Rasa Ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu jika telah datang akan membawa ketidak-maksimal-an unjuk kemampuan diri sendiri. Semua gerakan serta kreatifitas yang harusnya bisa bebas, jadi seperti dalam tempurung kura-kura, yang sempit dan sangat panas. Tak berani menunjukkan kepalanya sendiri.
Tuan Sufi mencoba menenangkan salah satu sahabatnya di malam renungan ini. Sahabatnya itu terlihat gelisah, semua geraknya seperti berada dalam bara api, sangat tidak nyaman.
Sahabatku,
Keadaan ketakutan adalah keadaan yang amat tidak mengenakkan untuk disaksikan. Segala kewaspadaan yang ada akan terpusat terhadap sumber ketakutannya itu, hingga kewaspadaannya terhadap yang seharusnya diwaspadai, malah nggak ada sama sekali. Keadaan ketakutan adalah keadaan yang amat disayangkan, yang mau tak mau akan menghasilkan gerakan-gerakan yang tak masuk akal dan yang tak pernah bisa dibayangkan. Namun biar bagaimana pun, kita akan selalu punya rasa itu. Tidak bisa tidak, sewaktu-waktu kita mungkin akan mengalami suatu bentuk ketakutan yang sampai menguasai pikiran – badan – maupun hati kita, yang kesemuanya itu pada hakikatnya adalah dalam kendali kita sendiri. Jadi sudah jelas, rasa takut yang memang sudah jadi bagian dari diri kita itu sebaiknya bukan malahan jadi sesuatu yang kita takuti. Sebab ada orang bijak pernah berkata, bahwa orang yang paling hebat itu adalah bukannya orang yang tidak mempunyai rasa takut, melainkan justru orang yang mengendarai rasa takutnya dengan k ecemerlangan-kecemerlangan ketenangan hati yang sama sekali tidak dikuasai rasa takutnya itu.
Sahabatku,
Membicarakan rasa takut, akan membawa kita membicarakan tentang suatu proporsi – takaran – skala serta volume tertentu tentang berbagai sebab penghasil rasa ini. Untuk mengilustrasikan berbagai parameter-parameter tadi, agaknya bagiku sendiri perlu memperhatikan lebih dahulu latarmu serta dimana awal perjalanan hidupmu, rumah tempat asalmu.
(Sahabat Tuan Sufi itu kemudian menceritakan perjalanan hidupnya. Segala masalahnya, serta latar belakang tempat kembalinya sehari-hari. Tuan Sufi mendengarkan sepenuh hati, sambil sesekali mengarahkan kembali pembicaraan sahabatnya itu, yang sebentar-sebentar melantur kembali ke keluhan-keluhannya, kebuntuan-kebuntuan nya. Rasa takut itu ternyata juga membuat mengalirnya beratus-ratus macam keluhan).
Sahabatku,
Rasa takutmu adalah sebentuk rasa takut yang dialami pula oleh seluruh manusia dijagat raya ini. Rasa takutmu itu berasal dari kecintaanmu terhadap sesuatu secara berlebihan karena telah terkontaminasi oleh nafsumu sendiri.
Sahabatku,
Rasa cintamu itu sedemikian besarnya sehingga timbul rasa tidak mau kehilangan terhadap sesuatu yang engkau cintai itu. Aku jadi mengingat suatu cerita main-main, tapi punya arti yang dalam untuk menganastesi ketakutanmu itu, tentang seorang ilmuan cerdas cendikiawan yang menjadi sangat bertingkah pelupa serta konyol di depan seorang wanita yang sangat ia cintai dan harapkan jadi pendampingnya. Sampai akhirnya wanita yang dicintainya itu jadi ragu sendiri atas rasa cinta ilmuan itu kepadanya. Ilmuan itu menjadi lebih salah tingkah. karena dengan keadaan dirinya dikuasai rasa takut kehilangannya itu, nyatanya sudah separuh kejadian perwujudan atas hal yang ditakutkannya itu men jadi kenyataan.
Ilmuan itu segera menyadari dengan logika sekulernya, untuk mengatasi rasa takut itu adalah dengan mencari kepastian dari wanita yang dicintainya tentang bagaimana perasaan di antara keduanya. Ilmuan itu akhirnya berkata sambil memerah mata mengungkapkan perasaannya, ” Aku sebenarnya tidak separah ini, Aku bukan orang yang pelupa, Aku juga bukan orang yang selalu bertingkah konyol, Aku sebenarnya sangat takut kehilanganmu, kehilangan orang yang sangat kucintai sehingga kadang aku kehilangan akal saat bertemu denganmu.”
(Untuk lebih jelasnya nonton aja film “FLUBBER” Keluaran Disney, 1997 Goh/Masuknya cerita ini adalah untuk mengenang seorang temanku)
Sahabatku,
Ungkapan ilmuan tadi adalah sebentuk kejujuran seorang manusia yang tertekan. Hal ini pun sudah kau lakukan beberapa menit yang lalu dengan menceritakan kepadaku latar belakang ketakutanmu.Tapi dalam ceritaku tadi, ketakutan yang ada hilang begitu saja dengan menyampaikan kejujuran perasaan ilmuan tadi kepada wanita yang dicintainya. Bagiku, itu saja tidak cukup. Cara ini hanya akan menghilangkan sementara ketakutan itu. Namun sumbernya sendiri tidak hilang.
Sahabatku,
Seperti yang tadi kukatakan di depan, rasa cinta terhadap sesuatu secara berlebihan adalah sumber rasa takut itu.Cobalah kembali kita berzikir, ingat kepada Sabda Sang Penguasa Jagad raya ; Bahwa segala yang diberikan kepada kita itu adalah titipan yang akan dipertanggungjawabkan kepadaNya kelak pada saat hari pertanggungjawaban sudah datang. Titipan yang sewaktu-waktu akan diambil olehNya, dengan cara apa pun. Oleh karena itulah, kita harus menyiapkan diri. memiliki rasa ikhlas, serta jangan terlalu mengikuti rasa ingin memiliki yang berlebihan.
Sahabatku,
Rasa takutmu itu terjadi karena dengan tidak sengaja, kau yang hanya seorang hamba telah menggunakan Hak Allah Yang Maha agung dalam kehidupanmu. Rasa ingin memiliki dan menguasai apa-apa yang kau cintai itu adalah inti ketidaksengajaanmu menggunakan Hak Allah Yang Maha Memiliki Segala sesuatu. Sebab biar bagaimana Seorang manusia tidak akan mampu menggunakan Hak Sang Maha Pencipta di dalam dirinya. Berdasarkan ini, rasa takut itu juga ternyata bisa saja berasal dari kesombongan diri sendiri.
Sahabatku,
Untuk menghilangkan rasa takutmu, harus dimulai dengan mengubah penilaianmu terhadap materi. Jika kau mengukur kebahagiaan itu adalah berasal dari kepemilikan materi yang banyak, kau akan terus-terusan dilanda takut kehilangan serta ketakutan-ketakutan yang lain yang tiada akan pernah berhenti. Memang betul, kehorma tan itu akan lebih mudah didapat kalau kita kaya, namun akan lebih sempurna lagi kalau kehormatan itu didapat dari akhlak yang baik (Akhlakul Karimah) serta pemikiran-pemikiran yang diwujudkan menjadi sebuah karya besar yang berguna bagi masyarakat.
Pengkultusan terhadap materi juga awal pemicu ketakutanmu itu. Coba berfikirlah dengan pola pikir non materi, yaitu tanpa mengharapkan imbalan-imbalan langsung terhadap apa-apa yang kita kerjakan. Pemberian harga secara materi atas gerakan-gerakan ki ta sehari-hari sebenarnya telah membawa jiwa kita ke arah jiwa budak. yang akan marah dan brutal jika tenaganya tidak segera dibayar kontan.
