metode untuk identifikasi dan capture properties camera-nya dapat kuketahui dan kubuatkan kodenya… muantappp.

    Semuanya ini ternyata setelah aku mendoakan istri dan keluargaku yang terpisah jauh ini supaya berlapang dada. Kemudian ternyata dadaku juga langsung dilapangkan oleh-NYA. Kontan !

    Berikut ini rangkaian doanya ;

    Wahai Dzat Yang Maha Perkasa Kutitipan anak istriku kepadaMu, Jagalah mereka Ya Allah Seperti Engkau telah menjaga Ismail dan ibunya Di tengah gurun pasir tiada bertepi.

    Ya Allah, Dampingi istriku yg sholehah ini, agar kemudian Engkau akan menguatkan hatinya,melapangkan dadanya.

    Dan dalam salah satu SMS-ku kutuliskan ini,

    Sayangku, sujud pertama rokaat terakhirku adalah doa untuk orangtua-orangtua kita, dan sujud kedua rokaat terakhirku adalah doa untukmu dan anak-anak kita.

    So, Sering2 mendoakan orang lain ya, sahabat…

    Terasa sempitnya hidup ini, atau berbagai gambaran negatif yang sering terbentuk saat melihat kejadian-kejadian yang terjadi di hadapan kita, yang kerap menyeret ke arah ketidakbahagiaan, adalah disebabkan salah satunya oleh keengganan kita kita mendoakan orang lain.

    Pengalamanku ini adalah salah satu buktinya. Baru sedikit saja kita berusaha menyebut orang-orang dalam doa kita, langsung apa yang kita mintakan untuk mereka, pun kita dapatkan. Sungguh Allah Maha Baik.

    Teringat aku, kebiasaan mbah kakung – ayahanda ibuku di hari tua sebelum wafatnya. Setiap ba’da sholat shubuh, beliau berwirid dan berdoa, menyebut semua nama-nama saudara, kerabat, sahabat serta siapa saja yang sempat diingatnya, lalu dimintakan kebahagian bagi mereka.

    Sempat aku duduk dibelakangnya mendengarkan, dalam lamat-lamat getaran suara beliau terdengar namaku pun disebutnya, Ya Allah, jadikanlah cucuku TuanSUFI yang sekarang menjadi dosen, menjadi dosen yang terbaik. Bukakanlah pintu ilmu pengetahuan baginya, serta keutamaan dalam mengajarkan ilmu pengetahuannya itu…

    Subhanallah, kalau beliau masih hidup, mungkin sekarang sedang tersenyum bangga melihatku mendapat kesempatan menuntut ilmu sampai di Perancis ini. Dan aku yakin sekali, beliau pun mendapatkan berkali-kali lipat dari yang beliau mintakan bagi orang-orang yang disebutkan dalam dia panjangnya waktu itu. Salam rindu, mbah. Semoga rahmat dan maghfiroh tercurah kepadamu…

  3. Sangat menyentuh, doa untuk istri, saya akan menirukan doanya . terima kasih telah membukakan hati saya untuk mendoakan istri saya.

  4. saya sedang menuntut ilmu terpaksa jauh dari istri dan anak untuk sementara. doanya sangat indah sekali mas. saya juga akan meniru doanya, supaya terjaga keluarga saya disana dan dilancarkan tujuan saya disini

  5. tuan sufi saya membuka situs anda mengenai do’a, untuk istri, tp d situ aku tidak,menemukan 1 huruf atau rangkaian do’a, yg ada hnya arti yg blm jelas dalilnya, klo do’a seperti itu insya allah semua orang tahu.dan apa artinya sms buat istrimu yg tercantum d situ.atau, apakah biar semua orang tahu klo kmu memanggil istrimu sayang……..? kullu kalam fadhi…….?

    TuanSUFI : Alhamdulillah, terima kasih atas masukannya. Jika soal berbahasa yang menjadi persoalan, tentunya bagiku yg dhoif ini, sepertinya, tidaklah banyak yg kukuasai, jika dibandingkan dgn pengetahuan sahabatku Farah. Menurutku, hakikat doa itu adalah karunia fasilitas komunikasi kita dengan Sang Maha Berkehendak, oleh karena itulah kepahaman kita atas apa yg diminta Insya Allah akan memberikan keutamaan yg lebih baik lagi. Tulisan ini adalah salah satu caraku untuk mengungkapkan makna QS Al Ahqaaf ayat 15 dan Al-Furqan ayat 74, bagi keluargaku yang harus terpisah karena amanah menuntut ilmu.

    Lalu soal panggilan kepada istriku, rasanya semua suami akan melakukannya kepada istrinya. Itu adalah salah satu caraku untuk memuliakannya, jadi rasanya kan tidak ada yg salah di sana.

    Selain itu, ternyata, seperti yg telah kutuliskan dlm smsku di atas bahwa salah satu cara untuk memelihara hubungan batin antara keluargaku yg terpisah jauh ini, adalah menguntai doa setelah dzikir sunnah dalam sujud2 sholatku. Sungguh, aku cuma ingin membagi suatu rasa kedekatan yg tiba2 terjelma itu dengan sahabat2 yg mungkin mengalami hal yg sama dgnku karena harus terpisah jauh dari cahaya hatinya dan sang penentram pandangannya. Sederhana saja kan?

    Akhirnya, dlm kesempatan silaturrahim di antara kita ini, perkenankan aku ucapkan terima kasih atas kunjungannya sahabat. Semoga Allah selalu menuntunmu dan kita semua, dalam memahami berbagai hikmah kehidupan yg tak terhitung ini…

  6. bagus doanya.. mohon ngutip niehh

  7. apakah memberikan / menolong / mendoakan orang yang menindas kita semoga selalu di beri hidayah apakah merupakan perbuatan ikhlas

  8. terima kasih. lagi butuh juga doa untuk orang2 tercinta saya.

  9. Sangat menyentuh, doa untuk istri, saya akan menirukan doanya . terima kasih telah membukakan hati saya untuk mendoakan istri saya.

  10. saya lagi jauh dengan keluarga ku,doa nya sangat menyentuh mohon izin ngutip….terimakasih.

  11. terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: