• Akses Cepat Indeks !

  • Translate This Blog

  • Baca Quran

  • Kategori

  • Stat SUFI-Blog

    • 215,743 akses
  • Terbaru nih…

  • Goh Gallery

  • Arsip

  • Aha…

    IP
  • facebook

    Mohammad Iqbal's Facebook profile
  • Research Gate

    Mohammad Iqbal

Belajar Keimanan pada Kaum Nabi Yunus

Seri Mengaji Masjid Alitisham, 19Des2014/27Safar1436, Ust. Syukron.

Renungan Quran Surah 10:96-101

- iman itu membawa keamanan, ketenangan dan keselamatan.
– memilih iman atau tidak adalah penggunaan fungsi akal yg akan ditanya oleh Allah.
– sebelum datang ketetapan Allah masih diberi kesempatan utk memperbaiki diri, dan selalu diberikan tanda2 yg jelas. Qs, 3:10 ketika sekarat baru taubat – terlambat.

# Fungsi dan pengaruh keimanan

1- Qs. 6:82 iman yg tdk bercampur dgn kedzaliman (murni) akan dpt rasa aman, bimbingan/hidayah.

2- menghilangkan rasa takut dan menimbulkan keberanian Qs. 41:30 – beriman dan istiqomah tdk akan ada rasa takut dan sedih.

3- mendatangkan optimis, jauh dari pesimis krn yaqin kepada jaminan, pertolongan, bimbingan Allah, ada pada Qs, 11:6, 41:31- rizki dijamin Allah. Qs. 12:87 – yg punya sifat putus asa hanyalah org2 yg tidak beriman.

4- menghilangkan bentuk pengagungan kpd materi (harta, popularitas, jabatan)- Qs. 2:165

5- pondasi / modal / benteng utk menghadapi masalah atau ujian2 kehidupan. Qs. 2:155 – informasi dari Allah bahwa manusia akan diuji dgn rasa takut, lapar dan kekurangan (harta, keluarga, diri) dan inilah kabar gembira bagi org yg sabar (tanda iman) krn kita diberi waktu utk mempersiapkan diri.

Sakit dalam perspektif org beriman : sarana penghapusan dosa, kesempatan naik level keimanan, tanda sayang dari Allah.

# Jenis ketakutan menurut ulama :

1-takut syariyyah sesuai syariah, dibahas oleh Ustman bin Affan, org beriman tdk boleh takut kecuali pada 6 perkara : a. takut kpd Allah ketika mencabut nyawanya ketika tdk beriman, b. takut syetan kpd tipudayanya (bukan wujudnya) yg dapat membatalkan / merusak amal kita, c. takut kpd malaikat hafadzoh (pencatat amal) d. kpd malaikat maut yg mencabut nyawa ketika maksiat, e. kpd dunia takut menjadi perioritas, f. takut kpd keluarga dari disibukkan dgn mereka sehingga lalai dari ibadah.
2-takut tobi’iyah (sesuai dengan kemanusiaan) – wujudnya nyata, misal takut ular.
3-takut syaitoniah yg berasal dari syetan : takut tdk berdasar, melalaikan diri dari tugas utama manusia.

# Kenapa tidak ada iman pada manusia :

1- hatinya terkunci.
2- inderanya (alat penangkap hidayah : mata, telinga, pikiran) tdk bekerja/tidak digunakan.
3- krn kebodohannya, seperti binatang ternak, tidak berpengaruh nasihat ataupun keadaan hidupnya seperti hewan.

# mengapa tdk beriman seperti kaum nabi Yunus (beriman tepat waktu sebelum azab turun)?

1-perlu pegangan teguh pada pelampung terakhir (tanda2 azab, tanda2 kematian, rambut memutih, kulit keriput, peglihatan dan pendengaran yg berkurang, tubuh melemah).

2-siksa Allah itu tdk ditimpakan kpd org2 tdk terus menerus maksiat atau pembangkangan kpd Allah. – kabar gembira kpd org beriman, maka jgn putus asa thdp rahmat Allah. Quran : rahmatKu dapat menutupi kemurkaanKu. Maka segeralah bertaubat dan berbuat terbaik utk menebus kesalahan2 yg lalu.

# Tentang Ujian

Qs. 2:155 ujian kepahitan dunia

Qs. 21:35, jenis ujian :
1- ujian yg buruk, pahit, musibah – org banyak lulus krn umumnya meyakini ini adalah ujian, sehingga sangat baik dalam menghadapinya.
2- ujian yg baik, manis, kenikmatan – sering manusia tdk lulus krn manusia tdk sadar ini adalah ujian. (spt gagalnya firaun, qorun, tsa’labah dan kaum2 terdahulu). Qs. 17:16 jika Allah akan membinasakan suatu kaum, yg diperingatkan adalah org2 kaya, para pemimpin, para pembesarnya utk taat lebih dahulu. Umumnya mereka ini sangat sulit sadar sehingga turunlah azab menghabiskan mereka sama sekali.

Wallahu a’lam

Pembimbing di dunia Akademis kita…

Di Bogor ada pembimbing thesis bilang begini kepada bimbingannya yang datang berdasarkan perjanjian yg sudah mereka lakukan, “maaf ya, saya sedang sibuk. Saya sedang mengerjakan banyak laporan proyek yang lebih penting dari pekerjaan anda. Saya akan memprioritaskan ke kamu kalau kamu hampir DO!

Ada pembimbing thesis lain di Bogor juga berkata, “saya hanya punya waktu 5 menit untuk anda.” Padahal sang bimbingan hanya punya sedikit kesempatan bertemu dalam periode waktu yang lama, karena sang pembimbing tidak pernah ada di kantornya saking sibuknya aktivitas “ngamen” di luar kampus.

Ada lagi seorang pembimbing disertasi di Depok, yang bertanya banyak kepada bimbingannya dalam sidang terbuka, mengapa pakai metode ini itu? padahal ada metode itu ini. Mengapa datanya begitu harusnya datanya begini. Sampai para undangan mengelus dada dan bertanya-tanya, itu pembimbing atau penguji?

Sedikit renungan untuk kita, apa sih makna pembimbing itu? Kok banyak org2 pintar seperti kurang paham dalam tindakannya? Apakah dalam diri para pembimbing itu sudah terpatri kesulitan mereka dulu ketika mendapatkan pembimbing yang bertipe sama dengan yang mereka lakukan sekarang. Sebagai sarana balas dendam kepada generasi sesudah mereka? Seperti lingkaran syetan ospek bagi mahasiswa2 baru.

Dan tentu saja gara2 ketidakpahaman atau kemauan balas dendam itu, sekarang banyak bermunculan pembimbing siluman di lapak2 pojok kampus atau di pedalaman laman web yg lebih “mengerti” para bimbingan2 itu.

Dan gara-gara itu pula, menjadi penyebab turunnya kualitas ilmiah hasil-hasil penelitian generasi-generasi ilmiah kita?

Apa itu yg namanya academic harrasment yg sdh waktunya dibentuk oleh universitas suatu lembaga academic ethics yg menyidang oknum-oknum sontoloyo seperti itu dan mengadvokasi atau mediasi mahasiswa yg menjadi korban.

Ah, sudah ah.. Toh itukan bukan urusan saya. (Mengutip pernyataan org terkenal di Indonesia yg pernah jadi trend topic di jagad sosmed)

Kehendak Allah

Seri Mengaji Tafsir Alhijri, Qs. 28:5-6, Ust. Ibdalsyah, 14Des2014/22Safar1436

# Makna pertama

Allah memiliki irodah/kehendak yg pasti akan terlaksana.

Qs. 36:82 Apabila Allah berkehendak maka kun fayakun, maka jadilah. Mutlaknya kekuasaan Allah dapat ditemukan pernyataannya dalam doa-doa terkenal seperti “Allahumma lamani’a lima athoita…”

Qs. Al-insan:30 – makhluk berkehendak, Allah berkehendak, yg terjadi adalah kehendak Allah, dan Allah maha adil dan mengetahui.

Bagaimana kehendak kita bisa sesuai dengan kehendak Allah?

1- pentingnya doa : Allah menguasai ummul kitab
– Adanya perintah untuk berdoa, “berdoalah maka akan Aku kabulkan.”
2- Melakukan ikhtiar, usaha, menjalankan sunnatullah, melalui proses2nya. Qs. Muhammad:7 (jika kamu menolong Allah, maka Allah akan menolongmu dan memperteguh kedudukanmu).
– ikhtiar harus maksimal

DOA : menunjukkan harapan kita kpd Allah, manifestasi tauhid uluhiyyah, menunjukkan kita tdk pernah berputus asa. contoh dalam sejarah adalah kisah Hajar yg ditinggalkan suaminya di padang pasir dgn bayinya. berikhtiar beliau lari ke bukit safa dan marwa 7x mencari air, baru Allah menolongnya melalui air yang memancar dari bawah kaki ismail. Dalam hadits, berputus asa atas rahmat Allah adalah kekufuran.

ikhtiar tdk boleh berhenti, inilah mujahadah, terutama menegakkan syiar agama Islam.

Qs. alkahfi:110 org yg punya harapan berjumpa dgn robbnya, hrs terus bermujahadah – mengerjakan amal sholeh dan tidak mempersekutukan.

# Makna kedua

- kedzoliman ada batas akhirnya, yaitu ketika kebenaran sdh dtg.
macam kedzaliman:
1- dzalim kpd Allah, syirik adalah kedzaliman adzim(besar)
2- dzalim thdp diri sendiri : membiarkan dirinya dlm perbuatan2 yg merugikan dirinya sendiri, potensi2 (mata, telinga, hati) tdk dimanfaatkan utk peka thdp ayat2 Allah.
Qs. Al-a’raf:179 – org2 yg tdk memakai potensinya, mrk lebih buruk dari binatang.
Kisah para nabi yang bertaubat karena melakukan kedzaliman terpancar pada doa taubatnya seperti nabi yunus yg putus asa berdakwah meninggalkan ummatnya, doa nabi yunus menyadari kesalahannya. ketika nabi adam melakukan kesalahan, doanya pun menyatakan beliau mengakui kedzaliman yang dilakukannya yaitu melaksanakan larangan Allah.
3- kedzaliman terhadap org lain, seperti mengambil harta, melukai, membunuh, menyakiti.

- yg diharamkan dari sesama muslim:
a-darahnya, dengan melukai, mengancamnya, maka akan dilaknat semalaman.
b-harta,
c-nama baik, tdk mengekpos aib2 org lain

Macam dosa :
1-dosa yg tdk diampuni.
2-dosa yg tdk dihiraukan Allah – dpt ampunan krn bertaubat, beristighfar.
3-dosa yg tdk akan dibiarkan oleh Allah – dosa ke sesama manusia, mendustai, menyakiti hati, fisik, harus meminta maaf dan mengembalikan kerugian2 mereka.

Wallahu a’lam

Bagiku Agamaku, bagimu agamamu

Seri Mengaji Masjid Alitisham, 13des2014/21Safar1436, Ust. Abdurrahman Al-Baghdadi

Makna lakum dinuukum waliyadin :
– perbedaan antara muslim dan kafir harus ada, jelas dan diperlihatkan kepada seluruh manusia.
– nabi SAW melarang org mukmin menyerupai (tasabbuh) org musyrik dlm urusan agama maupun gaya hidup (pergaulan bebas, judi, zina, khmar – lokalisasi/tdk boleh difasilitasi apalagi oleh negara).
– hadits : ketika nabi hijrah dan meletakkan dasar masyarakat islam, org Yatsrib ternyata punya kebiasaan ikut merayakan hari raya org Parsi marjan dan nairuz, kaum penyembah api. Nabi melarangnya.
– Hadits : setiap kaum punya hari besar, dan kita punya dua saja yaitu idul fitri dan idul adha. – dalil jelas tdk boleh merayakan hari2 lain.

- Hadits : Rosul menyatakan man tasabbaha biqoumin fahuwa minhum (barangsiapa yg menyerupai suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tsb).

- Qs. Alfurqon:72 : org yg tdk memberikan kesaksian palsu (terjemah Depag agak bias makna pada kata adzuur – maknanya sebetulnya tdk ikut menghadiri – tdk ikut melihat, tdk ikut menyaksikan suatu kesyirikan -atau- tdk ikut adat istiadat/ritual2 -atau- menggunakan atribut2 org kafir -atau- ikut merayakan hari besar mereka), jika mereka bertemu org2 yg berbuat hal2 yg tdk ada manfaatnya, mrk berlalu saja sambil menjaga kehormatannya.

- Islam sangat tegas menjaga batas2 aqidah, toleransi tdk boleh kebablasan dan sdh diatur dgn baik. Misal :
1-tdk boleh ikut perayaan org kafir begitu ritual2nya dan memakai perlengkapan2nya.
2-melayat boleh, tapi tdk utk mendoakan ampunan, cuma perlu ucapan berduka cita saja, tdk boleh menyaksikan pemakaman, istilah almarhum jg tdk boleh utk org non muslim, bahkan utk muslim pun hrs diucapkan “almarhum-insyaAllah.”
3-Ketika salah seorg sahabat pemimpin di Irak minta izin kpd kpd Umar bin khattab utk menikahi wanita ahli kitab, umar tahu hukumnya mubah, tapi tetap melarangnya krn dia adalah sebagai pejabat kaum muslimin dengan alasan:
– hilang kehormatan sebagai panglima di mata negara lain.
– bagaimana nasib anak2nya? tdk boleh mengajarkan bagi mrk kecuali agama Islam.
– bagaimana kaum wanita muslimah yg masih menunggu dilamar laki2 muslim.
4-Dalam hal mengantar istri non muslim ke rumah ibadahnya tidak boleh krn dianggap sebagai ungkapan dukungan, tp menjemputnya adalah hak dia sebagai istri.

Apa yg terjadi di negeri kita?

- agresifitas kristenisasi, lewat CSR perusahaan mereka, lewat acara2 terselubung.
– amnesti internasional minta UU penodaan agama dicabut dgn alasan melanggar HAM. Namun kok ngga ada reaksi para patriot kita ketika ada org asing mau mengobok2 urusan dalam negeri. Mana kedaulatan negara kita?
– komnas HAM menentang jam kerja wanita yg dikurangi, alasannya adalah merupakan skema pemerintah merumahkan wanita dan mencederai emansipasi.
– mau mengeksekusi terpidana mati saja banyak sekali yg ribut.
emansipasi

Tanda apa ini?

# ini menunjukkan sikap pemerintah kita sangat lemah dan spt tidak berdaya kpd non muslim internasional maupun minoritas dalam negeri.
– kita ummat Islam tdk perlu lembaga2 yg menilai kebijakan pemerintah dgn nilai2 ham yg salah kaprah, nilai2 nasrani, nilai2 Yahudi, kecuali pakai standar nilai dan hukum Islam. pemerintah bisa bubarkan saja lembaga2 spt itu. supaya pemimpin tidak jadi alat org2 kafir.

# ini menunjukkan MUI sbg lembaga fatwa kita lalai mengeluarkan fatwa2 yg terkait dgn permasalahan ummat dan berkaitan dengn hukum. shgg masyarakat mencari sumber2 lain di internet ataupun di media-media lainnya yang tidak jelas keberpihakannya kpd kaum muslimin untuk mencari solusi.

Belajar di masa pemerintahan Umar bin Khattab, dibuat perjanjian dengan ahli kitab bahwa jika mereka berhari raya, tidak boleh mengekspos atribut2 agama mereka (misal salib, dll) secara luas, tdk merayakan di tempat2 umum di sana, dan hanya boleh di tempat2 ibadah mereka.

Toleransi yg menentukan adalah Allah bukan sekedar soal maslahat saja.

pendapat fuqaha : bahwa setiap daerah yg masuk atau menerima islam krn dakwah bukan peperangan, tidak boleh di sana didirikan tempat ibadah agama lain atas sebab komunitas sedikit.
Sedang di mesir, syiria boleh ada gereja krn negeri itu Islam melalui penaklukan.
di damaskus yg ditaklukkan oleh khalid bin walid, gereja dibatasi cuma 11 krn komunitas mrk cuma sedikit.

di indonesia kaum kafir membohongi izin pendirian rumah ibadah, memalsukan jumlah komunitas jamaahnya (jemaat jemputan antar kampung). Perbuatan Itu jelas melanggar toleransi dan menyinggung aqidah ummat Islam.

Wallahu a’lam

Masuklah Islam secara Keseluruhan

Seri Pengajian mushalla Alitisham, 7des2014/15safar1436, Ust. abdul Halim

Tadabbur Quran ayat Qs. 2: 208 masuklah Islam secara keseluruhan. jika tdk maka ikut langkah syetan.

1- ini adalah ayat perintah bukan ayat yang memberikan pilihan kepada manusia.

2- nikmat dan musibah adalah ujian, kita tdk bisa memilih dan hanya bisa menjalankan takdir. Sikap kita thdp itu semua yang dinilai oleh Allah.
– setiap ada nikmat selalu Allah bebankan kewajiban. “la ‘in syakartum…”, jika tdk langsung ada ancaman azab.
– setiap ada musibah selalu Allah sertakan bonus jika menerimanya dgn innalillahi. Kita akan mendapat shalawat dari Allah (derajat tiggi , rahmat, ampunan dan mendapat petunjuk)
– juklak Ilahi bagi manusia terhadap nikmat adalah aktif mencari org yg butuh bantuan. hadits : Kita akan dpt laknat jika ada tetangga yang kelaparan.
– juklak Ilahi thdp ujian adalah pasif. krn waktunya dia menyiapkan mentalnya menghadapi itu semua.
– Dalam Quran, banyak kisah tentang lulus nikmat : yaitu kisah nabi2, begitu juga kisah2 mengenai gagal nikmat : Firaun, Qorun, dll. Uniknya, dalam Alquran tdk ada kisah-kisah tentang yg gagal musibah.
– Ilustrasi antara sikap menghadapi ujian sekolah dan ujian Allah :
ujian sekolah tdk boleh nyontek, kerjasama, ujian Allah sebaliknya hrs nyontek kpd Quran dan hadits (bukan ngarang atau bertanya ke dukun), wajib kerjasama (tolong menolong, saling menasihati, mengingatkan, berjamaah).

Dalam menghadapi takdir Allah, ada 4 poin penting untuk mendeteksi masuknya syetan:
-niat hrs benar
-amal hrs benar
-tujuan hrs benar
-hasil dan sikapnya sesuai.

1- niat tdk benar, amalnya benar – gagal
hadits, syetan tdk mau masuk di rumah yg dibacakan albaqarah.
16:98 saat baca quran minta perlindungan kpd Allah dari golongan syetan.
contoh : baca albaqarah niatnya utk ngusir syetan,

2- niat benar, amal benar, tujuan salah – gagal
Contoh kasus : Melakukan dzikir alfatihah utk dpt wibawa.

3-niat benar, amalnya tdk benar, tujuan benar, hasilnya tidak benar
Contoh kasus : Melakukan dzikir tertentu tp jiwanya tetap gelisah. ternyata zikirnya koleksi dari mimpi, dibisikkan oleh syetan, karena jelas-jelas dalam Quran dinyatakan : jika jin dan manusia bekerja sama maka sesat.

Jika kita tdk masuk islam secara keseluruhan sama saja kita meridhoi akan berkali2 berpindah dari langkah syetan ke langkah syetan lainnya. Di masa sekarang ini bahkan ada langkah syetan yg ‘Islami’.

Mekanisme mendeteksi situasi seperti ini, sudah dituntun nabi dalam hadits: demi Allah, aku selalu (1) istighfar – memohon ampun kepada Allah dan (2) bertaubat padanya lebih banyak dari 70x (bukhari), 100x(nasa’i) sehari.

Beda Level mohon ampun dan Taubat:
level mhn ampun – istighfar, berhenti tdk mengulangi.
level taubat – kembali ke jalan Allah. melangkah ke jalan Allah 17x minimal mengulangi ihdinashirotol mustaqim.

Cara bersyukur :
– jika nikmatnya harta, bersyukurnya dgn hartanya. Qorun itu menolak bersedekah dgn hartanya, krn merasa hasil usahanya. Sikap yang sehrsnya ada pada Qs. Addhuha ayat terakhir.
– shalat itu bersyukur atas hidupnya. hidup dan shalat tdk bisa dipisah, kewajibannya berhubungan dgn hidup.
– beda muslim dan kafir bukan pada kebaikan dan kedermawanan, tp shalat, krn setelah kita shalat maka kita diukur telah bersyukur atas hidup kita, barulah amal2 yg lainnya bisa diterima. (Prinsip Qs. alanam:162).
– nikmat sehat, berpuasalah.
– ilmu dgn mengamalkan (mengajar, mengimplementasikan ilmunya).
– makin banyak nikmat makin banyak konsekuensi, maka sahabat berfikir2 jika mau diangkat jadi pemimpin, krn konsekuensinya melipatgandakan kewajibannya. kegagalan org sholih ketika jadi pemimpin adalah ketika kepemimpinannya itu tidak membuatnya menambah kualitas kesholihannya. Akhirnya dengan level kesholihan yang selama ini dia tergeret dengan konsekuensi2 yang akhirnya tidak bisa dipenuhinya.

Modal hidup dari pelaksanaan ibadah :
ibadah itu sarana latihan Allah untuk modal kehidupan manusia, maka dalam ibadah itu harusnya dapat mendatangkan :
-ketenangan
-kebahagiaan
-makin hebat kesabarannya
-makin pandai bersyukur
-memfasilitasi kita utk mdpt banyak kemudahan.

Orang miskin apalagi orang kaya yg punya 5 modal di atas, tidak akan bermasalah hidupnya.
-misalnya ibadah shalat itu latihan ketenangan, bahagia, sabar, syukur dan minta tolong kpd Allah minimal 5× sehari.
– Modal keselamatan menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangannya adalah hidayah yang datang dari belajar teori dgn benar / sempurna dan belajar mengamalkannya pelan2. Misal : modal ke masjid bukan otot, pengetahuan atau keahlian, tapi hidayah.

Hidayah dalam dalil ditemukan dalam 2 terminologi yaitu :
– benih (dalam hadits) – harus ditumbuhkan.
– kalimah toyyibah seperti pohon yg mengakar kuat ke tanah dan rimbun serta berbuah lebat.

Bagi kaum muslimin, benih ini setelah sekian lama harus jadi pohon yg kokoh, jgn kembali ke Allah tetap saja jadi benih. Ibadah itu latihannya, hidup itulah pelaksanaannya.

wallahu a’lam

3 Perkara yang Merugikan

Seri Tafsir Alhijri, ust ibdalsyah, Qs. 28:1-4, 15safar/7des2014

Ringkasan Qs. Alqoshos :
– Pembukaannya adalah penegasan tauhid dan aqidah – Quran adalah kitab yg nyata dari Allah
– pertarungan hak dan batil : kekuasaan yg disalahgunakan firaun, mulai dari kelaliman firaun utk melanggengkan kekuasaannya, kelahiran musa, besar di istana, dakwahnya bersama jubir nabi Harun, hijrah ke madyan.
– kisah Qorun
– penutupnya aqidah dan keimanan : hrs menyembah kpd Allah.
– kata alqoshos sendiri dapat ditemui pada Qs. 28:25 – kisah masa lalu ummat terdahulu (tidak ada cerita fiktif dlm quran, semuanya benar) merupakan pengulangan di masa yg akan datang. Semua akan hancur (kekuasaan, harta, materi2) hanya Allah yg kekal dan menjadi tempat kembali kita pertanggungjwbkan perilaku dan sikap2 kita thdp materi tsb.

hadits : 3 perkara yg merugikan(=menghancurkan), yaitu :
1. mengikuti hawa nafsu (spt firaun dgn kekuasaannya sampai mengaku sbg Tuhan, Qorun dgn hartanya menjadi sombong, bakhil dan ingkar).
2. melakukan kebakhilan, (akan menjauhkan dirinya dari Allah, dari manusia, dari surga dan dekat ke neraka)
3. org yg mengagumi dirinya sendiri (bangga atas prestasi dirinya – ujub), saat ini membuatnya merendahkan org lain menjadi takabbur.

Wallahu a’lam

Hakikat Ibadah dan Fitnah Ibadah

Seri Pengajian Masjid Alitisham, Ust. Ahmadi Utsman, 8Safar1436/30Nov2014

Semoga dengan memulai hari ini dengan kebaikan, menjadikan seluruh hari ini penuh dengan kabaikan dan semoga Allah membuka bagi kita jalan-jalan kebaikan dan kebenaran yang menyelamatkan kita semua.

Qs. Al an’am:162 – manusia hendaknya mampu memaknai kehidupannya dengan ibadah-ibadah yang dilakukannya.

Qs. Thoha:90 – Betapa dalam ibadah ini, ternyata tidak selancar yang dibayangkan, karena di dalamnya ada fitnah-fitnah yang dapat menodai ibadah-ibadah tersebut untuk dicatat sebagai amal sholeh olah Allah.

Harapan orang dalam beribadah :
– diterima oleh Allah
– menjadikan kita bertaqwa pada-NYA
– pola pikir bahwa hidup ini hanya perlu diisi ibadah saja kepada Allah, tidak melakukan selain itu, sehingga tidak membuat kita jauh dari Allah.

Ada sebuah kisah tentang fitnah yang terjadi pada zaman nabi Musa, ketika Samiri (Musa bin Zoffar dari daerah AlKirman suku Samiri’) membuat patung sapi emas yang bisa bicara.

Samiri lahir di padang pasir, ibunya wafat ketika masih pada periode nifas. Lalu dia kemudian dirawat oleh Jibril dan diberi kelebihan-kelebihan dari 3 jari tangannya, yaitu satu jari bisa mengeluarkan susu, jari lainnya bisa  mengeluarkan madu, dan bisa mengeluarkan minyak samin untuk bisa bertahan hidup di padang pasir. Singkat cerita, ketika di Mesir, Samiri ini adalah tetangganya nabi Musa sebelum beliau menyelamatkan bani Isroil sebelum peristiwa hijrah ke Madyan.

Ketika periode dakwah nabi Musa dan Harun ke Firaun, Samiri termasuk yang ikut beriman. Tekanan penguasa Firaun yang melakukan kedzoliman dalam bahasa-bahasa kemanusiaan, dalam menghancurkan reputasi nabi Musa dan Harun, berlanjut semakin meningkat dan represif keberlanjutan dakwah nabi Musa. Samiri terus melihat dan mempelajari pola cara-cara nabi Musa menghadapi itu semua dan memahami bahwa situasi bani Isroil yang materialistis dan bermental budak adalah sebuah kesempatan untuk mengambil alih.

=> Fitnah itu bisa datang dari penguasa atau dari orang terdekat, bukan hanya
dari diri sendiri yang bermaksiat.

Kesempatan itu datang ketika nabi Musa rindu bertemu Allah ke bukit Tursina, meninggalkan kaumnya yang kondisinya masih belum stabil dan menitipkannya kepada nabi Harun saudaranya. Kelemahan ummat Isroil terhadap material,
dimanfaatkan oleh Samiri untuk menawarkan hal-hal yang tidak bisa diberikan oleh nabi Musa kepada mereka terkait materi. Samiri membuat representasi Tuhan dalam bentuk patung sapi yang dibuat dari emas-emas bani Isroil yang dilebur
dan diberi teknologi malaikat kemampuan bicara.

=> Samiri adalah orang yang punya kelebihan pengetahuan, namun tidak konsisten dalam ibadah dan aqidahnya. Akibatnya dari 300ribuan ummat nabi Musa, sekitar 112ribunya menjadi musyrik dan menyembah berhala sapi yang bisa bicara tersebut.

=> mengaca pada situasi kekinian, setiap ajaran sesat yang membonsai suatu agama, berisi dispensasi2 atau keringanan2 dlm beragama akan banyak pengikutnya. Bukan hanya orang2 miskin yang berharap lebih, tapi ternyata juga
orang2 berada, yang menunjukkan bahwa kemajuan dalam materi tidak menjamin kemajuan spiritual. Aktivitas diskon dalam beragama seperti boleh nikah mut’ah, shalat hanya perlu satu kali setiap hari atau cukup eling saja, lalu tidak
perlu shaum di bulan Ramadhan yang menarik orang2 tersebut menjadi sesat, padahal kalau mereka mau berfikir sedikit saja, bahwa hakikat ibadah itu adalah kepatuhan kepada perintah Allah, bukan malah membuat2 keringanan sendiri.

Ketika pulang dari bukit Tursina, Nabi Musa melihat kenyataan itu dan langsung bertanya kepada yang diamanahi menjaga bani isroil yaitu nabi Harun. Nabi Musa tidak langsung melabrak bani Isroil yang memilih musyrik, tapi konfirmasi
dahulu pada pemegang amanah yaitu saudaranya. Ketika dijelaskan mengerucut kepada Samiri, baru kemudian nabi Musa mendatangi Samiri sebagai pelaku utama penyesatan untuk menanyakan alasannya.

Samiri memberi alasan, bahwa ia bisa melihat apa yang tidak dilihat orang lain, untuk dia manfaatkan agar patung itu seakan hidup, yaitu bekas tapak-tapak utusan Allah. Ulama berpendapat 3 hal tentang ini, yaitu :

  1. Malaikat jibril yang sering menemui Musa, sering diperhatikan oleh Samiri karena efeknya cukup berat bagi nabi Musa secara fisik dan ternyata bekas tapak-tapak jibril itu berefek juga pada lingkungan, misalnya dapat menumbuhkan
    rumput-rumput. Bekas tapak2 yang memiliki kelebihan yang dapat ‘menumbuhkan’.
  2. Malaikat jibril yang selama ini ikut membesarkan Samiri, sehingga dia sering melihat bahwa bekas-bekas jibril itu ada kekuatan yang bisa dimanfaatkan.
  3. Samiri yang sering bersama nabi Musa, mengetahui rahasia-rahasia nabi Musa ketika mengajarkan agama sehingga doa-doanya selalu dikabulkan Allah. Rahasia inilah yang kemudian digunakan oleh Samiri untuk membuat patung emas sapi itu berbicara.

=> Banyak orang mendekati ulama atau orang2 sholeh untuk mendapatkan kharismanya untuk kemudian dimanfaatkan untuk kepentingannya sendiri atau malah untuk membuat kerusakan.
=> Seorang yang memperlajari agama sangat tergantung pada orientasi awalnya, jika untuk tujuan keuntungan pribadinya, ia dapat memanfaatkan kharisma yg ia dapatkan untuk mempengaruhi orang lain yang lebih awam mengikuti ajaran sesatnya.
=> Maka berhati-hatilah dengan ilmu, dengan ibadah yang telah kita lakukan, jika Allah sudah memberi kelebihan, maka jangan dimanfaatkan atau diselewengkan untuk niat yang membawa kerusakan.

Nabi Musa melihat bahwa Samiri telah membuat sesembahan selain Allah dan telah berhasil membuat orang2 senang (mempengaruhi faktor emosional), sehingga sampai rela beri’tikaf (berdiam diri) disekelilingnya sambil berbuat maksiat.

=> Manusia bisa disibukkan oleh hal-hal yang menyita perhatiannya sehingga menjauhkannya dari perintah Allah dan malah semakin mendekatkannya pada larangan2 Allah. Dalam konteks kekinian, berhati2 jika internet, gadget, media televisi dsb melalaikan kita dari ibadah kepada Allah.

Akhirnya Samiri dihukum dikucilkan dan tidak boleh orang-orang bani Isroil bersentuhan sama sekali dengannya. Sedangkan bani Isroil yang musyrik syariat taubatnya adalah dibunuh, dalam beberapa riwayat, akibat dari musyriknya mereka itu berpengaruh pada fisik mereka yang menguning.

=> Kita harus memutus penyebab utama kemusyrikan di masa kini. Taubat yang benar adalah tidak sama sekali bersentuhan dengan hal2 tersebut, tidak ada toleransi sedikitpun untuk mendekatinya.

Bani Isroil itu tipikal bangsa yang sangat sulit istiqomah dalam memegang perintah nabi2 yang telah didatangkan padanya. Walau pun berulang kali mereka terpaksa menerima konsekuensi yang berat gara2 pembangkangannya itu. Padahal secara kemanusiaan yang punya adab, tentu tidak berani menentang karena sesungguhnya sudah sangat banyak yang telah diberikan untuk manusia dari Allah, yaitu :

  • Alam ditundukkan untuk manusia
  • diberi akal, hati dan keinginan
  • diturunkan nabi dan Rosul untuk mengarahkan tujuan hidup
  • diturunkan kitab suci sebagai pegangan hidup, kini kita diwariskan Quran dan sunnah.
  • disediakan surga dan neraka sebagai imbalan dan balasan.

Bahkan dengan akalnya, manusia pun diberi kemampuan untuk menangkap pesan-pesan tauhid dari alam semesta, misalnya :

  • Mengetahui Maha bijaksana Allah dalam menciptakan alam semesta dengan sangat sempurna, seperti : planet2, gunung, semut2, lebah, nyamuk, dll.
  • Tidak ada sesuatu di muka bumi ini KECUALI ada hikmahnya. Saking banyaknya hikmah/pembelajaran yang diturunkan di kehidupan manusia dan sekitarnya, sampai kebanyakan manusia tidak menyadarinya lagi.

Maka IBADAH itu adalah bukan sekedar melatih spiritual kita saja, tapi harusnya merupakan seluruh pola hidup kita. Semua harus bernilai ibadah. sebagai ilustrasi :

  • saat manusia perlu melaksanakan shalat, ia akan mencari sumber air untuk bersuci, saat orang2 mulai berkumpul dalam masyarakat dan perlu shalat, maka dibangunlah masjid, ketika masjid sudah ada, maka ditentukanlah pemimpin/imamnya, kemudian untuk memelihara fisik dan aktivitas peribadahan di masjid dibentuklah pengurusnya – proses ini adalah ibadah berkesinambungan yg setiap rangkaiannya haruslah bernilai ibadah.
  • Dalam kehidupan sehari-hari, mulai bangun, shalat, mandi, bekerja, bermuamalah sampai tidur kembali haruslah bernilai ibadah. Tidak ada dikotomi antara ibadah mahdoh (ritual) dengan ibadah yang terimplementasi dalam kehidupan.
  • Dalam membentuk rumah tangga misalnya, dimulai dari mencari pasangan hidup yang seiman, melakukan proses ijab qobul, membina pernikahan, mendidik anak, mewariskan kebaikan, juga harusnya merupakan rangkaian ibadah berkesinambungan.
  • Ada orang mempersiapkan biaya haji selama 25 tahun, setiap hari menyisihkan uang hasil ikhtiarnya, padahal untuk suatu ibadah yang berlangsung paling lama 40 hari saja. Nah, 25 tahunnya itu mestinya bernilai ibadah.

Ibadah juga jangan tercampur dengan ego, tapi harus selalu dalam tatanan aturan Allah supaya bisa dirasakan efeknya.

Semakin tinggi kualitas manusia di mata Allah adalah ketika manusia melibatkan ibadah dalam setiap detik kehidupannya, bukan sekedar ibadah2 ritual saja, tapi implementasi ibadah ritual itu setiap detik harus bersama Allah. Inilah prinsip
Qs. Al An’am : 162.

BAGAIMANA SESUATU BISA BERNILAI IBADAH ? (syarat diterimanya ibadah)

1. Ikhlas
– Banyak manusia kehilangan atau mengalami perubahan niat utamanya yaitu mengesakan Allah dalam setiap tujuan dan ketaatan, sehingga akhirnya ibadahnya terhenti.
– Taat kepada Allah dan Rasul-NYA adalah ketaatan mutlak, sedang taat kepada ulil amri adalah ketaatan kondisional.
– Manusia diberikan fitrah loyalitas (Al wala’), jika terlalu banyak memecahnya kepada loyalitas2 semu seperti kecintaan kepada harta, keluarga, kelompok/kaum, maka cinta kepada Allah tinggal sisanya saja, sehingga kondisi ini menyebabkan
dia tidak berhasil untuk ikhlas. Seharusnya cinta kepada Allah itu jadi satu loyalitas mutlak, sehingga kemudian semua cinta lainnya akan dipantulkan dari Sang Maha Cinta kepada semua yang kita cintai.
– Perbandingan di dunia kita sekarang ini, di barat : infrastruktur materi utk level negara sangat tertata rapi, namun institusi keluarga sangat berantakan karena hanya dilandasi oleh standar materi. Sedangkan di dunia Islam, yang
secara ajaran harusnya lebih baik, baru mampu menata level keluarga saja dengan infrastruktur yang masih berantakan. Dalam keluarga2 Islam berhasil dibentuk budaya hormat kepada orang tua dan menyayangi anak. Pewarisan nilai-nilai
kebaikan semakin mendapatkan bentuknya, anak2 sholeh penghafal Quran mulai semakin banyak, dan orang yg memegang teguh ajaran Islam teguh seperti karang untuk istiqomah berbuat dan beraktifitas menurut ajaran Islam tersebut. Namun saat ini institusi keluarga pun sedang terancam oleh paham2 barat itu tadi, banyak orang tidak sadar bahwa ini adalah kelebihan ummat Islam dibandingkan yang lain.
Untuk mempertemukan dua hal yang masih terjadi jurang pemisah ini, orang2 di barat bisa belajar untuk urusan keluarga dan sebaliknya orang2 di negara Islam harus belajar ke barat untuk urusan infrastruktur.
– Satu perbandingan lagi tentang salah satu etnis timur yang sangat melindungi aset dunianya, sampai2 berhati-hati pada istri dan anak-anaknya sendiri, sulit mempercayai orang lain. Dalam Islam membangun as-shiddiq (kejujuran-
kepercayaan) sangat penting di mulai dalam institusi keluarga.
– Syekh Aaidh al-Qarni, pengarang buku La Tahzan, merasa takjub karena di Indonesia, justru apa-apa yang dia nyatakan dalam bukunya ternyata semuanya di masyarakat kita sudah biasa melakukannya, tidak seperti di tempatnya sana.
– Ikhlas melalui niat memiliki makna :
a- memfokuskan (tarokuzu) dan berkonsentrasi dalam beribadah
b- menjelaskan tujuan inti (tamyiz) sebagai bukti loyalitas kepada Allah atau hanya sekedar menggugurkan kewajiban saja. Jika ini baik, maka akan timbul sifat ihsan karena merasa diawasi oleh Allah. Qs. Azzumar:2-3 menyatakan bahwa Allah tidak menerima, kecuali orang-orang yang fokus kepada-Nya.

- Hadits Rasulullah SAW, Ada 3 hal yang menjadikan hati orang Islam menjadi kuat, tidak rapuh atau tidak goyah (dalam keyakinannya) yaitu :
– Ikhlas dalam beramal
– Saling menasihati sesama ummat Islam
– Selalu konsisten dalam kejamaahan

2. Berkesesuaian dengan syariat Allah dan ajaran Rasulullah SAW
– Jangan sibuk hal kecil yang bersifat mubah dan malah melupakan yang wajib.
– Syetan suka membuat hiasan-hiasan sehingga manusia akan lebih menyibukkan diri dengan hal2 yang kecil dan melupakan hal2 yang besar.

Qs. An An’am:153
dan bahwa (yang Kami perintahkan ini) adalah jalanKu yang lurus, maka ikutilah dia, dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai beraikan kamu dari jalanNya. Yang demikian itu diperintahkan Allah
agar kamu bertakwa.

Qs. Annisa:125
Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus ? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi esayanganNya.

Pola pikir kebanyakan kaum Muslimin di negeri kita : Bahwa ibadah itu cuma ada ibadah mahdoh (ritual) dan itu dipisahkan dengan kehidupan sehari-hari (sekulerisme). Pola-pola ini masuk ke :
– Sistem pendidikan
– sistem pengadilan ada hukum negara dan ada hukum agama
– ibadah itu hanya di masjid saja, di luar masjid bukan ibadah, dan kerja adalah bukan ibadah, padahal seluruh hidup adalah ibadah, termasuk berpolitik, bermuamalah dan semua hal dalam kehidupan.
– Ummat Islam harus disadarkan kembali bahwa yang dinyatakan dalam Qs. Al An’am:162 harus menjadi sistem bergerak ummat Islam. Dan inti pembangunan nilai-nilai Islam ini ada pada keluarga-keluarga Muslim. Caranya :

a- Tanamkan paradigma hidup adalah ibadah dalam keluarga2 kita.
Paradigma Tauhid :
– Penghambaan (ubudiyyah) – Allah adalah tempat menundukkan diri beribadah kepadanya
– Pengakuan (rububiyah) – Tidak ada sesuatu hal pun kecuali dari Allah, tidak ada yang bebas dari nilai-nilai Ketuhanan Allah.
– Pengetahuan (Asma’ wa syifa) – memahami konsep asmaul husna sebagai nilai-nilai ideal kebaikan yang harus kita perjuangkan membentuk akhlaqul karimah dan sebagai ummat rahmatan lil alamin.

Penanaman paradigma ini perlu proses panjang (untuk masyarakat yg terkotak-kotak dalam sekulerisme ini), perlu kekuatan/kekuasaan, perlu keteladanan. Penanaman paradigma Tauhid ini banyak metodenya, misalnya melalui
cerita, melalui diskusi, melalui nasihat, melalui keteladanan dalam seluruh aspek kehidupan.
b- Sistem pendidikan hanyalah pelengkap mindset yang sudah terbentuk di rumah dalam tatanan implementasi yang lebih luas lagi bagi kaum muslimin sebagai dai yang harus mewariskan kebaikan-kebaikan ajaran Islam.

Wallahu a’lam

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.