Sahabatku,
Masalah materi ini dapat dieliminir dengan cara selalu mengingat kehidupan kita di masa yang akan datang. Persiapan kita menghadapi perjalanan panjang kita di akhirat, akan menuntun kita kepemahaman yang sebenarnya untuk menyikapi segala yang ada di dunia ini, termasuk materi. Kita akan dituntun oleh Allah, untuk mengetahui berbagai proporsi yang pas yang harus kita jalankan dalam menghadapi segala cobaan dan tantangan di dunia ini.
Sahabatku,
Penuntunan Ilahi ini yang akan menimbulkan rasa tenang yang tiada habisnya. Segala bentuk ketakutan akan berubah menjadi ketabahan yang akan membuat kita memandang segala bentuk kejadian yang menimpa kita sebagai ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran . Hal ini secara legendaris telah menjadi sifat dasar Muslimin dari masa ke masa, yaitu dikala mendapat kenikmatan, Ia berucap Alhamdulillah, dan di kala mendapat suatu musibah tetap saja Alhamdulillah.
Sudah saatnya kini kita untuk tetap mengkondisikan diri kita dalam posisi bersyukur kepadaNya. Sebab biar bagaimana pun, apa pun yang diberikanNya kepada kita itu adalah suatu hal yang terbaik bagi kita.
Kita boleh saja memiliki ambisi, tapi ambisi yang tidak menguasai hati nurani. Kita pun boleh saja memiliki rencana besar, tapi rencana yang harus dilandasi dengan metode – cara – serta langkah yang diridhoi-Nya.
Mari bersama kita tumbuhkan ;
kesederhanaan dari keagungan sejati,
ketenangan dari kebijaksanaan sejati,
dan kelemahlembutan dari ketentraman hakiki ….
(Catatan IqbalGoh-VIII-060498)
Filed under: TuanSufi








Saya seorang yang sangat takut dgn hal2 yg berbau mistis. Misal tiap kali saya berjalan di tempat sepi pada jam 10an walaupun tidak terlalu gelap, padahal banyak rumah di situ, saya selalu merasa ada ketakutan yang amat sangat. Bahkan di rumah jika saya sendiri pun saya lebih baik diam di kamar dan memaksa utk tidur daripada di ruang tengah utk nonton tv, padahal baru jam 7 lebih sedikit. Tolong, bgmn cara mengatasi ketakutan berlebihan saya ini? Padahal saya seorg lelaki
Sahabatku…..aku lagi bingung nih.
Tunanganku memang banyak yang menyukai. Nah yang jadi permasalahan aku sering mendapat ancaman akan dikeroyok oleh seseorang yang juga menyukai dia apabila aku tidak meninggalkannya. Kebetulan orang yang menyukai tunanganku itu adalah tunangannya sebelum aku. Aku tidak berburuk sangka, namun mungkin orang itu kira aku telah merebut wanita itu dari tanggannya. MOHON PENDAPATNYA
asalammualaikum W. W,
Pa Sufi, selama ini aku tidak bisa hidup dengan tenang, karena aku selalu digulung oleh rasa takut.
Awalnya aku was-was dalam solat, aku solat hingga 2 kali karena aku selalu merasa celana yang ku pakai itu terkena najis setelah aku pipis.
aku takut solatku tak diterima oleh Allah, dan kalau solatku tidak diterima, aku akan “disiksa”.
nah, aku sudah 3 bulan dihantui rasa takut seperti itu.
aku stress karena selalu kepikiran seperti itu, sampai – sampai nilai disekolahku menurun drastis.
kadang-kadang aku suka ingin mengakhiri hidupku karena aku sudah tak kuat dengan rasa takut yang selalu menghantui aku.
Pa, tolong berikan solusi padaku.
Wasalammualaikum W. W,
Dear angga yang baik…
dalam psikologi apa yang dirasakan angga disebut dengan obsesif kompulsif…
sebetulnya celana angga gak kotor kok… dan hanya Allah yang tau … kalopun kotor, dan kita gak tau.. Allahpun MAHA PEMAAF dan MAHA PENGAMPUN…
Kekhawatiran yang berlebih kemudian berpengaruh pada perilaku yang berlebih juga…..
Hentikan perasaan yang mengejar-ngejar itu dengan istigfar yang keras… sampai angga bisa dengar sendiri istigfar itu… karena emosi dan perasaan negatif menguasai angga…
Kembalikan rasionalitas dan sikap positif yang angga sudah pendam selama ini…
Jangan sampai berpikir akan bunuh diri… ITU PIKIRAN YANG BERLEBIHAN… Segeralah balik kembali… BAHWA ALLAH YANG MENGUASAI JIWA ANGGA… bukan angga… kembalikan segalanya kepada-Nya… segala ketakutan segala kekhawatiran segala kecemasan..
Segera mintalah bantuan psikolog klinis… karena Angga memerlukan Bantuan dan terapi….
PASRAHLAH PADA ALLAH ya Angga yang OPTIMIS… ANGGA yabg senantiasa berupaya untuk memberi yang terbaik dalam hidup ini
…
Dear angga yang baik…
dalam psikologi apa yang dirasakan angga disebut dengan obsesif kompulsif…
sebetulnya celana angga gak kotor kok… dan hanya Allah yang tau … kalopun kotor, dan kita gak tau.. Allahpun MAHA PEMAAF dan MAHA PENGAMPUN…
Kekhawatiran yang berlebih kemudian berpengaruh pada perilaku yang berlebih juga…..
Hentikan perasaan yang mengejar-ngejar itu dengan istigfar yang keras… sampai angga bisa dengar sendiri istigfar itu… karena emosi dan perasaan negatif menguasai angga…
Kembalikan rasionalitas dan sikap positif yang angga sudah pendam selama ini…
Jangan sampai berpikir akan bunuh diri… ITU PIKIRAN YANG BERLEBIHAN… Segeralah balik kembali… BAHWA ALLAH YANG MENGUASAI JIWA ANGGA… bukan angga… kembalikan segalanya kepada-Nya… segala ketakutan segala kekhawatiran segala kecemasan..
Segera mintalah bantuan psikolog klinis… karena Angga memerlukan Bantuan dan terapi….
PASRAHLAH PADA ALLAH ya Angga yang OPTIMIS… ANGGA yabg senantiasa berupaya untuk memberi yang terbaik dalam hidup ini
.
Gimana membuang rasa grogi
Grogi atau kecemasan berasal dari pikiran yang kemudian merasuk ke emosi dan akhirnya emosi itulah yang mengendalikan semuanya…
hal fisik yang dilakukan adalah menstabilkan debaran jantung dengan bernafas lewat mulut dan buang lewat hidung.. lakukan berulang-ulang
meminum air putih pun akan membantu..
kemudian kembalilah untuk memerintahkan otak melanjutkan tugasnya.. untuk lebih berpikir rasional
buatlah hal=hal rasional dan menghibur.. itulah yang dinamakan sugesti diri…
jangan terpaku dan terfokus pada aktivitas yang membuat kita grogi tersebut..
Hilangkah kekhawatiran … berpikirlah yang menyenangkan….
bacalah hal-hal lain atau dengarkan musik atau senandung yang menenangkan…
bacalah alQuran…
makan coklat…
dan lakukan apapun yang menyenangkan…
misalnya, jika kita grogi akan menghadap ujian .30 menit sebelumnya kita jangan melakukan apapun yang berhubungan dengan ujian tersebut… persiapkan emosi dan mental saja… seperti yang tertulis di atas… jika sudah tenang.. mau baca-baca lagi materi lagi silahkan…
ketika kita grogi gelombang deltalah yang masuk kepikiran … ketika kita nyaman gelombang alfalah yang bekerja… munculkan gelombang alfa tersebut.. BUATLAH KENYAMANAN… secara fisik dan emosi…
Hal yang penting adalah sikap kepasrahan… pada Allah Maha Pengatur Segala Urusan.. Maha menentukan akhir yang terbaik untuk segala urusan kehidupan.. jadi jangan takut gagall… ketakutan or grogi sangat dekat dengan sikap pesimis….JADI OPTIMISLAH… buka hati dan buka pikiran…
ya
ass wr wb.sudah beberapa tahun ini saya di rasuki rasa was-was dan takut yg berlebihan.dan yg anehnya perasaan itu muncul sendiri tanpa saya pikirkan.rasanya sangat takut sekali,jantung berdebar-debar,cenderung perasaan saya akan mau mati saja.jadi sekarang saya takut mau kemana-mana.saya pernah mengalami di suatu tempat yg awalnya sih saya biasa saja,namun tiba2 timbul rasa takut yg luar biasa dan disertai jantung berdebar sgt hebat,tangan dan kaki saya kram dan semutan.dan itu sering terjadi.dan hal itu terjadi jika saya bepergian ke mana saja.saya bingung harus berbuat apa.alhamdulillah ibadah saya tidak pernah putus,dan begitu juga sunnsh2nya.tolong berikan jalan keluar buat saya.karena hidup saya terus berjalan,banyak yg harus saya lakukan.tolong saya solusinya.was wr wb
Assalammu’alaikum… Mas Kamal… sejenak saya mampir dan berbagi saja…
coba dilihat kondisi serta observasi sekeliling ketika ketakutan itu terjadi.,, Buatlah sebuah catatan khusus yang diisi sendiri. Tulislah tanggal, hari, waktu, tempat, ada apa saja di sekeliling setiap gejala itu datang, tulis frekuensi berapa lama ketakutan itu datang.
perlu diketahui apa yang membuat kita takut… jika ada hal konsisten apakah itu kondisi, tempat atau benda disekeliling atau orang tertentu yang selalu muncul ketika mas kamal takut, mungkin saja adalah penyebab dari ketakutan itu….
Hal yang dapat mas kamal lakukan ketika ketakutan itu datang…
Ambil nafas panjang dari hidung dan keluarkan lewat mulut berulang-ulang–hal ini untuk menstabilkan debaran jantung…
kemudian buatlah perintah ke otak untuk tenang, berzikirlah dan berpeganglah pada benda yang mantap. Jika berdiri duduklah dengan nyaman,
berupayalah untuk menyadari setiap apa yang kita lakukan saat itu
ambilah air wudhu dan cobalah untuk sholat ketika ketakutan itu muncul, tenangkanlah hati dengan dzikir dan doa…
beberapa hal tadi akan membantu mengurangi ketakutan.
yang terpenting memang mengetahui penyebabnya, jika sudah diketahui memang harus diterapi jadi selanjutnya jika memang Mas Kamal merasa belum dapat mengendalikan ketakutan itu atau bahkan tidak berhasil menemukan penyebabnya cobalah minta bantuan psikolog klinis, untuk mendapatkan terapi yang tepat.
jika memang disertai dengan dada yang sesak dan sakit, berkonsultasilah ke ahli jantung…
semoga bermanfaat …
ass.
Sepanjang aku paham masalah yang di bicarakan, saya seorang yang berani ketika berdiskusi/berbicara vis a vis, tetapi takut luar bisa ketika mau berpidato, ber presetasi, berbicara di hadapan banyak orang. adakah jalan atau teknik termudah atau terbaik untuk menhilangkan rasa ketakutan tersbut? jazakumullah. wass.
