• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 209,999 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Makanan di paris

Bagian 3 : Makanan di Paris

Bicara soal makanan, Paris itu surganya makanan, tapi bagiku justru kita harus sangat berhati-hati kalau surganya itu ada di dunia. Soalnya, walau pun cara makanan dihidangkan di kota ini sangat incredible dan menarik selera, namun dari segi kehalalannya mesti dicek betul-betul. Pertama ya soal dagingnya, babi atau bukan ?  (tapi biasanya daging babi), yang kedua  jika tidak babi, bagaimana pemotongannya ? dan yang ketiga bumbu masaknya mengandung bahan2 yang dilarang atau tidak (biasanya alkohol, atau alat masak bercampur atau tidak?) dan minumannya pun harus bebas dari alkohol pula. Setidaknya itu bagiku, yang mencoba tetap istiqomah dalam menegakkan tuntunan nabi Al amin…

Nah, jadi untuk makanan halal ini kita harus berjuang mencarinya. Restauran kebab adalah sasaran utama karena restauran ini banyak tersebar di semua lokasi dan jam bukanya dari pagi sampai menjelang tengah malam, dan lagi karena pengelola restauran ini biasanya muslim yang mencantumkan label halal, atau jika  sahabat ingin mendapatkan variasi makanan yang lain,  maka yang bisa jadi incaran selanjutnya adalah restauran dengan masakan-masakan timur tengah seperti pakistan atau aljazair. Itu juga kalau sahabat semua tahan dengan aroma pedasnya.

So, sekarang aku mau cerita soal kebab ya. Gambar di samping ini adalah contoh kebab dengan goreng kentang, kira2 seharga 4-5 euro. kita bisa memilih jenis sayuran yang mau ditaruh disana, apakah beberapa macam daun salad, bawang bombay atau tomat. Selain itu juga kita juga bisa pilih saosnya, di perancis ini kalau kita bilang pakai saos, itu artinya saos tomat, jika mau pedas sedikit kita bisa minta harissa (ini cabe giling!) atau mayones atau vinegrat (tapi hati-hati dengan vinegrat krn kadangkala ada juga yang beralkohol, sekali pun kita belinya di toko yang ada label halalnya).Dan ada beberapa jenis saos yang lain yang saya ngga ingat namanya. Sedang untuk dagingnya biasanya campuran sapi, kambing ayam atau kalkun.

Yang membedakan toko kebab yang satu dengan toko kebab lainnya adalah rotinya. Perbedaan roti bisa dari bentuknya ; ada yang berbentuk elips dipotong vertikal, ada juga yang rotinya setengah lingkaran seperti bantal buat nonton TV di rumahku (gede banget!). Lalu perbedaan selanjutnya adalah keempukan rotinya, menurut kawanku, jenis2 roti ini adalah tergantung dari keluarga mana si penjual kebab ini, sebab cara pengolahan roti adalah resep rahasia dari keluarga masing-masing.

Lalu, dalam restauran kebab, kita juga bisa menemui makakan yang namanya sandwich kefta, semua bahannya sama dengan kebab kecuali tidak memakai roti, tetapi memakai bahan tipis dari tepung yang membungkus daging, saos dan saladnya. Jadi boleh dibilang bahwa kefta ini adalah bentuk lite dari yang namanya kebab.

Jadi kemudian 2 hari berjalan di paris ini, aku otomatis cuma makan kebab aja. Satu porsi kebab itu sangat mengenyangkan untuk perut made in indonesia ini. Aku dan kawan-kawan tidak mau ambil resiko nyoba makanan di sembarang tempat, walau pun sajiannya menarik, dan juga tidak punya cukup waktu untuk mencari restauran umum yang kehalalannya terjamin.  Mungkin suatu saat nanti aku akan mencoba wisata kuliner di paris, khusus untuk restauran2 halal. Nah, itulah reportaseku mengenai kebab.

Satu Tanggapan

  1. Assalamua’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh,

    Salam kenal…

    Kebetulan saya tinggal di Perancis, tepatnya di pinggiran kota Paris.
    Saya beragama Islam. Untuk makanan halal, setiap saya jalan-jalan santai, pilihannya pasti kebab.
    Ada alternatif lain, yaitu ayam goreng tepung ala KFC yang ada di boulevard Sebastopol dekat Chatelet/Pompidou, saya pernah beberapa kali makan disana, rasanya lebih nendang :), yang saya baca di internet, yang punya kedai Euro Chicken ini orang muslim bangladesh. Waktu pertama kali saya ke sana, saya menebak2, mungkin mereka orang pakistan :)
    Atau kalau kangen dengan masakan Indonesia, bisa ke koperasi KBRI :D
    Pernah juga saya sempat melihat sekilas, restoran India dan Thailand dengan label halal, di dekat Montparnasse, tapi saya belum pernah masuk ke situ :)

    Terima kasih

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: