• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 205,667 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Begitukah sifat dasar kita?

Dalam perjalanan diseminasi riset kami di Bali, ada kejadian lucu dan menggemaskan.
Sehari sebelum presentasi, kami berkesempatan melihat sunset di pantai kuta dan menikmati malam di discovery mall. Saat membeli makanan di mini mart di seberang mall, di depan dan di belakang antrian kami adalah bule. Bule di depan kami membayar tapi kurang sehingga hrs keluar antrian untuk mengambil sisanya dari kawannya. Lalu saya letakkan belanja kami utk dihitung.
Sang kasir  malah bertanya pada bule yg antri di belakang saya, “tunggu sebentar ya, ibu cuma beli itu saja?”,
Seakan2 bahwa antrian saya di situ tidak dianggap sama sekali.
Bule di belakang agak merasa aneh mendapat pertanyaan itu dan kelihatan tdk enak dgn saya yg di depannya,  yg langsung menunjuk ke belanjaan saya utk segera dihitung. Si kasir masih saja bilang, “maaf ya bu, saya layani ini dulu”.
Hah..?!. Heran saya dgn fenomena ini. Apa segitunya ya, bangsa kita di Bali ini meng-‘hamba’-kan diri kpd turis asing. Sehingga aturan dasar tentang antrian saja dia tabrak hanya gara2 saudaranya di Indonesia ikut di sana.

Tentu ini tidak bisa digeneralisir, tapi potret kecil ini sesungguhnya sesuatu hal yg perlu direnungkan bersama2. Jangan2 penyakit ini bukan hanya mengidap orang2 kecil di negara kita, tapi juga para pemimpin atau org2 besar yang sering muncul di TV atau juga kita sendiri di kalangan akademisi?

Menjaga Lisan – buah ranum efek Ramadhan

Seri mengaji Masjid Alitisham, ust Sambo, 6sep2014

hasil syahru tarbiyyah :

A-Akhlaq yg semakin baik

Ciri Akhlaq :
1-mengikuti nilai2 islami dan ketaatan kpd Allah dan rasulNya.

2-menghasilkan ketaqwaan
-org taqwa adalah org yg taat dlm berbagai aspek, bukan cuma taat beribadah mahdoh saja. taqwa hrs menghasilkan ketaatan Qs. 33:70-71
-taat juga hrs dilandasi ketaqwaan. misal : qurban itu yg diterima bukan darahnya, tapi ketaqwaannya.

3- akhlaq menjadi ibadah
– laksanakan pelan2 meningkat, lebih baik dari sblmnya. kalau blm mampu berusahalah jgn ditolak.

4-akhlaq itu dgn ilmu
– Biasa menggunakan tangan kanan utk aktivitas yg baik itu bukan feeling, hrs dgn dalil.
– akhlaq tdk sekedar logika. moral bisa saja spt itu.

5-akhlaq itu banyak rahasia hikmah dibaliknya – rahasia sunnah

6-akhlaq itu bukan hanya urusan baik tapi kesempurnaan, terkait dgn kemuliaan.
ada jg unsur2 keindahan. spt doa bercermin. sbgmn kau indahkan tubuhku, kau indahkan akhlaqku.

moral : sekedar nilai2 kebaikan secara umum saja yg bisa diterima norma masyarakat.

B-ucapan yg bertambah baik
– Qs. 33:70-71 qoulan sadidan PERKATAAN YG BAIK akan membuat baik AMAL perbuatan kita dan diampuni kesalahan, dan siapa yg TAAT maka dptlah kemenangan yg besar (minal aidin wal faidzin)
– hadits : siapa yg beriman kpd Allah dan hari akhirat, bicara yg BENAR, kalau tdk bisa diamlah.
hadits : ucapkan yg benar walau pahit

- Makna benar itu ada 5 :
1-materi bicaranya / kalimat2nya benar bukan kebohongan atau kedustaan, hrs kalimat yg baik.
2-dari sisi menyampaikannya. situsional dan kondisional,  contoh cara yg benar : layyinan (lembut), balighon (mdh dipahami), maisyuron (lobi atau dlm musyawarah).
3-tepat dlm waktu menyampaikannya dan tempatnya. right time and right place.
– takbiran itu bagus, tp hrs pada malam idul fitri/adha bukan setiap waktu.
4- benar dari sisi subyek atau org yg jadi lawan bicara kita : anak2 vs dewasa, ummat vs penguasa
-pertanyaan yg sama jawaban rasul bisa berbeda : apakah islam ? jgn marah, jgn dusta, berbakti dgn orgtua (penekanannya personal / kustom setiap pribadi).
5-kondisi dan situasi menentukan benar.
marah vs tenang.

Alasan mengapa ucapan hrs benar :
1- setiap ucapan akan dihisab dan punya nilai. kemungkinan ucapan menghasilkan dosa sangat besar krn lebih ringan dan mudah daripada perbuatan.
selamatnya manusia ini dari kemampuannya menjaga lisannya (hadits)
Kebanyakan kekafiran terjadi itu lebih krn pengucapan bukan perbuatan. Coba cermati firman Allah : kalian pikir kalimat bohong itu ringan padahal di sisi Allah itu berat (adzim:besar dlm makna kualitasnya dalam, kabir:besar dlm makna fisik) – Qs. 24:15

ghibah : menceritakan aib org dibelakangnya, beritanya benar. kalau di depan orgnya boleh krn yg dibicarakan bisa bela diri, atau klarifikasi.
Ghibah itu dosanya sama dgn memakan bangkai saudaranya sendiri. – Qs. 49:12 – jauhi prasangka, membicarakan keburukan org, menggunjingkan org.

fitnah (buhtan/ifqun) : berdusta bahwa seseorg punya aib atau berbuat dosa (org tdk suka jika diketahui org), dosanya lebih besar dari ghibah.

Aturan Islam ttg Ghibah :
– tdk ada ghibah bagi org yg tidak malu (hadits) :
a- jika dia tdk marah dan dianggap dosanya bukan aib.
b- dia menceritakan aibnya sendiri di depan org banyak. hadits : org paling celaka adalah org yg menceritakan aibnya padahal telah Allah tutupi.

2- lisan itu menjadi doa
– yg buruk dan yg baik bisa menjadi doa.
– apalagi dlm kondisi marah, akan lebih terlaksana spt kisah imam as sudais yg setiap ibunya marah ibunya ‘menyumpahi’ yg baik jadi imam masjidil haram. ini seperti menipu syetan yg membangkitkan amarah agar keluar keburukan, tapi justru malah keluar ucapan2 yg baik.
– islam menganjurkan memberi nama yg baik.
– contoh ucapan baik : dulu memang buruk skr sy berusaha jadi baik.
contoh ucapan buruk : saya sih tdk munafik saya memang bandit.

3- ucapan bisa jadi kekuatan yg lebih kuat dari senjata.
– hadits : doa itu senjatanya kaum mukmin (org beriman).
– perang atau damai bisa dengan hanya satu kalimat
– the magic power of word : Kisah nabi yg ditodong senjata org musyrik, “siapa yg menyelamatkanmu dari pedangku?”, nabi SAW menjawab, “Allah”. Lalu jatuhlah pedang itu.

Wallahu a’lam.

Qolbun Salim – Hati yg tentram

Seri Pengajian Mushalla AlI’tisham, 17Agt2014, Ust. Ahmadi Utsman

Tidak ada hidup paling nyaman dan indah kecuali hadirnya perasaan mat dekat dengan Allah SWT.

Terminologi Qolbun salim ada di Quran surah assoffat dan asyuara dijabarkan dalam rangkaian kisah nabi Ibrahim yg diabadikan dlm quran, yaitu :
– kisah mencari Tuhan
– kisah penghancuran berhala dan dibakar namruj
– kisah ibrahim meninggalkan sarah dan ismail di padang tandus yg menjadi cikal bakal Makkah Al mukarromah.
– kisah penyembelihan ismail
– Kisah kebiasaan menjamu tamu nabi Ibrahim yng luar biasa.

Sari pati Qolbun Salim dapat dijabarkan sebagai berikut :
1-hati yg bermanfaat membangun jiwa, krn hati pusat pergerakan yg menginspirasi semua perilaku.
2-hati yg juga dirasakan manfaatnya org lain.
3-hati yg sehat energik inovatif selalu bergerak tdk pernah berhenti.
4-hati yg selalu mengingat Allah.

Faktanya kini, untuk dapat memiliki qolbun salim tdk mudah, krn godaan tawaran dunia yg luar biasa, sehingga membuat tidak fokus lagi hatinya (seperti yg diceritakan dalam bukunya fathi yakan yg berjudul “yg berjatuhan di jalan dakwah”)

Cara menjadikan hati menjadi qolbun salim
1- yakin Allah itu Maha Benar, kebenaran mutlak, jgn pernah meragukan ajaran2 Allah dan janji2 Allah. yakin pada utusan2 Allah dan Quran.
2- yakin bahwa kiamat dan kematiannya akan datang.
3-yakin Allah akan membangkitkan kita dari alam kubur untuk mempertanggungjawabkan perilaku kita. dunia hanya titipan dan akan dikembalikan kpd Allah. maka kita harus menjaga titipan tsb. Ucapan ulama, “setiap engkau melangkah, adalah tanggungjawabmu utk mengislamkan di sekitarmu.”
4-membebaskan dirinya dari berbagai macam bentuk kemusyrikan.
5-terbebas dirinya dari mengutuk atau melaknat makhluk di sekelilingnya kecuali terhadap hal2 yg dilaknat Allah dalam Quran. Mencintai atau membenci krn Allah.

Semua hal ini merupakan esensi kesuksesan ramadhan :
janji Allah dgn ramadhan akan membuat manusia mengalami keseimbangan hidup. memiliki sifat alwastiyyah (berjalan di pertengahan-tdk terlalu ekstrim atau tdk terlalu lemah), ciri2nya :
1-alkhairiyyah – punya kecenderungan berbuat kebaikan yg besar.
2- al ‘adalah – pola hidup yg selalu berada dlm kebenaran dan dlm nilai2 keadilan, tidak menyimpang. Adil: segala tingkah lakunya sesuai dengan perintah Allah. seimbng dgn nilai2 ajaran.
3- memiliki hati yg lapang dan mempermudah urusan manusia. tdk memperberat atau terlalu mempermudah. spt rosul yg ingin membaca ayat yg panjang ketika shalat dan mendengar bayi menangis maka beliau memendekkan shalatnya. nasihat rosul selalu keluar setelah kata2 yg menyejukkan hati pendengarnya. contoh ketika qiroat ayat quran umar dan ibnu mas’ud berbeda, rosul berkata, dua2nya benar, ini lafaz ketika diturunkan dulu utk mempermudah masyarakat menerimanya.
muslim hrsnya mampu memahami perbedaan dan mampu meminimalisir menjadi ketentraman.
4-alhikmah : menjadi lebih bijaksana
5-istiqomah : konsisten dgn ibadah dan perjuangan.
6-albainiyyah : memiliki keberpihakan kpd agama Allah dan RosulNya. siapa yg kita bela, kita perjuangkan. isu ramadhn skr penuh dgn ujian yg mengaburkan keberpihakan kita (bola, pilpres, syiah, isis).

Efek qolbun salim (qs. 26:83-91) – seperti yg tergambar dalam doa nabi ibrahim:
– mendpt hikmah dan jadi org sholeh
– tutur kata yg baik baginya dari org lain, bahkan sampai org2 setelahnya.
– jadi penghuni surga
– tdk dihinakan ketika di akhirat (walau bapaknya kafir – tdk melihat ayahnya disiksa)

Wallahu a’lam

Kualitas diri bentukan Ramadhan

Seri Mengaji Masjid Alitisham, 16Agt14, ust Sambo

Kesuksesan suatu training / pelatihan adalah ada efeknya setelah itu berlalu.

Efek pelatihan bulan Ramadhan – ciri2 ketaqwaan :
1. iman selalu meningkat taqwa – Allah terasa dekat sehingga rasa takut dan yaqin meningkat
2. hawa nafsu terkendali – cinta dunia berkurang
3. malas maksiat – ibadah menjadi nikmat
4. kalaupun bikin dosa cepat bertaubat shgg dosa selalu menurun atau dihapuskan – bagaikan anak yg baru dilahirkan. syarat agar dosa kpd Allah dihapus : berhenti melakukannya, banyak istighfar dan taubat dgn penuh penyesalan, dan berjanji tidak mengulangi (Qs. 3:135).
syarat agar dosa kepada manusia dihapus : berhenti, minta maaf, tdk mengulangi, haknya dikembalikan (diobati, direhabilitasi namanya, diberi ganti rugi)
5.  hablum minannas bertambah baik, krn ramadhan bulan rekonsialisasi (perbaikan hubungan dengan manusia). mulai dgn minta maaf dengan serius.
Qs. 5:90-91 pekerjaan syetan itu membuat permusuhan dan kebencian di antara manusia.

Perbedaan ciri :
– org beriman : imannya turun naik signifikan, pas dekat org sholeh, pas rajin ibadah meningkat.
– org taqwa : kecenderungan meningkat terus signifikan sdg saat turun cuma sedikit.

Meningkatnya kualitas diri setelah Ramadhan, ditentukan oleh 7 hal :
1. akhlaqnya semakin baik (kpd Allah, manusia, hewan, alam). Perbuatan yg dikerjakannya lebih banyak baiknya. hadits : org terbaik dihadapan Allah di antara kalian itu yg paling baik akhlaqnya.
2. ucapan2nya baik. Lisannya menyelamatkannya. hadits : selamatnya seseorang adalah krn kemampuannya menjaga lisannya.
pelajaran berbicara tepat di situasi tertentu
1-Qaulan kariman-mulia (kpd orgtua)
2-Qaulan sadidan-terbaik terbatas (anak),
3-Qaulan ma’rufan-yg layak dan pantas (umum),
4-Qaulan layyinan – ucapan lembut (kpd penguasa atau org dzalim),
5-Qaulan maisyuron (kpd pebisnis, penuh lobi),
6-Qaulan balighon-jelas dan membuat paham, tdk mispersepsi, menyentuh hati dan membuat org mau menjalankannya  (pada dakwah),
1-6 adalah perintah Allah kpd kita utk melakukannya kpd manusia. no 7 dibawah adalah karunia Allah.
7-Qaulan tsakilan – pengucapan yg berat/berbobot pemberian Allah kpd kita.

3. selalu berfikir positif, “you are is what you think”. berfikir positif ada 3 :
1-kpd Allah (tdk ada perbuatan Allah yg buruk, yg buruk itu hanya terminologi pada manusia krn Allah Maha Baik),  Dalam Quran ada istilah “biadikal khoir”. Qs. 4:79 Setiap kebaikan dtg dari Allah, semua keburukan itu datang dari dirimu. boleh jadi kau membenci sesuatu padahal baik bagimu.
2-kpd manusia
3-kpd kejadian2 yg dia alami
Qs. 7:200-201 org taqwa itu berbuat baik, berkata baik dan berfikir baik (ingat kpd Allah dan menyadari kesalahan2nya). yg buruk itu dari syetan

4. berperasaan baik, tdk pernah sakit hati (no hard feeling – positif feeling). sesuatu yg sangat berat.
kenyataan org sekarang : pikiran menerima, perasaan blm menerima.
Qs. 3:134 mampu menahan marah dan memaafkan manusia. (ciri org taqwa sangat mudah berlapang dada).

5. kesabaran
hadits : shaum itu separuhnya kesabaran
sabar itu bukan sekedar menikmati yg tdk enak, tapi juga misalnya : sabar dlm ibadah, meninggalkan maksiat, dlm ujian, dlm dakwah, dlm perang, dlm ukhuwah (49:6), dlm menuntut ilmu.

6. kualitas yg terletak pada kesyukuran

7.  kualitas yg terletak dlm qolbun salimun (hati yg selamat, damai, lapang)

Wallahu a’lam

Indikator Kesuksesan Ramadhan

Seri mengaji masjid alitisham sabtu, 2Agt2014, ust Sambo

Ukuran kesuksesan Target Ramadhan :

1-kuantitatif (yg bisa diukur) dari amal ibadah : meningkat / lebih baik / masih membekas, misal :
-berjamaah di masjid – istiqomah 5 waktu
-shalat sunnah : qiyamul lail, rawatib, syuruq dll.
-sedekah istiqomah
-baca quran terukur
-Zikir setelah shalat
-shaum : konsistensinya, menjaga dgn shaum sunnah

jika jawabannya tidak meningkat maka kita termasuk merugi.

2-kualitatif (kadar taqwa) :
-hawa nafsu kita terkendali atau tidak (marahnya, emosinya) ?
-kadar cinta kita kepada dunia menurun atau tidak.
-kedekatan kepada Allah bertambah atau tidak ? Ini dapat terlihat atau terbukti pada :
a-nikmatnya ibadah : cirinya senang / mudah mengerjakan, berlama2 (betah – tidak melihat waktu atau banyak volumenya utk sedekah), asyik mengerjakannya (pada makna).
b-malasnya bermaksiat (datang dari dalam berbentuk ketidaksukaan), bukan sekedar tidak bermaksiat (krn pengaruh luar, oleh karena tdk adanya kesempatan atau dipaksa oleh hukum).
c-semakin yaqin dan takut kepada Allah krn kedekatannya dgn Allah.

Prinsip hidup yg hrs dicapai saat Ramadhan kemarin :

1-terjadi perubahan paradigma hidup (mental sehingga menghasilkan kebiasaan) kita yaitu :
-tugas hidup kita adalah utk ibadah (ibadah dulu, ibadah lagi, ibadah terus) Qs. 51:56 – krn sebulan penuh di ramadhan ini dilatih, terlebih2 yg i’tikaf (setiap saat utk ibadah / ibadah jadi yg utama – misal : tidur 3-4jam lalu qiyamul lail, shahur sedikit, lalu shubuh dan syuruq, tidur sedikit lalu dhuha dan tilawah baru dzuhur, ibadah lagi sampai ashar s.d ketemu malam lagi, dunia hanya jadi selingan).

faktanya kehidupan kaum muslimin : cari dunia yg utama, ibadah hanya selingan. paradigma yang salah, “nak, kamu harus hebat sekolah dan cari uang dan jgn lupa shalat, jgn lupa ngaji”

2-Prinsip : Ibadah dulu, ibadah lagi dan ibadah terus.

Ramadhan akan melatih kebiasaan – menjadi karakter dan mental – menjadi prinsip hidup.

3-Prinsip hidup Qs. 28:77, yaitu cari akhirat banyak-banyak, dunia pasti ikut dapat. kalau menanam padi pasti rumput juga tumbuh, tp menanam rumput tidak akan tumbuh padi.

4-Prinsip barang siapa yang maksimal dalam ibadah, akan mudah dalam kehidupan dunia (Qs. 2:5 – iyya kana’ budu wa iyya ka nasta’in)
-ketakutan melakukan i’tikaf adalah kekhawatiran tidak mendapat rizki krn kebutuhan lebaran yg cukup besar.

5-prinsip Qs. 2:152 – barang siapa yang mengingat/memikirkan Allah, maka Allah akan mengingatmu.

Masalah pada kaum muslimin, sudah percaya tapi kurang yakin. Padahal ada jaminan Allah utk rizki  Qs. 51:56-58

Allah tdk pernah memberi miskin kepada manusia, Allah itu memberi 2 hal yaitu memberi kekayaan dan kecukupan dan bukan kemiskinan. kalaupun ada, dalam istilah qodaro (membatasi), yaitu untuk mencegah kesombongan manusia, lihat Qs. 42:27. Ada juga di Qs. 42:12 dlm istilah yaqdiro (membatasi).

Allah membuat tertawa dan menangis, hidup dan mati, laki2 dan perempuan, memberi kekayaan (agniya) dan kecukupan (aqna) Qs. 53: 43-48

Sebab kemiskinan adalah kelalaian manusia itu sendiri, bukan dari Allah :
1-krn malas sehingga bodoh, lalai.
2-tidak baik kepada manusia lain  (penipu, penjahat, tidak bisa dipercaya) – manifestasi implementasi ibadah.
3-salah tata kelola hidup – tdk diberi petunjuk karena tidak dekat kepada Allah.

Doa terhindar dari kemiskinan : aku berlindung dari lemah dan malas…

Wallahu a’lam

Makna idul fitri

Seri Kajian I’tikaf 1435H Al I’tisham, 27Juli2014, Ust. Syukron

“Fatoro” bermakna kholaqo (penciptaan) ; kembali pada kesadaran visi misi penciptaan awal kita. utk apa kita hidup, bagaimana cara hidup, mau kembali kemana setelah itu. Terdiri dari :

1- Evaluasi iman yg sdh ditiupkan ketika didalam kandungan ; apa masih ada, sehat, meningkat atau malah menyusut.  Qs. 7:172. idul fitri yg sesungguhnya hakikatnya adalah iman yg bertambah terus. indikatornya adalah perilaku kita di awal bulan syawal yaitu Implementasi Islam rahmatan lil alamin : ramah, saling memaafkan, saling mengunjungi, saling sapa satu sama lain.

2- menyadari asal-usul manusia Qs. 2:185. Bulan diturunkan Quran, surah pertama al alaq, yg menyadarkan kembali tentang asal usul manusia. Diciptakan dari al-alaq dalam arti segumpal darah yg hina, atau al alaq dlm makna bergantung pada dinding rahim (manusia itu amat tergantung dgn lainnya, melahirkannya saja perlu banyak bantuan, membesarkannya melibatkan banyak org, manusia sbg makhluk sosial). Di sini kita disadarkan utk tdk sombong, tawadhu dan punya kepedulian kpd org lain. hadits ketika nabi SAW melihat ada orang yang berjalan dengan kesombongan beliau berkata, “Wahai manusia, sesungguhnya kau ditolong Allah krn adanya org2 yg lemah diantara kalian.”

Pesan idul fitri amat jelas, tdk diterima shaumnya, qiyamul lailnya, dan seluruh ibadahnya (robbani) kalau tdk melakukan zakat fitrah (insani).

Semua puncak ibadah dlm islam selalu punya 2 dimensi, yaitu dimensi insani dan dimensi robbani.
-idul fitri : insani dulu baru robbani
-idul adha : robbani (shalat) dulu baru insani (qurban).
-shalat : insani dulu (takbir) baru robbani (salam).

Sumber kesombongan manusia dlm Qs. al alaq (96):6-7 : istaghna (merasa cukup, merasa sempurna). kesombongan krn faktor ilmu, ibadah, keturunan, …

# sombong krn ilmu
spt kisah Musa dan Khidir (balyat), krn musa mendeklarasikan bahwa beliau tercerdas. Maka Allah menegurnya untuk kemudian mencari khidir. Beliau diterima jadi murid dgn syarat jangan bertanya, lihat saja dan dengarkan.

Terkait dengan penyesalan manusia ketika di neraka ternyata krn mrk tdk menggunakan pendengarannya. Itulah hikmah diciptakan telinga dua dan satu mulut.

Musa dlm 3 kejadian tdk tahan bertanya bahkan protes. Khidir berkata, cukup sampai di sini, kau baru tahu ilmu syariat (dzohir, sisi2 ilmiah) blm tahu ilmu hakikat (ruhnya, hikmahnya). Pertemuan Musa dan Khidir ini adalah pertemuan ilmu syariat dan ilmu hakikat.

imam Malik :
-siapa yg tdk berfiqih dan melakukan tasawuf maka bisa zindiq.
-siapa yg berfiqih tanpa melakukan tasawuf maka bisa fasiq.
-siapa yg berfiqih dan bertasawuf akan ada dlm kebenaran yg hakiki.
Qs. 12:76 di atas org yg berilmu ada lagi yg lebih tinggi

# sombong krn asal usul : yahudi tdk mau beriman kpd Muhammad dan iblis tdk mau tunduk kpd Adam – dari mulia langsung terlaknat.

hadits : tdk akan masuk surga bagi org2 ada sedikit kesombongan dalam hatinya.
dlm hadits ini sombong dlm makna syariat : menolak kebenaran dan merendahkan manusia. – mencari pembenaran bukan mencari kebenaran. (Qs.45:23)

# sombong krn harta : Qorun
# sombong krn kekuasaan : Firaun
# sombong krn ibadah (Qs. 53:28)

sombong akan mengisolasi dirinya dari org disekitarnya.

3- kembali kpd kesucian, pikiran dan perbuatannya

Ciri org yg idul fitrinya adalah kemenangan hakiki – aidin wal faidzin :
1- beriman kpd yg ghaib / tdk nampak. melahirkan kehati-hatian Qs. 58:7. jika merasa dipantau Allah tdk perlu pemantau yg lain. puasa akan melahirkan kesadaran adanya pemantauan Allah, keberadaan malaikat rokib atid, malaikat munkar nakir, dan surga neraka. Dgn puasa kita dilatih bersikap kepada yg halal pun harus mampu kita hindari, apalagi terhadap yg haram.
org yg hanya tunduk kalau ada pengawasnya walau mrk tahu aturan, pasti akan selalu mencoba melanggar kalau pengawas fisiknya tdk ada. Namun kalau sadar kpd pengawasan ghoib Allah tentu hal tersebut tidak akan terjadi.

Qs. 2:55 pengingkaran bani isroil thdp Musa adalah krn materialistis. Mrk minta dinampakkan Allah dimata mereka.

Lihat pernyataan nabi Muhammad SAW, “aku rindu kepada saudara2ku”, sahabat2 heran, bukankah kami ini ada di sini bersamamu? Bukan tentang kalian, ini adalah tentang mereka-mereka yg beriman kpdku dan menjalankan sunnah2ku padahal tdk pernah bertemu aku, melakukan kebaikan2 yg bisa lebih tinggi dari kalian padahal tdk pernah bertemu dgnku.

2-kebeningan hati, bersih dan peka mudah merasakan ketika melakukan penyimpangan.  jika berdosa cepat / buru2 ingat menyadarinya Qs. 3:135.

3-adanya keistiqomahan / istimroriah dlm ibadah dan amal sholeh. Qs. 2:3

4-memiliki kepedulian sosial yg tinggi, tdk mengisolasi diri Qs. 3:134.

5-selalu berbuat ihsan kpd makhluk lain. kuncinya jgn melihat siapa yg salah siapa yg benar, siapa yg junior dan senior, siapa yg butuh dan tidak butuh. langsung meminta maaf dan memaafkannya saja.
hadits : menyambung silaturrahim yg terputus, memberi kpd yg pelit kepadamu, sapa yg mendzolimi.

level ihsan thdp org yg mendzolimi :
1-menahan amarahnya, tdk membalas
2-melupakan, menghapuskan
3-tetap ihsan, berlaku baik, menyapa, mendoakan baik kpd yg berbuat dzolim kpdnya.

tanya jawab

tentang imam
syarat ideal : yg paling banyak hafalan quran, yg paling fasih bacaannya, ahlul wilayah, yg lebih dulu masuk Islam, dari usianya, yg paling cantik istrinya.
syarat minimal : bermakmumlah kpd org yg mengucapkan kalimat lailaha illallah.

I’tikaf dalam rangka Memelihara Keimanan

Kajian Itikaf 1435 Alitisham, 25jul/27ramadhan, ust syukron.

Qs. Ala’raf :172 – manusia lahir sdh ada fitrah keimanan, dan telah melakukan syahadat.

Hadits : setiap dilahirkan sdh ada isi keimanan bukan sekedar kertas putih. tergantung orgtuanya yg menjadikannya yahudi atau nasrani.

Setelah dipupuk di bulan ramadhan selama 1 bulan, InsyaAllah iman akan menjadi proteksi bagi kita.

Manfaat/fungsi Iman :
1-syetan tdk punya kuasa lagi untuk mempengaruhinya. (Qs. 16:99)
2-menjadi pondasi dlm keimanannya dan penerapan keislamannya, shgg berbuah kebaikan dan akhlaqul karimah (Qs. ibrahim(14):24-25 – buah keimanan spt pohon, dan Qs. 16:97, hadits : org beriman memberi rasa aman kepada org disekitarnya.)

Amal sholeh adalah implementasi keimanan, syaratnya :
-motivasinya krn Allah
-Bentuk dan isinya baik dan dpt dirasakan kebaikannya

3- Menghilangkan segala bentuk pengagungan thdp hal2 yg bersifat materi (harta, popularitas, jabatan, pujian,…) Qs. 2:165 – yg menjadi perhatiannya adalah menolong agama Allah dan mengukurnya dgn standar keuntungan akhirat.

Manusia sering memprioritaskan yg 5 melupakan yg 5 yaitu :
-cinta dunia lupa akhirat
-cinta rmh lupa kubur
-cinta harta lupa hisab
-cinta makhluk lupa khaliq
-cinta hidup lupa mati

Penyebab kekafiran bani isroil tdhp musa Qs. 2:55 krn cinta materi. spt juga kejahatan lebih terjadi krn pengagungan terhadap dunia.

4-melahirkan sifat optimis :
-Optimis dlm hidup, termasuk di dlmnya optimis thdp rizki (Qs. 11:6 – binatang melata saja ada rizkinya, shgg jika punya rizki mudah memberi dan menyadari miliknya dan tdk mau menganggu hak org lain.
-Optimis terhadap masa depannya (Qs. 41:30-31)

Qs. 4:76 – syetan dan tipu dayanya sangat lemah, akan jadi kuat kalau dia berkolaborasi dgn yg lain (dgn manusia, misal berkolaborasi dgn perempuan, syetan menjadi kuat, lihat di Qs. 12:32-33, syetan berkolaborasi dgn materi (jabatan, harta, wanita)

5- iman melahirkan ketenangan, kenyamanan dan keamanan dari Allah Almukmin (yg maha memberi rasa aman) – Qs. 6:82

5 bentuk imunisasi keimanan:
-taubah
-ibadah
-dakwah amar ma’ruf nahi munkar
-syariat (sbg hipzuddin : memelihara agama)
tarbiyyah (pendidikan, keilmuan)

Wallahu a’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.