Jalan termudah dan teknis adalah untuk dapat berbicara dihadapan orang lain, adalah…. BERLATIH!…
step by stepnya :
0. Pilihlah baju yang anda senangi, pilihlah sepatu dan buatlah anda senang dengan apa yang anda gunakan… hal ini dilakukan malam sebelumnya… pakai wewangian yang anda senangi juga…. pilihlah kendaraan yang tidak membuat anda bergetar (seperti bajaj)… buatlah diri anda menyenangkan… dan jangan terlambat BANGUN pada hari anda harus berpresentasi…
Persiapkan yang terbaik dari rumah…
1. take a time… sebelum kita tampil… ada masa relaksasi dan persiapan…
hal ini lebih kepada persiapan mental dan fisik… bernafaslah yang panjang…
mencuci muka.. sambil lihatlah wajah di cermin wastafel… tersenyumlah….
berwudhu bahkan sholatlah… buatlah waktu yang menenangkan dan menyenangkan….
2. Tenangkan hati dan sugstikan diri bahwa anda bisa dan anda tenang…
3. Melangkahlah dengan pasti dan lihatlah kedepan, jangan lihat kebawah…
4. Tataplah setiap orang yang anda temui.. dan tersenyumlah…
5. Mulailah dengan memperkanalkan diri…
dan sampaikan bahwa anda merasa sangat beruntung berada diantara mereka saat ini… dan Anda bicara dengan orang bukan dengan tembok .. maka lihatlah mereka….
6. Buatlah intonasi yang menyenangkan .. jangan datar jangan suka terlalu bersemangat hingga ingin makan mic…
Tanyakan kabar penonton dan buatlah gurauan… ini akan memecah es yang membeku dalam diri anda dan juga pada diri penonton…
6 untuk awal anda berbicara adalah masanya anda beradaptasi.. jika anda sudah menyadari suara anda yang keluar dan menyadari apa yang anda bicarakan adalah sesi yang sudah membuat anda SIAP BERAKSI
maka .. IT;S SHOW TIME….
hal Penting:
BERLATIH DAN BERLATIH… saat yang pertama mungkin mengecewakan anda… tapi tenang ada saat kedua dan kesempatan yang lain lagi…. anda akan semakin terasah untuk tampilkan yang terbaik…
askum… pa sufi saya mau bertanya sudah hampir 1thnan saya mengalami rasa takut,gundah n gelisah yang berlebih terlebih dari masalah umur.dulu waktu saya umur 17 saya memiliki target ingin menikah di usia 20thn…sekarang usia saya telah menginjk 20 thn lebih n saya belum menikah..Apalagi tmn2 seumur saya sdh menikah…..sebenarnya pernah ad be2rapa cwo yang ngajak saya menikah tapi saya menolaknya karena alasan belum sreg.n saya memiliki rasa kekhawatiran yang besar tentang masa depa saya… yang ingin saya tanyakan bagaimana cara saya menghilangkan rasa takut itu?
Sya jga sring mrsa tkut bla brtmu seseorg y lebih bsar jabatannya dari saya,saya tkut disalahin,dcuwekin,dihina dsb..itu trus mghntui hdup saya,bagaimana y cara mngatasi@.
assl.w.w.saya sudah 4 bln terhakir ini sakit2x tan pak sufi dan sangat takut akan kmatian karena slalu memikirkan dosa yg telah diperbuat, biarpun saya sudah lama bertaubat. bagaimana cara menghilangkannya pak sufi.
assalaamualaikum,Wr/wB..
sejak kecil saya selalu di hantui rasa takut, sampai sekarang saya takut saya semakin luar biasa, bahkan untuk solat malam kadang saya takut, saya sangat ingin menghilangkan penyakit ini, yang sudah lama sya alami, saya merasa hidup saya sia-sia kalau begini terus, saya takut semua amal saya tidak di terima, karena setiap saya solat tidak pernah khusuk dan saya slalu minder, sungguh saya merasa
Ketakutan yang berlebihan mengindiksikan gejala kelainan psikolgis… dimulai dengan anxiety, panic attack, obsesif kompulsif, phobia, dan lain-lain…
coba browsing tentang tema-tema diatas, siapa tau jadi jalan keluar untuk mencegah atau mengatasinya..
