Tentang Rasa Takut

Rasa Ketakutan yang berlebihan terhadap sesuatu jika telah datang akan membawa ketidak-maksimal-an unjuk kemampuan diri sendiri. Semua gerakan serta kreatifitas yang harusnya bisa bebas, jadi seperti dalam tempurung kura-kura, yang sempit dan sangat panas. Tak berani menunjukkan kepalanya sendiri.

iqbalsufi-ngeriTuan Sufi mencoba menenangkan salah satu sahabatnya di malam renungan ini. Sahabatnya itu terlihat gelisah, semua geraknya seperti berada dalam bara api, sangat tidak nyaman.

Sahabatku,
Keadaan ketakutan adalah keadaan yang amat tidak mengenakkan untuk disaksikan. Segala kewaspadaan yang ada akan terpusat terhadap sumber ketakutannya itu, hingga kewaspadaannya terhadap yang seharusnya diwaspadai, malah nggak ada sama sekali. Keadaan ketakutan adalah keadaan yang amat disayangkan, yang mau tak mau akan menghasilkan gerakan-gerakan yang tak masuk akal dan yang tak pernah bisa dibayangkan. Namun biar bagaimana pun, kita akan selalu punya rasa itu. Tidak bisa tidak, sewaktu-waktu kita mungkin akan mengalami suatu bentuk ketakutan yang sampai menguasai pikiran – badan – maupun hati kita, yang kesemuanya itu pada hakikatnya adalah dalam kendali kita sendiri. Jadi sudah jelas, rasa takut yang memang sudah jadi bagian dari diri kita itu sebaiknya bukan malahan jadi sesuatu yang kita takuti. Sebab ada orang bijak pernah berkata, bahwa orang yang paling hebat itu adalah bukannya orang yang tidak mempunyai rasa takut, melainkan justru orang yang mengendarai rasa takutnya dengan k ecemerlangan-kecemerlangan ketenangan hati yang sama sekali tidak dikuasai rasa takutnya itu.

Sahabatku,
Membicarakan rasa takut, akan membawa kita membicarakan tentang suatu proporsi – takaran – skala serta volume tertentu tentang berbagai sebab penghasil rasa ini. Untuk mengilustrasikan berbagai parameter-parameter tadi, agaknya bagiku sendiri perlu memperhatikan lebih dahulu latarmu serta dimana awal perjalanan hidupmu, rumah tempat asalmu.

(Sahabat Tuan Sufi itu kemudian menceritakan perjalanan hidupnya. Segala masalahnya, serta latar belakang tempat kembalinya sehari-hari. Tuan Sufi mendengarkan sepenuh hati, sambil sesekali mengarahkan kembali pembicaraan sahabatnya itu, yang sebentar-sebentar melantur kembali ke keluhan-keluhannya, kebuntuan-kebuntuan nya. Rasa takut itu ternyata juga membuat mengalirnya beratus-ratus macam keluhan).

Sahabatku,
Rasa takutmu adalah sebentuk rasa takut yang dialami pula oleh seluruh manusia dijagat raya ini. Rasa takutmu itu berasal dari kecintaanmu terhadap sesuatu secara berlebihan karena telah terkontaminasi oleh nafsumu sendiri.

Sahabatku,
Rasa cintamu itu sedemikian besarnya sehingga timbul rasa tidak mau kehilangan terhadap sesuatu yang engkau cintai itu. Aku jadi mengingat suatu cerita main-main, tapi punya arti yang dalam untuk menganastesi ketakutanmu itu, tentang seorang ilmuan cerdas cendikiawan yang menjadi sangat bertingkah pelupa serta konyol di depan seorang wanita yang sangat ia cintai dan harapkan jadi pendampingnya. Sampai akhirnya wanita yang dicintainya itu jadi ragu sendiri atas rasa cinta ilmuan itu kepadanya. Ilmuan itu menjadi lebih salah tingkah. karena dengan keadaan dirinya dikuasai rasa takut kehilangannya itu, nyatanya sudah separuh kejadian perwujudan atas hal yang ditakutkannya itu men jadi kenyataan.

Ilmuan itu segera menyadari dengan logika sekulernya, untuk mengatasi rasa takut itu adalah dengan mencari kepastian dari wanita yang dicintainya tentang bagaimana perasaan di antara keduanya. Ilmuan itu akhirnya berkata sambil memerah mata mengungkapkan perasaannya, ” Aku sebenarnya tidak separah ini, Aku bukan orang yang pelupa, Aku juga bukan orang yang selalu bertingkah konyol, Aku sebenarnya sangat takut kehilanganmu, kehilangan orang yang sangat kucintai sehingga kadang aku kehilangan akal saat bertemu denganmu.”

(Untuk lebih jelasnya nonton aja film “FLUBBER” Keluaran Disney, 1997 Goh/Masuknya cerita ini adalah untuk mengenang seorang temanku)


Sahabatku,

Ungkapan ilmuan tadi adalah sebentuk kejujuran seorang manusia yang tertekan. Hal ini pun sudah kau lakukan beberapa menit yang lalu dengan menceritakan kepadaku latar belakang ketakutanmu.Tapi dalam ceritaku tadi, ketakutan yang ada hilang begitu saja dengan menyampaikan kejujuran perasaan ilmuan tadi kepada wanita yang dicintainya. Bagiku, itu saja tidak cukup. Cara ini hanya akan menghilangkan sementara ketakutan itu. Namun sumbernya sendiri tidak hilang.

Sahabatku,
Seperti yang tadi kukatakan di depan, rasa cinta terhadap sesuatu secara berlebihan adalah sumber rasa takut itu.Cobalah kembali kita berzikir, ingat kepada Sabda Sang Penguasa Jagad raya ; Bahwa segala yang diberikan kepada kita itu adalah titipan yang akan dipertanggungjawabkan kepadaNya kelak pada saat hari pertanggungjawaban sudah datang. Titipan yang sewaktu-waktu akan diambil olehNya, dengan cara apa pun. Oleh karena itulah, kita harus menyiapkan diri. memiliki rasa ikhlas, serta jangan terlalu mengikuti rasa ingin memiliki yang berlebihan.

Sahabatku,

Rasa takutmu itu terjadi karena dengan tidak sengaja, kau yang hanya seorang hamba telah menggunakan Hak Allah Yang Maha agung dalam kehidupanmu. Rasa ingin memiliki dan menguasai apa-apa yang kau cintai itu adalah inti ketidaksengajaanmu menggunakan Hak Allah Yang Maha Memiliki Segala sesuatu. Sebab biar bagaimana Seorang manusia tidak akan mampu menggunakan Hak Sang Maha Pencipta di dalam dirinya. Berdasarkan ini, rasa takut itu juga ternyata bisa saja berasal dari kesombongan diri sendiri.

Sahabatku,
Untuk menghilangkan rasa takutmu, harus dimulai dengan mengubah penilaianmu terhadap materi. Jika kau mengukur kebahagiaan itu adalah berasal dari kepemilikan materi yang banyak, kau akan terus-terusan dilanda takut kehilangan serta ketakutan-ketakutan yang lain yang tiada akan pernah berhenti. Memang betul, kehorma tan itu akan lebih mudah didapat kalau kita kaya, namun akan lebih sempurna lagi kalau kehormatan itu didapat dari akhlak yang baik (Akhlakul Karimah) serta pemikiran-pemikiran yang diwujudkan menjadi sebuah karya besar yang berguna bagi masyarakat.

Pengkultusan terhadap materi juga awal pemicu ketakutanmu itu. Coba berfikirlah dengan pola pikir non materi, yaitu tanpa mengharapkan imbalan-imbalan langsung terhadap apa-apa yang kita kerjakan. Pemberian harga secara materi atas gerakan-gerakan ki ta sehari-hari sebenarnya telah membawa jiwa kita ke arah jiwa budak. yang akan marah dan brutal jika tenaganya tidak segera dibayar kontan.

Sahabatku,
Masalah materi ini dapat dieliminir dengan cara selalu mengingat kehidupan kita di masa yang akan datang. Persiapan kita menghadapi perjalanan panjang kita di akhirat, akan menuntun kita kepemahaman yang sebenarnya untuk menyikapi segala yang ada di dunia ini, termasuk materi. Kita akan dituntun oleh Allah, untuk mengetahui berbagai proporsi yang pas yang harus kita jalankan dalam menghadapi segala cobaan dan tantangan di dunia ini.

Sahabatku,
Penuntunan Ilahi ini yang akan menimbulkan rasa tenang yang tiada habisnya. Segala bentuk ketakutan akan berubah menjadi ketabahan yang akan membuat kita memandang segala bentuk kejadian yang menimpa kita sebagai ujian yang harus dihadapi dengan kesabaran . Hal ini secara legendaris telah menjadi sifat dasar Muslimin dari masa ke masa, yaitu dikala mendapat kenikmatan, Ia berucap Alhamdulillah, dan di kala mendapat suatu musibah tetap saja Alhamdulillah.

Sudah saatnya kini kita untuk tetap mengkondisikan diri kita dalam posisi bersyukur kepadaNya. Sebab biar bagaimana pun, apa pun yang diberikanNya kepada kita itu adalah suatu hal yang terbaik bagi kita.

Kita boleh saja memiliki ambisi, tapi ambisi yang tidak menguasai hati nurani. Kita pun boleh saja memiliki rencana besar, tapi rencana yang harus dilandasi dengan metode – cara – serta langkah yang diridhoi-Nya.

Mari bersama kita tumbuhkan ;
kesederhanaan dari keagungan sejati,
ketenangan dari kebijaksanaan sejati,
dan kelemahlembutan dari ketentraman hakiki ….

(Catatan IqbalGoh-VIII-060498)

8 Tanggapan

  1. Saya seorang yang sangat takut dgn hal2 yg berbau mistis. Misal tiap kali saya berjalan di tempat sepi pada jam 10an walaupun tidak terlalu gelap, padahal banyak rumah di situ, saya selalu merasa ada ketakutan yang amat sangat. Bahkan di rumah jika saya sendiri pun saya lebih baik diam di kamar dan memaksa utk tidur daripada di ruang tengah utk nonton tv, padahal baru jam 7 lebih sedikit. Tolong, bgmn cara mengatasi ketakutan berlebihan saya ini? Padahal saya seorg lelaki

    TuanSUFI : Hyuda yang baik, ketakutan berbanding terbalik dengan keyakinan. Menurutku, cara menghilangkan ketakutan yang terbaik adalah meningkatkan keyakinan kita. Manusia diciptakan sebagai khalifah atau wakil Yang Maha Kuasa di muka bumi ini, tentunya dilengkapi dengan berbagai kemampuan sebagai pemimpin.

    Yakinlah, bahwa dengan kemampuan yang sudah dianugerahkan kepada kita tersebut kita bisa menaklukkan bumi serta segala isinya.

    Yakinlah, jika kita selalu beristiqomah berada di jalan yang dituntunkan Yang Maha Kuasa, pastilah ada pertolongan dari-NYA, yang melindungi kita dari segala macam keburukan.

  2. Sahabatku…..aku lagi bingung nih.
    Tunanganku memang banyak yang menyukai. Nah yang jadi permasalahan aku sering mendapat ancaman akan dikeroyok oleh seseorang yang juga menyukai dia apabila aku tidak meninggalkannya. Kebetulan orang yang menyukai tunanganku itu adalah tunangannya sebelum aku. Aku tidak berburuk sangka, namun mungkin orang itu kira aku telah merebut wanita itu dari tanggannya. MOHON PENDAPATNYA

    TuanSUFI :Salam kenal Moedy.. mungkin hal pertama yang perlu dilihat adalah masalah pertunangan (khitbah/melamar?) sahabat. Kalau melihat ajaran agama (Islam), ada aturan bahwa jika seorang wanita sudah dilamar oleh seorang pria, maka dia tidak boleh menjalin hubungan lain, sampai itu dibatalkan.

    Mdh2n hubungan sahabat dgn wanita ini, terjadinya setelah hubungan dengan lelaki sebelumnya diputuskan. Nah, jika begitu sebetulnya sahabat tidak perlu takut karena sudah ada di jalan yang sesuai dengan yg diajarkan oleh agama. Namun, jika hubungan sahabat ini tidak seperti itu, tentu saja tunangan yang lama punya hak untuk marah, namun tetap saja seharusnya tidak boleh melakukan tindakan2 intimidasi apalagi kekerasan kepada sahabat.

    Maka, dari pada situasi ini berlarut2, sahabat harus membicarakannya dengan pihak wanita untuk mendapatkan kepastian mengenai hubungan wanita itu dengan tunangannya sebelumnya. Tanyakan padanya bahwa ia akan memilih yang mana. Nah, sahabat tidak perlu kawatir atau takut kehilangan sang wanita dengan memberinya kesempatan untuk memilih itu, cobalah nothing to loose aja, jika memang jodoh, toh ngga akan kemana2. Tapi jika belum jodoh, tentu Yang Maha Kuasa sudah menetapkan seseorang lainnya yang lebih baik…

  3. asalammualaikum W. W,

    Pa Sufi, selama ini aku tidak bisa hidup dengan tenang, karena aku selalu digulung oleh rasa takut.

    Awalnya aku was-was dalam solat, aku solat hingga 2 kali karena aku selalu merasa celana yang ku pakai itu terkena najis setelah aku pipis.
    aku takut solatku tak diterima oleh Allah, dan kalau solatku tidak diterima, aku akan “disiksa”.
    nah, aku sudah 3 bulan dihantui rasa takut seperti itu.
    aku stress karena selalu kepikiran seperti itu, sampai – sampai nilai disekolahku menurun drastis.
    kadang-kadang aku suka ingin mengakhiri hidupku karena aku sudah tak kuat dengan rasa takut yang selalu menghantui aku.
    Pa, tolong berikan solusi padaku.
    Wasalammualaikum W. W,

    TuanSUFI : Waalaikum salam Warahmatullahi wa barakatuh. Angga yang Insya Allah diridhoi Allah, Ketelitian Angga dalam melaksanakan ibadah sholat tentunya sudah menjadi catatan amal baik yang tidak semua orang bisa mendapatkannya. Oleh sebab itu janganlah galau dan merasa berat. Aku sendiri di sini, yang tinggal di negara yang toilet umumnya sering tidak tersedia air untuk istinja’ (bersuci) berusaha untuk melindungi kebersihan celanaku dengan membuat ‘popok’ khusus yg portable sehingga cairan kencing tidak mengotori celanaku karena sisi satunya tidak tembus air. Popok yg ketika waktu2 hendak melaksanakan sholat bisa dilepas, setelah tentunya aku membersihkan tubuhku ketika sudah bertemu air. Jika, aku tidak membawa popok ini, kadangkala aku juga menggunakan tisu yang sudah dibasahi air untuk bisa digunakan sebagai alat bersuci. Bahkan, kalau diperlukan, aku selalu membawa celana khusus untuk sholat. Memang sih ribet dan memberatkan, namun untuk Allah yang telah memberikan kenikmatan yang tidak terhitung ini, tentunya harus diusahakan.

    Nah, untuk angga sahabatku ini. Berusahalah mengubah rasa galau tadi menjadi semangat yang berlipat ganda dalam sholat2 angga. Dimulai dengan kehati2an menjaga kesucian pakaian ini, cobalah untuk bersholat dengan khusyu ; tidak terburu-buru, meresapi bacaannya dan perbanyak doa meminta pertolongan kepada Allah dalam sujud2 Angga. Insya Allah, kelak Allah akan memberi kemudahan dalam kehidupan Angga di dunia dan di akhirat.

  4. Gimana membuang rasa grogi

  5. ya

  6. ass wr wb.sudah beberapa tahun ini saya di rasuki rasa was-was dan takut yg berlebihan.dan yg anehnya perasaan itu muncul sendiri tanpa saya pikirkan.rasanya sangat takut sekali,jantung berdebar-debar,cenderung perasaan saya akan mau mati saja.jadi sekarang saya takut mau kemana-mana.saya pernah mengalami di suatu tempat yg awalnya sih saya biasa saja,namun tiba2 timbul rasa takut yg luar biasa dan disertai jantung berdebar sgt hebat,tangan dan kaki saya kram dan semutan.dan itu sering terjadi.dan hal itu terjadi jika saya bepergian ke mana saja.saya bingung harus berbuat apa.alhamdulillah ibadah saya tidak pernah putus,dan begitu juga sunnsh2nya.tolong berikan jalan keluar buat saya.karena hidup saya terus berjalan,banyak yg harus saya lakukan.tolong saya solusinya.was wr wb

  7. ass.
    Sepanjang aku paham masalah yang di bicarakan, saya seorang yang berani ketika berdiskusi/berbicara vis a vis, tetapi takut luar bisa ketika mau berpidato, ber presetasi, berbicara di hadapan banyak orang. adakah jalan atau teknik termudah atau terbaik untuk menhilangkan rasa ketakutan tersbut? jazakumullah. wass.

  8. askum… pa sufi saya mau bertanya sudah hampir 1thnan saya mengalami rasa takut,gundah n gelisah yang berlebih terlebih dari masalah umur.dulu waktu saya umur 17 saya memiliki target ingin menikah di usia 20thn…sekarang usia saya telah menginjk 20 thn lebih n saya belum menikah..Apalagi tmn2 seumur saya sdh menikah…..sebenarnya pernah ad be2rapa cwo yang ngajak saya menikah tapi saya menolaknya karena alasan belum sreg.n saya memiliki rasa kekhawatiran yang besar tentang masa depa saya… yang ingin saya tanyakan bagaimana cara saya menghilangkan rasa takut itu?

Tinggalkan Balasan