Minum air putih di Perancis

Minum air putih adalah kebiasaan hampir seluruh manusia di dunia. Begitu juga aku tentunya. Dalam kesempatan tinggal di salah satu negara maju ini, aku mencoba mempelajari bagaimana masyarakat di sini meminum air putih. Sekaligus mencoba melihat2 sejauh mana pemerintahnya mengurus masalah kebutuhan primer penduduknya ini. Nah, inilah yang aku temukan.

Riset penggunaan air di dunia, menurut salah satu penelitian di Eropa beberapa tahun yang lalu (Eurostat 2001 + IFEN 2002), ternyata  berkisar 20-40 liter air tawar per orang per hari. Penggunaan ini  adalah penggunaan minimum yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan untuk minum dan sanitasi pribadi (mandi, toilet dll). Dari data tersebut ditemukan fakta yang menarik yang ditemui di Perancis, yaitu konsumsi air untuk toilet flush ternyata sekitar 30% dari total volume penggunaan air di sini.

Kebutuhan air minum di Perancis telah disediakan oleh pemerintahnya dengan baik. Sekitar 70% dari air minum yang didistribusikan diambil dari air tanah dengan pengeboran. Sisanya berasal dari air permukaan ; danau dan sungai. Namun, berkat sekelompok industri dari : dardel.infopengolahan air Danone dan Nestle selama tiga dekade, semua usaha pemerintah itu belum dimanfaatkan dengan maksimal oleh penduduknya. Faktanya konsumsi air minum kemasan di Perancis adalah yang tertinggi di dunia (130 liter per tahun per kapita).

Maka dari itulah, di Perancis ada satu kampanye untuk meminum air keran. Kampanye ini semakin berlipat ganda setelah beberapa tahun yang lalu keluar iklan air kemasan cristaline yang sangat provokatif yang menyamakan minum air keran sama saja meminum air dari toilet.

Fokus Kampanye minum air keran ini lebih menyerang pada pengkonsumsian air mineral yang dijual dalam botol plastik. Alasan utamanya adalah sekitar 6 miliar dari botol-botol ini diproduksi setiap tahun untuk disi air. Namun hanya kurang dari setengahnya yang berhasil didaur ulang. Terlalu banyak biaya yang harus dibayar untuk memproduksi sebotol air, mulai dari produksi, transportasi, dan tentunya resiko mencemari lingkungan begitu selesai digunakan.

Nah, dalam dua tahun terakhir ini, Kini hasilnya sudah tampak, menurut berita di Guardian (http://www.guardian.co.uk/),  jumlah pemanfaatan keran-air-minum di perancis sudah semakin meningkat, dan penjualan air botol mulai menurun. Sebuah kabar baik bagi lingkungan.

Disamping itu, kualitas air keran yang didistribusikan di Eropa Barat ini setiap tahun semakin baik. Ini adalah salah satu produk pemerintah yang terkontrol dan dapat dijamin kualitas keamanannya untuk diminum. Sahabat bisa melihat bagaimana proses pengambilan air dari sumber air, penyalurannya sampai ke penduduk lalu proses pembersihannya kembali sebelum dibuang ke alam yang begitu komprehensif di website cieau.com.
Baca selebihnya »

Permainan mengisi waktu di perancis

petanqueSalah satu permainan tradisional yang banyak dimainkan di Perancis adalah boules(baca :buule), yang juga disebut Pétanque (baca:petong).

Permainan ini cukup pupuler dan sering di mainkan di tempat umum atau ‘public squares‘. Salah satu sebabnya adalah karena boules mudah dimainkan dan dilaksanakan secara berkelompok (paling tidak dua orang). Oleh karena itulah kita akan mudah menemukan lapangan berpasir tempat bermain boules di hampir seluruh taman2 kota di Perancis. Namun biasanya kebanyakan pemainnya adalah orang-orang tua pensiunan yang suka menghabiskan waktunya di taman-taman menikmati hangatnya matahari sambil berbincang dengan sesamanya.

Aturan permainan Boules

Permainan boules dimainkan dengan menggunakan tiga bola besi, atau dua sesuai dengan kebiasaan para pemain. Terdapat satu bola kayu kecil yang sebagai sasaran yang disebut cochonnet. Dasar perhitungannya mudah, siapa yang mencapai 11 poin lebih dahulu akan memenangkan permainan. Seseorang mendapat satu poin jika dalam satu rangkaian permainan, bola besi yang dilemparkannya berada paling dekat dengan cochonnet.

Kita dapat bermain dengan 2, 4, 6 atau maksimum 8 pemain. Permainan terbaik adalah dengan 4 atau 6 pemain dan 2 paket boules (satu paketnya 3 bola besi), supaya lebih memungkinkan semua orang untuk memiliki giliran yang adil. Misalnya begini ; jika ada 4 pemain, maka dibuatlah grup dengan anggota masing2 2 orang. Jika kita punya 2 paket boules, maka kita akan punya 6 bola besi. Masing2 grup akan mendapatkan 3 bola besi. Biasanya anggota grup yang paling jago akan mendapatkan kesempatan melempar 2x.

Lalu bagaimana skenario permainannya? Pertama, disepakati garis batas tempat semua pemain akan melempar boules. Dari posisi tersebut cochonnet akan dilemparkan. Umumnya jika cochonnet jatuh sekitar 9 m atau lebih dari posisi melempar, maka permainan akan dimulai. Jika jaraknya kurang dari 9m akan dilakukan pelemparan cochonnet kembali. Pemain yang melempar cochonnet akan melempar bola besi pertama kali. selanjutnya bergantian dengan pemain lawan, sampai semua bola besi selesai dilemparkan dan yang mendapat poin adalah bola besi yang berada paling dekat dengan cochonnet.

Cara melempar bola besi ala permainan pétanque akan terasa sangat aneh saat kita melemparkannya untuk pertama kalinya. Dengan telapak tangan menghadap ke bawah, tentu awalnya sahabat akan berpikir, “jika telapak tangan menghadap ke atas, bukannya melempar Boule lebih mudah?” Fakta sesungguhnya adalah, ya, memang bisa melempar lebih mudah, tapi bisa bisakah dengan cara itu sahabat melempar secara akurat dengan tenaga yang cukup?

Aku juga merasa, saat melempar boule pertama kali semuanya tampak acak, karena kadang hasilnya dekat dan kadang pula bola menggelinding tak terkendali. Saat akan melempar, selalu saja ada pertanyaan “benarkah ini semua akan bisa membuat lemparanku dekat dengan cochonnet ?”

Secara teori ada 3 kemungkinan gaya melempar sasaran dalam permainan Pétanque:

  1. “The High Lob” (la portée atau la plombée),
  2. “The Half Lob” (la demi portée) dan
  3. “The Rolling throw” (la roulette).

Cara yang pertama dan kedua biasa digunakan oleh semua pemain, adalah cara termudah untuk melakukan lemparan. Bola dilemparkan sekitar setengah jarak atau lebih dan dibiarkan menggelinding mendekati bola kayu.

Cara yang ketiga umumnya dianggap agak curang, tapi selama itu bisa membuat poin kemenangan, boleh dilakukan. Sahabat boleh saja membidik lalu menggelindingkan boule menuju bola lawan dan mendorongnya menjauhi bola kayu cochonnet.

Sedangkan cara melempar yang disebut Carreau adalah yang paling sulit, yaitu lemparan langsung ke bola lawan dengan tepat dan menjauhkannya dari cochonnet. Dalam lemparan ini tidak pakai menggelindingkan boule sama sekali. Jika sahabat bisa menguasai lemparan ini, sahabat bisa berjaya di dunia Pétanque.

Dalam permainan ini, aku juga diajarkan cara mengukur secara cepat (dan akurat) antara jarak bola besi yang dilemparkan dengan bola kayu kecil cochonnet. Caranya adalah kita berdiri dengan kedua kaki membentuk huruf V dengan sudut sekitar 90° di depan cochonnet. Ujung kaki masing2 akan diarahkan ke dua bola besi yang ingin dibandingkan jaraknya. Dari situ kita akan dapat melihat dengan jelas bola besi mana yang paling dekat. Namun pada umumnya dalam satu set pétanque, akan ada tali khusus untuk mengukur jarak.

Begitulah sahabat, satu lagi kisah persentuhan budaya antara orang dari kampung Indonesia dengan budaya kampung Perancis. Mudah2an ada manfaatnya. Sebagai tambahan bacaan silahkan baca link2 di bawah ini :

  1. WIKIPEDIA Perancis (http://fr.wikipedia.org/wiki/Pétanque)
  2. Federasi petanque Perancis (http://www.petanque.fr)
  3. Contoh grup petanque profesional (http://www.petanqueclubmarcinelle.net/)
  4. Mau unduh game komputer pétanque :
    1. http://francais.softpicks.net/software/Jeux/Simulations/3D-Petanque-Unlimited_fr-10371.htm
  5. Atau mau coba game online pétanque :
    1. http://www.funlabo.com/petanque/
    2. http://www.kidsclae.com/Jeux/Jeux_de_sport/petanque/petanque.html

Meneladani “Team Hyot”

Seorang anak berkata kepada ayahnya ; “Ayah, bisakah kau lari maraton bersamaku ?”

Dan ayahnya meskipun sudah berusia lanjut dan memiliki penyakit jantung berkata, “baiklah anakku..”

Dan mereka berdua mengikuti lari maraton bersama

Di lain waktu, anaknya kemudian bertanya lagi,  Ayah, bisakah kau lari marathon kembali denganku ?

Ayahnya berkata, “ya anakku“. dan mereka kembali ikut pertandingan maraton bersama

Suatu hari anaknya bertanya lagi kepada ayahnya, “Ayah, maukah kamu melakukan lomba ‘Iron man’ bersamaku?”

Ironman adalah ajang olahraga triathlon yang paling berat dalam kelasnya. Berenang  4 km, 180 km bersepeda dan diakhiri dengan lari sejauh 42 km dalam satu rangkaian yang tidak berhenti.

Kembali sang ayah berkata, “Iya anakku..

dan mereka berlomba bersama kembali.  dan menggetarkan dunia…

( Tim Hyot – Yes you can)

Suatu kisah yang mengharukan, Silahkan simak sahabat….

Dick dan Rick Hoyt adalah ayah-dan-anak dari Massachusetts yang selalu bersama dalam perlombaan maraton. Dan jika mereka tidak dalam even maraton, mereka bisa ditemukan dalam lomba triathlon – lomba sejenis maraton yang lebih menakutkan. Lomba yang biasanya hanya bisa diikuti oleh manusia2 ’super’, karena merupakan kombinasi dari 26,2 mil lari, 112 miles bersepeda, dan 2,4 kilometer berenang. Selain itu, ayah dan anak ini selalu bersama-sama dalam mendaki gunung, dan juga melakukan kegiatan berjalan kaki 3.735 mil hampir ke seluruh wilayah Amerika.

Sungguh catatan yang luar biasa menguras tenaga – apalagi kalau sahabat semua mengetahui bahwa sang anak, Rick seorang cacat yang tidak dapat berjalan dan berbicara. Dan sang ayah, sudah lanjut usia dan berpenyakit jantung pula. Sungguh suatu bentuk keteladanan manifestasi kasih sayang yang luar biasa dari seorang ayah kepada anaknya,

Rick Hyot lahir pada tahun 1962 dari pasangan Dick dan Judy Hoyt. Akibat dari kekurangan oksigen ke otak Rick pada saat kelahirannya, Rick didiagnosa sebagai tunadaksa yang tidak ada kemungkinan dia pulih dan sedikit harapan untuk Rick untuk bisa hidup secara “normal”.

Baca selebihnya »

Oleh-oleh yang lain dari Paris (Bagian 2 dari 2)

Selain mendapatkan pesan2 konstruktif yang dapat menggerakkan sel-sel fikiran, oleh2 yang bisa kubawa pulang adalah pelajaran berharga bagi jiwa. Inilah oleh2 terindah yang bisa menjadi kenangan tak terlupakan.

Tak berpanjang kata lagi, ini adalah sambungannya.

Pelajaran bagi jiwa

Pelajaran besar bagi jiwaku dari acara ini adalah fakta yang menyatakan bahwa tidak ada yg bisa mengalahkan sebuah kesabaran yg diusahakan dengan segenap potensi yang ada. Yah, sahabat2 dari PPI australia memberikan pelajaran itu dengan sangat jelas dan gamblang.

Penghuni Room 212 (Ki-ka) : Miko, Zulfan, TuanSUFI, Sunny

Mereka ini adalah para tamuku yang harus menempuh 20 jam terbang dan menghadapi  perbedaan waktu sampai 9 jam untuk tiba di Paris. Di hari pertama bertemu, masih teringat aku, Bang Zulfan dan bang Miko yang masih dalam kondisi jetlag harus mampir dulu ke KBRI. Aku pun sangat bisa memahami bagaimana rasa lelah ditubuh mereka itu harus ditahan dulu sampai mendapatkan kepastian dimana mereka harus bermalam. Begitu juga Bli Andi yang menyusul sehari sesudahnya (dengan kisah perjalanan beliau yang sangat spektakuler dan mendebarkan) dan tiba tepat beberapa saat sebelum gilirannya melakukan presentasi.   Aku berikan apresiasi besar pada mereka, karena dalam keadaannya seperti itu, masih bisa menyajikan presentasi yang amat meyakinkan di depan juri. Selain tentu saja memiliki topik penelitian yang sangat menarik dan inovatif.

Buah kesabaran itu ternyata adalah kemenangan mereka dalam lomba karya tulis ini. Betul2 sapu bersih, 3 orang PPI Australia yang datang, tiga2nya menang. Bahkan salah satu dari mereka yaitu mas Andi mendapatkan juara umum. Subhanallah. Selamat, sahabat…

Untuk mereka aku jadi pengen bikin kata2 mutiara nih ; Orang bodoh yang sabar, ia akan menjadi pintar. Apalagi orang pintar yang sabar, tak bisa dibayangkan apa yang bisa diperbuatnya.

Sungguh, kalau kusarikan situasi saat itu, modal dasar menuju kemenangan itu cukup simpel, yaitu :

  1. Memiliki ide riset yang inovatif dan rekomendatif, dan dilengkapi dengan
  2. Cara penyampaian yg sederhana sehingga mudah dipahami serta mudah diukur.

Nah, kesederhanaan dalam bidang ilmu pengetahuan inilah yang justru adalah bagian tertinggi yang tidak mudah dicapai. Oleh karena itu Enstein pernah berkata, “If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough“. Jadi, kesederhanaan itu bukanlah kemunduran, tetapi adalah bukti kecerdasan dan pemahaman terhadap sesuatu.

Pelajaran bagi jiwa yang selanjutnya, adalah mengenai identitas Keindonesiaan kita yang tidak pupus walaupun kita bertahun-tahun hidup di negara orang. Misalnya budaya jemput tamu di lapangan terbang atau stasiun kereta atau terminal2 angkutan lainnya.  Walaupun tidak pakai papan2 yang bertuliskan nama, cukup baju batik dan wajah2 lugu ala Indonesia, maka akan segeralah tercipta ‘chemistry‘ yang akan mempertemukan kita satu sama lain dengan cepat. Budaya antar mengantar ini cukup menyita waktu dan energi, tetapi sesuatu yang menggembirakan semua yang terlibat. Bagi yang dijemput ; tentunya mempermudah perjalanan, dan bagi sang penjemput ;  ada rasa senang karena bisa membantu orang lain dan bisa menunjukkan tempat2 menarik di kotanya.

Kemudian yang menarik yang lainnya adalah budaya pelayanan akomodasi. Terima kasih kepada saudari Uwie yang dengan setia menanti kedatangan para peserta OKTI 2009 di cafe pojok yang berada di lobby hotel Internasional di Avenue vitruve Paris. Teringat jelas, ekspresi Uwie di depan mac booknya yang putih kinclong, membagikan amplop berisi card key kamar2 hostel yang berisi 2 sampai 4 orang itu kepada para peserta yang datang dalam rentang waktu cukup jauh. Ekspresi kadang tersenyum, kadang datar. Sabar menunggu sampai semua peserta mendapatkan kuncinya masing2.  Pada akhir acara baru aku mengerti kenapa ekspresinya berganti2 seperti itu. Rupanya, hari itu adalah hari ulang tahunnya ! Wahh, selamat ulang tahun ya, Wi.

Nah, setelah semuanya usai, ada sesi jalan2 ke situs bersejarah Paris. Tour Eiffel, Concorde, Pantheon, Notredame, Louvre, Arc de Triomphe dan Trocadero adalah tempat2 wajib dikunjungi. Inilah salah satu kesederhanaan orang Indonesia dalam menikmati wisata kota. Cukup naik bus, berhenti sebentar di suatu tempat. Ambil beberapa foto dengan gaya narsis, lalu senang dan beralih ke tempat lain. Semua sejarah tempat2 tersebut tidaklah penting, walau pun Ceria sebagai pembawa acara OKTI rajin menjelaskan beberapa hal mengenai suatu tempat. Yang penting adalah foto kenangan. Bukti nyata bahwa ‘i was here’. ;)

Akhirnya…

Terima kasih kepada persahabatan yang terbentuk dalam acara OKTI kali ini. Semua pelajaran, semua pesan dan rekomendasi yang dihasilkan adalah sesuatu hal yang bisa dibawa pulang dan (mestinya) harus segera dilaksanakan sesuai dengan keahlian masing2. Ini adalah proyek pengabdian kepada bangsa kita. Proyek2 masa depan menuju kemajuan dan kejayaan Nusantara.

Izinkanlah aku menutup tulisan ini dengan mengambil pesan bagi kami semua orang2 yg mendapat kesempatan belajar di luar negeri dari Pak profesor Nizam salah seorang juri OKTI 2009 ;

  1. Jadikan kesempatan ini sebagai bekal utk membangun berbagai hal seperti ; Pengetahuan, modal dan jaringan yang semakin luas. Lalu istiqomahlah untuk mengelolanya dengan baik dan terus mengembangkannya.
  2. Kemudian setiap yang sudah didapatkan itu, digunakan untuk meningkatkan Nation competitiveness, sehingga Indonesia yang sudah sangat kaya dengan anugerah kekayaan alam yg luar biasa, bisa memanfaatkan potensi tersebut untuk kemakmuran rakyat seutuhnya.

Sampai berjumpa di acara selanjutnya.