namun, jika sudah merasa tidak dapat lagi mengendalikannya mintalah bantuan psikolog klinis untuk terapi ataupun ke psikiater, jika memang membutuhkan pengobatan…
Ketakutan berawal dari perasaan yang terpendam terhadap sesuatu, masalah yang gagal diselesaikan dan lari dari masalah yang ada, bahkan menumpuk-numpuk masalah…
dalam hidup justeru akan selalu ada masalah… itulah yang kita sebut ujian… berupaya menyelesaikan masalah dengan baik satu persatu dan tidak menumpuk masalah yang ada akan mencegah kita dari berbagai ‘penyakit’
Ikhlas dan Ridho akan ketentuan ALLAH MAHA PENGGENGM JIWA adalah penyelesaian yang baik…
Pada titik kita mengikhlaskan dan membuka keridhoan justeru muncul penyelesaian masalah…
Kita adalah Hamba-Nya yang tidak akan pernah diiDZOLIMI oleh -NYA…. justeru kita yang seringkali mendzolimi diri sendiri bahkan mendzolimi ALLAH MAHA PENCIPTA kita ……
banyak istigfar dan banyak bersyukur akan mengeluarkan kita dari berbagai masalah…
ass.wr.wb saya ingin berbagi cerita dan berharap mendapatkan bantuan..saya sudah sekitar 6 bulan blkgn ini semenjak sepupu dekat saya meninggal,merasakan rasa takut yg luar biasa.rasa takut yg saya alami adalah rasa takut dan perasaan kalau hidup saya tidak lama lg,selalu saya berfikir saya tidak mempunyai waktu yg lama lg,lalu ketika saya takut saya benar2 tidak rela kehilangan smua nya,tolong saran nya agar hidup saya kembali normal lagi,terimakasih sblm nya,wassalam..
asalamuallikum wr.wb
saya sangat mmpunyai rasa tkut akan kematian, pdahl saya tahu bahwa akhirnya saya ajg akan mti, ttpi sya blum siap!!
aplagi klau sya sdng skit, sya merasa bahwa saya akan mati!!
sya sngt tkut, tiap hr hnya rsa tkut akan pnyakit dn kmatian yg sya rsakan!!
tlong bantulah sya agar dpt leps dr rsa tkut ini….
Tuan Sufi tolong saya:
sama seperti yg lainnya saya juga memiliki rasa takut……
apalagi kala solat……, yang sangat mengganggu……
rasa takut saya membuat saya selalu berfikir negatif saat solat…. apa yahg harus saya lakukan ketika perasaan negative muncul saat solat????? padahal perasaan tersebut tidak saya yakinkan sama sekali…., mohon bantuannya ya….
ass.wr.wb,
saya sering takut akan kematian, petir, takut pergi, takut terjadi sesuatu saya ingin meminta petunjuk jalan keluar untuk mengatasi masalah saya tersebut, tolong dibalas
Assalamu’alaikum Wr.Wb..
Ni saya faiz fanani, Saya ini orngnya sangat penakut sekali pak.. waktu saya ngerja’in ujian.. trus waktu slesai ujian sya sempat tanya pada diri saya sendiri.. ” waduh aku tdi dah nulis nomer peserta apa belum ya?.. wah kalau belum gman?.. waduh ndak lulus aku nanti…:(“.. nah itu kepikiranya tuh terus pak… sampe pusing aku mikirnya..:( … trus kadangkadang saya berpikiran negatif eh yang terjadi malah pikiran positif.. contohnya.. dulu waktu saya ujian saya sempet berpikiran negatif wah.. pasti nilai ku nanti jelek.. kenyataanya nilai ku bgus.. trus aku pernah berpikiran positif “wah pasti nilai ku bgus nih, dpt terbaik..” tpi kenyataanya dpt jelek…. trus apa yang seharusnya saya lakukan pak?.. Mohon bantuannya ya..Assalamu’alaikum..