• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 190,446 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Hukum mati yang digantung-gantung

Dalam quran sangat jelas menyebutkan bahwa di dalam qishas ada kehidupan. zaman nabi dulu, pelaksanaannya lugas dan efisien, bagi keluarga korban belum kering airmata, bagi masyarakat masih teringat pedihnya perilaku kejahatan yang menganiaya atau bahkan menghilangkan nyawa orang, dan bagi sang pelaku masih besar penyesalannya, dan tebusan qishas ini insya Allah akan menghapus dosa-dosanya di akhirat sehingga bersih dalam menghadap kehadirat Allah SWT. Dalam Qishas, semua mendapatkan keadilannya. Bahkan jika keluarga sang korban memaafkan akan bertambah pahala kebaikan bagi semuanya, disamping ada ganjaran diyat secara materi, dan bagi sang pembunuh atau sang penganiaya diberikan kesempatan hidup untuk memperbaiki akhlaqnya, dan bagi masyarakat tentunya adalah pelajaran berharga untuk menjunjung tinggi kehidupan.

Betapa Islam menghargai nyawa manusia, dalam salah satu esensi ajarannya menyebutkan bahwa membunuh satu orang saja tanpa sebab yang dibenarkan syar’i yang merupakan manifestasi kedzaliman sama saja membunuh seluruh umat manusia. Kesalahan yang hukumannya jelas, pukul di pipi kiri, di balas dengan pukul yang sama di pipi kiri juga. Jika melukai, di balas setimpal melukai di tempat yang sama. dan jika menghabisi nyawa orang pengadilan akan memutuskan dengan menawarkan kepada keluarga korban untuk dibalas setimpal atau justru dimaafkan dengan membayar diyat atau dalam bahasa kampung kita adalah uang darah. Di negeri pancasila ini, ketika hukum kolonial yang ketinggalan zaman tidak bisa mengatasi persoalan hukum di masyarakat, maka atas musyawarah dengan pihak yang bertikai diterapkanlah esensi qishas dan selesailah persoalan. Contoh ini dapat kita lihat pada kejadian perang antar suku di irian jawa beberapa saat yang lalu.

Beberapa kejadian yang masih hangat terjadi di negeri ini adalah eksekusi mati pembunuh satu keluarga tentara yang terjadi 20 tahun yang lalu. Waktu eksekusi yang sangat lama dari kejadian, yang disebabkan oleh mekanisme permohonan keringanan hukuman sampai grasi presiden yang berlarut-larut adalah sebab utama kenapa pelaksanaan hukuman mati ini digantung-gantung.

Keluarga korban sudah kering air matanya, masyarakat sudah mulai melupakannya dan si pembunuh pun sudah merasa tentram atas keringanan ini. Maka kemudian terjadilah pro kontra di masyarakat. Yang kontra beralasan, si pembunuh sudah bertobat dan sudah terhukum sehingga tidak layak lagi untuk dieksekusi mati, namun rupanya yang kontra ini sudah ‘agak’ melupakan betapa kejamnya mereka merencanakan pembunuhan dan betapa kejinya ketika pembunuhan itu dilaksanakan serta dahsyatnya ketegaan atas usaha-usaha menghilangkan jejak pembunuhan tersebut. Yang pro juga terasa sudah kehilangan momentum karena sudah sekian lama peristiwa itu terjadinya.

Jadi apakah begitu pelaksanaan hukuman yang berkeadilan ? Aku melihat ketidakpastian hukum oleh waktu dan berbagai aspek lainnya yang tidak tegas menghasilkan harga sosial yang cukup mahal bagi kita semua sebagai anggota masyarakat. Efek jera bagi siapa pun yang ingin berbuat kejahatan tidak begitu menggigit. Efek kesedihan para korban kejahatan kadang menjadi aib yang ditelan sendiri bertahun-tahun menjadi kepedihan yang tidak terhiburkan sedikit pun.

Rasanya skrip hukum kita perlu ditinjau kembali demi terciptanya keadilan. Mungkin sahabat-sahabat yang paham dapat mencari jalannya?

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: