Selamat Mereguk Rahmat di hari Arafah…

Berbagai keutamaan hari ini,

Sungguh membangkitkan kerinduan tak terperi….

apalagi saat teringat pesan-pesan Nabi tercinta ;

”Haji adalah wukuf di Arafah (HR Ahmad dan para penulis kitab Sunan, shahih)

”Tidak ada hari yang di mana Allah memerdekakan hamba-hambaNya dari neraka daripada hari Arafah. Allah sesungguhnya mendekati mereka dan membangga-banggakan mereka kepada para Malaikat seraya berkata: Apa saja yang mereka inginkan? (akan Aku kabulkan)” (HR Ar turmudzi).

“Barangsiapa melaksanakan haji di rumah ini tidak rafast, dan tidak berbuat fasik, maka dia kembali seperti pada hari dilahirkan ibunya (HR. Bukhari).

‘Doa paling utama adalah doa hari Arafah. Dan, sebaik-baik yang diucapkan aku dan para Nabi sebelumku adalah: laa ilaah illa Llah wahdahuu laa syariikalah (Tiada Ilah kecuali Allah yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNYa) (Kitab Muwaththo’).

TuanSUFI

Ayo belajar Instalasi Optik…

Salah seorang sahabat yang memiliki 2 master matematika itu kini mulai memasuki tahapan kedua sesi prakteknya. Seperti biasa kehebohannya melanda hampir seluruh lab. Tipikal perfectionist yang ingin semuanya serba sempurna, sehingga cukup ‘merepotkan’ banyak orang. Tak terkecuali aku, yang notabene melakukan riset pada bidang yang tidak jauh berbeda dengannya.

Kehebohan dimulai saat dia mulai mencari kamera yang dibutuhkan. Dia yang menggunakan kode image acquisition stereo yang kubuat, berulang kali menanyakan berbagai setting untuk kamera web-cam USB-nya. Padahal code-ku itu secara otomatis akan mengambil berbagai parameter yg ada di suatu kamera dan menampilkannya agar bisa diset oleh user asalkan hubungan low level pada sistem operasi (driver) sudah tersedia. Saat aku cek, semuanya ternyata diakibatkan oleh masalah pada interface USB pada notebooknya yang tidak beres. Singkatnya, setelah restart semuanya setup stereo-nya menggunakan 2 USB web-cam bisa berjalan baik.

Keesokan harinya dia kembali datang ke tempatku, menanyakan konfigurasi stereonya yang kemarin sudah berjalan baik, tiba2 tidak bisa tampil secara sempurna. Saat aku periksa ternyata memang web cam yang digunakan bermasalah pada USB dan kualitas focusnya. Saranku, ya cari kamera lain.

Merasa tidak puas dengan kinerja web-cam stereonya, Kemudian kawanku ini memutuskan untuk membeli kamera firewire. Kembali dia menyerbuku kembali dengan berbagai macam pertanyaan soal kamera firewire yang aku gunakan pada setup stereo-ku. Setelah kuberi beberapa saran, mulailah dia hunting di internet (salah satunya bisa di cek di edmund optics).

Beberapa hari kemudian, saat pesanan kameranya datang, kembali sahabatku itu datang padaku. Kali ini dia menanyakan soal setting kembali. Rupanya saranku untuk membaca karakteristik kamera yang ingin dibeli tidak dijalankannya, sehingga dia kesulitan untuk membangkitkan sensor warna pada kamera colornya itu. Yah, memang untuk beberapa jenis camera CCD firewire umumnya menggunakan filter Bayer untuk membangkitkan kemampuan warnanya. Sebetulnya dalam code image acquisition ku itu pun akan otomatis mendeteksi kemampuan ini, cuma setting default camera yang membuat setting color berada pada grayscale, sehingga harus diubah untuk mengaktifkan bayer sensornya.

Sampai saat ini justru kemudian kehebohan bukannya berhenti tapi malah meningkat. Kembali dia datang untuk meminjam berbagai perangkat penunjang optik untuk setup imaging systemnya itu. Aku mengutarakan keberatanku, soalnya setting stereoku jika diubah2 akan membuatkan mundur beberapa langkah karena harus mengulang berbagai kalibrasi camera dari citra2 yang kuambil.

Nah, pada tulisan kali ini, aku akan memberikan beberapa saran dalam menyiapkan imaging system agar tidak mengalami berbagai hal yang menimpa sahabatku ini. Baca selebihnya »

Tony Musulin – Idola baru di Web Perancis

n200535025218_2196Ada yang kenal Tony Musulin ?  Dia adalah salah seorang pekerja perusahaan keamanan Loomis di Perancis. selama 39 tahun hidupnya dia memiliki catatan bersih dan sepertinya dalam kesehariannya orang ini menjalani kehidupan membosankan. Tapi itu semua berubah pada suatu Kamis pagi setelah rutinitas penjemputan uang dari cabang bank Banque de France di Lyon. Musulin, bersama dengan dua rekannya, yang diperkirakan telah membawa sekitar € 11.6m dari beberapa bank sebelumnya berhenti di sebuah bank untuk mengambil uang lagi. Sementara kedua temannya turun dari van, Musulin tetap di dalam van. Namun ketika dua temannya kembali dalam beberapa menit kemudian, van – dan Musulin – tidak terlihat lagi.

Tiga jam kemudian van itu ditemukan, dan dalam acara TV buletin siang di Perancis segera penuh dengan berita tentang sebuah pencurian di mana seorang penjaga keamanan telah diculik. Keesokan harinya, skenario lain muncul. Polisi menduga perampokan ini bukan kasus penyanderaan, justru pelakunya adalah Tony Musulin sendiri yang mengendarai mobil uang dan menurunkan sekitar 49 karung uang tunai dengan aman dan senyum yang lebar. Sejak itu polisi mengklaim bahwa Musulin, dianggap bertindak sendirian, merencanakan perampokan siang hari dengan baik, memilih hari ketika saat seniornya dan dua penjaga sedang turun mengambil uang, dan ketika status uang yang dibawanya tersebut berada di tagihan baru dari bank yang umumnya belum memiliki catatan lengkap. Setelah itu ternyata, Musulin segera menutup rekening banknya dan membuang setiap dokumen yang bisa memberatkannya dari apartemennya. Baca selebihnya »

la Symphonie des Soupes lagi…

Pada tahun ini, di Le Creusot, Simphony des soup berlangsung di chateau de la Verreri. Inilah salah satu acara kultural yang rutin dilakukan setiap tahun, setiap awal atau pertengahan musim gugur.

Konsep acaranya adalah bagaimana bisa mendapatkan partisipasi masyarakat untuk membawa sayur sup, berapa pun jumlahnya, bagaimana pun bentuknya, mulai dari sup resep warisan nenek moyang, sup resep populer atau bahkan sup yang berasal dari imajinasi sendiri. Lalu diorganisasikan untuk bisa dinikmati bersama-sama warga kota sambil dihibur dengan acara-acara kesenian dan budaya. Selain itu, untuk memotivasi, diadakan juga penilaian untuk sup terbaik dan terfavorit. Oleh sebab itulah, di acara ini kita bisa melihat berbagai sup, mulai sup normal dengan daging dan kuah bening, sup sayuran dengan kentang atau labu, sup warna-warni dari yang berwarna oranye sampai berwarna biru, dan itu semua boleh dicicipi gratis.

Saat memasuki area acara ini, terlihat seorang Plasticien (seniman seni rupa) Jean-Jacques Beresina membuat seni patung logam dari sendok aluminium stainless steel yang diberikan oleh pengunjung. Nah, untuk ini dalam selebaran iklan jauh2 hari sebelumnya, sudah ada himbauan bagi calon pengunjung untuk membawa sendok tidak digunakan untuk bisa berpartisipasi dalam penciptaan karya ini. Kemudian, di salah satu tenda, aku menemukan salah seorang warga kota mendemontrasikan suatu alat masak Genevieve Gasc untuk memotong dan mengukir sayuran dan buah2an sehingga bentuknya menjadi menarik.

Selain itu di salah satu pojok chateau didirikan panggung konser musik untuk menemani makan sup. Sepanjang hari mulai pukul 11 pagi, ada 3 sesi pertunjukan yaitu mulai ‘Lilya’ (Folk rock soul), grup ‘Hat man session’ (Blues jazz)  dan menjelang penutupan kami dihibur oleh grup ‘Tekpaf’ (musik ska rock dan festival).

Nah, waktu kosong di antara konser2 tersebut, secara parsial pengunjung juga disuguhi pertunjukan2 yang menghibur (istilahnya ‘des spectacles dé ambulatoires‘). Misalnya seniman yang menamakan dirinya ‘La Biou’z’ Musik d’Arbois‘ , beliau ini berkursi roda namun komposisi musiknya sangat dinamis.  Kemana2 dia ditemani dengan drum yang berisi peralatan2 musik dan barang2 pribadinya. Kemudian ada juga grup ‘L’Homotonneau pour la soupe‘ : sambil membawa gerobak sup, 3 orang yang terdiri dari penyanyi, pelukis sketsa dan Pemain acordion mendatangi sekumpulan pengunjung yang sedang menikmati sup. Sang pelukis akan memilih satu orang untuk dilukis wajahnya, sambil diiringi lagu2 humor dan gembira.

Ada satu grup lagi yang sangat komunikatif dan meghibur, yaitu grup yang bernama ‘Le duo Dithyrambe‘, menurut legenda, Dame Bérénice de la Trouffinière dan Dame Culnégonde de la Garde Montée adalah  dua lady yang baru tiba di dunia modern setelah 257 tahun 3 bulan membeku di celah pegunungan Alpine. Mereka datang khusus untuk menghibur dengan musik punk dan disko. he he he, aya aya wae.

Nah, sahabat itulah salah satu tradisi keakraban antar warga kota yang mungkin bisa kita lakukan juga di kampung kita. Aku kembali menyarankan, tentu sangat menarik apabila sesama warga yang tinggal di lingkungan RT atau RW yang sama bisa mengadakan acara makan2 seperti ini. Hiburannya ngga usah mahal2, bagi warga yang punya alat musik bisa menyumbangkan sesuatu, atau sekedar karaoke pun tidak masalah. Mengingat iklim negara kita yang selalu sempurna, hangat dan dapat ditoleransi. Mereka yang iklimnya kayak dikulkas saja tidak mengurangi semangat mereka untuk bergabung dalam acara ini.

———–